Release info

The Sweet Love Story / The Love Equations 21 Indo
The Sweet Love Story / The Love Equations 22 Indo
A Commentary by skysoultan
WeTV. Follow @skysoultan on Instagram.

Tags

other
Published on: 2020-05-01
Downloads: 8
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

=Manisnya Cerita Cinta=

Saya tidak setuju.

Yasi juga baru saja mencapai

standar untuk menjadi menantu saya.

Menaati peraturan dan mengetahui batasan,

itu sangat penting.

Biksu Suci.

Nona, tolong berperilaku yang lebih terhormat.

Kenapa kamu tiba-tiba begini?

(Episode 21: Cinta terkadang adalah peta yang tidak dimengerti oleh dua orang.)

Kalian adalah keluarga Shen Mengjun?

Benar, saya adalah suaminya.

Saya akan langsung berterus terang saja,

keadaan Shen Mengjun saat ini

tidak terlalu baik

Dilihat dari hasil diagnosis

dan hasil pemeriksaan,

pada dasarnya sudah dapat dipastikan bahwa dia

mengalami gangguan afektif.

Gangguan bipolar.

Benar, yang juga biasa disebut dengan gangguan bipolar.

Ini merupakan sebuah

gangguan mental yang mengakibatkan suasana hati seseorang

dapat berubah secara ekstrem menjadi mania maupun depresi.

Apakah pasien

memiliki reaksi suasana hati

yang bisa tiba-tiba marah besar,

lalu tiba-tiba menjadi sangat sedih?

Ada.

Biasanya istri saya memang

memiliki suasana hati yang kerap tidak stabil,

sensitif,

dan lemah.

Tapi,

kami tidak terlalu memedulikan itu.

Dokter Gu,

apa saja metode penyembuhan untuk Ibu saya sekarang?

Normalnya ada tiga, yaitu

terapi dengan obat-obatan, psikoterapi,

dan terapi penyesuaian lingkungan.

Tapi penyembuhan gangguan bipolar

adalah sebuah proses yang sangat panjang.

Kalian sebagai keluarganya

harus memiliki persiapan mental yang kuat.

Silakan masuk.

Fanzhou.

Paman Zhao.

Yichun,

kenapa kamu di sini?

Saya senggang selama liburan musim panas,

jadi saya magang di Departemen Psikiatri.

Pak Profesor,

ranjang 19 sudah selesai melakukan psikoterapi,

ini adalah catatan klinisnya.

Zhou, ada apa denganmu?

Kamu pergi temani dulu Ibu saya.

Apakah kamu baik-baik saja?

Apakah ada

sesuatu yang bisa saya bantu?

Tidak perlu,

kamu lanjutkan saja pekerjaanmu.

Masih ada beberapa pertanyaan yang

harus saya diskusikan dengan Profesor.

Kalau begitu saya masuk dulu.

Untuk saat ini, Rumah Sakit Xieping Beijing

merupakan rumah sakit berotoritas dalam penyembuhan gangguan bipolar.

Kalau keadaan keluarga kalian memungkinkan,

saya sarankan kalian pergi memeriksakannya ke Beijing.

Zhou,

Ayah ingin menyampaikan sesuatu padamu.

Lusa mungkin saya

tidak bisa

ke Beijing bersama kalian.

Kamu tidak pergi?

Begini,

hari ini

klien yang dibuat marah oleh Ibumu

menelepon saya lagi,

katanya mereka bisa menandatangani kontrak.

Tapi waktu untuk tanda tangan kontrak

kebetulan sekali adalah lusa.

Kamu

bisa memahami Ayah, kan?

Proyek ini sudah Ayah kelola selama dua tahun,

dengan susah payah akhirnya bisa sampai ke tahap akhir.

Coba kamu pikirkan, saya...

Saya tahu,

saya akan membawa Ibu pergi.

Oh iya.

Kamu bawa ini.

Meski di rumah berhemat, tapi harus berkecukupan dalam perjalanan.

Bawalah,

jika tiba-tiba ada masalah bisa digunakan.

Sepertinya kamu merasa kalau uang bisa menyelesaikan semuanya.

Halo, Pak Wang.

Tidak apa-apa. Tidak apa-apa.

Anda terlalu sungkan.

Halo.

Kenapa kamu tidak membalas Wechat saya?

Bagaimana keadaan di rumah?

Tadi di rumah sakit lumayan sibuk,

jadi tidak mengangkat telepon.

Rumah sakit?

Ada apa dengan Bibi?

Tidak apa-apa,

hanya saja suasana hatinya tidak terlalu stabil.

Baguslah kalau begitu. Baguslah kalau begitu.

Kamu tidak perlu khawatir.

Kenapa kamu masih belum tidur?

Karena saya meneleponmu.

Kamu tidak mencari saya, terpaksa saya mencarimu.

Urusan saya di sini sudah selesai,

kamu cepat tidur sana.

Lapor!

Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepadamu.

Silakan.

Saya malam ini baru saja mendapatkan pemberitahuan

kalau jadwal perkemahan musim panas untuk menulis dipercepat.

Jadi mungkin lusa saya akan ke Beijing dengan kereta.

Lusa kamu akan ke Beijing?

Benar.

Ada apa?

Ti... Tidak apa-apa.

Kamu harus menjaga dirimu baik-baik di rumah sakit, ya.

Telepon saya kalau kamu merindukan saya.

Kalau begitu, kita mungkin harus terus menelepon.

Kenapa sekarang kamu sangat pintar merayu?

Kalau kamu begini terus, saya akan melaporkanmu ke polisi.

Tolong carikan seorang pengacara yang bagus untuk saya.

Pengacara bilang

seperti kasusmu ini harus dipenjara seumur hidup.

Baiklah, saya sudah tahu.

Baik,

nanti saya akan bawakan sedikit untukmu, oke?

Baik, tidak masalah.

Saya tutup dulu teleponnya.

Baik. Selamat malam.

Selamat malam.

Ibu, kamu sudah bangun?

Saya mengambilkanmu sedikit sarapan.

Makanlah sedikit.

Kenapa saya bisa di rumah sakit?

Seingat saya kemarin Ayahmu...

Iya.

Kemarin

kami bersama-sama membawamu ke sini.

Lalu apakah sekarang saya sudah harus keluar dari rumah sakit?

Ibu,

dokter bilang suasana hatimu sekarang tidak terlalu stabil,

lebih baik kita ke Beijing untuk melakukan pemeriksaan.

Tidak apa-apa.

Saya tidak apa-apa, saya tidak mau pergi. Tidak mau pergi.

Di mana Ayahmu?

Ayah saya sudah pergi.

Kenapa dia pergi?

Saya mau pergi ke Beijing untuk periksa, dia malah pergi?

Dia meninggalkan saya lagi?

Ibu, dia...

Dia ke Beijing

untuk membantu kita memesan tempat tidur di rumah sakit.

Sungguh?

Itu berarti

masih ada saya di hatinya.

Benar tidak?

Iya.

Kalau begitu, masih ada saya di hatinya.

Ada saya.

Ada saya.

Saat di Beijing nanti, kamu harus menjaga dirimu baik-baik.

Ada lagi, begitu kamu tiba,

kamu harus segera mengabari kami.

Jangan hanya sibuk menelepon Zhao, ya.

Baik.

Ucapan seperti apa yang kamu ucapkan?

Siapa? Zhou?

Halo.

Saya sudah bersiap untuk berangkat ke Beijing.

Apakah semua sudah selesai dikemas?

Iya, sudah beres semua.

Bagaimana keadaanmu di sana?

Apakah Bibi sudah membaik?

Kami sekarang berada di...

Biarkan saya bicara sebentar.

Saya sedang memindahkan koper,

saya akan menghubungimu lagi nanti.

Dasar kamu ini.

Saya... Saya ingin berbicara dengan dia sebentar.

Apa yang perlu kamu bicarakan dengan dia?

Dia adalah menantu saya.

Sudah lama tidak bertemu,

tentu saja saya harus menanyakan kabarnya.

Apanya yang menantu?

Apakah kamu pernah menanyakan pendapat saya?

Menantu saya adalah Yasi.

Kalau begitu kamu lahirkan satu anak perempuan lagi,

lalu kamu nikahkan saja dengan Yasi.

Ayah, Ibu, ayo cepat.

Sebentar lagi sudah akan ketinggalan kereta.

Sebentar lagi sudah akan ketinggalan kereta, kamu masih di sini,

mencari masalah.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left