The first 192 lines.
-=Friends Episode 2=--
Ini sangat sulit. Masuklah.
- Tomoko. - Apa?
- Kau belajar bahasa Korea? - Ibu pikir aku takkan berhasil, kan?
Mengapa Ibu akan berpikir seperti itu? Hal itu tak pernah terlintas dipikiran Ibu.
Ini hanya iseng saja. Aku tak sehebat Ibu.
Kau salah. Ibu tidaklah hebat.
Belajarlah dengan giat.
Emailnya datang!
Dia pasti bercanda! Bagaimana aku bisa membaca email ini?
Terima kasih telah menulis email untukku dalam bahasa Korea.
Apa artinya ini?
Coba kulihat.
Dapat! Itu artinya senang.
Nona Asai.
Maaf.
Tomoko, apa yang kau pikirkan?
- Apa? Pergi denganmu? - Temanku membelikan tiket pesawat murah untukku.
Benarkah? Mengapa kau...
Kau telah membuatnya kesulitan saat di Hong Kong, kan?
Tidakkah kau ingin bertemu dengannya?
Jika kau ingin, kau harus melakukan sesuatu dengan hal itu.
Kau ingin ikut? Ini adalah kesempatan yang langka.
Baiklah. Aku ingin ikut denganmu.
Baguslah! Tapi akankah itu terlalu cepat?
- Kapan? - Besok.
Apa?
- Aku... - Tidak boleh!
Tidak boleh!
Aku masih memiliki jatah cuti pada tahun yang lalu.
Itu masalah yang lain.
Aku akan bekerja keras selepas aku kembali.
Silahkan lihat ke kiri. Ini adalah Seoul Nandaemun.
Nandaemun memiliki sejarah yang lebih dari 600 tahun.
- Kita akhirnya sampai! - Ya!
Kau sungguh tak ingin bergabung dengan kami untuk makan malam?
Aku telah mengirimkan email pada Ji Hoon. Aku harus menunggunya di hotel.
Bersenang-senanglah dirimu di malam ini.
- Baiklah. Dah! - Selamat bersenang-senang!
Maaf! Aku adalah Yamagishi Yuko.
Aku sangat berharap agar kau segera meneleponku!
Aku pulang.
Ji Hoon!
Aku senang bertemu denganmu.
Mungkinkah dia tak menerima email dariku?
Seharusnya aku menanyakan nomor teleponnya.
Dia tak bertemu dengannya?
Halo!
Nona Asai? Maukah kau bergabung dengan kami hari ini?
Aku masih ingin sendirian hari ini.
Maaf.
- Apa kau masih ingin menunggunya? - Ya.
- Pergilah bergabung dengan mereka. - Kau tak ingin bergabung dengan kami?
Tidak, kau bergabunglah dengan mereka. Jangan mengkhawatirkan aku.
Begitu berantakan hanya ditinggalkan satu hari!
"Besok aku akan tiba di Seoul dan akan tinggal di Hotel Sheraton."
"Menghapus email?"
"Email telah terhapus"
Ji Hoon, apa kau telah belajar dengan sungguh-sungguh?
Ya. Jangan khawatir.
Baguslah. Kami menaruh harapan yang tinggi padamu. Janganlah mengecewakan kami.
Kau adalah penerus keluarga kami.
- Sekarang semuanya memujimu. - Mengapa terus saja membicarakan aku?
Apa kau akan segera masuk di kemiliteran?
Ya.
Masuk di kemiliteran itu pekerjaan yang sulit, tapi itu adalah tugas bagi setiap warga Korea
Kau akan mendapatkan pengalaman yang berharga di kemiliteran.
- Itu akan berguna untukmu di masa depan. - Ya.
Aku mengandalkanmu. Kau akan dapat memenuhi kewajibanmu.
Baiklah, Ayah.
- Waktunya makan. - Ya.
Makanlah lebih banyak.
Ada apa?
Tak ada apa-apa.
Kau terlihat gelisah.
Aku pulang.
Ji Hoon, apakah Andong telah berubah selama kau pergi?
- Tidak sama sekali! - Benarkah? Menyelesaikan seluruh ritual?
Sangat melelahkan!
- Itu tak mudah untuk menjadi anak sulung. - Kurasa begitu.
Park Lee Jin, kau bersikap sangat aneh.
Tak ada apa-apa!
Membaca emailmu begitu cepat? Kau pasti menunggu Tomoko, ya?
Hanya memeriksa saja.
Masuklah.
Masuklah.
Busnya ada di bawah.
Kau ingin bergabung dengan kami?
Ini perjalanan yang langka. Tentunya kau tak ingin melihatnya hanya dari jendela?
Tapi...
Kita akan pulang besok. Ayolah.
Ini adalah Myong Dong.
Daerah ini terkenal dengan fashion-nya.
Pakaian yang akan kalian beli disini itu pasti model yang terbaru.
Itu seperti Harajuku jika di Jepang.
Tomoko.
Lezatnya!
Maaf telah membuatmu khawatir selama beberapa hari ini.
Jangan berkata seperti itu.
Hari ini adalah hari terakhir kita. Adakah yang ingin kau kunjungi?
Apa kau membawa peta?
Kau mau kemana?
- Aku ingin jalan-jalan sendirian. - Sendirian?
Jangan khawatir. Itu tak akan menjadi masalah.
Dengan bantuannya, aku belajar bertahan hidup di tempat yang asing sendirian.
Kau baik-baik saja?
Maaf.
Tidak apa-apa. Ini bukan barang yang mahal.
Aku bukan membicarakan itu.
Maaf, Ji Hoon. Aku...
Aku...
Nn. Tomoko tak ada di kamarnya.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Maaf.
Permisi!
Tomoko!
Kemana dia?
Tomoko!
Tomoko!
Ji Hoon!
Maaf.
Aku merindukanmu!
Aku juga.
Kau menyukainya, ya?
Sejak lama sekali, aku menyukainya sejak aku masih kecil.
Benarkah?
Karena dia pria yang baik?
Ya.
Ya, dia memang pria yang baik.
Aku harus pulang atau pintu gerbang akan terkunci.
Aku akan mengantarmu.
Ji Hoon pasti akan marah padaku.
Akankah dia membenciku mulai dari sekarang?
Jangan khawatir. Dia bukanlah orang semacam itu.
Bioskop yang sangat unik!
Maksudku adalah bioskop ini indah.
Ayo!
Lihatlah!
Lucu sekali!
Lucu sekali!
Bagaimana dengan kedua sendal ini? Yang mana yang lebih bagus?
- Apa ini? - Ini?
- Namanya. - Pokki.
Kau bisa melihat hotelmu dari sini.
- Dimana? - Disana.
Aku melihatnya!
Kau pasti telah belajar dengan giat dengan bahasa Korea.
Aku hanya tahu bagaimana mengatakan frase tertentu dalam bahasa sehari-hari.
Aku masih belum bisa mengungkapkan perasaanku dalam bahasa Korea.
Sulit menggunakan bahasa Korea untuk mengekspresikan perasaanku.
Benarkah?
Entah mengapa?
Setiap kali aku bersamamu, aku merasakan perasaan yang sangat tak terlupakan.
Sangat mengesankan!
Aku menghargai setiap menit dari waktu yang kuhabiskan denganmu.
Aku suka dengan perasaan bahagia yang kurasa saat aku membaca email darimu.
Email darimu memberiku kekuatan dan tujuan untuk bekerja lebih baik lagi.
Setiap kali aku bermain internet dan membaca email darimu,
Aku tenggelam dalam kebahagiaan.
Ini adalah pertama kalinya aku merasa seperti ini.
Yang paling pertama kalinya.
Apa kau mengerti apa yang kukatakan?
Aku sangat beruntung telah bertemu denganmu.
Aku ingin bertemu denganmu.
Aku suka Ji Hoon.
Aku sangat menyukaimu.
Apa kau mengerti?
Terima kasih.
- Kau bisa berbicara bahasa Jepang? - Sedikit.
Benarkah?
Aku suka Tomoko.
Aku bahagia telah bertemu denganmu.
Selamat datang! Desain yang mana yang Anda inginkan?
- Yang ini. - Baiklah!
Kekuatan cinta memanglah kuat.
Bagaimana kabarmu, Ji Hoon?
Aku baik-baik saja di Jepang.
Apa yang telah terjadi di Seoul itu seperti mimpi.
Aku tak percaya bahwa semua itu terjadi.
Tapi itu memang terjadi.
Apa kau ingat dengan janji kita?
Kau akan menemuiku di Tokyo di waktu berikutnya, kan?
Keinginan untuk bertemu denganmu lagi mendorongku untuk bekerja dengan keras.
Aku akan mengajakmu berkeliling di Tokyo saat nanti kau datang.
Aku menunggumu - Tomoko.
Tentu saja aku ingat dengan janji kita.
Tunggulah dengan sabar dan kita akan bertemu lagi secepatnya.
Kenapa kau ada disini?
Kau bekerja keras untuk pergi ke Jepang?
Kau serius? Kau sangat menyukainya sebesar itu?
Ya, aku sangat menyukainya. Dengan setulusnya.
Tulus?
No comments yet. Be the first to leave one.