The first 200 lines.
The Judge from Hell
KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF.
AKTOR ANAK DAN HEWAN DIREKAM DALAM SITUASI AMAN.
Tolong berhentilah, Pak Won!
Menghadapi orang yang tak punya apa-apa adalah hal paling sulit.
Orang-orang kalangan bawah.
Halo? Ini layanan darurat? Ada seseorang…
Berhentilah, Berengsek!
Rupanya itu kau.
Aku sudah menunggu selama 25 tahun.
EPISODE 8
The Judge from Hell
Kau sudah mengganti sifmu?
Aku akan diberikan sif siang begitu penggantiku sudah ada.
Pulanglah dari sekolah sebelum gelap.
Baik, aku mengerti.
Tapi dia hanya menyerang wanita.
Aku lebih khawatir pada Bu Jang, Bu Oh,
Hakim Kang, dan Ibu.
Terutama Bu Jang. Karena dia ke gereja setiap malam.
Terima kasih, Minjun.
Bu Oh, kau juga kumpulkan saja bahan daur ulang di siang hari.
Lebih bahaya saat malam.
Urus saja dirimu sendiri.
Kau bahkan tampak lebih berbahaya.
Kau selalu pulang malam. Aku juga mengkhawatirkanmu.
Hati-hati.
Kau tidur dengan mata terbuka?
Apa?
Kubilang kau juga harus hati-hati. Lebih bahaya saat malam.
Baiklah.
Sekarang kita akan berdoa untuk detektif yang hilang
agar dia kembali dengan selamat.
Bapa di Surga, terima kasih telah mengizinkan warga Vila Hwangcheon
untuk berkumpul hari ini.
Tolong jaga saudari kami, Kim Soyeong, agar dia kembali dengan selamat.
Amin.
- Amin. - Amin.
Sehubungan dengan petugas aktif yang menghilang selama penyelidikan,
kepala polisi memberi instruksi untuk memecahkan kasus itu
dengan memobilisasi seluruh personel secepat mungkin.
Saat ini tim forensik sedang memeriksa TKP.
Kita tak bisa yakin sebelum hasil forensik yang tepat keluar,
tapi darah yang ditemukan di TKP
diduga merupakan darah Detektif Kim.
Satu hal lagi.
Tim Kekerasan 2 tak akan ikut investigasi ini.
Apa maksudmu?
Tunggu. Kami mencari kapten tim kami.
- Kenapa malah tak boleh ikut? - Lihatlah situasi kalian.
Kalian tidak akan bisa objektif.
- Tapi… - Ini perintah kepala polisi.
Tim Kejahatan Kekerasan 2 akan fokus pada kasus masing-masing.
Apa kau akan mati jika tak makan sekali saja?
Kenapa kau meninggalkan Detektif Kim sendirian di sana?
Hentikan.
Kau tahu ini bukan salahnya.
Maafkan aku.
Tidak.
Eunseop benar.
Ini semua salahku.
Gara-gara aku, Detektif Kim…
Kita belum tahu apa yang terjadi padanya.
Bukankah kalian tahu dia orang seperti apa?
Dia akan segera kembali.
Kau mau ke mana?
Ke rumahnya.
Tolong jaga dia.
Tidak apa-apa, Dahui.
Ibu akan segera kembali, jangan khawatir.
Tidak apa-apa.
Daon.
Ibu tak menjawab telepon.
Bisakah kau cepat temukan dia?
Cari dia sekarang!
Tidak apa-apa.
Dia akan segera kembali.
Saat tenggat kasusnya habis dan catatan terkait dihapus,
Soyeong membuat salinannya.
KASUS 5 PEMBUNUH BERANTAI J
Belum lama ini Soyeong memberitahuku
bahwa sepertinya dia telah kembali.
Hanya satu alasanku menunjukkanmu ini.
Tak peduli sesering apa dia mencoba menepati janji padamu sebagai petugas,
kau harus bertanggung jawab
dan lakukan tugasmu juga sebagai petugas
tanpa ragu-ragu.
Soyeong bukan orang yang mudah dikalahkan.
Mari percaya padanya dan menunggu.
Baik.
Kau baru pulang kerja?
Ya.
Sudah temukan Detektif Kim?
Dia akan kembali.
Kau baik-baik saja, 'kan?
Aku baik-baik saja. Dia akan segera kembali.
HAKIM KANG BITNA
KIM SOYEO
Dia pasti akan kembali.
Karena Han Daon percaya hal itu.
Tapi apa dia sudah makan?
Kurasa dia juga tidak bisa tidur.
DETEKTIF HAN
Mau ikut bersamaku menemui seseorang?
Siapa?
Seseorang yang akan membuktikan bahwa korban tak bersalah.
Aku tak peduli korban bersalah atau tidak…
Kapan kau mau pergi?
Choi Wonjoong berpendapat bahwa Won Changseon memakai pemogokan itu
untuk memeras uangnya karena utang judi yang dia miliki.
Putrinya menderita kanker dan butuh kemoterapi.
Asuransi tidak menanggung itu, jadi, memang benar dia butuh uang.
Tapi berjudi?
Itu kebohongan yang dibuat secara jahat oleh CEO.
Aku tahu ini permintaan sulit, tapi bisakah kau mengatakan itu
di pengadilan nanti?
Aku berencana mencari pekerjaan lain karena tak tahan dengan perusahaan ini.
Jika itu demi kehormatannya,
tentu aku bersedia bersaksi.
Terima kasih banyak.
SAKSI
Yang Mulia.
Waktu sudah berlalu satu jam.
Pada titik ini,
saya rasa saksi bisa dianggap tidak hadir.
Mari kita tunggu lima menit lagi.
TERDAKWA
Permisi.
Saya adalah saksinya.
Apa benar Anda dekat dengan korban?
- Ya. - Korban punya utang yang sangat besar.
Apa Anda tahu alasannya?
Saya dengar karena judi.
Apa korban memberi tahu Anda hal lain sehubungan dengan utang itu?
Dia berkata akan mengancam CEO dengan mogok kerja
dan memakai uang hasil pemerasan itu untuk melunasi utangnya.
Tak ada pertanyaan lagi.
Korban memiliki utang besar akibat perjudian.
Dia tak punya cara melunasinya, jadi, dia menggunakan pemogokan
untuk mengancam terdakwa.
Oleh karena itu,
terdakwa memberi uang kepada korban untuk mengakhiri mogok kerjanya.
Namun, dia tak bisa menahan amarah sehingga menculik dan menyerang korban.
Kemudian korban, yang menghilang setelah itu,
berakhir bunuh diri.
Apa benar ini pembelaan dari terdakwa?
Tepat sekali, Yang Mulia.
Apa ada yang ingin dikatakan lagi oleh jaksa penuntut
mengenai klaim terdakwa?
Tidak ada, Yang Mulia.
Baiklah.
Sampai bertemu pada hari vonis.
Pak, tunggu.
Kita harus bicara.
Maafkan aku.
Aku sungguh minta maaf.
Maafkan aku…
Maafkan aku…
Maafkan aku…
USIR HAKIM KANG DARI PENGADILAN
Terima kasih atas anugerah dan berkat-Mu atas semua makanan ini, Tuhan.
Terima kasih atas berkat yang Kau berikan pada semua yang berkumpul di sini.
Dalam nama Yesus kami berdoa.
- Amin. - Amin.
Baiklah. Ayo makan.
Kerja bagus, Hakim Kang.
Kau pantas menerima jamuan ini.
Aku tak berbuat banyak.
Aku justru merasa terhormat
bisa menikmati hidangan dengan para tokoh luar biasa.
Omong-omong, bagaimana kau memalsukan bukti terkait perjudian?
Berkasnya sungguh seperti karya seni.
Para pengacara kami sudah bekerja keras.
Bagaimana kau bisa mendapatkan dukungan wakil ketua serikat pekerja?
Membuang segala harga diri dan hati nurani
bahkan saat ditawari sejumlah kecil uang
adalah ciri khas orang miskin.
Aku lebih baik mati daripada hidup seperti itu.
Sungguh menyedihkan.
Kau berlagak tahu kehidupan mereka tanpa pernah menjadi miskin.
Aku tak nyaman dengan itu.
Semua orang rentan terhadap uang.
Hakim Kang, putraku berdoa
dengan sungguh-sungguh dan merenung di dalam sel.
Dia meminta maaf pada korban yang telah mati?
Bukan, meminta maaf pada Tuhan.
Tuhan telah memaafkannya.
Kini waktumu memaafkan dia, Hakim Kang.
Mau bersulang?
Untuk keberhasilan persidangan.
- Bersulang. - Bersulang.
Ini.
Satu-satunya korban selamat pembunuh berantai J.
- Aku menemukannya. - Benarkah?
Siapa? Di mana dia sekarang?
Sebenarnya kau sangat mengenal dia.
Ini.
Kira-kira siapa di antara semua kenalanku?
HAN DAON
Jadi, anak yang kehilangan orang tua dan adiknya
No comments yet. Be the first to leave one.