The first 200 lines.
BLACK CAT, WHITE CAT
Penerjemah: ariefas27
Siapa yang terakhir membagi, kau atau aku?
Aku, siapa lagi?
Satu kartu untukmu. Satu kartu untukku.
Tiga untukmu, satu untukku.
Empat untukku, satu untukmu.
Lima untukku.
Kartunya jelek.
Kau merasa beruntung, ya? Tak ada lagi kartu untukmu?
Baiklah, kau mau berapa kartu? Tiga?
Satu untukku, satu untukmu....
Kau takkan menang...
...dengan kartu seperti itu.
Akan kutunjukkan! Dasar bodoh. Sekarang giliranku!
Ayah!
Lihatlah kapal itu, Ayah!
Mari kita lihat kartunya.
Aku punya tiga--
Ayah!
Bagus! Menggangguku lagi kuhajar kau!
Kau tahu aku tak suka diganggu!
Kapan aku menikah? Maukah Ayah membelikanku truk seperti itu?
Tiga kartu! Kau? Tak ada lagi? Bagus, bagus.
Dan untukmu? Dua kartu...
Ayah, lihatlah perahu itu! / Bagus. Tiga kartu As. Tiga kartu kecil.
Ayah, berjanjilah, jika aku menikah nanti!
Dua kartu 7/ Perahunya bagus.
Persetan dengan perahumu!
Ayah, kemari!
Sudah kubilang.
Jangan menggangguku saat bermain kartu!
Ayah menyayangimu, tapi kau tak peduli. Selalu saja mengganggu.
Satu untukku, satu untukmu.
Kartu itu seperti pelacur. Bikin ketagihan.
Kau pikir aku siapa? Aku juga bisa menggeretak!
Beri aku dua kartu lagi!
Maxim Gorky sudah tiba! Orang-orang Rusia!
Lihat. Poker, poker! Maradona!
Cepat, Zare!/ Kembalikan telurku!
Berapa harga tanduknya, Kawan?
10 marks.
10 marks.
Begini, kuberi kau 5 marks.
Tidak. 10 marks.
Ayah, mau kau apakan itu?/ Diam! Aku tidak bodoh! Ini cuma tambahan.
5 marks untuk 1 tanduk. Kau setuju, Kawan?
Tentu.
Berapa harga mesin cucinya?/ 300 marks.
Mesinnya masih bagus. Bonus.
Begini saja. 220 marks untuk tanduk, mesin cuci dan komputer. Bagaimana?
Tidak. 280/ 250.
Baiklah/ Turunkan barangnya.
Mau kubantu, Ayah?/ Tidak usah.
Sebelahnya lagi!
Hati-hati, Ayah!
Mesin cucinya!
Hei!
Kita tertipu lagi!
Kemarilah.
Kita dapat air, bukan solar!
Apa?
Aku bilang air. Lihatlah kemari.
Apa-apaan?
Ini solar!
Yang ini air!/ Semua tong berisi air.
Keduanya?
Kau tahu, kenapa ibumu mengenakan teropong dan parudan?
Karena sedang hamil!/ Betul, anak pintar.
Ini uang untuk operasimu.
Terima kasih, Paman Grga! Tuhan memberkati!
Kurang banyak!/ Kenapa?
Menurut hasil USG. Ibu akan punya anak kembar!
Pergi sana! Kembalilah kepada ibu gypsy-mu!
Gerbang, gerbang!
Buka topimu, ada perlu apa?
Selamat siang/ Siapa kau?
Aku Matko Destanov/ Angkat tangan!
Angkat tangan!
Goose, masuk!
Aku berencana ke Hungaria malan ini...
...menghadiri pameran di Pécs.
Pergilah ke manapun kau suka, tapi kau harus dapatkan jodohmu! Paham?
Baiklah, keluar semuanya!/ Halo, Bos.
Burung kecil, kau sudah kembali?
Aku? Kembali dari mana?
Kau kemari lima tahun yang lalu/ Aku? Tidak.
Jangan bohong!/ Kita pernah bertemu di tempat lain!
Pemain besar sepertimu selalu berpindah-pindah!
Delapan tahun yang lalu/ Delapan tahun? Tidak mungkin.
Ya, ya. Aku lupa! Mohon maaf, Paman Grga!
Tatap mataku/ Aku sedang menatapnya.
Ada apa kau kemari? Jujur saja.
Aku menghormati ayahmu.
Dia sudah dua kali menyelamatkanku...
...di Genova, dan di Marseille.
Dia mengobrak-abrik separuh kota untuk membebaskanku dari penjara.
Dia lelaki tangguh.
Dulunya. Semoga ia tenang di alam sana.
Siapa?/ Ayahku. Kau belum tahu?
Tidak diduga-duga. Apa kau tak tahu?
Aku akan jadi anak yatim, sama seperti jari kelingkingku...
...yang mengharap belas kasih orang lain.
Aku tahu kau selalu merepotkannya. Kau penipu, gengster, preman, pencuri!
Ya, itu sudah berlalu! Semua orang pernah berbuat salah.
Kini aku mengerti, aku telah tersesat dan menyuruh mereka berbuat salah.
Paman Grga, aku punya bisnis menjanjikan!
Bisnis macam apa?/ Kereta.
Kereta?/ Sebuah kereta.
Dengan gerbong berisi bensin/ Bensin?
12 gerbong.
Tapi, semenjak ayahku sekarat...
...tak ada yang membantuku.
Itu bisinis untuk orang berpengalaman.
Mereka akan menipumu. Kau masih pemula.
Tidak, Paman Grga. Aku sudah paham. Kali ini aku takkan tertipu.
Aku akan ambil suratnya, semua rinciannya sudah jelas.
Nak! Nak!/ Kau menipu lagi, 'kan?
Jangan pulang tanpa seorang istri!
Sekarang kau mau apa? Kau mau menipunya?
Tersenyumlah, bodoh.
Ini suratnya. Semuanya tertera di sini.
Semua rinciannya!
Birdy! Kemari.
Goose, masuk... Goose...
Aku di sini, Paman Grga. Semua sudah tertera di sini.
Aku butuh 70,000 marks.
Ada apa, Bos?
Goose, semua pegawai boleh pulang. Kau juga.
Baik, Bos. Ayo kita pulang!
Dalam jangka seminggu kuganti 100,000.
Kau lihat 'kan?
Ya, Paman Grga.
Uangmu banyak sekali.
Aku membantumu, hanya karena ayahmu.
Dan kau harus memberiku laporan tentang bisnismu itu...
...atau kukirim anakku untuk mencarimu. Mereka akan mengulitimu hidup-hidup...
...dan meremukkan semua tulangmu!
Paham?/ Ya.
Dasar orang aneh/ Aku kaya. Maradona!
Kenapa kau bilang kakek sudah mati?
Ada di RS atau mati. Itu sama saja.
Dia punya pabrik semen yang besar tapi tak pernah memberiku uang.
Zare. Dengan uang ini, kujamin kau akan punya masa depan...
...dan anak-anakmu juga.
Sana! Aku takkan memaafkanmu.
Zare!
Zare!
Ada apa?
Kemari, lihatlah keajaiban ini!
Inilah yang disebut penemuan.
Hanya orang Jerman yang bisa membuat kapal seperti itu.
Tapi Ayah janji.
Jika kita kaya nanti, Ayah akan beli kapal seperti itu.
Zare!
Itu dia! Donatur kita sudah tiba!
Nasib baik berpihak pada pemberani.
Dasar sialan, aku membesarkanmu dan ini balasanmu padaku?!
"Dadu yang dilempar".
Selamat datang, Saudaraku/ Siapa dia?
Apa pedulimu?/ Aku cuma bertanya.
Diam!
Sial/ Tuhan tolong aku.
Kenapa kau marah? Sudahlah! Tenang. Bacalah sesuatu!
Ada apa kau kemari?
Aku bosan terus-terusan mencuri.
Tunggu apa lagi? Cepat beri dia minuman, jangan malas!
Aku punya bisnis menjanjikan/ Benarkah?
Percayalah, 100% aman.
Bisnis yang akan bertahan lama.
Aku punya koneksi di Yordania. Dia menjual kereta yang memuat bensin.
Pembelian bagus/ Mengapa tidak kau beli?
Aku tak punya uang.
Begini. Aku butuh seseorang yang bisa mengatasi Bea Cukai.
Jangan khawatirkan itu.
Orang Bulgaria bilang: "Saudaraku, jika kau tak bisa tuntaskan masalah dengan uang...
...maka tuntaskanlah dengan uang yang banyak ".
Ini wiskinya.
Apa ini?
Kau memberiku wiski dalam gelas gin? Kau benci orang gypsy?
Dasar jalang! Keluar!/ Kenapa?
Keluar kalian semua! Keluar!
Kau juga, keluar!/ Kenapa?/ Dia memihakmu! Keluar!
Dia tak bilang apa-apa!/ Keluar! Kalian semua!
Apa?!
Pergi sana!
Keluar, brengsek! Diam!
Aku memang tidak toleran! Persetan dengan hidupku.
Betul, Matko? Dari kecil kau selalu toleran...
...kepada semua orang/ Maaf.
Tak apa aku minum di botol saja/ Tidak! Bersulang!
Untuk bisnis kita! Mari kita minum!
Kau tampan sekali!
Kau harus segera nikahkan anakmu/ Dia belum siap, meski sudah dewasa.
Apa ia bisa dipercaya?/ Tentu. Dia amat penting bagiku.
Syukurlah. Kau sosok lelaki sejati. Tak sepertiku, dengan para pelacur itu.
Jika terulang lagi, kuhabisi kalian semua!
Apa yang kau tangisi? Aneh, tadi kau kelihatan baik saja.
Apa maksudmu? Katakan!
Apakah aku orang sukses? Ya! Aku punya rumah sebesar istana.
No comments yet. Be the first to leave one.