Samsara

Samsara

Download Indonesian Subtitle

Release info

Samsara 2023 WEBRip id
A Commentary by Kudalumping
Durasi: 01:54:11

Tags

webdl
manually_transcribed
Published on: 2025-10-21
Downloads: 32
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Selamat pagi.

Selamat pagi, Bu.

Kau sudah makan?

Sudah.

Masak apa Bu?

Ikan kaleng goreng.

Oh, sepertinya enak.

Aku akan mengunjungi perempuan tua itu hari ini.

Aku butuh kunci perahu.

Bagaimana kabarnya?

Dia makin terlihat sangat lemah.

Masih banyak yang harus dibaca?

Kurasa aku tidak bisa menyelesaikan.

- Dia tidak bisa membacanya sendiri? - Ya.

Itu jenis buku yang harus dibacakan oleh orang lain.

Ini kunci perahunya.

Selamat pagi, Phouang.

Selamat pagi, apa kabar?

Baik, aku baru saja menyelesaikan pelatihan pra-militer kemarin.

Bagus sekali.

Di sini cukup panas.

Ya, kau harus berendam di air terjun Kuang Si.

- Sudah pernah ke sana? - Ya.

Apakah kau tahu di bawah air terjun ada sebuah gua?

Kabarnya seekor rusa emas tinggal di sana.

Namun, pada tahun 2001, hujan turun begitu lebat

dan menyebabkan banjir bandang besar yang menghancurkan gua.

Rusa emas itu tidak pernah terlihat lagi.

Ayo, masuk.

Silakan minum.

Bagaimana kabar ibumu?

Dia masih kesulitan bernapas,

tapi dia tenang.

Terkadang rasa sakitnya hebat, terkadang lebih ringan...

Sama halnya dengan kita yang memiliki mimpi.

Saat kita tidur, mereka menceritakan kisah-kisah yang indah.

Saat itu, aku berada di laut.

Di sanalah aku berada, di laut yang belum pernah aku lihat sebelumnya.

Aku menjadi bintang laut berwarna merah.

Nak,

aku ingin bereinkarnasi sebagai binatang.

Banyak yang mengira bahwa itu adalah sebuah hukuman,

tapi, itu hanya karena kita memperlakukan binatang dengan buruk.

Bagaimana progres kita dengan bukunya?

Bagus, kita hampir selesai.

Aku tidak ingin tersesat

di tempat yang akan aku datangi.

"Kita akan memasuki fase

di mana tubuhmu mulai kehilangan kemampuan napas fisiknya

dan napas batinmu juga mulai memudar.

Oh, Mon, yang terlahir mulia.

Setelah tubuhmu menjadi jasad,

kau akan bertemu dengan mereka yang kau kenali

dan mengunjungi tempat-tempat tidak asing seolah-olah itu adalah mimpi.

Saat kau bertemu dengan mereka,

meski kau mencoba berbicara dengan mereka,

mereka tidak akan menjawab.

Ketika melihat orang-orang yang kau cintai menangis,

kau akan berpikir:

'Sekarang aku sudah mati, apa yang bisa kulakukan?'

Kau akan merasakan sakit luar biasa menusukmu,

seperti ikan yang keluar dari air.

Kau akan mendengar suara longsor, banjir, kebakaran, dan angin topan.

Karena pikiranmu tidak memiliki tubuh, kau tidak bisa menetap.

Kau merasa dingin, marah, dan jengkel.

Fokusmu tidak menentu, mudah berubah, dan gelisah.

Selanjutnya, inilah yang kau pikirkan:

'Sekarang aku sudah mati, apa yang bisa kulakukan?'

Kenyataannya bahwa kau harus pergi

tanpa memiliki keterikatan pada tempat mana pun.

Jadi, jangan mengkhawatirkan itu dan biarkan pikiranmu istirahat

dan mengembara di dunia antara kehidupan dan kematian.

Kau akan melihat bumimu,

orang-orang tersayangmu,

dan jasadmu sendiri, lalu berpikir:

'Apa yang bisa kulakukan sekarang aku telah mati?'

Setelah itu:

"'Betapa indahnya memiliki tubuh yang baru.'"

Tinggal di sini dan di desaku sangat berbeda.

Di desa, kami pergi bersekolah

dan membantu orang tua kami mengerjakan pekerjaan rumah.

Sepulang sekolah, saat akhir pekan,

kami bekerja di sawah.

Keluargaku tinggal di daerah terpencil.

Kami tergolong miskin.

Keluarga kami tinggal jauh dari kota.

Karena kami tinggal di daerah terpencil, sebagian besar dari kami bertani padi.

Kesempatan untuk belajar lebih sedikit.

Hal penting lainnya adalah aku pernah belajar tentang ajaran Buddha.

Karena aku adalah bagian dari kelompok etnis Hmong.

Kau tahu agama kami berbeda.

Kisah kita cukup serupa.

Adalah sebuah keajaiban bagiku untuk menjadi seorang biksu.

Itu hal yang sangat tidak terduga.

Aku merasa kesulitan memahaminya.

Aku juga tinggal di area terpencil.

Orang tuaku penganut animisme.

Maka, menjadi seorang biksu adalah keputusan yang besar.

Namun, ini adalah kesempatan terbaik yang aku dapatkan.

Ajaran Buddha mendidik kita untuk menjadi orang yang baik.

Halo, apakah kau Amid?

Aku Bee An, aku tinggal di kuil ini.

Apakah itu perahu milikmu?

Ya.

Besok kami harus pergi ke kuil di dekat air terjun Kuang Si.

Aku akan membawa beberapa biksu baru.

Bisakah kau mengantar kami ke sana?

Ya, aku bisa mengantar lewat jalan pintas.

Perjalanan akan lebih cepat.

Bagus.

Kau sedang membaca buku apa?

- Ini? - Ya.

Ini adalah kitab Buddha, buku dari Tibet.

Aku membacakannya untuk seorang perempuan tua.

Dia tidak bisa membaca?

Penglihatannya kurang baik.

Namun, ini adalah jenis buku yang harus dibacakan oleh orang lain.

Ya, aku tahu buku itu.

Agama Buddha di Laos berbeda dengan Tibet.

Halo, meja. Aku akan sangat merindukanmu.

Aku telah menulis begitu banyak kalimat di atasmu.

Aku mendapat banyak pelajaran darimu.

Kau adalah meja kesayanganku.

Cerminku, wajahku.

Kita bertemu setiap hari.

Kita tumbuh bersama.

Kau akan jadi siapa sekarang?

Terakhir, tempat tidurku, aku harus mengucapkan selamat tinggal.

Bisakah kau memelukku dengan erat

saat waktunya telah tiba?

Apakah rasanya akan seperti saat aku tidur?

Hai, Mon.

Hai, Amid.

Bisakah kau membacakan buku itu untukku?

Jika kau membiarkan aku bicara, aku tidak akan berhenti.

Ya, biar kucari halaman terakhir yang dibaca.

"Oh, Mon, yang terlahir mulia."

Mulai saat ini, kau tidak akan lagi

merasakan tubuh dari kehidupanmu sebelumnya.

Lalu, tubuh dari kehidupanmu yang baru akan terasa kian jelas.

Lalu kau akan merasa sedih dan berpikir:

'Aku sangat menderita,

aku akan mencari tubuh apa pun yang muncul.'

"Kemudian Enam Cahaya dari Enam Alam akan muncul secara bertahap."

Amid, aku sudah siap.

Enam Cahaya.

Cahaya merah, cahaya hijau,

cahaya biru...

Kita semua adalah cahaya.

Yang tidak terbatas menyelinap di antara celah-celah.

Dari satu tubuh ke tubuh lain.

Dunia terbuka bagi mereka yang membuka diri.

Secercah cahaya. Secercah.

Bukankah begitu, Por?

Aku tidak tahu.

Kami tidak tahu, guru tidak mengajarinya.

Gurumu sama sekali tidak mengajari itu?

Kau akan segera belajar bahasa Laos, 'kan?

Apa makanan Laos yang paling terkenal?

Makanan Laos yang paling terkenal adalah laap .

Apa bahan-bahan memasak laap ?

Bebek, ayam...

Kerbau.

Laos memiliki satu kewarganegaraan, yaitu Laos,

tetapi memiliki lebih dari lima puluh kelompok etnis.

Siapa yang berasal dari kelompok etnis Hmong?

Angkat tangan kalian.

Kelompok etnis apa saja yang termasuk dalam rumpun bahasa Hmong?

Yao, Akha, Brou…

Di mana mereka tinggal?

Dorong perahunya.

Biksu muda, tahukah kau bahwa kita tetap bisa mendengar setelah mati?

Para ilmuwan mengatakan bahwa kita masih bisa mendengar selama beberapa jam.

Bagaimana mereka tahu?

Entahlah.

Aku membacanya di internet.

Jadi, apa rencanamu selanjutnya?

Aku ingin melanjutkan studi di universitas.

Teknologi Informasi.

Bagaimana denganmu?

Aku tidak yakin. Aku sedang menyukai musik rap.

Aku akan berusaha keras untuk menjadi terkenal.

Cuaca hari ini cukup cerah.

Ya, dan airnya juga sejuk.

Bagaimana dengan teman-temanmu?

Mereka sedang bermain di sana.

Apakah mereka akan selalu menjadi biksu?

Kudengar dua atau tiga orang akan mengundurkan diri.

Salah satu yang sedang bersekolah di SMA

akan meninggalkan kehidupan biksu tahun ini.

Kau menemukan sesuatu?

Seekor ular, Amid!

Ular itu punya berapa kepala?

Aku sempat merasakannya melewati kakiku.

Kemari. Sini dan lihat video ini.

Musik yang keren.

Kau sedang mendengarkan apa?

Ini grup musikmu.

Keren sekali.

Ini grup musikku.

Samsara subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left