Release info

데릴남ㅡ편 오작두ㅡㅡMy Husband Mr Oh!ㅡE15
데릴남ㅡ편 오작두ㅡㅡMy Husband Mr Oh!ㅡE16
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-04-22
Downloads: 7
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 15"

"Pernikahan adalah perang yang mudah dimulai, tapi sulit diakhiri"

Kak Se Mi.

Jeong Mi?

Kelihatannya enak.

Ada apa? Kamu membuatku takut.

Bukankah itu mimpi kehamilan?

Kita sedang bertengkar saat itu.

Mustahil aku hamil.

Aku tidak mau itu menjadi mimpi kehamilan untuk kita.

Apa maksudmu?

Aku belum sepenuhnya memercayaimu.

Kamu bilang mau memaafkanku.

Lebih tepatnya, aku mencoba memaafkanmu.

Itu sebabnya jangan mengkhianati kepercayaan pasanganmu.

Aku selalu mencurigaimu dan kamu tertekan karena itu.

Orang-orang itu benar. Sifat curiga adalah penyakit.

Astaga.

Jika memang mimpi kehamilan, berarti untuk Jeong Mi.

Jangan bercanda mengenai itu.

Konon, bayi adalah hal penting dalam pernikahan.

Itu mungkin.

Akan kubuat Jeong Mi menikah dengan mengikuti kencan buta.

Siapa yang menikah setelah kencan buta sekarang ini?

Terutama orang-orang semuda Jeong Mi.

Kita tidak perlu jatuh cinta untuk menikah.

Tapi pernikahan itu mustahil tanpa uang.

Jeong Mi harus menikahi pria yang keuangannya stabil.

Jadi, menurutmu uang adalah syarat pernikahan, bukan?

Bukan itu maksudku.

Seung Joo dan Jak Doo berpisah

karena adiknya yang gila itu.

Karena Seung Joo sedih melihatnya melakukan hal-hal

yang tidak ingin dia lakukan hanya demi uang.

Itu sebabnya Seung Joo berpisah dengannya.

Apa yang tidak ingin dia lakukan?

Meskipun kita sudah menikah,

teman yang baik harus tetap menjaga rahasia temannya.

Astaga.

Sebagai pasangan, kita harus membagikan segalanya.

Kurasa pernikahan tidak bahagia

jika kita tidak melakukan apa pun untuk diri kita

dan hanya mencari tujuan hidup dari pasangan.

Sayang.

Banyak yang kurasakan

setelah peristiwa itu terjadi.

Kakak.

Apa? Kamu mau pergi hari ini?

Aku ada janji di sini.

Kamu mau bertemu siapa sampai berdandan cantik begitu?

Bukan siapa-siapa.

Hari ini aku mau makan gratis.

Jeong Mi sungguh punya pacar?

Pria bodoh mana yang mau berpacaran dengan wanita yang berkencan

di restoran kakaknya agar bisa makan gratis?

Dia tidak punya pacar.

Astaga, Jeong Mi.

Kamu teringat masa SMP karena kita di toko komik, bukan?

Dahulu, kamu ketua klub buku komik.

Banyak wanita datang karena kamu.

Bukankah kamu salah satunya, Jeong Mi?

Astaga. Tidak begitu.

Kamu suka "Indecent Romance" juga?

Ini komik favoritku.

Selera komik kita sama, bukan?

Benar.

Setelah semua utangku lunas,

aku bisa menikmati komik. Aku senang.

Aku tidak tahu soal hal lain, tapi kakakmu memang hebat.

Aku sangat beruntung.

Susah sekali.

Sejak dahulu gigimu lemah?

- Apa? - Aku akan menahannya. Tarik.

- Tidak bisa. Sakit. - Satu, dua, tiga.

Astaga.

Kenapa di sini

panas sekali?

Panas?

Ya.

Panas.

Begini...

Sebenarnya,

aku salah satu dari mereka.

Apa?

Saat SMP,

aku masuk klub buku komik karena dirimu.

Bagiku, sekarang.

Apa?

Cinta itu masalah waktu.

Kurasa kita melewatkan waktunya. Bukan begitu?

Tidak.

- Hei. - Hei.

Seung Tae.

Kak Se Mi.

Bukankah dia adiknya Seung Joo?

Halo.

Sampai jumpa.

Kenapa kamu memintaku kemari?

Kenapa? Kita bisa minum kopi gratis.

Kakakmu melihatku dengan tatapan menakutkan.

Apa?

Apa?

Mereka satu SMP. Sudah lama berteman.

Di antara semua temannya, kenapa akrab dengan si bodoh itu?

Sayang.

Jeong Mi.

Tutup mulutmu.

- Adiknya Seung Joo. - Ya.

Mulai sekarang, jangan temui adikku.

- Apa? - Ini bukan urusan Kakak.

Kenapa bukan?

Jika kamu bertemu dengan pria yang salah, hidupmu akan hancur.

Kamu pikir hanya hidupmu?

Selanjutnya hidup kakak.

Astaga, Sayang. Ayolah.

Lepaskan. Jika kalian bertemu

dan makin dekat, keadaan akan buruk.

- Jadi... - Kami sudah berpacaran.

Jeong Mi.

Kamu berpacaran dengannya?

Ya.

Beraninya kamu! Beraninya kamu berpacaran dengannya!

- Ayolah. Tenang. - Beraninya kamu...

Lihat, dia berteriak kepadaku.

- Hentikan. - Ya, Bu.

Kamu mau merusak hidupmu?

Apa?

Serius?

Tunggu.

Permisi.

Putraku akan datang sekarang.

Tolong tunggu sampai dia datang.

Bisa-bisanya kalian melakukan ini padahal dia tidak di sini.

Kami sudah sangat bersabar.

Dalam kasus seperti ini, kami bisa saja menutup kasusnya

dan menyita paksa.

Kalian tidak boleh melakukan ini.

Pasti ada yang salah. Kalian tidak boleh melakukan ini.

Anda tidak bisa menghentikan kami. Tolong kemari.

Hentikan!

Kalian tidak bisa melakukan ini sampai ada kabar dari putraku.

Jika menghentikan kami sekarang, Anda akan dituntut

atas tindak pidana karena menghambat bisnis.

Apa?

Pak.

Tolong selamatkan aku.

Aku hanya memiliki rumah ini.

Aku akan benar-benar mati jika kehilangan ini juga.

- Ibu. - Seung Tae.

Syukurlah kamu di sini. Kemari dan bicaralah dengan mereka.

Kamu bilang sudah membayar bunganya tiap bulan.

Kamu sudah menerima surat peringatan, bukan?

Kami sudah memeriksanya.

- Tunggu. - Hei.

Benarkah itu?

Aku terlalu sibuk dengan bisnis penggalian.

Bodoh.

Kamu mau membuat ibu tinggal di jalanan?

Kamu bahkan tidak menyesal! Dasar gila!

Ibu akan mencoretmu dari kartu keluarga besok.

Sudah tidak ada kartu keluarga.

- Apa? - Astaga.

Ibu.

Kenapa dia tidak menjawab teleponnya?

Kakak tidak bercanda. Jangan temui dia lagi!

Itu urusanku sendiri.

Astaga.

Kenapa rasa kopinya begini?

Kakak memakai biji kopi murah?

Tapi kakakmu tidak pernah pelit dengan biji kopi.

Memangnya kamu tahu apa tentang kopi?

Ini sangat tidak enak.

Astaga.

Sial. Kenapa airnya sangat amis?

Hentikan omong kosongmu

dan bantu Se Mi. Pekerja paruh waktu tidak masuk.

Tidak mau.

Aku kedinginan. Sepertinya aku sakit.

Jeong Mi.

Astaga.

Aku akan blak-blakan.

Ada apa lagi? Kakak membuatku takut.

Membicarakan ini memalukan,

tapi kamu sadar aku tahu segalanya tentang kehamilan, bukan?

Kakak bahkan punya gelar dalam hal itu.

Kopinya terlalu pahit, airnya terlalu amis, kamu kedinginan.

Itu adalah gejala awal kehamilan.

Aku tidak hamil.

Kamu yakin?

Kepala Kakak dipenuhi pikiran tentang kehamilan

karena Kakak mencurigai segalanya.

Tidak terjadi apa pun antara aku dan Seung Tae.

Baguslah kalau begitu.

Pulang dan beristirahatlah. Jangan sampai sakit.

Tidak mungkin.

Tidak.

Kenapa kamu perlu memperbaiki semuanya lagi?

Dia kesal denganku,

jadi, sengaja merusaknya.

Selamat datang.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left