Release info

사생활-Private-Lives-E01-NEXT-NF
사생활-Private-Lives-E01-WEB-DL-NF
A Commentary by ANANG2196

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2020-10-07
Downloads: 23
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SEMUA KARAKTER, LOKASI, ORGANISASI, KEJADIAN, DAN AGAMA

DALAM DRAMA INI SEPENUHNYA FIKSI

Manusia. Umat manusia.

Setiap manusia pasti memiliki kehidupan pribadi.

Selain itu,

ada perlindungan hukum atas privasi dalam UUD

sehingga setiap privasi manusia berhak untuk dilindungi.

Namun, apa itu benar?

Dunia menganggap kita gagal

jika tidak berbagi kehidupan pribadi.

Maka kita pun saling membagikan kehidupan pribadi.

Terkadang mencuri,

atau mengumpulkan,

menganalisis, dan memanfaatkannya demi keuntungan pribadi.

Republik Korea kini berada dalam era berbagi kehidupan pribadi

dan era perang kehidupan pribadi.

Sedangkan aku…

memalsukan kehidupan pribadiku.

Demi hidup bahagia seperti ini.

EPISODE 1

Bagaimana suasana restoran ini?

MUSIM SEMI 2010

Menyenangkan.

Suasananya seperti saat kita ke Eropa, ya?

Steik yang kita makan waktu itu enak sekali.

- Mau minum wine? - Boleh.

Permisi!

Kami ingin pesan wine. Apa rekomendasimu?

Biar kuambilkan menu.

Daging lebih cocok dengan soju.

Itu karena kau masih muda. Tunggu saat kau tua.

Ibu pun hanya minum soju saat seumurmu.

Aku dianggap bocah lagi.

Mereka minum sebotol penuh.

- Mereka pasti memanggil sopir. - Ada banyak motel dekat sini.

Rugi jika sewa sopir.

Kenapa kau bisa tahu betul?

Lupakan.

Kita minum wine lain kali saja.

Sayang sekali.

Aku makan saja di sini.

Lakukanlah pekerjaan kalian.

Astaga, Joo-eun!

Joo-eun, apa yang terjadi?

- Joo-eun! - Joo-eun!

- Mustahil. - Putriku!

- Mustahil dia mati, ‘kan? - Joo-eun!

Joo-eun!

Mestinya kau lihat-lihat dahulu!

Lepaskan! Ayo bicara!

- Joo-eun, bangun. - Kau minum-minum?

Astaga. Sial.

Joo-eun!

Apa yang akan kau lakukan?

Astaga. Aku didorong.

Kau juga anggota keluarga.

Kami habiskan banyak uang untuk membesarkanmu.

Sampai kapan kau akan terus bergantung pada kami?

Maksudku, aku bisa menabrakkan diri. Kenapa harus didorong?

Itu percobaan pembunuhan.

Reaksimu serasa kau ditabrak truk di jalan tol.

Selain itu, kalian menghabiskan uang apa untukku?

Memang aku ikut bimbel, atau les privat?

Ibu tak pantas mengatakannya kepada putrimu yang belajar sendiri.

Maksudmu, kau sendiri yang tak mau bersekolah.

Kau hanya bersantai di rumah.

Kau pikir uang siapa yang kau gunakan untuk beli baju

dan jajan?

Bukankah itu sudah semestinya?

Upah atas melibatkanku seenaknya dalam proyek keluarga bahagia.

Lagi pula, Ibu mengandung diriku usai minum dan bersenang-senang.

Kalian menikah karena aku, 'kan?

Mestinya kalian penuhi kewajiban sampai aku dewasa.

Mana ada ibu yang bicara tak bertanggung jawab begitu?

Kau punya KTP, ‘kan? Berarti sudah dewasa.

Punya KTP bukan berarti dewasa. Aku belum bisa masuk ke bar.

- Kau sudah masuk. - Maksudku, secara legal.

Kau mengabaikan hukum,

dan minum-minum dengan kartu mahasiswa palsu.

Itu artinya kau sudah benar-benar dewasa.

- Astaga, sulit dipercaya! - Makanlah.

Aku memang selalu bicara bebas seperti ini

dengan putriku, layaknya teman.

Seperti di Eropa Utara.

Ayah!

Putri Ayah jadi korban kecelakaan berat.

Maaf, Putriku.

Ayah lupa karena senang.

Ayah dapat berapa?

- Putriku. - Ya?

Itu rahasia perusahaan.

Yang benar saja!

Terserah. Aku tak butuh yang lain. Aku ingin ganti ponsel pintar.

Apa?

Ponsel seharga satu juta won itu?

Tidak boleh.

Kau tak berpikir itu terlalu mahal untuk pelajar?

Ibu bilang aku sudah dewasa?

Benar. Kau harus cari uang sendiri untuk membelinya.

Dasar penipu!

Aku pemeran utamanya. Kenapa mendadak jadi figuran?

Kalian menipu putri kalian juga?

Apa maksudmu?

Ayah pemeran utama, ibu pendukung,

dan kau bukan figuran. Hanya pemeran pengganti.

Lagi pula, ibu dan ayah bukan menipu, tetapi membuat film dokumenter.

Dokumenter redistribusi kekayaan.

Kita sedang syuting dokumenter. Paham?

- Hentikan mobilnya! - Jangan.

Cepat hentikan mobilnya!

Joo-eun.

Lepaskan. Aku akan melapor ke polisi. Maksudku, menyerahkan diri.

Baiklah. Kita beli ponsel pintar.

Sudah terlambat!

Ditambah jaket baru.

Ayah beruntung

karena putrimu baik hati.

Ayah bangga kepadamu.

- Ayo! - Ayo!

- Lihat ini! Hebat, ‘kan? - Apa ini?

- Apa itu? - Desainnya bagus, ‘kan?

Bagus sekali.

Coba lihat. Kalau disentuh begini, langsung bisa pakai Internet.

Selain itu, hasil fotonya bagus sekali. Luar biasa!

Lihat kemari.

Satu, dua, tiga.

Kita lihat.

Hei, kita foto ulang. Ada pengemis di latar foto.

Karena Yesus akan membimbingku

Terima kasih, Tuhan

Karena Yesus selalu bersamaku

Melalui hidup yang sulit Aku selalu bahagia

Karena Yesus akan membimbingku

Terima kasih, Tuhan Yesus Kristus

Apa…

Terima kasih, Tuhan Yesus Kristus

Karena Yesus selalu bersamaku

Joo-eun…

Apa pekerjaan Ayah sebenarnya?

Pengemis?

Bukan.

Lalu apa?

Joo-eun, ini bukan pekerjaan tetap. Hanya paruh waktu.

Lalu apa pekerjaan tetap Ayah?

- Ayah melakukan trik. - Ayah main sirkus juga?

Tidak. Maksud ayah, penipu.

Jika tak mau mengaku, setidaknya fokus satu hal saja.

Aktor dokumenter atau melakukan trik?

Kita anggap aktor dokumenter saja.

Aku harap Ayah hanya lakukan pekerjaan tetap.

Jadi penipu saja agar tampak berkelas.

Jangan menjadi pengemis.

Perasaanku saat ini…

amat buruk.

Pulanglah lebih awal. Jangan minum-minum.

Baik.

Ini juga dokumenter. Kenapa dia tak paham?

Memang aku suka begini?

Demi siapa aku…

Aku kerja keras cari uang membesarkannya. Dia malah mengajariku.

Astaga! Mengagetkan.

Nilai pelajaranmu bagus? Tidak, ‘kan?

- Memang sekolah itu pekerjaan tetapku? - Apa bukan?

Ayah, aku masih pelajar.

Ayah tak penasaran aku jadi apa nanti?

Aku pasti akan sukses melakukan apa pun. Jangan khawatir.

Hidupku akan sukses.

Itu harapanku.

LEMBAGA PEMASYARAKATAN WANITA CHEONGPA

9 TAHUN KEMUDIAN

Astaga. Kau pasti menderita selama di sana.

Cuacanya…

sungguh membuatku ingin membaca buku.

Aku sedang membaca buku,

dan mendadak teringat saat berlibur tahun lalu.

Aku juga ingin berlibur dengan seseorang.

- Kau cantik. - Dewi telah kembali.

Kau di Nice? Pergilah denganku.

Kau kembali setelah setahun.

Lama tak jumpa. Aku merindukanmu.

KEDAI OTTU

Selamat datang.

Mau pesan apa?

Aku minta satu kimchi-jjigae

- yang amat pedas. - Aku tidak jual satuan.

Kalau begitu, aku pesan dua dengan porsi satu orang.

Apa ini?

Bonus.

Kenapa?

- Bukan? - Apa yang “bukan”?

Orang yang kemari sendiri sebagian besar baru keluar dari sana.

Wajar kau salah paham.

Aku tidak begitu.

- Begitu? - Aku bekerja untuk konglomerat besar.

Kau harus makan tahu agar tak kembali ke sana.

“Dosa terhapus sampai putih bagai tahu.”

Itu yang orang pikirkan.

Namun, itu sebenarnya karena mereka yang dipenjara kekurangan gizi.

Mereka diberi tahu untuk menambah gizi.

Meski tak ada hubungannya denganku,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left