The first 199 lines.
Saat aku masih muda, kakekku adalah bujangan abadi.
Dia berganti-ganti wanita begitu cepat,
kami hanya tahu mereka sebagai "Pramugari Sacramento"
dan "Model Surat Kabar PennySaver".
Jadi, ayahku tidak pernah terhubung dengan wanita yang dikencani kakekku.
Aku merasa ini satu-satunya tempat yang pernah kita kunjungi.
Ya, mungkin kali lain kita ganti saja
dan pergi ke tempat yang tidak ada pemanfaatan kembali
roti stik bawang putih lama menjadi crouton.
Tunggu. Apakah itu ayahmu?
-Apakah dia punya pacar? -Tidak.
Entahlah, Sayang. Tampaknya cukup serius.
Dia bisa mendapat yang lebih baik.
Dia pikir dia sedang membohongi siapa dengan kuku palsu itu?
Aku belum pernah melihatnya berkencan.
Ini seperti melihat Bigfoot memesan pepperoni sedang.
Kalian melihat apa? Kacamataku tertinggal di mobil.
Aku yakin itu serius karena aku bertemu semua pacarku di sini.
Ini adalah tempat yang paling romantis.
Siapa pun yang muntah di mesin Whack-A-Mole,
-tolong hentikan. -Romantis.
Itu cara yang menarik untuk menggambarkan
seorang jutawan dan wanita pirang di restoran piza sepotong sedolar.
Apa yang harus kita lakukan? Haruskah kita ke sana dan menyapanya?
-Mungkin kirimkan stik mozzarella? -Tidak, kita harus pergi ke tempat lain.
Apa? Tidak. Aku suka di sini.
Tidak. Kau baru saja mengejek bar saladnya.
Aku terlalu muda untuk bertanggung jawab atas apa pun yang kukatakan.
Jika kita tetap di sini, aku akan mengirim stik mozzarella.
Membantu dia untuk mendapatkannya.
-Tidak. -Bagaimana dengan sebotol Diet Coke?
-Hentikan. -Segelas bir ringan kualitas biasa?
Alicia.
Kami akan pura-pura tak melihat kalian,
tapi kalian membuatnya mustahil. Semuanya, ini Georgia.
Georgia? Tentu saja.
-Senang bertemu kalian semua. -Apa ceritamu, Wanita?
Karena kau harus tahu, aku tak punya kompas moral.
Lalu kau heran kenapa orang mengira kau punya ibu berkulit putih.
Maaf, biasanya dia tidak seperti ini.
Kenapa kau tidak bergabung dengan kami? Kita bisa menarik kursi
dan saling mengenal sambil menyantap stik mozzarella.
-Sayang, lupakan. -Ya.
Kita sudah menyapa. Sekarang, saatnya kita pergi.
-Senang bertemu dengan kalian. -Dia tidak sungguh-sungguh.
-Dia wangi. Apakah dia cantik? -Sayang.
Bukankah bagus jika ada tempat
untuk pergi minum kopi, duduk, dan bersantai,
mendengarkan musik jaz lembut?
Sepertinya orang-orang akan ke sana hanya untuk memakai kamar mandinya.
-Bow-Bow, semuanya baik-baik saja? -Ya, Bu, semuanya baik-baik saja.
Bibi Dee-Dee, bisa kita bicara? Aku punya masalah.
Apakah ini tentang celenganmu?
Karena aku yakin orang yang menghancurkannya
dan mengambil semua uangmu akan membayarmu begitu kudanya menang.
Tidak, tapi terima kasih.
Omong-omong, aku memakai celana jin bergambar cat semprot ke sekolah
-dan Tamika bilang itu jelek. -Apakah itu jelek?
Tidak!
-Ini keren, bukan? -Astaga! Tidak, ini tidak keren.
Tapi kau tak bisa beri tahu Tamika.
Berpura-puralah itu baju terhebat yang pernah kau pakai
lalu bilang ada yang mencurinya saat kelas olahraga.
Itu ide bagus. Nasihatmu selalu yang terbaik.
Kau selalu memberikan nasihat terbaik?
Seberapa sering mereka mendatangimu dengan hal semacam ini?
Tidak terlalu sering. Hanya tiga atau empat kali sehari.
Aku pandai membantu masalah kecil mereka.
Masalah seperti apa?
Semuanya, mulai dari PR
sampai seberapa dekat ke tengah malam, kau bisa memberi makan gremlin.
Jawabannya adalah jangan beri mereka makan.
Tinggalkan hewan kotor berbulu untuk orang kulit putih.
Jadi, mereka mendatangimu untuk segalanya.
Tidak. Tidak untuk uang.
Bukan Bibi Dee-Dee. Aku tidak menyayangi mereka sejauh itu.
Hei.
Bagaimana sisa malam dengan Georgia?
Dia tampak menawan.
Ya, saat makan malam, dia memanggil manajer empat kali.
Dia membuat pelayan kita berhenti. Tapi...
Tapi itu yang kusuka darinya. Dia tahu yang dia inginkan. Itu menarik.
Benarkah?
Dia berbeda. Saat bersamanya, aku berhenti berpikir,
berjam-jam aku tidak menagih klien.
Seolah-olah aku lupa waktu.
Aku bahkan tidak menganggapnya sebagai wanita yang kukencani.
Aku menganggapnya sebagai aset mahal
yang butuh kultivasi, perhatian, dan hanya...
Lihat aku. Aku bersemangat.
Aku belum pernah melihatmu begitu tertarik
kepada seseorang sejak Ibu pergi.
Ya.
Tunggu. Jika kau sangat menyukainya, kenapa membawanya ke tempat
yang memberikan makanan gratis untuk rapor yang bagus?
Itu yang kulakukan untuk memastikan saat aku mengencani seseorang,
mereka bersamaku bukan karena uangku.
Dengar, sangat mudah jatuh cinta dengan semua ini.
Jadi, aku harus sedikit mengotori diriku
agar aku tidak tampak terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.
Ayah, jika kau benar-benar menyukainya,
kau mungkin tidak boleh bermain-main dengannya seperti ini.
Berapa banyak hubungan baik dimulai dengan kebohongan?
Mungkin kau benar, Nak. Wanita seperti itu pantas mengetahui yang sebenarnya.
Lagi pula, itu semua akan terungkap nantinya, bukan?
Maksudku, apakah aku tampak seperti pria yang tidak memiliki
koleksi cerutu yang lebih berharga daripada rumah ini? Ayolah.
Siapa yang akan kubodohi?
Dahulu kala, ada Ratu Denise yang cantik
-yang rendah hati dan memukau. -Ceritamu memang terbaik, Bibi Denise.
Kau tahu siapa yang punya kisah yang bagus juga?
Permisi.
-Astaga. -Ibu.
Aku akan menceritakan kisah tentang seorang Putri Bantal
dengan Kesatria kepercayaannya,
Segelas Air.
Putri Bantal adalah orang yang lembut
dan putri yang empuk juga berwarna-warni
-dan... -Ibu, itu berhasil. Aku tidur.
Aku belum selesai.
Sungguh?
-Sungguh? -Maafkan aku.
-Membuatku tidur juga. -Tunggu saja.
Jadi, Putri Bantal...
Sementara ibuku tidak jujur tentang bagaimana dia merasa ditinggalkan,
kakekku memutuskan untuk berhenti berbohong.
-Dia memikirkan Georgia. -Jadi...
Kenapa kita bertemu di firma hukum? Sebaiknya ini bukan soal kewarganegaraan
karena aku tak mau menikahi imigran Irlandia lagi.
Aku hanya ingin mengatakan yang sebenarnya. Bersiaplah.
Aku tidak miskin. Bahkan, aku mungkin orang terkaya yang pernah kau temui.
Aku takut memberitahumu ini karena aku ingin tahu dengan pasti
bahwa kau menyukaiku apa adanya dan bukan karena uangku,
yang aku punya dengan banyak.
Jadi, kau mau makan siang di restoran yang bagus
atau kau butuh waktu untuk menenangkan diri?
Harrison, aku tak tahu harus berkata apa selain...
-Aku lega sekali. -Aku tahu.
-Seperti memenangkan lotre, bukan? -Bisa dibilang begitu.
Sekarang aku tak perlu khawatir kau tak menyukaiku karena uangku.
Uangmu?
Aku punya tiga gedung tinggi di pusat kota.
Kau akan sangat terkejut betapa banyak pria terintimidasi oleh itu.
Seorang pria terintimidasi oleh seorang wanita?
Dengan cara apa pun? Pengecut.
Kakekku adalah salah satunya.
Ya.
Georgia lebih kaya dariku.
Itu yang kudapat karena mau mengencani wanita yang cukup tua untuk menyewa mobil.
Georgia punya uang lebih banyak darimu? Baiklah.
Kurasa bagus kau mengencani seseorang yang selevel denganmu.
Terdengar kurang baik bagiku.
Siapa pun yang menghasilkan uang terbanyak adalah pembuat keputusan.
Benar sekali. Film apa yang akan kami tonton?
Kami akan makan di mana?
Hewan apa yang akan kami buru?
Aku tidak mau dia memberitahuku bahwa kami sedang berburu jerapah.
Aku pemburu badak.
Itu hanya uang, Ayah.
Tahu siapa yang bilang begitu? Orang yang tidak punya uang.
Itu seperti pria kecil dari Fantasy Island yang mengatakan,
"Itu hanya masalah tinggi badan."
Kau tahu apa ini? Kau takut.
-Tidak. -Kenapa lagi kau kabur dari wanita cantik
dan berbakat yang menyukaimu? Tidak, kau kambing kecil yang ketakutan.
Ya, ayahku, kambing kecil yang ketakutan.
Itu adalah ejekan orang kulit putih paling khas yang pernah kulihat.
Itu kebiasaan komune.
Kambing mudah takut.
Mereka biasanya langsung pingsan, jadi, aku tidak tahu maksud suara itu.
Baiklah, cukup. Kau benar.
Mungkin aku harus melihat apa yang terjadi jika aku bertahan.
-Baguslah. -Ini adalah kencan ketiga kami,
kencan pertama yang bukan di restoran makanan cepat saji.
Entahlah. Ini makin dekat
-menjadi sebuah hubungan. -Ya, tapi tak ada yang perlu ditakutkan.
Dengar, Ayah, aku sudah melihat Ayah berkencan seumur hidupku
dan caramu melakukannya tidak baik untuk sesuatu yang lebih serius.
Aku terpilih sebagai yang paling hormat di SMA. Biar kuajari.
Tepat seperti yang dia butuhkan,
saran kencan dari pria yang baru menirukan kambing.
Benar sekali.
Ibu, kau lihat Bibi Denise?
Aku bilang kepada semua anak di sekolah aku punya sabuk hitam neon
dan kuharap dia bisa mengajariku
untuk tampak meyakinkan.
Kau tak butuh Denise untuk itu. Biar kuajari.
Aku membuat pria dewasa menangis di ruang sidang.
Memangnya sesulit apa ini?
Ayolah. Biar Ibu tunjukkan.
Baik, mari kita mulai. Seni bela diri adalah tentang menemukan keseimbangan.
Seperti ini.
Seperti ini?
Benar sekali. Kau hanya perlu mencari keseimbanganmu.
Pelan-pelan, itu akan membuat mereka terkesan.
Baiklah.
Kurasa aku mengerti.
Aku merasa ini akan berhasil.
Sementara memperlambat keadaan membuat ibuku
No comments yet. Be the first to leave one.