The first 200 lines.
"Suatu Hari yang Lebih Dingin daripada Hawa Dingin Sebelumnya"
"Bergulir"
Astaga. Aku tidak percaya. - Aku tidak percaya.
"Terasa dingin meski mereka di dalam ruangan"
"Tertawa kecil"
Apa kita harus bilang "Senang bertemu denganmu"?
Bukankah kita tetap senang melihat satu sama lain?
Tentu.
Senang bertemu denganmu.
"Menghela napas"
Senang bertemu denganmu!
Hei!
Hei?
Na Rae. - Ya?
Ini sudah 20 tahun atau berapa?
Semua orang menghilang.
Mereka tidak menghilang.
Astaga. Aku tidak percaya.
Maksudku,
aku harus melakukan ini hanya dengan Kian84.
Kalau begitu, ini hanya kita berdua?
Untuk sekarang, hanya ada kita berdua.
Si Eon sibuk karena film.
Sung Hoon juga sibuk karena drama.
Henry di luar negeri.
Hwasa sibuk mengerjakan album barunya.
Hanya kita berdua
yang tidak sibuk di hari Senin.
Kenapa kamu tidak sibuk?
Bagaimana kita harus melakukan ini?
Kita tetap harus berusaha sebaik mungkin.
Apa kita akan melakukan hal semacam obrolan lucu?
"Menyanyi"
"Suami" - "Kenapa kamu memanggilku"
"Ke mana perginya semua orang"
Kamu bahkan tidak bisa menanggapinya.
"Kamu bahkan tidak bisa menanggapinya"
Astaga. - Kita dalam masalah.
"Membuka"
"Sung Hoon muncul"
Ya!
Kamu sedang apa? - Cepat masuk.
Cepatlah. - Ada apa ini?
Apa maksudmu? - Ada apa ini?
Masuklah.
Sung Hoon... Mari sambut dia dahulu.
Ya. - Astaga.
Kameranya lebih sedikit sekarang.
Kenapa kameranya lebih sedikit?
Kurasa kurang sekitar tiga kamera.
Bagaimana dengan dramamu? Kenapa kamu kemari?
Jadwal drama sangat padat,
tapi menurutku ini lebih mendesak.
Aku minta izin.
Aku belum pernah mengalami situasi seperti ini.
Aku punya pertanyaan.
Apa kita memiliki
kata-kata yang dilarang?
Apa kita tidak boleh menyebutkan nama?
Tidak ada.
Orang bisa pacaran
dan putus. - Benar.
Mereka bisa bertemu orang baru. - Tapi
pacaran dan putus
adalah keasyikan hidup.
"Keasyikan hidup"? - Itu...
Itu sisi nyata kehidupan.
"Sisi nyata"?
Tunggu. - Drama...
Kamu harus berhati-hati dengan pilihan katamu.
Bagaimana bisa putus cinta
menjadi keasyikan hidup?
Maksudku, bukan keasyikannya, tapi kamu butuh semacam drama.
Menurutku itu yang kehidupan...
"Menurutku itu yang kehidupan"
Menurutku begitu. - Apa?
Apa itu tepatnya?
Hidup itu tidak dapat diprediksi.
Itu benar.
Sebenarnya...
Jadi, itu berakhir seperti ini.
Tidak ada kata yang dilarang, tapi...
Astaga.
"Itu Si Eon"
"Berderak"
Dia bahkan tidak bisa masuk. - Masuklah.
Dia tidak bisa masuk. - Kenapa kamu tidak bisa masuk?
Kenapa kamu tidak bisa masuk?
Kenapa kamu tidak bisa masuk? - Dia ingin
menarik perhatian kita setelah sekian lama.
Dia datang! Si Eon datang.
Ada apa ini? - Kamu mirip Tiger JK.
"Sementara itu, dia menjadi Tiger JK"
Ini sebabnya aku tidak bisa pergi.
Tunggu. Mari pindah ke tengah.
Kalian semua berdesak-desakan ke satu sisi.
Karena kamu selalu duduk di ujung,
kalian semua berdesak-desakan di sana.
Aku sudah lama tidak kemari,
dan kalian semua tampak hebat.
Kian84 terlihat seperti patung.
"Pujian hangat dari Si Eon yang sudah lama tidak kemari"
Patung? - Pecahan patung.
"Pecahan patung"
Bagaimana filmnya?
Aku sedang mengerjakannya.
Kenapa kamu datang? Kamu pasti sangat sibuk.
Orang pikir ini langkah darurat,
tapi aku memang seharusnya kembali hari ini.
Pemilihan waktu yang sempurna.
Seolah ini sudah direncanakan.
Aku bukannya disuruh datang,
tapi memang seharusnya kembali hari ini.
Kebetulan sekali.
Itu diatur untuk hari ini bahkan sebelum semua ini terjadi.
Sebenarnya,
kalian semua dapat pesan itu.
Dhalsim dan Presiden Jun meneleponku secara pribadi
dan minta maaf.
Mereka merasa seperti mendadak memberi kita beban berat.
Mereka memintaku mengurusnya. - Aku tahu.
Terakhir kali aku melihatnya,
dia dapat tendangan rendah.
Dari semua hal...
"Dia membuat orang tertawa hebat sebelum dia pergi"
"Tertawa terbahak-bahak"
"Kesedihan ekstrem"
"Dia tidak menduga akan meninggalkan suasana yang begitu menyedihkan"
Yang kuingat hanya bokongnya.
Memang. Dia seperti ilalang yang lemah.
Dia langsung menekuk bak ilalang. - Memang.
Kalau begitu, Na Rae presiden? - Ya.
Daripada presiden...
Astaga.
Astaga. - Kita masih...
Aku melihat tteok di luar.
Apa kamu menyiapkannya? - Ya.
Pastikan kamu mengambil tteok dan hadiah saat keluar.
Juga, aku membeli kaus baru untuk semua orang.
Bagus. - Ya.
Kita harus tetap bersama
untuk kelangsungan Klub Pelangi.
Tiga orang bodoh.
Silakan berpesan pada pemirsa.
Tunjukkan kalian akan berusaha. - Baik.
Mari mulai dengan Sung Hoon.
Ya, pemirsa terkasih.
Konon banyak tangan membuat pekerjaan ringan.
Itu menakjubkan. - Pertama,
kami punya Na Rae yang seperti besi.
Tidak peduli betapa buruk mereka berdua ini,
mereka seperti kayu.
Berhubung aku salah satu dari banyak tangan,
jika aku membantu mereka...
"Na Rae besi?"
"Orang bodoh kayu?"
"Dia yang bertangan banyak?"
Apa maksudnya?
Dia gagap. Mulai dari awal.
Bukan itu artinya banyak tangan membuat pekerjaan ringan.
Bukan berarti punya banyak tangan itu bagus.
Baik. Berikutnya. Katakan sesuatu, Si Eon.
Aku bingung.
Aku tidak tahu betapa buruknya dia.
Pengamat yang tidak bersalah terluka dalam pertarungan.
Kami para pengamat
hampir dihancurkan.
Kami akan mengubah krisis ini menjadi kesempatan.
Membunuh dua burung dengan satu batu.
Menangkap dua merpati dengan satu kacang.
Tunggu.
"Dua merpati dengan satu kacang"? - "Dua merpati dengan satu kacang"?
Apa itu sesuai dengan situasi ini?
Bagi dia, ya. - Itu sikapku.
Aku sedang menggambar gambar besar.
Itu artinya bagi dia. - Ubah krisis ini jadi kesempatan.
Jadi kesempatan?
Bisakah kamu mengatakan itu dalam peribahasa?
Ubah krisis jadi kesempatan.
Kemalangan berubah jadi anugerah.
"Jawaban sempurna"
"Aku Kapten Orang Bodoh"
"Itulah"
"Kelas Kapten Orang Bodoh"
"Berseru"
Apa yang terjadi?
Dia sudah jadi pintar.
Ya. Kemalangan berubah jadi anugerah.
Aku akan melakukan yang terbaik.
Itu sangat bagus. - Terima kasih.
Mereka semua memberikan saran dengan menggunakan peribahasa.
Aku juga mau coba.
Perjalanan seribu mil harus dimulai dengan langkah pertama.
Itu mungkin perjalanan yang panjang,
tapi jika kita mengambil langkah demi langkah,
kita akan mencapainya
pada akhirnya.
Kita harus mendapatkan rating dahulu.
Kenapa kamu bilang begitu?
Silakan sebutkan satu peribahasa.
No comments yet. Be the first to leave one.