The first 200 lines.
Dia membawakan kue untuk kita.
Lilinnya jatuh.
"Kenapa ada kue di meja?"
- Ini episode ke-100. - Lilinnya jatuh.
Baiklah. Hae Sun
menyiapkan kue untuk merayakan
episode ke-100 Mom's Diary.
Karena itulah dia membawa kue.
"Selamat atas episode ke-100"
"Semoga semuanya tetap sehat."
Ini untuk para ibu.
- Ini untuk para ibu. - Terima kasih.
"Hae Sun menulis pesan menarik untuk para ibu"
Ini kue beras. Rasanya enak.
- Itu kue beras? - Kukira itu kue keju.
Aku suka kue beras.
Kami makan ini saat ulang tahun ibuku dan rasanya enak.
- Itu lebih enak daripada roti. - Benar.
- Benar. - Astaga.
Kita tidak pernah absen satu episode pun, bukan?
Kalian sungguh hebat.
Bunganya juga bisa dimakan?
- Tentu saja. - Bunganya juga bisa dimakan?
Ini seperti anko.
Benar.
- Bagaimana kamu tahu soal anko? - Benar.
Ada anko di dalam bakpao.
"Tersenyum"
Kami sering memakai istilah "anko" saat masih muda.
Bukankah itu dari bahasa Jepang?
- Pasta kacang. - Pasta kacang.
Kamu hebat.
Hari ini dia aneh, bukan?
- Sejak pekan kemarin... - Mereka kompak.
Sejak pekan kemarin, bukan?
- Terima kasih. - Kurasa
kalian berdua serasi.
- Kamu terus berkata seperti itu. - Pekan kemarin...
Orang-orang akan mengecamku.
- Kamu tidak pernah tahu - Omong-omong...
kapan akan bertemu jodohmu.
Drama barumu juga menarik.
Kamu sudah menontonnya?
- Aku menonton semuanya. - Aku menonton semua episodenya.
- Menarik sekali. - Terima kasih.
Dia siuman setelah koma 13 tahun. Jadi, tubuhnya berumur 30 tahun,
- tapi pikirannya baru 17 tahun. - Kurasa aku 17 tahun.
Saat becermin, kamu sangat terkejut.
Kamu senang saat dilarang keluar.
Benar. Kamu sungguh menontonnya. Terima kasih banyak.
Aku pasti akan menonton "30 Or 17".
- Acaranya bagus. - Terima kasih.
"30 Or 17".
- Yang benar "Thirty but Seventeen". - "Thirty but Seventeen".
"Tayang setiap Senin dan Selasa pukul 10 malam"
Astaga.
Bukan berarti
dia sengaja.
Benar.
Dia lucu. Apa kepalamu terbentur saat tertawa?
- Astaga. - Saat tertawa lepas,
kepalanya terbentur di sini.
- Dia sangat ceria. - Benar.
- Tolong bagian itu diedit. - Dia tidak sempat
hidup sesuai keinginannya.
- Terasa sakit. - Biar kulihat.
Aku tidak apa-apa.
Dahinya memerah.
- Ada bekasnya. - Hanya memerah di situ.
- Ya. Bekasnya memerah. - Kenapa...
Bagaimana bisa kepalamu terbentur di situ
saat tertawa?
Di sini dijelaskan bahwa dia kekasih yang agresif.
Apa kamu yang pertama mengungkapkan perasaanmu jika jatuh cinta?
Tidak selalu.
Kata agresif rasanya kurang tepat.
Aku merasa ingin berinisiatif.
- Ya. - Itu bijak.
Bagaimana dengan hari ini?
Hari ini?
Kamu tidak ingin berinisiatif?
Astaga.
Hari ini? Aku?
Aku bisa dibunuh orang-orang.
Sungguh. Mereka akan berpikir perkataanku aneh.
Ini pernah terjadi sekali.
Aku menyukai seseorang dan ingin mengungkapkan perasaanku.
Tapi aku tidak berani. Aku kurang percaya diri.
Jadi, saat April Mop, tanggal 1 April,
aku mengatakannya seperti bercanda.
"Ayo pacaran. Aku suka kamu."
Aku pernah mengungkapkan perasaanku seperti itu sekali.
Jika dia menjawab
tidak ingin berpacaran,
aku bisa mengaku itu hanya bercanda.
Jika dia menerimaku,
aku akan berpacaran dengannya. Itu rencanaku.
- Itu pernah terjadi sekali. - Misalnya, dia bilang menyukaimu.
Lalu kamu berkata bahwa pernyataanmu serius.
Bagaimana jika dia bilang, "Aku cuma bercanda?"
Aku akan menangis.
"Dia akan menangis"
Tapi karena aku sudah tidak terlalu muda,
tidak ada lagi orang
yang bisa kuajak bercanda seperti itu.
Makin sulit menemukan orang yang kusukai.
- Tapi kamu... - Aku masih muda. Benar.
- Umurmu baru 30 tahun. - Kalau aku...
Belakangan ini, aku...
Aku bahkan tidak berani. Aku...
- Kamu harus berani... - Aku...
Tidak. Aku tidak mendekati orang yang kusukai.
"Hae Sun, kamu melakukannya, aku juga."
- Benar. - "Kita sama."
Kami tidak sama.
Aku hanya diam.
Walau bertemu seseorang yang menarik,
aku tidak menunjukkan perasaanku sama sekali.
Ada orang yang pernah kamu sukai?
- Kamu nanti akan menyesal. - Ucapannya
berbelit-belit.
Ya.
Hae Sun cocok untuknya.
Omong-omong, kamu suka mengobrol dengan temanmu?
Kamu suka hal yang seru, bukan?
Aku baru sadar bahwa aku suka mengobrol.
Tapi kami langsung sadar dalam sepuluh menit.
- Sungguh? - Kami bisa melihatnya.
Sungguh?
- Itu mudah ditebak. - Sungguh?
- Kupikir aku pendiam. - Pendiam?
Pendiam?
"Jang Hoon terkejut mendengarnya"
In Sook, kamu menonton acara ini
bersama suamimu, bukan?
Terkadang, kami menonton bersama-sama.
Saat lelah duduk di sofa, aku masuk kamarku.
- Kalian menonton terpisah. - Itu lebih baik.
Apa kamu juga menontonnya bersama suamimu?
Tidak sering.
- Dia tidak peduli. - Apa kamu malu?
Tidak. Bukan begitu.
Aku takut aku salah bicara.
Jadi, aku menontonnya sendirian.
Itu yang paling aman.
- Setelah berakhir, - Itu yang paling aman.
aku periksa apa dia masuk kamarku atau tidak.
Jika dia masuk kamarnya dan mematikan lampu,
aku merasa lega.
Kamu takut dia memprotes ucapanmu.
- Benar. - Itu alasannya.
- Itu yang kutakutkan. - Aku masih baru di sini,
jadi, kami menontonnya bersama.
Saat suamiku menonton acaranya, dia jarang berkomentar.
Tapi saat dia bertemu teman-temannya,
mereka bilang, wanita lain tidak membanggakan suaminya,
tapi aku selalu membanggakan suamiku.
Itu bohong.
Teman-temannya kesal
karena aku sering membanggakan suamiku.
- Tapi itu tidak benar. - Jadi, kubilang
- Astaga. - terkadang aku bilang hal buruk.
Aku bilang para ibu lain juga membanggakan suaminya,
tapi bagian mereka diedit. Itu yang kukatakan kepada mereka.
Kenapa kamu berkata begitu?
Omong-omong, dahi Hae Sun...
- Apa... - Dahinya
- memerah. - Dahinya memerah.
Dia seperti dari Kuil Shaolin. Bagus.
Kurasa...
- Astaga. - Seseorang
- Sebaiknya kamu tutupi. - perlu memperbaiki riasannya.
"Dia tamu pertama yang kepalanya terbentur saat syuting"
Sebaiknya ini dipasangi bantalan yang ditaruh sudut
- untuk melindungi anak-anak. - Bantalan karet.
- Benar. - Sebentar lagi akan sembuh.
"Hari yang cerah di musim panas"
Awannya indah.
Itu Sang Min.
"Sang Min menuju suatu tempat"
Saat kamu bangun pagi...
Ada suara wanita.
Siapa dia?
Saat kamu bangun pagi...
Dia sangat rajin.
Benar.
"Apa ada lebih dari satu wanita di mobilnya?"
Aroma rumputnya segar.
Chae Ri Na.
Kim Ji Hyun dan Narsha.
Semuanya sudah menikah selama tiga tahun.
Ini akan menarik.
"Ini akan menarik"
Ji Young terkadang mengirimiku bunga.
Kamu tahu bahwa dia punya toko bunga di Daegu?
Dia mengirimiku bunga dan pot.
Omong-omong, ini kali pertamamu ke rumahku.
Ya. Ini kali pertamaku.
Mereka akan ke rumah Ri Na.
"Keempatnya akan ke rumah Ri Na"
No comments yet. Be the first to leave one.