Andante

Andante (안단테)

Download Indonesian Subtitle

Release info

안단테---Andante--E 06
A Commentary by SULTAN_KHILAF
EPISODE 06. Don't remove credit!

Tags

other
Published on: 2017-10-29
Downloads: 24
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

=K

=K u

=K u n

=K u n j

=K u n j u

=K u n j u n

=K u n j u n g

=K u n j u n g i-=

=K u n j u n g i-=

[Episode 6: 30.912 Jam, 14 Tahun, 10 Bulan, 10 Hari]

Aku mengerti.

Aku ada di Hospice. Aku akan membawanya pulang.

Baiklah, aku akan mengurus permintaan maafnya. Sudah cukup.

Aku bahkan sudah memberinya surat, dan Nenek masih belum mau pulang.

Cincin? Sudah kubilang aku belum pernah melihatnya.

Aku tidak pernah melihat cincin apa pun, jadi aku tidak tahu.

Kapan cincin itu hilang?

Uh, omong-omong...

Bisakah kau membantuku?

Bisakah kau membaca ini untukku?

Aku tidak ingin membaca apapun.

Kepalaku sakit.

Kau pasti pelit.

Apa katamu?

Apa aku sekretaris pribadi Nenek?

Kenapa kau memintaku untuk membacakannya untukmu?

Kau tidak bisa membaca?

Aku buta huruf. Apa kau senang sekarang?

Inilah kenapa aku tidak menyukaimu, Nenek!

Kenapa kau menyebarkan suratku ke mana-mana?

Gadis kasar itu...

Gadis kasar itu dari tempat makanan cepat saji.

Diam!

Siapa yang kau panggil kasar?

Berapa kalipun aku melihatnya, kau adalah orang yang kasar di sini.

Ada apa denganmu, Nenek Tua!?

Jadi, kau yakin dia memberikannya padamu?

Ya.

Aku benar-benar tidak berniat menerimanya.

Bahkan jika dia memberikannya kepadamu, semuanya akan rumit.

Aku tidak tahu bagaimana baiknya.

Bukankah lebih baik membicarakannya dengan orang dewasa?

Orang dewasa mana?

Ibuku sangat khawatir.

Ibuku? Nenekku?

Kita tidak bisa mengabaikan masalah ini.

Jika kau mengatakan kau menghilangkannya...,

Ajumma itu tidak akan mau tahu, dan dia tidak akan membiarkannya begitu saja.

Dan juga, kudengar Si Nenek Cincin dalam kondisi sangat buruk saat ini.

Entahlah.

Apa yang kalian berdua bicarakan?

Lee Shi Young, apa yang kau lakukan disini?

Aku bertanya apa yang sedang kalian bicarakan. Apa kalian kehilangan sesuatu yang mahal?

Apa yang baru saja kau katakan?

Apa aku mengatakan sesuatu yang salah?

Apa yang sudah kau lakukan dengan benar sehingga kau melihatku seperti itu?

Aku sudah bertemu banyak jenis orang di sini.

Tapi, aku belum pernah melihat orang sepertimu.

Aku?

Ada apa denganmu, Nenek tua...

Bong Sook adalah temanku, dan aku menyayanginya.

Dia bukan orang asing bagiku, jadi aku harus mengatakan bagianku.

Mengatakan bagianmu?

Lucu sekali.

Siapa kau, nenek?

Jangan menahannya. Katakan semuanya dengan jelas, jalang.

"Kau... kau... jalang"?

Nenek!

Dia tidak punya banyak waktu lagi untuk hidup.

Paling tidak, orang sepertimu harus mempunyai sopan santun.

Apa kesalahan yang sudah kuperbuat? Apa yang kulakukan?

Aigoo. Tidak ada orang yang bisa melakukan sebanyak yang kulakukan.

Dia bisa saja mati besok lusa.

Apa cincin itu begitu penting?

Dia membayar sekolahmu, membayar rumahmu, dan mengurusmu.

Apa lagi yang kau inginkan?

Diam saja jika kau tidak tahu apa-apa.

Apa kau tahu berapa harga cincin itu?

Berapapun harganya, apa itu lebih penting daripada hidupnya?

Aku bahkan tidak akan meninggalkanmu cincin tembaga!

Ada apa denganmu, nenek tua?

Kau pikir kau siapa? Apa kau walinya?

Apa kau seorang dokter?

Teman? Teman, apanya.

Ibu mertuaku tidak pernah punya teman yang buta huruf sepertimu.

Dasar nenek tua!

Jangan dekat-dekat dengan nenekku.

Apa lagi sekarang?

Ah, gadis kasar itu.

Nenek dan cucunya satu set.

Kalian memang satu set!

Apa yang terjadi disini?

Kenapa kau bersikap seperti ini?

Kau tampaknya melakukannya dengan baik dan kemudian meledak satu atau dua kali dalam setahun ini.

Aku? Apa maksudmu?

- Ini pertama kalinya. - Hah?

Kau selalu mengatakan ini adalah pertama kalinya.

Kenapa kau begitu keras kepala ingin berkelahi?

Aku ingin mengabaikannya, tapi dia terlalu berlebihan.

Dia tidak punya sedikitpun kasih sayang untuk ibu mertuanya.

Dia selalu membicarakan cincin itu.

Kau melakukannya dengan baik.

Shi Kyung dan Shi Young, kalian akan pulang, kan?

Ayo pergi. Aku akan mengantar kalian pulang.

- Tidak. - Apa?

Semua orang keluar dan menunggu.

Shi Young, kau tetap disini dan berbicara dengan Nenek.

Apa "Copo" itu penting sekali?

"Cos-Play." Dan benar, itu penting bagiku.

Aku tidak akan membuangnya jika kau mengatakannya kepadaku.

Bukan hanya itu.

Apa lagi?

Kenapa Nenek tidak memberi tahuku kalau Nenek tidak tahu cara membaca bahasa Korea?

Kenapa Nenek meminta wanita seperti itu, dibandingkan orang lain, untuk membaca suratku?

Apa yang salah dengan itu?

Nenek bahkan tidak bisa membaca, dan kau ingin Nenek pilih-pilih?

Kalian bertengkar, dan itu memalukan.

Memalukan?

Kenapa? Karena nenekmu tidak bisa membaca?

Karena Nenekmu membuang benda "copo" itu?

Karena aku melawan wanita kasar itu dan mengumpatnya?

Hal semacam itu bukanlah sesuatu yang benar-benar memalukan.

Aku mungkin tidak tahu apa-apa.

Tapi, aku bukan seseorang yang patut dipermalukan.

Aku punya ide bagus.

Nenek dan aku berada di posisi yang sama, jadi bagaimana dengan ini?

Apa maksudmu?

Aku akan mengajarkan cara membaca bahasa Korea, Nenek.

- Apa? - Sebagai balasannya...

Nenek bisa ikut talent show denganku.

Apa maksudmu?

Ini.

Kita bisa menelepon Ayahku saat Shi Young sudah keluar.

Ayahku akan datang dengan mobilnya.

Ayah?

Ayah...

- Ada apa? - Sungguh menakjubkan.

Aku belum pernah menelepon ayahku sebelumnya.

Ketika aku masih sangat kecil, ayahku...

Ayah hilang saat aku masih memanggilnya "Ayah, Ayah."

Kau beruntung.

Kenapa?

Kau tidak perlu mengambil tulang dari ikanmu.

- Kau beruntung. - Kenapa?

Banyak wanita di rumahmu.

Aku sudah menyuruhmu untuk mengadopsi Shi Young.

Oh, bukan. Kita memmbaginya.

Apa yang sedang dibicarakan Shi Young dengan Nenekmu?

Entahlah. Mereka sama.

Kepribadian dan sikap keras kepala mereka.

Bahkan cara mereka berdua menggunakan tangan mereka.

Kurasa kau benar.

Kenapa banyak sekali bintang? Semuanya terlihat sama juga.

Seperti apa bentuknya...

...cincin itu?

Saat aku melihat bintang-bintang jatuh dari langit...

Aku bertanya pada Ayahku.

Ayah, apa yang harus aku lakukan pada saat seperti ini?

Ada apa?

Apa yang ingin kau lakukan di sini?

Bagaimana kau bisa bercanda sekarang?

Kau tidak bisa menemukan cincin itu, bukan?

Tidak.

Apa yang akan kau lakukan? Itu semua salahku.

Kau benar. Itu semua salahmu.

Kau harus ganti rugi.

Aku hanya bercanda.

Aku sedang memikirkan cara mengatasinya, jadi kau tidak perlu khawatir.

Apa kau punya ide?

Belum.

Desember 1876.

Itu adalah konser musik untuk menghormati Tolstoy.

Ada anekdot yang terkenal kalau dia... dia menangis setelah mendengar musik ini?

Tidak! Seharusnya aku tidak mengatakan bagian itu dulu.

Aku tidak boleh bingung seperti ini. Aku akan gila.

Ini sangat panas.

Ya Tuhan!

Cepat tutup jendelanya.

Bagaimana ini?

Apa kabar?

Aku baik-baik saja beberapa saat yang lalu, tapi sekarang aku tidak begitu yakin.

Apa?

Ini.

Terima kasih.

Apa yang sedang kau lakukan?

Kau akan berlatih juga.

Lebih baik melakukannya di depan audiens.

Ketika aku mengambil alih kelas pengalaman kematian,

aku sangat gugup dan merasakan beban seperti itu.

Aku memanggil semua teman sekelasku dan membelikan mereka banyak minuman.

Aku membuat mereka mabuk.

Mereka semua mabuk dan terbaring di tanah.

Aku merasa jauh lebih baik setelah aku berlatih di depan mereka.

Santai saja saat kau melakukannya. Tidak ada yang akan tahu jika kau salah.

Dan juga, hal terburuk yang bisa terjadi adalah kau tidak akan mendapatkan pekerjaan itu.

Baiklah. Cobalah.

Tenang, dan cobalah denganku.

Baik.

Misalkan cincin itu bernilai 2 miliar won.

Berapa upah minimumnya?

More Indonesian subtitles for Andante

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left