The first 200 lines.
Dan kita mendengarkan ini karena...
Inilah satu-satunya channel di kota.
Bagus untuknya.
Dia benar-benar mempunyai pendengar setia.
Aku penasaran apa yang dia katakan.
Warga dunia, jangan takut.
Pembauran tidaklah menyakitkan.
Yeah, tapi tidak dengan pendakian.
Hey, kita dapat menggunakan hp ku untuk mendengarkan musik.
Tidak ada colokan.
Ah, asem.
- Benar sekali. - Kita akan hidup.
Aku tidak.
Aku perlu berhenti sebentar, okay?
Whoo.
Itu bagus, huh?
Apa kau memikirkan apa yang aku katakan tadi?
Ya. Aku pikir itu sebuah kesalahan.
Apanya, yang kita lakukan, atau...
Apa yang telah kita lakukan tidak penting lagi, okay?
Tapi memberitahu dia tentang hal itu.
- Ya, benar. - Kalau begitu jangan beritahu.
Apa, apa yang kau pikirkan, apa jika aku memberitahunya
Hanya akan membuat kalian putus?
Haruskah?
Kau tahu tempat ini dulu merupakan medan perang.
Beberapa tahun yang lalu.
Medan perang, sungguh?
- Huh. - Ya, tank, artileri,
Ranjau, semacam itu.
Memangnya perang apa, seperti perang saudara?
Invasi rusia.
Mengerikan.
Dasar orang rusia, tidak paham-paham juga, tak ada yang menyukai mereka.
Maksudku, coba sebutkan satu saja hal baik
Saat kita bicara tentang rusia selain tentu saja, seperti,
Pemain tenis perempuannya yang seksi.
Vodka.
- Yeah, itu dia. - Vodka?
Orang swedia membuat vodka yang lebih bagus,
Sial, bahkan orang perancis membuat vodka yang lebih bagus.
Minyak dan bensin.
- Apa? - Orang rusia,
Mereka membuat minyak dan bensin.
Mereka tidak membuat minyak dan bensin,
Mereka penghasil.
Yeah, benar juga, itu tak seperti
Orang2 bilang wow, minyak rusia jauh lebih baik dari pada
- Saudi punya. - Berhenti,
Biar ku ambil kompasku.
- Apa kita di jalur yang tepat? - Ya, kurasa begitu.
Aku beri kau AK-47.
Saat kau benar-benar...
Positif akan membunuh
Semua bajingan di dalam ruangan,
'Accept no substitutes'.
Poin yang bagus.
Kalian harusnya tidak menyadarinya.
Agak menyedihkan, memang, kalian tahu, orang2 rusia,
Aku pikir mereka... aku pikir mereka ingin bebas.
- Jadi baik. - Menjadi seperti kita.
Yang aku tahu adalah jangan pernah mempercayai seseorang
Yang berasal dari negara yang terkenal akan keahlian caturnya.
Yeah, kau baik2 saja?
- Ayo. - Aku baik2 saja.
Baiklah, pegang tanganku.
- Oke? - Naik, oke.
Terima kasih.
Sama-sama.
Apa?
- Tidak... - Oh, ya Tuhan.
Bagaimana menurutmu, huh?
Waw, man, dude.
Chris, maukah kau menikahkan kami?
- Sekarang? - Yeah.
- Ayolah, ayolah. - Apa?
- Mari kita lakukan. - Haruskah kita simpan untuk nanti?
Taruh ranselmu... sayang, kita akan memulai upacaranya
Untuk membuatnya resmi, ini seperti, diantara kita,
Sahabat, keluarga, hanya itu yang penting, bukan?
Yeah, hanya saja...
- Aku tidak tahu apa yang harus dikatakan, karena itu. - Letakkan saja..
Tenang saja, aku akan membantumu.
Ya, okay, ya, dia benar.
Maafkan aku.
- Kalau begitu, aku bilang apa.. - Para hadirin,
- Hari ini kita berkumpul disini. - Benar
Para hadirin,
Hari ini kita berkumpul disini untuk merayakan
Pernikahan antara Daniel and Alicia.
Pernikahan adalah prosesi yang suci,
Yeah, Pernikahan adalah prosesi yang suci,
Dan tidak boleh di anggap remeh.
Dan memang tidak, kalau begitu kita lewati saja ke bagian utama.
Kalau begitu, Daniel, apa kau bersedia menerima Alicia?
Daniel, apa kau bersedia menerima Alicia
Menjadi istrimu yang sah secara hukum?
Saat kaya, miskin, sakit dan dalam keadaan sehat
Selama kalian berdua hidup?
- Aku bersedia. - Aku bersedia.
Ini konyol.
- Apa? - Ini konyol,
Kalian tahu, maksudku, kalian...
Melakukan apa yang kalian mau dan membuatku, seperti, aku hanya...tidak nyaman, okay?
- Apa, ada apa, kawan? - Tidak, tidak ada apa2.
Tidak ada yang salah, aku hanya, kau tahu, kalian sudah mendapatkan kesenangan,
Aku akan... aku akan memasang tenda.
Dan, kalian tahu, sebentar lagi gelap, karena itu...
Aku tahu ada sesuatu.
- Dan aku ingin tahu apa itu. - Hmm?
Chris.
Bukan apa2.
Aku baik, tidak ada apa2.
- Okay. - Semua baik2 saja.
Sekarang, Chris, Chris, dengar, Aku adalah sahabatmu, okay?
Jangan kau kira aku tidak tahu kalau ada sesuatu yang mengganggumu?
Huh? Katakan saja.
Yeah, okelah, baik,
Ada sesuatu yang harus aku katakan padamu.
Ini... aku... Maafkan aku, okay?
Kau tahu, kalian berdua akan segera menikah
- dan aku seharusnya bahagia, tapi... - Tapi apa?
- Karena aku... - Lalau apa, lalu... lalu, ap...
Tidak, tidak, tidak, lalu, kau kira,
Kau kira kami akan makan malam tanpa mengundangmu?
Kau kira kami akan melakukan hal gila
Dan... dan... dan menyewa sepeda tandem
Dan berkendara keliling kota dalam pakaian seragam?
Kampret.
Dan... Aku akan mengenalkanmu...
Dengan banyak cewek cantik.
Cewek seksi yang banyak. Banyak.
Aku benci hal2 gila. Itu tak akan terjadi.
- Baiklah. - Oke,
Untuk sobatku.
- Cheers. - Cheers.
Whoa, wooo.
Okay.
- Kau okay? - Tak apa,
Ada kemungkinan Aku mungkin mabuk.
Mungkin hanya sedikit.
- Baiklah, waktunya tidur. Ayo. - Tidak, tidak, tidak.
Teman2, sebenarnya ada, ada sesuatu yang benar2 perlu
Aku katakan pada kalian. Ini, um... um...
Sekarang aku mengumumkan kalian sebagai suami dan istri.
- Sungguh? - Yeah, tentu, dan ayo silahkan,
Cium pengantinmu jika kau pikir kau sudah mendapatkan dia.
Kalau begitu, aku akan mencobanya.
- Sayang. - Okay, aku mabuk,
Tapi aku tidak separah itu.
Da da da-da, da da da-da,
- itu dia, bagus sekali, kawan. - Aku bisa melakukannya sendiri.
- Selamat malam, Chris. - Malam, kawan.
Sampai jumpa besok pagi, okay?
- Ya. - Oh, yeah.
- Oh, sukurlah. - Masuklah.
- Mm. Sayang, apa-apaan? - Kita akan melaksanakan sumpah kita.
- Tutup tendanya. - Ugh.
Okay, sudah.
- Dia mendengar kita. - Kita jangan berisik.
Kita jangan berisik.
Oh, sial.
- Hey, apa yang kau lakukan, cuk? - Hey, whoa. Berhenti, tolong, tolong!
Kau mencuri barang2 kami, jancuk.
Aku tidak mencuri. Aku Devi.
- Davie, siapa Davie? - tolong!
- Kenapa kau mencuri? - Bukan Davie, Devi!
Aku temannya Alicia dan Daniel.
Aku polisi hutan, pergi!
- Hey, ada apa? - Devi!
- Dia memeriksa isi ransel mu. - Apa yang terjadi?
Dia memeriksa isi ransel kalian, dia mencuri barang2 kalian.
Yeah, dia mengambilkan kamera ku sehingga aku tak perlu
- Kembali ke atas. - Tadinya aku ingin mengenalkan kalian,
Tapi sepertinya kalian sudah berkenalan.
Yo, maafkan aku.
Maafkan aku, kawan, Aku... Aku Chris.
Devi..
- Kau okay? - Aku baik.
- Tidak apa, Chris. - Okay.
- Aku juga akan lakukan hal sama. - Okay.
Baiklah.
Devi bekerja bersama kami di Palang Merah.
Instruktur Pertolongan pertama.
Kau bisa tenang sekarang, okay?
Tak ada kerusakan.
Okay.
Terima kasih.
Ayolah kita berfoto, kalian bertiga sama2.
- Yeah. - Latar belakangnya bagus.
- Okay, keren, yeah. - Yeah, keren juga.
Kau tahu cara menggunakannya?
Tentu saja.
Biar aku... Biar ku lakukan.
Aku mengalahkannya, kan?
Maksudku, dia ada di atas, tapi aku kira aku mengalahkannya.
- Yeah, dengan mudah. - Itulah pembalikan keadaan, kan.
- Kalau begitu, pergilah ke sana. - Okay.
Dia melemparkanku ke udara,
Aku bangun, langsung menerkamnya.
No comments yet. Be the first to leave one.