The first 200 lines.
ORANG, KELOMPOK, TEMPAT, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI HANYALAH FIKSI
Aku ingin menghiburmu
dari kesulitan yang tidak terucapkan.
Jantungku
berdetak untukmu.
Sejujurnya
sudah ada wanita
yang akan aku nikahi.
Ada sesuatu
yang sudah lama kurencanakan.
Aku butuh wanita itu
untuk menjalankan rencana itu.
Apa kau
jatuh cinta kepadanya?
Wanita itu
orang yang kubutuhkan.
Orang lain tidak penting bagiku.
Lalu kenapa? Kenapa kau datang menemuiku?
Kenapa kau selalu mencemaskanku?
Kenapa
kau mengatakan kau ingin aku bahagia?
Aku tahu pasti ada alasannya.
Kau tidak marah setelah mendengar perkataanku?
Jangan ikuti aku.
Tolong jangan bersedih lagi
dan jalanilah hidup yang baik.
Sudah 15 menit sejak janji temu kami.
Segera panggil penanggung jawab!
Tolong jangan marah. Dia akan segera datang.
Apa yang kau lakukan?
Kau harus membawanya dan menyajikan teh krisantemum.
Jung.
Dari mana saja kau?
Pelangganmu datang.
Kau lupa soal kesepakatan hari ini?
Apa?
Ada apa dengan tali mantelmu?
Cendekiawan itu
sudah bertunangan.
Kau tahu itu, Tuan Lim?
Itukah alasanmu menghentikanku?
Masuk lewat pintu belakang dan beristirahatlah.
Kau mungkin akan diusik.
Aku akan mengusir pelanggan itu.
Aku akan menemuinya.
Kau tidak bisa berbisnis sekarang.
Tiga, empat bulan bisnis kita menjadi modal tahunan lokakarya kita.
Lokakarya harus bagus
agar penduduk desa juga diuntungkan.
Jung hampir mengalami kecelakaan.
Cari tahu apa dia baik saja.
Yang Mulia, kasim kepala mulai curiga.
Jika kau membahayakan dirimu, kau harus menjadikannya selir.
Para dayang yang mengikuti seleksi terlibat dalam pengkhianatan,
jadi, tidak ada yang ingat wajahnya.
Dia bertemu denganku,
kehilangan orang tuanya, lalu menjadi putri pengkhianat.
Itu karena
aku ingin bersamanya dan menjadikannya putri mahkota.
Aku tidak bisa mengulangi kesalahan yang sama.
Kalau begitu, bolehkah aku memberitahunya kau akan berhenti menemuinya tanggal 15?
BLOODY HEART EPISODE 3
Siapa kau?
Kau tahu kelas sosial pria yang menodongmu dengan pedang?
Aku tidak tahu.
-Kau tak tahu. -Tidak.
Siapa dia?
Katakan semua yang kau tahu
tentang wanita yang ingin kau culik.
Kelas, keluarga,
dan hubungannya dengan pria itu.
Bicaralah.
Terbitkan larangan pernikahan di ibu kota dan Gyeonggi
untuk segera memilih Ratu.
Bujuklah Kepala Hanseong dan para pemimpin lokal
untuk menyerahkan profil wanita lajang,
tapi lakukanlah dengan wajar, tanpa merusak reputasi Keluarga Kerajaan.
Apa itu?
Ini perintah Ibu Suri, pemimpin seleksi.
Kau harus menghormati perintah ini.
-Mereka membawa para wanita? -Ayo.
-Apa yang kita lakukan sekarang? -Larangan menikah?
Kenapa kau kemari, Tuan?
Itu jeon daging.
Jika kau membutuhkanku, seharusnya kau menelepon. Aku akan segera datang.
Ini sangat berharga.
Datanglah dan temani Jung.
Dia bilang dia kesal setiap kali aku bicara.
Kupikir akan lebih baik jika dia kesal daripada depresi.
Tunggu, dia bilang dia depresi?
Kenapa?
Sejujurnya
sudah ada wanita
yang akan aku nikahi.
Nona.
Benarkah itu?
Kudengar pria terpelajar itu sudah memiliki wanita untuk dinikahi.
Karena itulah aku berusaha menghentikanmu!
Bangsawan tak bisa dipercaya. Dia mungkin punya istri dan selingkuhan.
Cukup.
Aku akan menyiram kotoran di rumah si berengsek itu, tunjukkan jalannya.
Aku juga berniat melakukan itu.
Aku ingin ke sana dan membuat keributan.
Tapi aku tidak tahu di mana rumahnya.
-Nona. -Aku tidak tahu di mana dia tinggal
atau berapa usianya.
Aku tidak ingin menyinggungnya, jadi,
aku terlalu takut untuk bertanya.
Kau ingin menikahinya. Kenapa kau tidak tahu apa-apa?
Tapi perasaannya nyata.
Dia datang menemuiku setiap Dano dan tanggal 15.
Itu bukan kebohongan.
Kenapa kau berusaha membelanya?
Nona, kau akan menghancurkan hatiku.
Tapi tetap saja, dia seseorang yang membantuku hidup.
Bagaimana denganku?
Guruku mengusirku saat aku tertular wabahnya.
Kau menerima dan menyelamatkanku.
Kenapa kau berusaha menghancurkan hatiku?
Sudahlah. Begitu aku bertemu tuanku...
Maksudku, cendekiawan itu, akan kusiram seember kotoran padanya.
Aku akan melakukannya.
Kau serius?
Ya.
Tangkap semua orang!
-Apa? -Baik, Tuan!
Tuan!
Kenapa kau melakukan ini kepada kami?
Pikirkan semua yang telah Nona Jung lakukan untuk kita.
Wanita itu yang akan mengakhiri hidup kita.
Apa yang dia lakukan?
Orang-orang di Hanyang memberikan perintah!
Apa maksudmu?
Apa Nona Jung baik-baik saja?
-Aku tidak tahu. -Ayo!
Kau belum mendengar kabar dari Desa Hutan Bambu?
Mereka meminta satu bulan lagi.
Itu sudah terlambat.
Cari tahu lebih banyak melalui pria yang dikurung di gudang itu.
Kenapa Jinsa Lim dan wanita itu
berbisnis meski kelas mereka bangsawan?
Cari tahu asal usul, reputasi, dan keluarga dekat mereka.
Selain itu,
cari tahu tentang cendekiawan yang tadinya mau dia nikahi.
Baik, Tuan.
Wanita bangsawan dalam bisnis?
Itu memang kasar,
tapi dia juga berani.
Tolong berikan
-profilku. -Yeon Hee.
Aku ingin naik ke posisi tertinggi bagi seorang wanita.
Aku tak ingin wanita lain mendampingi Yang Mulia.
Dasar bodoh. Kau tahu betapa menakutkannya Istana Kerajaan?
Ayahku Menteri Perang.
Pamanku adalah Menteri Kepegawaian.
Selain itu, keluarga ibuku kaya dengan banyak menteri lainnya.
Itu hanya menakutkan bagi mereka yang rendahan.
Siapa yang berani meremehkanku?
Benar.
Kau tahu
bagaimana ibu Yang Mulia, mendiang Ratu Inyoung, meninggal?
Ayah dari Putri Mahkota yang digulingkan
membunuhnya, bukan?
Itulah yang dunia pikirkan.
Yoo Hak Soo membunuh mendiang Raja
dan berusaha menobatkan Putra Mahkota,
tapi saat ketahuan, dia membunuh Ratu In Young karena takut Ratu tahu.
Bukankah itu kebenarannya?
Kita tak tahu siapa pelakunya.
Saat Yang Mulia berusaha melibatkan rakyatnya atas masalah itu,
Penasihat Park dengan cepat menciptakan kambing hitam itu.
Dan yang paling diuntungkan adalah
Yang Mulia.
Yang Mulia selamat sebagai Putra Mahkota
karena Penasihat Park dan mendiang Raja
setuju untuk melupakan pembunuhan mendiang Ratu.
Yeon Hee, kau mengerti?
Seperti itulah istana.
Bahkan Keluarga Kerajaan
harus memanfaatkan nyawa ibu dan istrinya untuk bertahan.
Keponakan Penasihat Park akan menjadi Ratu berikutnya.
Jangan menjadi bahan tertawaan.
Jika tidak bisa menjadi Ratu, lebih baik aku menjadi biksu.
Tidak.
Lebih baik aku mati gantung diri.
Gadis kurang ajar itu. Beraninya dia melakukan ini di depannya.
Ayah, aku akan memberinya pelajaran.
Tubuh Anda terluka saat menyamar, Yang Mulia.
Kekejaman apa ini?
Itu akan menjadi gaduh jika diketahui. Tutup mulut kalian.
Baik.
Suruh Kasim Jung masuk.
Kau harus masuk.
Yang Mulia sepertinya sering menginginkanmu belakangan ini.
Baik, Kasim Kepala.
Awasi saja Kasim Jung untuk sementara.
Dia akan segera terbukti berguna.
Apa yang dilakukan Menteri Cho?
Dia pasti menutup mulut penjaga kavaleri.
Tidak ada rumor tentang putrinya dan kau.
No comments yet. Be the first to leave one.