Release info

오!-삼광빌라-Homemade-Love-Story-E99-E100-END-NEXT-VIU
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2021-03-08
Downloads: 27
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Jae Hee, kembali ke sini. Jangan lakukan ini lagi.

Diam.

Kamu masih bisa mendengarnya dari sini.

- Benarkah? - Ya.

Kesempatan?

Ya, kamu memintaku memberimu kesempatan.

Kesempatan menunjukkan sebesar apa perubahanmu.

Aku datang untuk memberimu kesempatan.

Kamu datang untuk memberiku kesempatan

dengan membawa semua koper itu?

Kamu datang menjemputku di pagi hari,

mencariku untuk makan siang,

dan terus mengurusiku

menunjukkan bahwa kamu telah berubah.

Tapi itu sepertinya tidak cukup untuk mengetahui

apa kamu sudah menjadi orang yang berbeda.

Kamu pikir aku belum sepenuhnya berubah.

Ya, dan aku lebih suka melihat

betapa kamu telah banyak berubah dalam keseharianmu

dan apa kamu sudah menjadi Woo Jung Hoo 2.0 selamanya.

Aku akan menyaksikannya secara langsung saat tinggal bersamamu

dan membuat keputusanku.

Kalau begitu,

kamu belum menerima perasaanku untukmu.

Benar.

Aku akan tinggal di kamar terpisah dan membayar sewa.

Tidak mudah bagiku untuk mengumpulkan keberanian

guna akhirnya menemukan hidupku sendiri.

Itu alasanku tidak akan mengambil keputusan untuk kembali perlahan.

Bu Jung, sepertinya kamu sudah mempertimbangkan hal ini.

Baiklah, itu yang akan kita lakukan.

Kalian mendengar dia, bukan?

Tentu, Ayah.

Jae Hee, antar Bu Jung ke kamarnya.

Jangan konyol. Aku tahu kamarku yang mana.

Ibu benar-benar akan tinggal?

Ya.

Ibu...

- Selamat malam, Bu Kim. - Terima kasih banyak.

Lewat sini, Bu.

Kalian kemari setelah meninggalkan rumah?

Kami pergi tanpa ponsel dan dompet.

Bagaimana kalian bisa masuk ke sini?

Aku berteman dengan satpamnya.

Dia mengizinkan kami masuk.

Sulit dipercaya.

Tim keamanan kita punya masalah, bukan?

Apa yang kalian lakukan sampai alarm kebakaran menyala?

Kalian berdua berpesta di sini?

Jangan menyerang kami, ya?

Ibu, kami tidak mengadakan pesta di sini.

Ini malam pertama kami sebagai pasutri.

Apa?

- Apa katamu? - Ini malam pertama kami bersama.

Ibu?

Akan ibu jelaskan saat kita pulang.

Ibu tidak percaya kamu cukup puas dengan dirimu sampai berpesta.

Maafkan aku.

Kami sudah cukup lama terpisah

karena saling mengurus ibu masing-masing.

Menyenangkan bisa menikmati waktu bersama.

Kalian berdua.

Ganti baju dengan pakaian kering sebelum terkena flu.

- Tentu. - Ya.

Ayo.

Apa yang harus kami pakai?

Kita tidak bisa berganti pakaian jika mereka menghalangi pintu.

Haruskah kupakai yang itu?

Bagaimana kalian berdua bisa begitu cerewet?

Astaga, aku kedinginan.

Hae Deun, kamu terserang flu?

Mungkin.

Kamu harus berhati-hati.

- Pak Makjang. - Astaga!

Ada apa?

Tidak banyak yang bisa dilihat.

Omong-omong...

Bukankah situasinya memburuk?

Bagaimana jika para ibu mengunci kita di kamar?

Tidak mungkin.

Tunggu, bagaimana jika mereka melakukan itu?

Kurasa kita hanya punya satu siasat terakhir untuk dilakukan.

- Siasat terakhir kita? - Benar.

Benar juga.

- Baik. - Bukankah seharusnya kamu tanya?

Apa itu?

Kamu tidak tahu apa itu.

- Apa itu? - Kenapa tidak bertanya kepadaku?

- Kamu sudah berpakaian lengkap? - Kalau begitu, berpakaianlah.

Maaf kami membuat Ibu kemari.

Aku datang untuk membawa Hae Deun pulang.

Sulit dipercaya.

Apa yang menyebabkan alarm kebakaran menyala?

Itu bisa saja masuk berita.

Apa pendapat para satpam tentang kita sekarang?

Duduklah. Kenapa kalian berdua berdiri?

Duduklah.

Tentu.

Ibu.

Ibu.

Kami membahas situasi kami setelah meninggalkan rumah tadi,

dan kami sudah memutuskan.

Untuk apa?

Kami akan...

Kami memutuskan untuk berpisah.

- Apa? - Apa?

Kami minta maaf

sudah membuat keputusan bodoh dan menikah.

Kami akan menandatangani surat cerainya besok.

Sulit dipercaya.

Apa pernikahan adalah semacam permainan bagi kalian?

Kalau begitu,

kenapa repot-repot mengadakan pesta di kantor?

Kalian merayakan pendaftaran pernikahan.

Sebenarnya, itu pesta perpisahan kami.

Cinta kami pasti bukan apa-apa selain kami bermain api.

Kami bersalah atas tindakan kekanak-kanakan kami

dan kami minta maaf karena membuat kalian berdua khawatir.

Kami akan menebus dengan tulus tindakan kami selama ini.

Itu bagus, tapi apa yang akan kalian lakukan?

Kalian akan bercerai?

Ya.

Aku akan kembali ke London secepat mungkin

dan menyelesaikan studiku.

Apa?

Dan aku akan kembali menjadi peserta pelatihan idola K-pop.

Tapi Hae Deun,

kamu bahagia dengan pekerjaan yang kamu kerjakan selama ini.

Ibu kira akhirnya kamu menemukan keahlianmu.

Tapi kenangan di sini terlalu menyakitkan untuk dijalani.

Setelah hubungan Pak Makjang dan aku selesai,

Ibu...

Bagaimana aku bisa melihat Bu Kim lagi?

Jadi, itu yang akan kulakukan.

Ibu, aku kedinginan setelah disemprot air.

Aku ingin pulang.

Ibu, aku juga. Aku merinding.

Benarkah? Astaga, kamu pasti terserang flu.

Kamu tahu? Kita harus pergi.

Kalau begitu, kami akan pergi lebih dahulu.

Ibu...

Tentu.

Bu Kim, maafkan aku atas segalanya.

Pak Makjang, semoga kamu bahagia.

Aku juga.

Hae Deun, tunggu.

- Sun Jeong, kamu harus pergi. - Kalau begitu, sampai jumpa.

Jaga diri Ibu.

Sulit dipercaya.

Di mana kamu membeli ini?

Ini manis sekali.

Bagaimana keadaan Hae Deun?

Dia terus menangis.

Dia menangis tersedu-sedu.

Benarkah?

Kak Sun Jeong.

Bu Kim dan Kakak tidak boleh melakukan ini kepada mereka.

Jatuh cinta bukanlah dosa. Kenapa kalian mengganggu mereka?

Kakak tidak mengganggu mereka.

Mereka mendaftarkan pernikahan tanpa memberi tahu kakak.

Apa harus dibiarkan begitu saja?

Kalau begitu, Kak Hae Deun akan bercerai?

Ba Reun.

Astaga, aku sungguh tidak tahu harus bagaimana.

Ibu.

Ya.

Bagaimana kabar Jun A?

Dia menangis semalaman.

Apa? Apa dia menangis?

Astaga.

Sepertinya Kak Jun A sudah memesan penerbangannya.

Ada apa dengannya?

Kamu baru saja keluar dari masalah.

Kalian bertukar sif atau semacamnya?

Ibu dengar Na Ro

ada di kantor polisi.

Ibu dipanggil sebagai saksi.

Aku juga.

Seo A.

Kamu baik-baik saja?

Aku baik-baik saja, Bu.

Direktur Jang.

Chae Woon.

Kamu baik-baik saja?

Ya.

Bagaimana kabar ayahmu?

Dia pulih dengan baik.

Aku senang mendengarnya.

Aku

ingin meminta maaf kepadamu.

Aku sudah banyak bersalah kepadamu.

Jadi, aku harus meminta maaf atas banyak hal.

Maafkan aku, Chae Woon.

Ini semua salahku.

Aku sangat menyesali semuanya.

Maafkan aku.

Terima kasih sudah meminta maaf.

Aku tahu kamu sudah melalui banyak hal.

Jika kamu kesulitan lagi,

bicaralah denganku.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left