Season 1

Release info

Ashita, Watashi wa Dareka no Kanojo S01E06 DSNP id
A Commentary by furosty
Disney Hotstar Retail

Tags

other
Published on: 2022-06-08
Downloads: 4
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 186 lines.

Siapa pun bisa berubah asalkan mereka berusaha.

Itu kebenaran sederhana yang kuyakini.

Itu membantuku menerima diriku dan melangkah maju.

Bukan hanya pekerjaan dan usiamu,

tapi penampilanmu juga bohong?

Buang semua barang-barangku yang ada di tempatmu.

Kau menerima uang dari pelanggan

tanpa melalui kami.

Maaf, kau dipecat.

Ada apa dengan hidupku?

Sungguh menyedihkan.

Apa yang terjadi?

Nikmat! Sudah lama, jadi, rasanya enak sekali!

Aku pesan satu bir lagi!

-Segera kusiapkan. -Terima kasih!

Minumlah, Yuki.

Tapi usiaku 19 tahun.

Kalau begitu, makanlah. Aku yang bayar.

Jangan.

Biar aku saja.

Omong-omong, apa Tsubasa mencarimu setelah itu?

Tidak juga.

Kau tidak mengajarinya cara memakai riasan, bukan?

Dia merias wajahnya dengan sangat buruk saat bertemu denganku.

Lipstiknya meluber dari bibirnya dan eyeliner-nya tidak rata.

Saat aku mengkritik riasannya, dia mulai menangis.

Itu mengerikan.

Mungkin aku terlalu kasar, tapi kenapa dia menangis?

Ayana, apa terjadi sesuatu?

Apa terjadi sesuatu dengan Hiyama?

Aku tidak bisa menyangkalnya.

Sebenarnya, aku dipecat hari ini.

Apa?

Agensi tahu aku dibayar tanpa sepengetahuan mereka.

Beberapa pelanggan mungkin akan menuntutku.

Selain itu, aku baru putus dengan pacarku.

Begitu rupanya.

Silakan.

Terima kasih.

Benar juga, kita bertemu di tempat operasi plastik.

Ya.

Aku sudah banyak mengoperasi wajahku. Bagaimana denganmu?

Aku...

Aku diam-diam menjalani cukup banyak operasi plastik,

jadi, mungkin aku bisa memberimu nasihat.

Begini...

Kulitku...

Kulitmu? Kau melakukan photo facial ?

Aku baru saja menjalani Dermapen, tapi kulitmu sepertinya tidak bermasalah.

Jangan!

Maaf!

Aku...

Sebenarnya...

ada tanda di wajahku.

Seperti bekas luka atau tanda lahir?

Semacam itu.

Kubilang jangan lihat aku!

Aku tidak tahan dengan tatapan itu.

Meski aku tidak mengasihani diriku sendiri,

tatapan itu membuatku merasa menyedihkan.

Maaf kau menyembunyikan bekas luka seperti itu.

Maaf aku tidak tahu.

Maaf.

Sungguh? Itu sulit. Kau sudah menghilangkannya?

Apa?

Aku...

Tidak.

Aku hanya berkonsultasi.

Begitu rupanya. Santai saja.

Kau harus menemui dokter sebanyak mungkin.

Jika ada pertanyaan, tanyakan dengan mendetail pada dokter.

Kau bisa memercayai mereka jika mereka juga menjelaskan kontranya,

tapi jika kau tidak yakin, carilah dokter lain.

Jika tidak, kau akan mendapat masalah.

Cari tahu di Instagram

operasi apa yang menjadi spesialisasi masing-masing dokter.

Untunglah! Hujannya reda!

Maaf karena terlalu banyak bicara.

Tidak apa.

Terima kasih sudah mentraktirku.

Dengan senang hati.

Aku belum mau pulang.

Hei, kau ada waktu luang sekarang?

Ya.

Indah sekali!

Sudah lama aku tidak pergi ke laut.

Aku menyukainya.

Ini kali pertamaku pergi ke laut.

Indah sekali.

Kali pertamamu?

Bagaimana bisa?

Tapi usiamu pun baru 19 tahun.

Bersulang!

Bersulang!

"Semua orang membicarakan laut di surga."

Apa?

Kau tidak tahu? Itu dialog di sebuah film.

Mantan pacarku menyukainya.

Itu sangat membekas bagiku karena aku sering menontonnya.

Kau merokok?

Aku baru membelinya di toserba.

Dahulu aku suka minum dan merokok.

Itu tidak baik untuk kulitku, jadi, aku berhenti. Sampai hari ini.

Permisi. Ini Ayana.

Aku Ayana. Senang bertemu denganmu.

Hei, bukankah sudah kubilang jangan bawa yang jelek?

Maaf. Permisi.

Bukankah itu tidak adil? Aku membayar harga sama dengan mereka.

Kau jahat. Boleh aku memesan minuman?

Tidak. Minum air saja.

Kau sungguh kejam.

Aku jauh lebih baik.

Tidak apa-apa.

Tidak berhasil. Memperbaiki mataku saja tidak cukup.

Kupikir aku menjadi lebih manis.

Apa lagi yang harus kuubah?

Hidungku? Bibir? Bentuk wajahku?

Sebenarnya, usiaku 35 tahun.

Apa? Kau terlihat lebih muda.

Terima kasih.

Sudah terlambat untuk mengubah cara hidupku, bukan?

Perpisahan itu membuatku sadar...

bahwa hanya aku...

yang bisa membuat diriku bahagia.

Jadi, aku tak akan menyangkal cara hidupku.

Sekalipun suatu hari nanti aku mati seperti anjing, aku tidak akan menyesal.

Ya ampun...

Mengisap rokok sangat nikmat setelah bertahun-tahun.

Maaf sudah mengajakmu ke sana kemari hari ini.

Sama sekali tidak masalah.

Aku senang melihat laut.

Terima kasih sudah ikut denganku. Ayo pulang.

Baik.

Aku bersenang-senang.

Kau bermain-main.

-Kau lihat? -Ya.

Seharusnya kau bergabung denganku.

Tidak.

Aku ingin hidungku diangkat satu milimeter.

Kau menjalani beberapa operasi hidung,

jadi, jaringan subkutannya mengeras, itu akan mempersulit operasi.

Mungkin tidak berjalan sesuai keinginanmu.

Tapi itu menggangguku.

Saat aku melihat dari sudut ini. Lihat...

Itu tak menggangguku.

Aku ingin memperbaikinya. Kumohon.

Tarik napas perlahan dari hidung.

Embuskan dari mulut.

Kau baik-baik saja?

Kita akan mulai sekarang.

Aku tidak akan berhenti sampai aku mati.

Aku tidak bisa berhenti.

Aku suka bercinta denganmu, Moe.

Bagaimana kau bisa bilang begitu padahal kau mencintai Rina?

Dia di luar jangkauanku, seperti bintang.

Apa aku semudah itu?

RINA

Aduh.

Gou, kau punya waktu sekarang?

Rina?

Kami minum online dan berpikir untuk mengajakmu bergabung.

Gou, kenapa kau telanjang?

Aku berolahraga di rumah.

Apa? Benarkah itu?

Apa pacarmu ada di sampingmu?

Tidak mungkin! Hatiku sudah memilihmu, Rina.

Hentikan.

Aku tahu. Hanya gadis seperti Rina yang bisa mengambil peran utama.

Aku hanya menumpang lewat. Pemeran Figuran A...

Dia tidak perlu diajak. Dia terlalu berisik.

Rina pasti seorang gadis yang suka memanggil pria di tengah malam.

Aku merindukanmu.

Tapi aku yang mereka hubungi sesuka hati mereka.

Aku sudah menunggu.

Aku tak terlalu peduli karena aku tak jatuh cinta pada Gou.

Hei. Kau dapat banyak pelanggan hari ini?

Dia langsung membacanya.

Tidak. Hampir tidak ada.

Datang saja dan minum.

Baik.

Kau cantik. Kau mau minum?

Tidak bisa. Aku akan menemui temanku.

Kalau begitu, ajak dia juga.

Begini...

"Wanita harus menjilat pria."

"Wanita harus bersemangat menemukan cinta."

Tomorrow, I'll Be Someone's Girlfriend subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Tomorrow, I'll Be Someone's Girlfriend

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left