The first 200 lines.
SEBELUMNYA DI THE STUDIO
Hei! Ini Dave Franco.
Hai! Aku agak teler
tetapi akan kuupayakan untuk merangkum episode terakhir
karena ada banyak kejadian.
Jadi, kelompok kami tak sabar ke Vegas untuk CinemaCon,
yaitu konvensi besar
tempat studio mengenalkan film-film mereka, ketika mendadak
Griffin beri tahu Matt bahwa Continental akan dibeli oleh Amazon sialan
dan mereka akan kehilangan pekerjaan.
Tetapi jika presentasi mereka berhasil,
mereka bisa menghentikan penjualan dan menyelamatkan pekerjaan.
Matt mengadakan pesta gila-gilaan
ketika Zoë Kravitz dan kumpulan kami makan banyak jamur sihir,
khususnya Griffin yang teler berat, itu mengerikan.
Jadi, dia harus dibuat sadar sebelum presentasi
tetapi dia hilang di kasino.
Dan jika ada yang menemukannya teler,
khususnya wartawan hiburan Matt Belloni,
mereka akan bermasalah besar.
Akhirnya Patty menemukannya.
Tetapi dia tak tahu tentang penjualan ke Amazon
jadi dia menghubungi Belloni untuk melihat Griffin teler berat
agar Patty bisa membalas dendam karena Griffin memecatnya.
Begini, aku harus berjudi dan menang banyak uang
karena aku bisa menghitung kartu berkat film sulap yang kubintangi.
Jadi, nikmati episodenya! Vegas, Sayang!
"PRESENTASI"
- - Ooh! Kita seksi, bukan?
- Lihat ke sini. Bergaya di depan kamera. - Wah.
- Lihatlah kau. Kau agak seksi. - Hai.
- Patty, ini Aphrodite. Aphrodite, Patty. - Ya.
Saling berkenalan. Mungkin kita bisa bercinta bertiga.
- Bisa saja. -
Bukankah kau suka itu?
- Pemanasan! Ya! - Pemanasan. Jangan lupa pemanasan.
- - Hei!
- Patty, sudah lihat Griffin? - Hai.
- Oh! - Astaga.
- - Dia melahap patung itu!
- Astaga! Turunkan dia dari sana. - Sial!
Tidak! Biarkan dia di sana!
- Em, Kawan, apa? - Patty, kau gila?
Dia perlu hadir untuk presentasi.
Jangan sentuh dia! Belloni akan datang.
Belloni? Tetapi aku baru singkirkan dia. Kenapa dia ke sini?
Apa yang kaulakukan, Patty?
- Turunkan dia dari sana! - Tolong aku!
- Tolong kami! - Baik. Kau tetap kering.
- Patty, kenapa kau lakukan ini? - Kita tak perlu dia.
Lihatlah dia! Dia mirip keponakanku di Coachella,
tetapi dia setannya.
Dia memecatku dan merusak hidupku.
Kukira katamu kau lebih senang.
Memang. Tetapi bukan berarti dia tak coba merusak hidupku.
Begini, Patty.
Jika Belloni melihatnya, tamatlah kita.
Kau tak paham! Continental mau dijual ke Amazon.
- - Continental dijual?
Ya.
- Ke Amazon? - Ya!
- Kita akan seperti MGM? - Ya!
Jadi, seluruh Continental akan menjadi cabang perusahaan teknologi?
Benar. Benar!
Itu sebabnya aku, Griffin, dan semua orang sangat panik.
Jika presentasi ini tak berjalan lancar dan kita tak menyajikan apa pun
selain ramalan terbaik untuk tahun depan,
aku akan jadi direktur studio terakhir dalam sejarah Continental.
- Aku tak tahu itu. Aku ingin... -
- Matty. Maafkan aku. - Tak apa.
Maafkan aku.
Kau tahu aku lebih menyayangimu dibanding aku benci Griffin.
Kau dengar Matty! Singkirkan dia dari sana!
Kami mencoba!
- Apa dia bernapas? - Sedikit.
Astaga.
Jika kita tak bisa tinggalkan CinemaCon tanpa bunuh seseorang,
itu akan jadi keajaiban.
Dia harus diantar ke kamar dan disiapkan.
Bagaimana?
Hotel itu dipenuhi orang yang ingin kita gagal.
Kita harus bagaimana? Membopongnya seperti mayat?
Ya! Seperti mayat!
Kita lakukan seperti di Weekend at Bernie's.
Film itu buruk, tetapi penyamarannya hebat.
- Ya ampun. Itu keren! - Ya!
Tunggu. Sebenarnya ide itu bagus.
Kau tak serius mempertimbangkan
kita bopong tubuh lunglainya melintasi kasino?
Saatnya membuat keajaiban film.
- Ya. - Tentu.
Berjalan lebih cepat.
Aku berjalan secepat mungkin saat ini.
Baik, aku akan pergi ke kamarnya. Kuambil tasnya.
- Bagus. Temui kami di suite. - Ya.
Astaga. Aku teler. Aku tak percaya kita lakukan ini.
- Tukang pesta! - Hei, Davey!
Hei, apa kabar? Kau... Kau masih bersemangat?
- Tentu, Bajingan! - Bagus!
Aku baru menang 50 ribu di poker.
Kuambil ini dari para pria yang sangat kesal.
- Keren. Bagus. - Itu mereka! Mereka orangnya!
- Astaga. - Lihat mereka sedih?
- Ya, mereka tampak marah. - Maaf.
- Baik. Aku mau melinting... - Bagus.
...dan sampai jumpa di presentasi.
Juga, siapa pun pria itu, dia tampak sudah mati!
Sial!
- Sial! Lanjutkan. - Dia terus menyentuh telingaku.
- Matt, Matt, Matt Belloni. - Astaga. Tolong kami.
- Oh, tidak, tidak. - Tolong kami, Patty. Patty, tolong kami.
- Hei. - Hai.
- Hei! - Patty, apa kabar?
Oh, Matt Belloni! Penyampai kebenaran Hollywood yang dipercaya.
Soal kebenaran, punya berita untukku?
Eh, aku harus kembali ke sana untuk berkhianat.
Ooh, kau kejam.
Tidak, cuma CinemaCon yang biasa saja, tanpa peristiwa.
- Ya. -
Sebenarnya, kini kita bertemu,
aku mendengar gosip tentang kemungkinan penjualan atas Continental.
- Hmm. Tidak. - Serius, kau percaya itu?
Itu cuma studio lain yang mengarang cerita
sebagai pengalih perhatian akan kejayaan Matt nanti.
- Benar, Matty? - Tahun depan ini akan hebat.
- -
Itu pamanku Ronaldo Saperstein.
- Ya. - Dia pemilik tiga bioskop di Long Island.
Dan dia mabuk karena kalah berjudi.
- Ya. - Oh, aku paham, Ronaldo.
Blackjack juga mengurasku.
- Ya. Baiklah. - Belloni, kau nomor satu.
Sampai jumpa di... Sampai nanti! Sampai jumpa di aula.
Semoga berhasil presentasinya.
Tak sabar ingin melihat tindakan Griffin Mill.
- Dia akan... Dia akan hebat! - Baik, sampai jumpa.
Apa yang terjadi? Dia tampak buruk.
Ya, tentu saja.
Bagaimana situasi dengan Zoë Kravitz?
Dia bersama tim rias,
tetapi masih teler berat dan bertingkah aneh.
- - Bagus.
Kita harus berfokus pada pria ini.
- Hai, Pak. Mau kuambilkan air? - Hei, hei, hei.
- Kopi? Apa saja? - Aku agak... Eh... Aku akan...
- Aku tak paham ucapannya. - Dia terlalu teler untuk waras.
Buka pintu kamar mandi. Kita harus bersihkan dia.
Gantikan bajunya. Dia harus segera naik panggung.
Ah, dia bau.
Oh. Ya ampun. Di sini.
- Bawa dia masuk. - Akan kucoba.
- Ini... Ini dia. - Ya. Ya.
Bagus. Cepat. Bilas dia.
- - Ambil... Lepas bajunya.
- Aku mencoba. - Buka bajunya.
- Kubawakan tasnya. Ini. - Fantastis.
Hei! Sal, kami bawa bajunya.
Ada kaos kerah tinggi bersih?
- Ya, ada... Ada... - Ya. Ada.
- ...ada... Apa ini? - Apa itu?
- Kaos depan palsu. - Mirip beha.
- Baik. Kita perlu apa lagi? - Baju dalam bersih.
- Baik. Itu bisa didebatkan. - Uh.
- Kenapa kau menciumnya? - Itu naluriah.
- Sal, kau baik-baik saja di sana? - Tidak, Patty.
Aku harus masukkan kelamin bosku ke dalam Speedo-nya,
dan lama sekali karena itu besar.
- Tentu. - Sudah kukira kelaminnya besar.
Dia berjalan seperti itu.
- Dia siap. Kami datang. - Baik.
- Dia datang. - Dan satu, dua, tiga.
Tepuk tangan untuknya.
Wah. Lihatlah dia.
Indah.
- Kakinya agak goyah. - Bawa dia ke sofa.
- Bawa dia ke sofa. - Tutupi putingnya.
Itu penyangga pinggang?
Aduh, kau tampak tampan. Tampan. Kau anak besar.
Aku suka langkah kecilmu.
- Taruh dia di sofa. - Oh, itu dia.
- Pakaikan celananya. Pakai celana. - Ya ampun!
Ya. Baik. Tutupi puting itu. Baik.
Baik, tampaknya kalian bisa kendalikan.
Kami akan periksa keadaan Zoë Kravitz.
Matty, kau perlu hentikan kegilaan ini.
- Aku tak bisa hentikan. Tidak. - Jangan taruh dia di panggung.
Terlambat. Dia sudah diumumkan. Kita tak bisa tunjukkan kelemahan. Tak bisa!
Kita memperkuat strategi.
Aku tak mau buka pintu ini.
Tidak. Karena begini... Apa... Matt, ini tinggi?
- Ada apa di sini? - Dia tak mau turun.
Katanya terlalu tinggi.
Jauh sekali. Mereka tak mau tunjukkan.
Entah harus katakan apa, Zoë. Tak setinggi itu!
Bisa tunjukkan?
- Karena ini gila. - Oh, astaga.
Zoë, Sayang.
- Zo Zo, bisa lihat sepatu ini? - Ya, wah. Ya.
Meja tidur itu cuma setinggi empat sepatu.
Setinggi empat sepatu?
No comments yet. Be the first to leave one.