Rellik

Rellik

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

RELLIK-Ep2
A Commentary by unickunru

Tags

other
Published on: 2017-10-03
Downloads: 29
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

- Kita tembak orang yang meraih ponsel. - Dia membunuh 7 orang.

Bagaimana jika ada yang menyusupi celahnya?

Bagaimana jika kita membunuh orang tak bersalah?

Kamu masih tersangka kasus ini.

Aku tak membunuh orang-orang itu dan tak melakukan itu pada wajahmu.

Entah bagaimana aku melewatkannya.

Steven Mills itu salah satu pasien Isaac Taylor.

Kita membahas soal melaksanakan panahanan

orang yang menyerangmu.

Jika kamu ingin aku menyingkir, kamu harus membuatnya jadi perintah.

Aku tak bisa tinggal.

- Jadi kamu mau kemana? - Entahlah.

Aku masih melihatmu seperti dulu.

Aku tak melihat bekas luka itu.

Aku mencintaimu, Gabriel.

Kamu harus pergi.

Akhiri hubunganmu dengan wanita itu hari ini.

Jangan bicara padaku seolah cuma aku yang bersalah disini.

Kamu tak akan membiarkanku hidup, kan? Maafkan aku.

Jadi schizophrenic tak membuatmu jadi pembunuh.

Tak ada jawaban semudah itu.

Kamu baik saja, nona?

Apa aku terlihat baik saja?

Dimana kamu tidur?

Nona?

Biar kubantu.

English by innuit Penerjemah: Unickunru *_*

Semua ini dibakar demi sebuah laptop...

Pikirmu pembunuh kita melakukan ini?

Hm.

Situasi akan segera kembali normal, tahu?

Benar.

Malam, boss.

Hey!

Maaf cuma mampir sebentar saja.

Bagaimana kondisimu?

Kamu tanya kondisiku, atau...?

Tidak! Aku mengkhawatirkanmu.

Tidak, kamu tak khawatir.

Aku hanya ingin menemuimu, OK?

Semua baik-baik saja.

- Bisa kubawakan minuman? - Tidak, tak usah.

- Aku tak yakin jika... - Aku cuma ingin...

Maaf, pergilah.

Tidak. Kamu. Benar-benar.

Aku hanya ingin bertanya... yang kamu bilang tadi malam...

...kamu serius?

Tentu.

Kenapa?

Kenapa?

Karena ini... bekas luka ini, ini bukan dirimu.

Sentimen bagus. Tapi kita berdua tahu itu tak benar.

Bukankah begitu? Ini fakta.

Yang terjadi padamu harusnya tak mengubah kita.

Ada hal-hal yang...

Ada hal-hal yang masuk ke hidupmu,

yang menjadi bagian dari itu...

...tak bisa diprediksi?

Malah butuh waktu menyadarinya,

karena terkadang kamu terjebak melihat ke jalanan depan

dan... ini saat kamu berhenti dan berpikir kamu sadar...

...ini hal yang kamu tak bisa hidup tanpanya.

Ternyata kamu salah satunya.

Tak harus pura-pura ini gampang untuk dilihat.

Tidak. A..aku tak pura-pura.

Oh, Maafkan aku.

- Hanya saja... - Tak apa.

Tak apa.

Tidak... tidak apa-apa.

Tak apa. Kamu hanya perlu tenang.

Kamu jangan banyak pikiran.

Baiklah!

Biasanya kamu tak berminat diundang, benar?

Itu ulahmu, bukan?

Entah apa maksudmu.

Kamu punya laptop yang hancur itu. Apinya.. itu ulahmu.

Aku sudah disini sejak pengacaraku cukup baik membebaskanku

dari penjara sialan itu.

Ini aroma dari pemotongan anggaran.

Apa yang ada dalam laptop?

Kamu mau secangkir teh?

Katakan saja. Berhenti memberiku omong kosong dan jujurlah.

Kamu tidak siap, benar?

Melepaskannya.

Aku, aku sudah mengalami begitu lama,

Aku lupa sebagian besarnya.

Bahkan saat aku dapat cercaan, kamu sudah dapat?

Tak pernah secara langsung padamu, kecuali anak-anak,

atau mereka hanya sangat mabuk.

Normalnya, kamu hanya menguping.

Semalam, sepertinya kamu menjadi selebritis.

Semua orang penasaran,

semuanya ingin melihat apa mereka melihat yang mereka pikir,

dan beberapa mau tak mau melihatmu

dan memaksakan senyum.

Sebab mereka orang baik.

Kemudian mereka ke jalan mereka...

...sebab orang gila seperti kita tidak penting.

Sedang apa kamu?

Bisa aku ganti baju dahulu?

Oi!

Aku sedang bicara padamu.

Ow! Sialan kau!

Baiklah, baiklah!

Aku tak punya ponsel.

Bisa aku punya sepatu?

Boo-hoo.

Baiklah! Ooh!

Jadi, kurasa kalian penasaran kenapa aku mengirim surel?

Masa bodo!

Makasih sudah datang.

Jadi, ini hari yang panjang dan aneh,

tapi setidaknya tak ada yang terluka dalam kebakaran.

Dan aku tahu yang kita mau cuma ke pub dan ikut departemen IT.

Tapi sebelumnya, aku punya pengumuman.

Karena.. kenyataannya.. aku harus mengumumkan.

Itu yang kuperbuat, jadi...

...aku dan resepsionis cantikmu Alex ini...

- kami bertunangan! - Hey!

Dan kalian semua diundang!

Kecuali kamu, Mike.

Aku malah tak tahu mereka bercinta.

Kamu akan jadi detektif suatu hari. Matamu jeli.

Menyenangkan tadi malam, bukan?

Baiklah, aku tahu.

Sama jika ada yang mau apapun dari itu!

Apa ada yang punya petunjuk siapa yang memulai kebakaran?

Boss sedang melihat sesuatu, tapi tak mau berbagi.

Pensaran apa yang ada dalam laptop itu begitu penting.

Asim?

Itu malam menyenangkan.

Lalu apa rencananya?

Terus berkendara sepanjang malam

hingga kamu membuatku mengakuinya?

Ini konyol!

Tak mungkin aku yang melakukan pembakaran di kantor polisi.

Mungkin benar.

Mungkin ada yang melakukannya untukmu.

Kami akan selidiki.

Mau kemana kita?

Kamu jangan tanyai aku. tidak lagi.

Kamu melewatkannya. Salah satu hari-hari itu?

Diamlah!

Kamu berantakan! Bukan aku saja, kan? Apa lagi?

Masalah pacar?

Istri?

Istri.

Mungkin anak-anakmu tak bisa melihatmu

karena kamu punya wajah seperti waffle.

Wajah Waffle, mereka menjulukimu, bukan?

Kuduga kamu kira kamu punya semua itu.

Kuingat menontonmu di TV saat ini semua dimulai

dan kamu punya pandangan soal kepercayaan diri ini,

seperti tak ada yang bisa menyentuhmu.

Keluar menangkapi orang jahat disiang hari,

istri dan anak-anak menunggu malam hari.

Lalu ini terjadi. Dan kamu menyadarinya dibalik itu semua,

kamu sama jeleknya baik luar dan

dalam dirimu.

Aku sudah mengalaminya.

Oh, Tuhanku!

Hentikan mobilnya!

Gabriel, hentikan mobilnya!

Hentikan mobilnya!

Oh, Tuhanku!

Apa yang kamu lakukan? Hentikan!

Jesus Christ! Hentikan!

Ada apa denganmu? Kamu bisa saja membunuh kita!

Ayo jalan saja.

Tidak! Kumohon... pergi saja, tidak.

Ceritakan apa yang ada dalam laptop.

Nanti kamu akan kehilangan pekerjaanmu.

Anggaplah ada yang percaya kamu.

Ada kamera lalu lintas, kamera kecepatan...

Tidak pada pelebaran ini. Mereka sudah keluar berbulan-bulan.

Apa yang ada dalam laptop?

Kamu akan membunuh kita berdua, jika aku beritahu?

Apa yang harus kutinggalkan?

Aku tahu seperti apa rasanya.

Tapi aku sadar ada hal-hal,

yang aku tak tahu aku tak bisa hidup tanpa itu.

Ini bukan akhir, benar? Kamu masih hidup, bukan?

Jadi berhenti menyesali diri sendiri.

Berhenti bunuh diri.

Aku bisa berhenti, saat kamu beritahu.

Bukan aku yang lakukan ini padamu. Bukan aku.

Dan aku juga tak lakukan penyerangan lain.

Saat aku melakukannya pada keparat itu, hanya sekali.

Karena cara dia melukai ibuku.

Aku ingin dia sama menderitanya dengan ibuku,

belajar menjadi manusia. Bukankah kamu terkadang mengharapkan itu?

Bahwa orang-orang yang melihatmu

bisa saja dalam posisimu?

Untuk sebentar saja?

Aku tak berharap.

Kamu tahu aku tak menggertak.

Jangan buat aku melakukannya lagi, Christine. Apa didalam laptop?

Apa yang kamu sembunyikan?

Itu punya rekaman.

Sesiku dengan Isaac.

More Indonesian subtitles for Rellik

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left