The first 200 lines.
Ini semua yang bisa aku lakukan, hanya sampai di sini.
- Maaf? - Aku percaya...
...inilah akhir takdir kita.
Silakan pulang sekarang.
Bagaimana bisa kau tidak tahu cara mengendarainyaa?
Apa yang kau lakukan saat kecil?
Aku akan mengajarimu. Tidak butuh waktu lama kok.
Jangan lepas sepedanya.
Kau tidak percaya?
Apa itu Nyonya Oh Doo Ri? Ke mana Nyonya Oh Doo Ri akan pergi?
Nyonya Oh Doo Ri!
Kayuh lebih cepat.
Coba telepon dia.
Ponselku kehabisan baterai.
Mari berpikir dalam perjalanan kembali ke Seoul.
Kunci mobilku... tidak ada.
Cari lagi.
Aku pasti menaruhnya di sakuku. Di ladang kentang sebelumnya...
Apa ini?
Apa?
Ini terasa berbeda.
Seperti kumbang yang amat besar...
- Apa mungkin yang itu... - Kumbang besar itu...
- Kunci mobil? - Kunci mobil?
Apa kau melihat sesuatu?
Tidak, tidak lihat.
Jongkok dan carilah.
Aku melihat dengan mataku seperti elang.
Ini tidak akan berhasil. Ayo kembali ke rumah Kim So Wool.
Apa? Mata elang, pala lu!
Apa dia tidur?
Sudah?
Kami di sini. Tuan Kim.
Tuan Kim.
Apa ini?
Dunia tidak memiliki pasangan untukku...
...dengan demikian, aku akan lenyap sementara waktu.
Jangan mencari aku.
Ke mana dia pergi yang lebih jauh dari ini?
Tiba-tiba kenapa dia...
Aku pikir aku membuat kesalahan.
Aku tidak memikirkan perspektif Tuan Kim.
Aku hanya memikirkan tentang Oh Doo Ri.
Kau benar. Kita seharusnya mempertimbangkan perspektif mereka berdua.
Untuk saat ini ayo lihat-lihat dulu, untuk makanan dan pengisi daya.
Baik.
Kau menemukan sesuatu?
Tidak ada yang bisa dilihat.
Hanya ini di dapurnya.
Dia benar-benar menjalani kehidupan minimalis.
Kita hanya melakukan ini untuk bertahan hidup.
Apa mungkin kau punya uang?
Tidak ada. Semuanya di dalam mobil.
Minimalis hidup adalah yang terburuk!
Kau tidak akan mati karena tidak makan sekali.
Tidak seperti seseorang, aku bekerja keras, jadi aku lapar.
Tubuh tidak mengendalikan pikiran, tapi pikiran mengendalikan tubuh.
Jika kau berpikir kau tidak lapar, kau tidak akan lapar.
Aku ada radang usus.
Aku tidak lapar.
Aku ingin makan jjajangmyeon.
Aku ingin jjamppong.
Bagaimana dengan Naengmyeon pedas?
Naengmyeon yang menyegarkan dalam kaldu dingin lebih baik.
Atau ayam pedas?
Yang digoreng.
Malam sempurna dengan daging babi barbekyu dan soju.
Steak dan anggur akan ideal.
Aku ingin makan tteokbokki pedas.
Aku suka ghanjjang tteokbokki.
Tteokbokki rasanya lebih enak pakai gochujjang.
Kau tidak tahu apa-apa. Yang terbaik itu pakai ghanjjang.
- Tteokbokki! - Tteokbokki!
- Aku ingin ghanjjang tteokbokki! - Aku ingin ghanjjang tteokbokki!
Kalian membuatku sakit kepala. Kenapa kalian merengek begitu?
Cukup kalian makan saja ini.
Kemana sih Ibumu pergi selarut ini?
Dia harusnya pulang bersama-sama.
Tunggu sebentar.
Ah sudah nih.
- Baik. Ini. - Tteokbokki!
Baik. Ini.
Ini nih. Makan.
- Sudah kuduga, Tteokbokki-nya Nyonya Ko yang terbaik! - Sudah kuduga, Tteokbokki-nya Nyonya Ko yang terbaik!
Aku sudah membekukan bumbunya...
...untuk satu porsi tteokbokki buat kalian masing-masing.
Jadi mintalah Ibumu membuatnya jika kalian mau.
Rasanya terbaik kalau kau yang membuatnya.
Benar. Tteokbokki-mu itu yang paling enak.
Resep untuk semua...
...makanan favorit kalian ada di sini.
Japchae, tahu direbus...
...telur puyuh rebus...
...dan teri goreng. Semua ada di sini.
Jika mengikuti resep ini, rasanya akan sama.
Jika kalian menginginkannya, beri tahu Ibumu untuk memasaknya.
Kau bisa memasaknya untuk kami.
Tidak lagi.
Kenapa? Kenapa?
Karena San dan Deul sudah tumbuh tinggi...
...dan tahu cara membaca huruf.
Jadi aku sungguh akan bergabung dengan dunia.
- "Bergabung dengan dunia"? - "Bergabung dengan dunia"?
Ketika Ayah kalian ada seusia kalian...
...aku berencana akan bergabung, tapi...
Pada saat itu, pencerahanku kurang, jadi tidak bisa.
- "Pencerahan"? - "Pencerahan"?
Adadeh. Studi pemikiran.
Aku...
...menyukai wanita yang bisa memasak ghanjjang tteokbokki.
Kau punya tipe yang unik.
Bagaimana denganmu? Bukankah kau punya tipe pria ideal?
Aku...
...menyukai pria yang bisa menendang jegi.
Jegi?
Saat masih muda, aku menyadari pria yang bisa menendang jegi itu menarik.
Apanya yang dianggap menarik?
Sekarang?
Sekarang?
Pria yang bisa memundurkan mobil?
Memundurkan mobil?
Dia mengemudi dengan satu tangan.
Berbelok sedikit ke arahku, dan memundurkan mobil.
Aku menyadari pria sangat seksi saat melakukannya.
Kau menyukai itu?
Seperti hal-hal yang terjadi di mobil...
- Hal seperti itu. - Kau tidak tahu ya?
Karena aku suka, aku akan mencobanya di mobil.
Aku pasti akan mencobanya di mobil.
Melihat matahari terbit.
Aku mengerti. Aku berharap impianmu menjadi kenyataan.
Aku hanya akan memastikan aku berjalan lurus.
Jangan berani memundurkan mobil.
Aku tidak keberatan makan itu.
Aku mengerti kau lapar, tapi bagaimana kau bisa makan sapi itu?
Maksudku jerami, bukan sapi.
Kita bisa makan jerami ternyata.
Kita harus pergi.
Pergi ke mana? Apa yang kita lakukan?
- Aku lapar. - Apa?
Kita harus menggali dan memakannya?
Aku akan mati kelaparan. Tidak ada pilihan lagi?
Jangan berdiri saja di sana. Nyalakan lampunya.
Lampu apa?
Kau pikir kenapa aku membawa sepeda?
- Light. - Light?
Cobalah untuk mengayuh.
Jangan hanya mencari tanpa berpikir.
Coba cari juga kunci mobilmya.
Cobalah menyorotnya dengan baik. Kau membuang-buang cahaya.
Sudutnya tidak berfungsi.
Kau tidak pernah tahu. Kau masih harus mencari kuncinya.
Lagi. Lagi. Lagi. Nyalakan tepat sasaran! Nyalakan!
Tidak bisa lebih baik?
Jika tidak, tidak boleh makan kentang.
Ya, aku bisa melihatnya! Lebih jelas. Pindahkan ke kanan sedikit.
Pindahkan ke kanan. Ini dia. Sedikit lagi. Sedikit lagi.
Ini dia.
- Pertahankan kerja bagus. - Tapi ini sangat sulit.
Ayolah, kau seorang pria. Yang sulit-sulit memang pekerjaannya.
Aku tidak sanggup lagi. Gali cepat.
Aku harus menggali lagi.
Ini dia. Tolong sedikit lagi.
Jangan hanya mengabaikannya.
Coba lihat apa ada kunci mobil.
Ah dasar. Aku bilang tidak ada.
Begitu? Kau yakin?
Sumpah? Kau sudah mengeceknya?
Berhenti mengomeliku, dan mulai nyalakan apinya.
Baiklah.
Aku lapar.
Kau lihat, kan?
Dimana dia?
Ponsel sedang dimatikan. Anda akan terhubung ke kotak voicemail.
Dimana dia? Apa dia tahu jam berapa sekarang?
- Ayah. - Apa?
Hmm, kau baru pulang? Agak larut ya.
Besok hari Minggu.
Tapi kenapa kau berdiri di sini?
Kau menungguku ya.
Tidak, Jeong Eum yang masih belum pulang.
Jeong Eum belum pulang?
Ya, dia pasti sedang minum-minum. Ponselnya dimatikan juga.
Dunia adalah tempat yang menakutkan.
Dia bukan anak kecil lagi.
Jangan khawatir, silakan masuk.
Aku akan berjalan menuju halte bus.
Tidak. Kau masuk istirahat.
Karena aku habis makan, jadi aku agak kenyang.
Aku akan berjalan ke halte untuk mencernanya. Silakan masuk ke dalam. Ayolah.
Kau bisa diandalkan?
Mohon bantuannya.
Saat matahari terbenam, semua harus hewan kembali ke rumah.
Ada apa dengan dia?
Dia sudah gila. Dia sudah gila. Lihatlah sudah jam berapa sih ini.
Serius. Dimana dia? Apa yang dia lakukan?
Ponsel sedang dimatikan. Anda akan terhubung ke kotak voicemail.
Setelah bunyi bip...
Aku baik-baik saja. Kau makan saja.
Omong-omong...
No comments yet. Be the first to leave one.