The first 200 lines.
Kami menghadapi baku tembak!
Satu orang tumbang. Luka tembak di kaki.
Ada beberapa korban jiwa!
Kami menghadapi orang bersenjata di pemeriksaan medis.
Beberapa korban jiwa!
Berputar dan berputar, di pilinan yang luas.
Elang tak bisa mendengar penjinak elang.
Semua berantakan.
Pusat tak bisa menahan.
Kekacauan terjadi di seluruh dunia.
Gelombang darah yang suram terjadi,
Dan di mana-mana,
Upacara akan yang tak bersalah ditenggelamkan.
Yang terbaik kekurangan seluruh dakwaan,
Sementara yang terbaik dipenuhi hasrat yang intens.
Itu jelas beberapa wahyu telah dekat.
Itu jelas Kedatangan Kedua akan terjadi.
Laporan.
Sebutkan yang kau ketahui.
Macdonwald yang tak kenal ampun.
Penjahat alam yang berlipat ganda mengerumuninya.
Dan keberuntungan,
Pada pertengkarannya yang terkutuk sambil tersenyum,
Muncul layaknya pelacur setan.
Tapi semuanya terlalu lemah untuk Macbeth yang pemberani,
Dengan bajanya yang berayun,
Dimana asap dengan eksekusi berdarah.
Dia membuka jahitannya dari perut ke leher,
Dan mengarahkan kepalanya ke benteng kita.
Sangat bagus.
Serangan baru!
Aku bermandikan luka yang berbau busuk.
Lukaku menangis minta tolong.
- Bawa dia ke dokter. - Baik.
Kapan kita bertiga bertemu lagi?
Dalam guntur, kilat, atau hujan?
Saat huru-hara selesai,
Ketika pertempuran telah kalah dan menang,
Saat itulah matahari terbenam. Di mana?
Adil itu busuk, dan busuk itu adil.
Melayang melalui kabut dan udara kotor.
Ke mana saja kau, saudari?
Membunuh babi.
Dan mengunyah, mengunyah, dan mengunyah.
Seperti tikus tanpa ekor, aku akan melakukannya...
Angin.
Ross!
Tergesa-gesa terlihat di matanya.
Itu terlihat membicarakan hal yang aneh.
- Tuhan selamatkan Raja. - Dari mana kau berasal?
Konflik yang suram.
Kemenangan jatuh kepada kami.
Tidak ada lagi orang-orang Cawdor yang bisa menipu.
Silakan umumkan kematiannya saat ini,.
Dan...
Dengan gelarnya, sapa juga Macbeth.
Akan aku lakukan.
Apa yang telah hilang darinya,
Macbeth yang mulia telah menangkan.
Kedatangan kedua.
Kata-kata itu hampir tidak keluar,
Ketika gambar besar keluar dari Spiritus Mundi.
Di suatu tempat di gurun pasir,
Sebuah bentuk dengan tubuh singa dan kepala manusia,
Tatapan yang kosong dan kejam seperti matahari,
Menggerakkan pahanya lambat,
Sementara semua tentang itu,
Gulungan bayangan akan burung gurun yang geram.
Kegelapan turun kembali.
Namun sekarang aku tahu
20 abad tidur yang pulas,
Diganggu mimpi buruk oleh buaian yang bergoyang.
Hari yang tak biasa nan cerah yang jarang aku lihat.
Dan binatang kasar yang man,
Yang waktunya datang belakangan,
Membungkuk ke arah Betlehem untuk dilahirkan?
Adil itu busuk, dan busuk itu adil.
Melayang melalui kabut dan udara kotor.
Adil itu busuk, dan busuk itu adil.
Melayang melalui kabut dan udara kotor.
Jayalah, Macbeth.
Jaya untukmu, orang dari Glamis.
Jayalah, Macbeth.
Jaya selalu untukmu, orang dari Cawdor.
Jayalah, Macbeth.
Kau akan menjadi raja selamanya.
Jangan bicara kepadaku.
Jika kau bisa melihat ke dalam benih waktu,
Dan katakan biji-bijian mana yang tumbuh dan yang tidak,
Maka baru bicaralah kepadaku.
Lebih kecil dari Macbeth, namun merasa lebih besar.
Tidak begitu bahagia, namun jauh lebih bahagia.
Kau akan mendapatkan raja, meski kau bukan siapa-siapa.
Jadi jaya selalu, Macbeth dan Banquo.
Adil itu busuk, dan busuk itu adil.
Melayang melalui kabut dan udara kotor.
- Jayalah, Macbeth! - Jayalah, Macbeth!
Adil itu busuk, dan busuk itu adil.
Melayang melalui kabut dan udara kotor.
Melayang melalui kabut dan udara kotor.
Siapa disana?
Kami diutus untuk menyampaikan...
...rasa terima kasih dari penguasa kerajaan kami.
Dia menyuruhku memanggilmu "orang dari Cawdor".
Salam, orang yang paling berharga.
- Karena itu adalah kau. - Apa?
Apa?
Apa iblis berbicara yang sebenarnya?
Orang Cawdor masih hidup.
Kenapa kau menganggapku seperti jubah pinjaman?
Dia bekerja di reruntuhan negaranya.
Ibu kota pengkhianatan,
Pengakuan dan pembuktian, telah menggulingkannya.
Aku berterima kasih atas rasa sakitmu.
Apa kita memakan agar kegilaan, yang menyandera logika?
Anakmu akan menjadi raja.
Kau akan menjadi raja.
Duncan datang kemari nanti malam.
Dan kapan perginya?
Besok, seperti yang seharusnya.
Kau tak seharusnya melihat matahari hari esok.
Wajahmu seperti buku.
Dimana orang bisa membaca hal-hal yang janggal.
Untuk memperdaya waktu,
Terlihat seperti waktu,
Akan datang di mata, tangan, dan lidahmu.
Terlihat seperti bunga yang tidak bersalah,
Tapi menjadi ular di bawahnya.
Namun aku takut akan sifatmu.
Itu terlalu dipenuhi dengan susu kebaikan manusia,
Untuk mengejar cara terdekat.
Kau akan menjadi besar.
Bukan seni jika tanpa ambisi,
Tapi tanpa penyakit yang harus mendatanginya.
Kau tergesa kemari,
Berharap aku menuangkan rohku di telingamu.
Lalu menghukum dengan keberanian lidahku.
Semua yang menghalangimu dari putaran emas.
Burung gagak yang sendirian,
Serak,
Yang suara kematiannya memasuki Duncan...
...di bawah bentengku.
Datanglah roh...
Hadirlah di pikiran fana,
Tanpa mencumbuku di sini,
Dan penuhi aku dari ujung kepala hingga ujung kaki,
Penuh dengan kekejaman yang paling mengerikan.
Menjadikan darahku kental.
Menghentikan akses dan jalan menuju penyesalan,
Dimana tidak ada kunjungan alam yang mahal...
...mampu menggoyang tujuanku diturunkan,
Atau membuat perdamaian antara dampak dan itu.
Datanglah ke dada wanitaku,
Dan ambil susuku untuk empedu, dasar pembunuh.
Didalam zat manapun darimu yang tak terlihat,
Dimana kau menantikan kerusakan alam.
Datanglah malam yang pekat,
Dan jadilah pucat didalam asap neraka terbodoh,
Dimana pisauku yang tajam tak melihat luka yang disebabkannya,
Atau surga mengintip melalui selimut kegelapan,
Untuk berteriak, "Tahan, tahan!"
Jika itu dilakukan ketika ini selesai,
Maka itu sebaiknya dilakukan dengan cepat.
Jika pembunuhan dapat menghambat konsekuensinya,
Dan tangkapan dengan keberhasilan menghentikan...
...kelanjutan ledakan ini...
Semoga semuanya bisa menjadi,
Dan akhir semuanya di sini.
Tapi di sini...
Di tepi sungai dan kedangkalan waktu ini,
Kita akan melompat menuju kehidupan yang akan datang.
Tapi didalam kasus ini, kita masih memiliki penilaian,
Bahwa kita hanya mengajarkan instruksi berdarah,
Yang memang diajarkan,
Kembali mengganggu penemunya.
Keadilan yang seimbang yang diberikan ini,
Menghargai bahan-bahannya,
Dari cangkir beracun kita, ke bibir kita sendiri.
Apa eksekusi sudah dilakukan terhadap Cawdor?
Tidak ada dalam hidupnya yang menjadi dia,
Seperti meninggalkannya.
Tidak ada seni untuk temukan konstruksi pikiran di wajah.
Dia adalah seorang pria,
Yang aku bangun berdasarkan kepercayaan tertinggi.
Cawdor-ku yang berharga.
Dia di sini dengan kepercayaan ganda,
Pertama karena aku kerabat dan rakyatnya kuat,
Baik terhadap perbuatan,
Lalu sebagai penyambutnya,
Tang harus melawan penutupan pintu pembunuhnya,
Agar tidak membawa pisauku sendiri.
Dan juga,
Duncan ini memiliki kemampuan yang begitu lemah lembut,
Telah begitu jelas di kantornya yang besar,
Hingga kebajikannya akan memohon seperti malaikat,
Kepandaian berbicara,
Melawan kutukan yang dalam,
Dari kepergiannya.
Dan kasihan,
Seperti bayi telanjang yang baru lahir,
No comments yet. Be the first to leave one.