The First Half of My Life

The First Half of My Life (我的前半生)

Download Indonesian Subtitle

Release info

我的前半生 The First Half of My Life E 32
A Commentary by SULTAN_KHILAF
[Viki Version] Perfectly synced for all versions. Follow IG: @sultan_khilaf_sub || Visit: https://padepokananaknegeri.blogspot.co.id/m=1

Tags

other
Published on: 2017-10-09
Downloads: 13
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Paruh Pertama Hidupku

Episode 32

He Han!

Maaf, telah menyusahkanmu.

Aku telah menelpon ibuku, dan dia sudah tidak apa-apa. Kau boleh kembali.

Aku sudah disini jadi mari kita keatas bersama.

Mungkin aku bisa menolongmu mencari ide.

Tidak perlu. Kau tidak perlu pikirkan hal ini. Sungguh, semuanya baik-baik saja.

Dan juga, jika ibuku meneleponmu lain kali, jangan dijawab.

Dan juga, lain kali, jika ada anggota keluargaku meneleponmu,

jangan dijawab semuanya. Mereka tidak pengertian.

Aku minta maaf atas nama mereka. Maaf sekali.

Hei, Luo Zijun, ada apa denganmu?

Ketika ibumu meneleponku, dia tidak berhenti menangis.

Aku pikir bila ada jalan lain, dia tidak akan meneleponku.

He Han, kau sudah sangat sibuk dengan pekerjaanmu tiap hari.

Aku sudah sering memberimu masalah, jadi aku tidak bisa mengganggumu lagi.

Dan juga, tidak peduli seberapa besar masalah dalam keluarga kami,

itu tidak akan lebih besar dari situasi yang terjadi dalam bisnismu.

Sungguh, kembalilah sekarang. Aku bisa mengatasinya sendiri.

Luo Zijun.

Kenapa kau begitu sungkan denganku sekarang?

Kenapa kau menolak pertolonganku?

Aku pikir jika Tang Jing tahu mengenai ini, dia juga akan menyuruhku datang untuk menolongmu.

Dan juga, waktu kau meneleponku, aku sudah dalam perjalanan kemari.

Lalu aku pikir karena aku sudah disini,

paling tidak aku bisa membantumu.

Kau tidak akan bisa. Kau tidak akan bisa melakukan apapun.

Kau lihat bagaimana keluargaku saling berdebat tanpa henti sebelumnya.

Sangat memalukan, He Han.

Masalah keluargaku saat ini adalah hasil dari tumpukan masalah busuk sebelumnya.

Kau tidak akan mampu membantu. Hanya aku yang tahu, dan bahkan aku tidak dapat membantu apapun.

Dan kuberitahu kau, sekali keluargaku tahu,

ibuku, adik perempuanku, dan adik iparku tahu

bahwa kau sukarela menolong mereka seperti ini,

mereka akan terus menyusahkanmu.

Kau tidak akan bisa menyingkirkan mereka. Mereka akan terus

membuatmu susah. - Memangnya kenapa?

Kau pikir aku tidak mampu menghadapi mereka?

Apakah kau memandang rendah diriku?

Aku mohon, He Han, kembalilah. Sungguh, aku mohon.

Cepatlah pergi. Sungguh, jangan tinggal disini lagi.

Kau seharusnya berada di kantor saat ini

atau menjaga Tang Jing.

Dia baru saja dioperasi, jadi dia membutuhkan kau.

Dan juga, kalian berdua akan menikah.

Kalian berdua punya banyak hal untuk diperbuat.

Kau tidak perlu membuang waktumu disini, sungguh.

Aku...walaupun disini kacau balau,

aku sudah terbiasa. Aku tahu bagaimana menghadapinya.

Aku tidak akan mampu mengubahnya menjadi lebih baik,

tapi ini sudah yang terburuk, jadi tidak mungkin menjadi lebih buruk lagi.

Tidak peduli betapa buruknya, itu berubah waktu aku hadir.

Naik keatas denganku.

Aku tidak mau. Sungguh, kumohon.

Pergilah. Kumohon, He Han... - Zijun.

Percayalah aku.

Dengan aku disini, kau tidak akan mengalami masalah.

Semua masalah akan lewat.

Jangan khawatir. Aku akan kembali kerja.

Aku akan kembali menjaga Tang Jing. Tapi saat ini,

biarkan aku menolongmu.

Aku berharap untuk melihat semua yang berkaitan denganmu menjadi lebih baik.

Aku tidak mau melihatmu menderita lagi.

Jangan menangis.

Itu...kalian berdua sudah datang.

Terima kasih, He Han. Aku tahu.

Aku tahu kau pasti datang.

Aku beritahu Zijun sebelumnya

jika kau memerlukan bantuan apa saja di kemudian hari, silahkan menelepon aku kapan saja.

Betul. Itu yang aku katakan kepadanya.

Tapi dia bilang untuk tidak mengganggu hidupmu lagi.

Ayo cepat keatas sekarang.

Cepat. Silakan.

Aku menyarankan bahwa kita dipecah dalam dua grup.

Kau temani bibi pergi ke rumah Paman Cui.

Jika ada masalah, mari saling menghubungi.

Bai Guang ikut aku. Lao Zhuo punya gudang penyimpanan.

Hanya perlu dibersihkan sedikit, dia bisa tinggal sementara disana.

Ketika Ziqun kembali, kalian berdua bisa membicarakan

Apakah kalian akan mencari tempat tinggal baru.

Itu...mengenai sewanya...aku tidak mampu bayar saat ini.

Lao Zhou adalah temanku. Jangan khawatir mengenai sewanya.

Mengenai Ziqun...

Apakah kau pergi ke salon itu dan mencari Ah Hui?

Iya. Mereka bilang dia sudah pergi dan kerja di tempat lain.

Tapi mereka tidak mau memberitahuku kemana dia pergi.

Kapan dia memberimu anak ini?

Semalam.

Maka lapor ke polisi setelah 48 jam.

Polisi akan membantumu mencari Ah Hui.

Benar. Seharusnya seperti ini.

Lihat betapa bagusnya ide itu. Mari gunakan saja.

Seperti aku bilang, meminta He Han datang kemari adalah pilihan benar.

Shhh.

Oke. Oke. Lihat bagaimana dia memecahkan masalah begitu baik dan masuk akal.

Bagus sekali.

Tidak, He Han, yang paling penting adalah waktu kita sampai ke rumah Baojian,

jika anak lelakinya tetap tidak membolehkan kita bertemu ayahnya--

Baiklah. Aku akan urus itu. Cukup...

He Han, kau sudah melakukan bagianmu. Kau bisa pergi sekarang.

Nanti, aku bawa ibuku ke rumah Cui Baojian

kemudian aku kembali dan membawanya ke Lao Zhuo, oke?

Jangan kuatir.

Setelah aku mengantar Bai Guang ke tempat Lao Zhuo,

mungkin sampai sana jam 9 pagi. Lalu aku akan mengunjungi Tang Jing.

Aku akan berada di kantor jam 10 pagi. Tidak ada yang terganggu.

Waktu ulang tahun Ping'er, kau juga bilang tidak ada yang terganggu.

Tapi bukankah itu membawa masalah besar untukmu?

Siapa bilang? Terlalu membesarkan.

Jangan dengarkan kebohongan mereka.

Bai Guang, ayo pergi sekarang. Jika tidak, jalanan akan menjadi sangat macet.

Terima kasih.

Bibi, duduklah. - Tidak apa-apa. Tidak apa-apa. Cepat dan kemasilah barangmu.

Junjun, apakah kau tahu bahwa

dalam perjalanan kemari, jantungku berdetak kencang.

Berdetak sangat kencang rasanya seperti mau melompat keluar.

Dalam hatiku, hanya dengan berkata

'He Han' baru aku merasa baikan.

Sungguh, begitu aku melihat He Han, aku merasa lega.

Aku merasa dia adalah penolong besar keluarga kita.

Ibu, kau terlalu berlebihan.

Biarlah kita selesaikan masalah keluarga kita sendiri.

Dia tidak akan selalu ada tiap kali untuk membantu memecahkan masalah kita.

Kenapa tidak?

Sejak kau dan Chen Junsheng bercerai,

dia yang selalu datang memberi pertolongan. Apa kau lupa?

Hei, apakah kau ingat? Benar kan? - Bukan.

Apanya yang bukan? - Apa itu rumahnya?

Ya. Ya. Itu rumahnya. - Yang itu.

Ayo. - Oke...oh, tunggu.

Biar aku katakan dulu. He Han...

Ayo jalan. - He Han...

Jika kau bisa bicara baik-baik, jangan pakai kekerasan. Oke?

Apakah ada orang dirumah?

Kau...hanya karena mau bicara baik-baik. Kau pikir dia peduli?

Lihat rumahnya. Jelas ada orang dirumah.

Buka pintu! Baojian! Cui Baojian!

Buka pintu!

Aku tahu ada orang didalam!

Buka pintu!

Aku beritahu kau!

Jika kau tidak membuka pintu ini, aku akan terus mengetuk!

Sampai pintu ini hancur!

Cui Baojian!

Buka pintu, Cui Baojian!

Aku mencari Cui Baojian kenapa kau tidak membuka pintu untukku?

Ayahku tidak ada.

Bohong!

Aku sudah katakan ayahku tidak ada.

Aku tidak percaya.

Halo, aku Luo Zijun. Ini ibuku.

Jika Paman Cui tidak dirumah, bisakah kau beritahu aku dimana dia, supaya kami bisa mencarinya?

Kita harus bertemu muka dengan muka untuk memecahkan masalah.

Dengan sikapmu ini sekarang,

kau akan memaksa ibuku untuk kembali kesini.

Tidak peduli berapa kali dia datang, dia tidak akan bisa bertemu ayahku.

Kenapa kau buang-buang tenaga hanya untuk bicara dengannya?!

Biarkan aku masuk.

Baojian!

Baojian, aku disini!

Aku Zhen Zhu!

Baojian!

Baojian!

Baojian! Baojian!

Baojian! Baojian!

Kemana ayahmu?

Oke.

Jika kau tidak mau bilang, aku akan duduk disini dan menunggu.

Lagipula, ini rumahnya. Dia akan kembali cepat atau lambat.

Pergi. Jika kau tidak pergi, aku akan melaporkanmu ke polisi.

Pergi! - Jangan berani menyentuhku!

Apa yang kau lakukan? Apa yang kau lakukan?

Apa hakmu untuk bersikap seperti itu kepada ibuku?

Apa hakmu memperlakukan teman dan kekasih ayahmu seperti ini?

Aku di sini bersama ibuku hari ini. Kau bisa melapor ke polisi jika kau mau.

Mari kita lihat apa yang akan dikatakan polisi saat mereka datang.

Kau tidak tampak seperti orang terpelajar.

Ayahmu sangat bangga padamu. Dia bilang kau ada di luar negeri dan luar biasa dalam pekerjaan dan studimu.

Sepertinya, kau hanyalah mesin pembuat uang!

Bahkan tidak ada setetes kemanusiaan di dalam dirimu.

Jika aku adalah mesin pembuat uang, maka dia adalah mesin curang.

Apakah dia akan memperlakukan ayahku dengan baik jika dia tidak memiliki uang atau harta benda?

Menyukai ayahmu berarti aku suka dengan uangnya?

Apakah kau anak kandungnya?

Kau berpikir bahwa tidak ada seorangpun di bumi yang menginginkan ayahmu, benar?

Ayahku ditipu olehmu.

Ketika aku kembali, yang dia bicarakan hanyalah matahari terbenam dan cinta sejati.

Dia menolak untuk mendengarkan apa yang aku katakan dan bahkan mulai berkelahi denganku

Dan dia ingin aku buru-buru kembali ke Amerika.

Itu semua karenamu.

Ayahku bertengkar denganku sehingga dia masuk rumah sakit!

Apa yang kau katakan?

Apa yang terjadi dengan ayahmu? Dia ada di rumah sakit?

Penyakit apa yang dimilikinya?

Perdarahan otak. Sampai sekarang, dia masih belum sadar.

Rumah sakit mana?

Aku tidak akan pernah memberitahumu.

Perlakukan saja dia sebagai seseorang yang tidak pernah terbangun dan jangan datang mencarinya, oke?

Ada di rumah sakit mana dia? Katakan padaku...

The First Half of My Life subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The First Half of My Life

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left