The first 200 lines.
diriku menunggu, menunggu dirimu
sampai esok hari berjalan seperti masa lalu
aku datang untuk berhenti, berhenti untuk berkaca
pada hari di mana aku harus meratapi diri
kenanganku terbentang menjadi abadi
dan kusadari diriku tak bisa mencari kebenarannya
aku pun jadi selalu menyakiti diri
menangis sendirian di sudut hatiku
masa lalu menyuruhku jangan menyerah
namun semua mengalir layaknya air di sungai
"penyesalan," aku ingin sekali mengatakannya
tapi aku kehilangan kesempatanku di hari itu
aku menunggu, menunggu dirimu
sampai esok hari berjalan seperti masa lalu
hari ini aku menyakiti diriku lagi
mengukir bekas luka agar selalu kuingat
karena ku tak ingin melupakan dirimu
hanya akulah satu-satunya yang mengawasimu
masa lalu maupun masa depanmu
penderitaanmu maupun kegembiraanmu segalanya
aku percaya seseorang akan menjadi lebih baik hati
saat mereka sudah lebih dewasa
namun diriku masih tak berubah dari saat kecil
karena aku masih ingin melindungimu
selagi diriku terbangun dari kegelapan
cakrawala yang luas di depan menantiku
kota yang menyembunyikan kita berdua
tertutupi salju sampai tak diketahui siapapun
di dalam lubuk hatiku ini dirimulah luka yang terbesar yang pernah terukir
yang biasa membuatmu tersenyum di dalam dunia ini
akan kurebut kembali nyanyian yang membuatmu tersenyum
Maukah kau mendengarkan cerita tentang masa laluku?
Ini cerita saat aku masih kelas enam SD.
Suatu saat, seorang anak gadis, teman sekelasku,
membawa tujuh-delapan hamster di dalam kotak ke arahku.
Karena kecerobohannya, hamster tersebut berkembang biak,
dan karena itu, dia tidak bisa menjaga hamster tersebut.
Aku yang bersedia menjaga mereka,
saat aku sampai di rumah, aku mengisi botol bekas anggur dengan air
dan memasukkan semua hamster tersebut ke dalamnya.
Tiga jam setelahnya, setelah makan malam, aku kembali ke kamarku,
dan aku terkejut dengan apa yang kulihat.
Ada satu hamster yang berhasil bertahan karena berdiri di atas tubuh hamser lain yang mengambang.
Jujur saja, hal itu membuatku tertarik.
Aku memberi nama hamster itu Spice dan memutuskan untuk membesarkannya.
Saat aku melihat kejadian tersebut,
aku memikirkan sebuah cerita pendek yang berjudul, "Jaring Laba-Laba".
Apa kau mengetahuinya?
Seorang pendosa bernama Kandata yang dilempar ke dalam neraka.
Shakyamuni tergerak setelah melihat tindakannya yang menyelamatkan nyawa seekor laba-laba,
sehingga Shakyamuni menurunkan jaring laba-laba dari surga untuknya.
Kandata mulai memanjat jaring tersebut,
dan menendang seluruh pendosa yang mengikutinya.
Tapi benang tersebut terputus, dan Kandata jatuh kembali ke neraka.
Mungkin kau takkan percaya dengan cerita ini, tapi aku akan tetap mengatakannya padamu.
Tidak, menurutku kau pasti mengerti.
Sejak aku bertemu dengan Spice,
aku merasa seperti melihat sebuah jaring laba-laba.
Aku membunuh semua orang yang terikat dengan jaring tersebut.
Tapi suatu hari, ada anak laki-laki yang mengacaukan rencanaku.
Dan aku melihat jaring laba-laba
di atas kepala anak itu.
Yashiro!
Aku mengetahui masa depanmu!
Tapi, dia tidak mati.
Aku akan memberinya nama Spice dan mulai mengamatinya.
Dan anak itu adalah kau Satoru.
Semuanya menjadi 987 yen.
Terima kasih.
Oh iya, bukankah Satoru pernah mengatakannya padaku?
Sebenarnya, Ibu bisa langsung pergi ke Ueno tanpa harus mengganti kereta.
Itu benar.
Apa maksud ucapannya waktu itu, ya?
Selamat pagi, Satoru.
Ya, ini mengejutkan.
Kamu bisa tertidur sampai 15 tahun.
Lima ... belas ... tahun ....
Oh, kau bisa berbicara, ya.
Kurasa kamu tidak perlu menunggu lama untuk menjalani proses rehabilitasi.
Sepertinya Ibuku menghabiskan waktu sekitar empat jam dalam sehari untuk merawat tubuhku selama 15 tahun.
Dalam tiga tahun terakhir, dia menggunakan perangkat EMS
untuk berjaga-jaga jika sewaktu-sewaktu aku terbangun.
Dia merawat sendi dan ototku.
Dari anak kelas lima yang hanya memiliki tinggi 139 cm, menjadi seseorang yang memiliki tinggi 169 cm.
Dr. Kitamura berkata kalau ini semua berkat Ibuku
dan ini adalah kejadian yang tak masuk akal.
Sekarang, Satoru, mungkin ini adalah saatnya.
Tolong jawab pertanyaanku yang selanjutnya.
Apa hal terakhir yang kauingat sebelum kau tertidur?
Hal terakhir yang kuingat ....
Lo?
Lo?
Apa, ya?
Ingatanku seperti terhalang dan terkunci di balik pintu yang kokoh.
Apa kauingin melihat dirimu sendiri?
Jangan terkejut, ya.
Apa?
Wajahmu sudah banyak berubah jika dibandingkan dengan dirimu yang berumur 11 tahun.
Ya, karena ingatanmu juga kacau,
mungkin ada semacam perbedaan rasa mengenai dirimu sendiri.
Saat itu, kupikir yang dia katakan itu benar,
tapi meski aku memang berasal dari era Heisei,
aku tak merasakan apa pun mengenai tempat ini.
"Kesabaran." "Monitor pengukur detak jantung."
"Perasaan akan kehilangan." "Penghakiman."
Aku bisa membaca semuanya.
Sejak kapan aku mempelajarinya?
Siapa aku ini?
Selamat pagi, Satoru.
Selamat pagi.
Satoru, ada tamu untukmu.
Lama tak berjumpa, Satoru.
Kau terlihat baik-baik saja, Satoru.
Kenya Kobayashi dan Hiromi Sugita
adalah teman terdekatku.
Sekarang, Kenya sudah menjadi pengacara, dan Hiromi sudah menjadi dokter.
Aku membicarakan hal- hal kecil bersama mereka.
Sepertinya Kenya ingin mengatakan sesuatu padaku,
tapi sepertinya Ibuku sudah memberi peringatan yang keras.
Karena itu, kami cuma sebatas ngobrol.
Dadah!
Dadah!
Ada banyak hal yang ingin kutanyakan padanya,
tapi Ibuku berusaha untuk menghindari topik yang berkaitan dengan masa laluku.
Ibuku telah menghabiskan waktu selama lima belas tahun hanya untukku,
dan Ibu selalu percaya kalau aku akan terbangun suatu saat nanti.
Jika itu yang diinginkan Ibuku, sepertinya aku tak perlu mengingat masa lalu.
Apa kamu baik-baik saja?
Bagaimana kalau kita akhiri saja untuk hari ini?
Satoru!
Selamat, Kayo.
Episode 11
Masa Depan
Aku sudah menikah.
Dan namaku sudah menjadi Kayo Sugita.
Jadi Ayah dari anak itu adalah Hiromi?
Ya.
Sepertinya Hiromi ingin mengatakan sesuatu padaku.
Mungkin itu tentang anaknya.
Mungkin.
Oh iya, anak ini memiliki alis panjang seperti Hiromi, ya.
Ya, meski dia adalah anak laki-laki.
Namanya adalah Mirai.
Mirai: Masa Depan
Mirai, ya ....
Itu adalah nama yang bagus.
Satoru.
Jujur saja, kami merasa tak nyaman.
Apa tidak masalah kalau hanya kami yang berbahagia?
Mungkin kami juga menjadi salah satu penyebab atas keadaanmu.
Kami merasa ...
... kalau kami sudah meninggalkanmu.
Kayo, takdirku adalah milikku sendiri.
Kau tidak perlu merasa bertanggung jawab.
Aku menjadi seperti ini, pasti karena akulah yang telah mengharapkannya.
Padahal kau sudah tertidur selama 15 tahun, tapi cara bicaramu masih sama saja.
Meski begitu, Satoru ....
Aku yang dulunya hanya berpikir akan terus sendirian,
tapi sekarang aku sudah memiliki keluarga,
ini semua karena kau.
Terima kasih.
Terima kasih, ya.
Apa yang sudah kulakukan?
Cup, cup.
Apa kau lapar?
Cup, cup.
Satoru?
Apa kau baik-baik saja?
Ya.
Maaf tiba-tiba aku menceritakan banyak hal padamu.
Kau pasti lelah, 'kan?
Kalau begitu, aku akan datang lagi.
Ya, dadah.
Ah, Satoru, kau sudah kembali, ya?
Ya.
Tadi Hinazuki datang ke sini.
Ya, aku juga melihatnya.
Anaknya sangat menggemaskan, ya?
Hei.
Ibu.
Apa?
Mereka datang lagi.
Ada apa?
Para fotografer penebar gosip.
Mereka ingin menulis artikel tentangmu yang sudah tertidur selama 15 tahun.
Ah, benar juga, Satoru.
Apa ada yang ingin kamu bicarakan dengan ibu?
Tidak, tidak ada apa-apa.
Silakan.
Halo.
Terima kasih untuk semuanya.
Dr. Kitamura, kapan aku bisa berjalan lagi?
Aku tidak tahu.
Semua itu tergantung padamu.
Kalau begitu, izinkan aku melakukan rehabilitasi dua kali lipat.
Aku ingin segera pergi ke luar.
Aku akan memikirkannya.
Aku permisi sebentar.
Ya, terima kasih banyak, Pak Kepala.
Proses pemulihannya berjalan baik.
No comments yet. Be the first to leave one.