Release info

인간실격-Lost-E02-NEXT-iQIYI
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2021-09-05
Downloads: 26
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 173 lines.

[SEMUA TEMPAT, TOKOH, FIRMA, DAN PERISTIWA DALAM TAYANGAN INI HANYALAH FIKSI]

[aku bertanya-tanya apakah aku akan menjadi]

Hermes?

Dia sudah gila.

Dia tak takut kehabisan uang.

Katanya dia miskin,

tapi dia membeli semua yang dia inginkan.

Sungguh. Sulit dipercaya.

[HARAP TENANG BERDOA UNTUK MENDIANG DENGAN HORMAT]

Itu...

Jeong-woo.

Kau terlihat tampan hari ini.

Pakaianmu sempurna.

- Berdirilah di sini. - Baiklah.

Maaf...

Maaf aku tidak tahu.

Selamat tinggal, Jeong-woo.

Kini kau berutang 40 juta dan 50.000 won.

Jangan lupa mengembalikan uangku.

Aku terlahir di dunia ini

Tak apa-apa.

Jangan menangis, ya?

[Kurasa aku akan menjadi lebih miskin dari Ayah.]

[Aku terlahir di dunia ini dengan cara yang sama.]

Halo.

- Halo. - Halo.

Ada yang bisa kubantu?

- Ada yang bisa kubantu? - Ada yang bisa kubantu?

Terima kasih.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Tolong terima pelanggan dengan penuh semangat dan sopan.

Jika mendapat keluhan,

segera hubungi tim manajemen.

Mari kita bersenang-senang.

Dia baru bangun?

Hebat sekali!

Ya.

Ada apa kemarin?

Apa?

Kenapa kemarin?

Apa maksudmu?

Kau langsung ke ranjang,

menangis, dan tertidur.

Saat aku masuk, ibumu...

Ibumu tidur pulas dan mendengkur.

Tetap saja, kau bisa bicara dengannya.

Apa maksudmu?

Bersikaplah dengan sopan santun sedikit.

Dia menyelinap masuk dan membuka surat orang lain,

[dan di tengah kekacauan itu, dia menginap.]

Tapi aku harus membangunkannya dan minta maaf?

Jangan berlebihan.

[Bagaimana bisa kau bilang itu surat orang lain?]

Orang-orang selain aku adalah orang lain.

Ibumu, kau...

Semua orang adalah orang lain.

Aku mengerti. Mandi dan pergilah bekerja.

Jangan dipecat dari pekerjaanmu yang santai.

Halo?

Tutup teleponnya. Aku di toilet.

Itu bukan hal baru. Kenapa tiba-tiba malu?

Kita keluarga.

Pekerjaan apa yang santai?

Kenapa kau tiba-tiba berteriak?

Aku tidak...

Aku tidak melakukan kesalahan apa pun.

Tutup teleponnya.

Ada masalah, Pak?

Aku menelepon untuk mengabari

aku pulang larut karena ada reuni.

Tapi aku tidak sempat mengatakannya.

Kenapa?

Apa dia sudah langsung marah?

Aku tak bisa bicara dengannya belakangan ini.

Dia sangat

angkuh dan berkuasa.

Apa dia sedang melalui masa menopause?

Menopause?

Kau bilang dia lebih tua darimu.

Dia hanya lima tahun lebih tua.

Tidak mungkin.

Mungkinkah itu menopause?

Tidak mudah hidup bersama wanita yang lebih tua.

Pertimbangkan itu saat kau menikah.

Kenapa menikah? Aku tak akan menikah.

Kenapa?

Ada apa dengan pernikahan?

Itu tidak nyaman. Dari awal hingga akhir.

Tidak nyaman...

Benar...

Itu tidak nyaman.

Pernikahan akan merenggut jati diriku.

Apa?

Kenapa aku tak memikirkan itu sebelumnya?

Karena kau bertekad.

Apa aku bertekad?

Ya.

Bahkan penampilanmu pun begitu.

Jika ada reuni,

kau akan pulang pukul 00.00 atau 01.00?

Sekitar pukul 01.00 atau 02.00.

Pukul 03.00 jika aku terlambat.

Pukul 02.00, pukul 03.00...

Bisa kirim pesan teks atau menelepon.

Menelepon akan lebih baik, bukan?

Tapi aku takut meneleponnya.

Minta maaflah atas apa yang terjadi lewat SMS.

Minta maaf? Untuk apa?

Kau tahu.

"Kalau dipikir-pikir, aku tidak peka."

Semacam itulah.

Benar juga.

"Aku ada reuni. Jadi, aku akan pulang larut hari ini."

- Begitu. - "Aku akan pulang sebelum pukul 00.00."

Lalu sekitar pukul 00.00, kau bilang, "Kami sudah mau pulang."

Lalu pukul 01.00,

"Aku sedang mencari taksi."

"Karena aku di Gangnam, lalu lintas macet..."

Jika terus seperti ini,

kau akan bertahan sampai pukul 02.30.

Bukan main.

Semuanya terdengar sangat mulus.

Yang penting bagi wanita adalah

waktu yang emosional, bukan waktu fisika.

Luar biasa.

Kau ini apa?

Apa kau wanita?

Astaga.

Kau tidak tahu?

Dasar.

Aku pergi dahulu, Pak.

Baiklah. Dah.

[JIN JEONG-SU KALAU DIPIKIR-PIKIR, AKU TAK PEKA]

[JIN JEONG-SU AKU PULANG LARUT KARENA ADA REUNI KAMPUS]

[JIN JEONG-SU AKU AKAN PULANG TENGAH MALAM]

[Biasanya, aku akan memberikannya kepadamu.]

Jangan dibuang. Cuci dan gunakan lagi.

Jadi...

Apa kau akan merasa lebih baik

jika aku turun di halte berikutnya?

Situasi ini juga tidak mudah bagiku.

Tapi aku tidak bisa

tetap di bus untukmu.

Sepertinya

aku butuh izinmu untuk turun.

Ya...

Akan jadi merepotkan

jika kau menghentikanku lagi.

Aku mengerti.

Saat orang sangat sedih,

mereka ingin bersandar pada orang asing.

Maksudku,

kau tidak perlu merasa malu.

Jadi...

Boleh aku turun

di halte berikutnya?

Apa itu artinya ya?

Kalau begitu...

Belnya.

Jika ada lagi yang ingin kau katakan,

mungkin aku harus memberimu nomorku.

Kini tidak seperti dahulu...

Seperti tahun 1990-an.

Zaman sekarang bertukar nomor bukan masalah besar.

Kau pakai aplikasi pesan apa?

Pesan teks?

Atau

KakaoTalk!

Baik, KakaoTalk.

Apa maksudnya?

Apa?

Kau mengamatiku,

lalu bertanya apa aku memakai KakaoTalk.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left