The first 170 lines.
Ujian kita pekan depan, jadi, kita harus...
Pergi ke warnet dahulu.
Hei. Di mana Gong Ju?
Entahlah. Kalian pergi saja sendiri. Aku harus belajar.
Astaga. Apa karena kau tidak punya uang? Kau akan kutraktir...
Dengan uang Kyung-woo.
Astaga, dasar bodoh.
Tidak. Aku sungguh harus belajar.
Kata ibuku, jika nilaiku jelek, dia akan membuang komputerku di rumah.
Astaga, dasar bodoh. Kau percaya itu?
Ibuku juga selalu bilang begitu, tapi tidak bisa karena itu mubazir.
Itu karena kau tidak mengenal ibuku.
Dahulu, saat ayahku terobsesi dengan memancing,
dia bilang akan membuang semuanya jika ayahku memancing sekali lagi.
Alat pancingnya?
Dia melempar ayahku ke laut.
[Jika Kau Belajar, Pasangan Masa Depanmu Akan Berubah]
[Episode 25, Tipe Ideal Byung-hun, Dia Akan Segera Melepas Masa Lajangnya]
["Revolusi Cinta 1", "Revolusi Cinta 2" "Revolusi Cinta 3", "Revolusi Cinta 4"]
["Pengetahuan Penting soal Seks untuk Remaja"]
["Ini Kali Pertamaku Hidup sebagai Gender Ini"]
[Benar. Tidak ada buku yang lebih membantu dalam hidup seperti buku ini.]
[Ini akan menjadi bagian dari daging dan tulangku...]
Maafkan aku...
[Hutan Kebijaksanaan 2, 3, Toko Buku, Ruang Mengobrol, Kafe]
Kau baik-baik saja?
Kau butuh bantuan?
Kurasa kau suka buku seperti ini.
Apa?
[Baiklah. Tinggalkan buku di sini dan pergilah.]
Ya, aku menyukainya.
Apa?
Terima kasih.
[Aku dalam masalah. Dia sungguh akan membacanya?]
[Lantas, aku tidak bisa mengambilnya. Jika aku tidak bisa mengambilnya...]
Jadi, aku...
- Kurasa kau suka buku seperti ini. - Apa?
Ya. Ya, aku suka.
["Bulu Tubuhku Mulai Tumbuh!" "Pengetahuan Penting soal Seks untuk Remaja""]
Satu, dua.
Tiga.
Satu, dua.
Satu, dua. Hei. Kenapa kau tidak fokus?
Jernihkan pikiranmu.
- Lakukan 100 burpee. - Baiklah.
Apa ini? Kau terlibat masalah?
Katamu mau ikut Festival Olahraga Nasional.
Mana bisa tampil baik jika seperti ini?
Apa? Aku masih lebih baik darimu.
Itu bukan hal yang bisa dibanggakan. Kau dan aku berbeda kelas berat.
Astaga. Bahkan jika di kelas beratmu, aku akan tetap lebih kuat.
Kau mau bertaruh dan melihat siapa yang pertama menyelesaikan 100 burpee?
Apa yang kita pertaruhkan?
- Yang kalah mentraktir makan. - Baiklah.
Kalau begitu, kita harus makan bersama.
Apa? Tentu saja kau makan dengan orang yang mentraktir.
Baiklah. Mari mulai.
Satu.
Kau terlihat seperti anak SMA. Berapa usiamu?
Usiaku sudah sangat tua.
Kau yakin tidak masih muda?
Kalau begitu, kau di usia puncak?
Aku di usia saat kau bisa menanyakan apa pun selain usiaku.
Percakapan kita mengalir dengan cepat.
Kau manis sekali.
Kau sering datang ke sini?
Ya. Hampir setiap hari.
Ini tempat yang bagus untuk belajar.
Kau pasti masih kuliah.
Kurasa aku akan sering datang karena ada ujian sebentar lagi.
Benarkah? Bagus. Aku punya teman makan baru.
Mari jangan hanya TM, tapi TP juga. Teman perpustakaan.
Astaga, anak-anak zaman sekarang menyingkat semuanya.
- SS. - SS.
Apa itu?
99.
- 99. - 100.
Sial.
Astaga, aku lelah sekali.
Astaga.
Aku akan mentraktirmu makan. Ayo.
Apa? Sekarang?
Waktunya makan.
Aku tidak berdandan hari ini.
Apa hubungannya baju dengan apa pun?
Bagaimana dengan besok, alih-alih hari ini? Besok Sabtu.
Aku sudah punya rencana hari ini.
Begitukah? Kalau begitu, mari bertemu besok. Kirimi waktunya.
Baiklah.
Astaga, aku lapar sekali.
[Dasar bodoh. Kenapa besok? Kenapa harus hari Sabtu?]
[Kau bisa makan hari ini. Apa hebatnya makan dengannya?]
Kau mengundangku untuk belajar, tapi kau tidur.
Kau kejam karena menyentilku.
Aku menyuruhmu bangun.
Sebuah ciuman akan membangunkanku dengan lebih baik.
Kau akan bangun jika aku memukulmu juga.
Tapi tetap saja. Aku sudah belajar banyak.
Jika kau memukulku dengan bibirmu,
aku akan sangat diberkati dengan kehormatan besar.
Apa ini? Kenapa sepi sekali?
Kenapa kau datang?
Astaga. Aku pasti mengganggumu. Haruskah aku kembali nanti?
- Bukannya... - Bukan begitu!
Kau tidak akan pergi?
Astaga. Aku harus mengubah kode aksesku.
Jadi, kenapa kau datang?
Untuk meminjam pakaian.
Kenapa? Kau mau pergi padahal sebentar lagi kita ujian?
Kau akan belajar, jadi, kenapa berdandan?
Kau menyukai seorang gadis?
Wajahmu memberi tahu kami kau suka seorang gadis.
Sungguh?
Benarkah? Kau yakin tidak salah?
Tidak, kami tidak berpacaran.
Aku hanya menyukainya.
Jadi, kau ingin terlihat menawan untuknya.
Aku tahu persis bagaimana rasanya.
Kau menemuiku karena aku senior masalah berkencan. Dasar berandal.
Senior?
Hubunganku berbeda dengan hubungan anak kecil.
Orang yang kusukai adalah orang dewasa.
Tapi kau datang untuk meminjam pakaian dari anak kecil sepertiku, Pak?
Apa pakaian Gong Ju-young pas untukmu? Kau lebih tinggi...
Itu tidak penting.
Wang Ja-rim juga memperlakukanmu seperti anak kecil.
Tidak.
Aku tidak butuh sepasang celana. Carikan saja aku atasan yang keren.
Kau juga punya pakaian besar. Untuk kau pakai saat kau bertambah tinggi.
Hei. Pergilah. Enyahlah.
Pergilah secepat mungkin!
Terima kasih.
Itu pasti akan menjadi cinta yang tidak terbalas.
Kenapa orang dewasa mau memacarinya padahal dia sendiri anak-anak?
Jangan mencemaskannya. Belajar saja.
Sayang.
Haruskah kita juga belajar di luar?
Kapan dia datang?
Hei!
Kau baru bangun?
Tidak. Apa aku punya kotoran mata?
Tidak. Kenapa kau berpakaian begitu nyaman?
Aku akan ke pusat kebugaran setelah kita makan.
- Kau tidak mau pergi? - Tidak.
Aku selalu berpakaian seperti ini.
Apa maksudmu?
- Jadi, kita akan makan apa? - Apa pun yang kau inginkan.
Benarkah? Astaga.
Aku mau makan gukbap di cuaca ini. Mari makan itu.
Piza.
Mari makan piza.
Piza? Baiklah.
Halo.
Aku tidak tahu kau di sini.
Kau mau duduk di sini?
Baiklah.
Kau mempelajari tubuh lagi?
Ini bukumu.
Jika kau terus bersikap seperti ini, keadaan akan canggung.
Apa maksudmu?
Astaga, dia jujur.
Luar biasa Kim Byung-hun duduk begitu akrab dengan seorang gadis.
Sungguh pemandangan yang menakjubkan.
Kau ingin datang untuk melihat ini?
Apa? Aku juga akan belajar,
tapi aku penasaran soal ini.
Aku akan pergi ke tempat lain.
Tidak. Ja-rim...
Hei, aku mau ke toilet.
Baiklah.
No comments yet. Be the first to leave one.