After Party

After Party

Download Indonesian Subtitle

Release info

After Party 2024 WEBRip id
A Commentary by Kudalumping
Durasi: 01:25:18

Tags

webdl
Published on: 2025-03-27
Downloads: 31
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Biarkan saja...

Itu tidak penting.

Pasti ada di sini!

Di sini kan?

Jangan cari di situ.

Oh!

Berhenti mencarinya.

Itu tidak berharga.

Ew!

Maaf!

- Untung ada kau! - Ya!

Berikan, nanti kau muntah!

Aku tidak pernah muntah.

Kau tahu? Sebelum tidur

cobalah minum Advil dan minum air.

Selamat malam.

- Malam. - Sampai jumpa besok?

Minumlah banyak air sebelum tidur!

Ya Tuhan! Selamat malam, Ibu!

Dia sedang bekerja, tidak mengangkat telepon, tapi dia pasti akan menelepon kembali.

Dia tidak merespon pada pemberitahuan kami sejauh ini.

- Kuharap dia menelepon kembali. - Aku mengerti.

Kau mau segelas air atau kopi?

Tidak, terima kasih.

Dia tidak mengangkat telepon. Aku akan terus mencoba.

- Halo. - Hai. Itu putriku.

Halo.

Tidak ada orang lain yang tinggal di rumahnya?

Jangan khawatir, aku akan menjelaskannya nanti.

Apa maksudnya ini?

- Ayah dalam masalah. - Masalah apa?

Sesuatu dalam pekerjaannya.

- Hati-hati dengan lukisannya. - Ya.

Apa yang dia bilang?

Aku sedang meneleponnya.

Mereka mengambil semuanya?

Itu tidak perlu. Komputernya sudah ada dalam daftar.

Kau pernah ke sini sebelumnya?

Tentu saja.

- Tapi semua dataku ada di sana. - Silakan mengunduhnya.

Kami juga tahu tentang ini.

Tapi aku sendiri yang membelinya!

Kau harus membuktikannya.

Tapi ini akan tetap ada, kan?

Kami tidak yakin mengenai nilai artistiknya, Bu Vranova.

Jika kau mengajukan banding, rekanku akan mengevaluasinya.

Putriku melukisnya saat dia berusia 5 tahun.

Tetap saja. Teruskan.

Kenapa kau tidak memberitahuku kalau mereka ada di sini?

Kami tidak mau membebanimu.

Ayah bilang itu hanya sementara, tidak ada alasan untuk melibatkanmu.

Sepertinya tidak sementara.

Ini.

- Dan yang itu? - Sedang rusak.

- Dan yang ketiga? - Itu punya suamiku.

Dia harus menyerahkannya. Itu juga disita.

Menurutmu apa yang harus kami lakukan selanjutnya?

Akan sangat membantu jika suamimu menghubungi kami.

Dan melunasi utangnya sesegera mungkin.

Aku mengerti.

Kau tahu rumahnya akan dilelang?

Aku tidak tahu.

Bagaimana jika kita benar-benar kehilangannya?

Di mana kita akan tinggal?

Bagaimana dengan kuliahku? Biaya kuliah jatuh tempo minggu depan.

Bagaimana jika kita tidak punya uang?

Ayah tidak akan membiarkan itu.

Kami tidak pernah bertengkar. Dia tahu apa yang dia lakukan.

Semuanya akan baik-baik saja. Dengan rumah dan kuliahmu.

Kami membeli lampu itu sekitar 30 ribu.

Dan mereka mengambil lukisanmu dan lampu Ikea sebagai gantinya.

Itu tidak masuk akal.

Sofa itu juga mahal, kan?

Ya.

Aku harus pergi.

Apa selanjutnya?

Kita tunggu saja Ayah. Tidak ada yang bisa kita lakukan.

Terserah dia.

Kita tidak bisa duduk diam dan menunggu. Haruskah aku menelepon seseorang?

- Meminta mereka menunggu sedikit? - Aku bahkan tidak kenal orang-orang ini.

Kita serahkan saja pada Ayah. Dia akan menyelesaikannya.

Kau...

Kau membawa uang?

Untuk taksi.

Aku terlambat dan kartuku diblokir.

- Aku tidak tahu, coba kuperiksa. - Terima kasih.

- Hei Kaja, apa kabar? - Aku baru bangun tidur.

Aku perlu kau datang dengan mobil besar itu.

- Jindriska, ayolah... - Kumohon.

Apa yang terjadi? Mobilnya terlalu besar.

Ada masalah di rumah. Aku membutuhkanmu.

Oke. Aku akan membunuhmu.

Terima kasih, kau yang terbaik.

- Oh, halo. - Halo.

Tidak seorang pun membukakan pintu. Kau pasti Bu Vranova.

- Atau Nona? - Tidak, aku tidak tinggal di sini.

Begitu ya. Kurasa kami kurang beruntung.

Kau kenal Pak Vrana? Atau bagaimana cara menghubunginya?

Ini kota kecil, semua orang saling kenal...

- Maaf, aku sedang terburu-buru. Selamat tinggal. - Sayang sekali.

Selamat tinggal.

- Hai. - Hei.

Maaf, ada beberapa lelaki aneh di depan rumah.

Apa, laki-laki?

Rekan Ayahmu?

Apa yang salah?

Aku tidak yakin. Tapi kami mungkin akan kehilangan rumah itu.

- Dan semuanya. - Apa?

Apa yang dia lakukan?

Dia terlilit hutang dan entah bagaimana tidak mengatakannya.

Mengerikan sekali!

- Maukah kau membantuku? - Kita berusia 15 tahun lagi?

Ayo.

Itu berat.

Wah, maafkan aku.

Tapi kau akan mendapatkannya kembali, kan?

Bisa aku membuat secangkir kopi?

Mereka mengambil pembuat kopi. Kami hanya punya kopi Turki.

Ew.

- Dan kita akan memindahkan semua ini? - Ya, ini berharga.

Apa pendapat orang tuamu?

Ayahku tak ada di rumah dan Ibu mau menunggu.

Bukankah lebih baik menunggu?

Aku tidak mau mereka mengambil apa pun lagi.

Dan kita akan memindahkannya ke tempat bibimu?

Tidak jauh. Dia tidak mengangkat telepon, tapi tidak apa-apa, dia menyukaiku.

Kita mulai dengan apa?

Sofa? Kau gila?

Itu barang termahal yang mereka tinggalkan di sini.

Siap?

- Hati-hati. - Ya.

- Tidak akan muat. - Kita harus memutarnya.

Tunggu, aku akan membuka pintunya.

- Aku harus ganti tangan. - Licin.

- Bisa? - Ya.

- Hati-hati! - Maaf!

Sialan!

Sialan!

Sialan, sialan, sialan!

Sialan!

Sialan!

Sialan!

Sialan!

Sialan.

Sialan.

Sialan!

Adam mengirimimu pesan? Aku tidak tahu dia sudah kembali.

Kurasa begitu.

Kalian tidak bicara?

Ayo ke pestanya malam ini.

Aku tak mau keluar.

Kenapa tidak?

- Semua akan baik-baik saja, jangan khawatir. - Aku tidak mau membicarakannya.

Bukankah kau bilang kita tidak akan minum dalam waktu dekat?

Kita tidak perlu minum.

Adam masih mencintaimu.

- Tidak mungkin. - Ya.

Tapi kau terlalu bodoh memahaminya.

Kisah cintamu juga kacau.

Dasar jalang.

Maaf. Semuanya baik-baik saja?

Ya.

Kau memerintahku, tapi bagaimana dengan David?

Kami tidak bicara lagi sejak aku pindah.

- Baik, maaf. - Jangan khawatir.

Dengarkan saranku. Adam masih lajang. Begitu juga kau.

Dan kau akan tetap melajang sampai kau bertemu.

Berhenti menatap.

- Kau masih semangat? - Pasti.

- Aku saja yang nyetir. - Seharusnya ya.

Ini akan hilang sebelum kita menyelesaikan ini.

Ayo.

- Gula? - Tidak, terima kasih.

- Susu? Kau tidak mau apa-apa? - Tidak.

Kacau sekali! Aku tidak menyangka akan kedatangan tamu. Bagaimana kuliahmu?

Aku akan memulai kuliah Magister pada musim gugur.

Aku ada di mana-mana. Sibuk dengan kebutuhan orang lain.

Minumlah. Aku juga tidak menyangka kau datang.

Baiklah, aku mau bertanya

bisa aku meninggalkan beberapa perabotan di sini untuk sementara?

Rumahnya tidak besar, kami hampir tidak muat.

Tidak banyak dan hanya untuk beberapa hari saja.

Maksudku, ada banyak barang yang tidak bisa masuk.

- Anak-anak sudah pindah. - Mereka masih punya barang di sini.

Ini saat yang buruk, kami akan merenovasi rumah.

- Bagaimana dengan garasinya? - Mobil ada di sana.

Mungkin salah satunya bisa diparkir di luar sebentar?

Nona? Kami baru saja membersihkan kolam renang.

Maaf.

Kami tidak punya barang berharga lain. Kita keluarga.

Itu bukan bagian kesalahan keluarga ini.

Ayahmu juga berutang pada kami.

- Aku tidak tahu. - Hampir satu juta.

Setahun yang lalu dia duduk di sini, mau meminjam uang.

Kami belum melihat sepeser pun. "Dalam seminggu, dalam dua minggu..."

Renovasi ditunda karena kami membutuhkan uang.

Permisi, bolehkah aku menggunakan kamar mandi?

Tentu. Pintu pertama di sebelah kanan.

Terima kasih.

Dia gila. Aku tidak tahu apa yang merasukinya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left