The first 200 lines.
Kamu pasti lelah.
Kamu datang lebih awal. /- Aku lelah.
Apa Myung Ho sehat?
Dia sehat. Dia melakukan perjalanan bisnis ke Italia kemarin.
Kenapa dia tidak menikah?
Putraku sangat nyaman di rumah.
Aku memasakkannya makanan enak.
Dia tidak kekurangan apa pun. /- Itu tidak bagus.
Dia tidak ingin menikah. /- Tidak mau.
Tapi aku membiarkan dia.
Ibunya melakukan segala hal untuknya.
Ibunya selalu memasakkan makanan enak untuknya.
Jadi, dia tidak terlalu ingin menikah.
Aku butuh ruang lebih untuk pakaianku,
jadi, aku memohon padanya agar pindah.
Aku memohon padanya agar pindah.
Tapi dia tidak mau pindah.
Itu kami alami juga. Dia tidak ingin pindah.
Untuk apa dia repot-repot pindah? Kamu memperlakukannya dengan baik.
Apa kamu tinggal dengannya?
Ya. /- Apa dia tinggal denganmu?
Ya. /- Itu pasti sangat menyenangkan.
Kamu bisa memberi dia makan apa pun yang kamu mau.
Dia juga pilih-pilih makanan.
Dia tidak makan bawang bombai.
Aku masak dua panci
doenjang jjigae.
Aku memasukkan banyak bawang bombai untuk makanan suamiku.
Aku memasukkan sedikit bawang untuk makanan putraku.
Sungguh menyenangkan jika kita bisa memasak untuk anak kita.
Ya. /- Dia makan dengan lahap juga.
Tapi itu... /- Itu pasti membuatmu senang.
Putranya setahun lebih muda daripada Jang Hoon,
jadi, usianya 44 tahun. /- Ya.
Kamu ingin menantu perempuanmu berusia berapa?
Menantu perempuanku? /- Ya.
Jika putraku senang,
aku tidak masalah dengan wanita lebih tua juga.
Aku tidak peduli soal usia. /- Apa usia 65 tahun tidak masalah?
Tidak, tidak setua itu. /- Wanita lebih tua bisa saja
65 tahun.
"Mereka semua mulai tertawa selagi membahas pernikahan"
Astaga. /- Itu lucu sekali.
Jang Hoon seharusnya juga cepat mencari tahu
soal itu.
Jang Hoon tadi bereaksi.
Kami tidak berpikir begitu sama sekali.
Dia selalu memikirkan /- Ya, benar.
perceraiannya. /- itu sama sekali bukan masalah.
Itu tidak penting. /- Itu bukan masalah besar.
Itu tidak penting. /- Aku selalu
memikirkan itu. /- Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa. /- Aku memikirkannya tanpa sadar.
Kamu akan beruntung memiliki menantu laki-laki seperti dia.
Tentu. /- Tidak apa-apa.
Berhentilah bicara omong kosong. /- Jangan berpikir begitu.
Dia jujur. /- Dia pria yang baik.
Atlet dan musisi memiliki
jiwa yang sangat murni. /- Ya.
Benar. /- Menurutku,
Jang Hoon seperti ini karena dia polos.
Dia polos. /- Itu tidak buruk.
Dia polos. /- Aku merasa bersalah.
Tidak. /- Dia baik sekali.
Saat pria dan wanita bertemu
dan bercerai, itu bukan salah siapa pun.
Jika mereka tidak bisa saling akur...
Begini. Daripada melukai kakimu
dengan memakai sepatu hak
karena indah, alangkah lebih nyaman
memakai sandal seharga 1 dolar. /- Ya.
Entah apa yang terjadi, tapi kamu berhasil.
Kamu harus nyaman, bukan? /- Tentu.
Kamu harus nyaman. /- Kami punya anak,
Tentu saja. /- karena itulah
kami tidak bisa bercerai. /- Di masa kami,
walau sepatu haknya rusak,
kami harus hidup seperti itu /- Tentu saja.
karena anak-anak kami.
"Sepatu hak? Sandal jepit?"
Ya. /- Tidak apa-apa.
Kami harus membesarkan anak kami. /- Kami tinggal dengan suami kami
karena itu masih bisa ditahan.
Kami pasti akan bercerai jika tidak sanggup.
Tentu saja. /- Benar.
Ada alasan kenapa aku hidup bersama suamiku.
Kamu hebat. /- Aku mengalami
mual dan muntah parah, tapi kupikir itu akan berhenti
jika aku makan geotjeori buatan ibuku.
Tapi ibuku meninggal saat usiaku 18 tahun.
Aku sangat sedih waktu itu.
Saat putriku berusia 6 tahun,
aku berjanji padanya saat dia tidur.
Jika kamu mual dan muntah
saat hamil nanti,
ibu akan menunggu dan menyiapkan makanan untukmu
kalau kamu ingin makan makanan ibu.
Aku berjanji pada putriku yang baru berusia 6 tahun.
Saat putriku datang ke rumahku belakangan ini,
dia berkata, "Bu, buatkan aku galchijorim."
"Gorengkan ikan corvina asin." Saat dia melakukan itu,
saat aku melihat
dia tidur di sofa setelah makan banyak makanan,
"Saat dia melihat putrinya yang kenyang oleh makanannya"
aku menangis di kamar mandi.
"Dia menangis tanpa sepengetahuan putrinya"
Aku berhasil merahasiakannya sejauh ini.
Kebahagiaan tidak sulit dicapai, seperti ini.
Aku menangis.
Putriku tidak tahu.
Aku paham. /- Tentu saja.
Aku suka sifat Soo Mi.
Dia wanita yang sangat bijaksana.
Dia wanita yang bijaksana. /- Benarkah? Astaga.
Dia punya dua hal. Dia pintar dan bijaksana.
Aku berpikir begitu sejak masa lalu.
Kamu sangat hebat. /- Benarkah?
Aku ingin sekali jadi sepertimu. /- Dia benar.
Ini mungkin terdengar membual, tapi pendidikanku tidak tinggi.
Aku tidak kuliah. /- Pendidikan tidak penting.
Aku pintar. /- Ya, kamu pintar.
Generasi kita mengorbankan segalanya
demi anak-anak. /- Itu ketulusan kita.
Tapi perasaan kita juga berakhir di generasi kita.
Zaman sekarang...
"Menoleh"
Zaman sekarang,
kamu bisa langsung bercerai.
Kamu bisa langsung bercerai.
Dia melihatku /- Astaga.
sambil mengatakan itu. /- Itu lucu sekali.
Aku penasaran dia akan mengatakan apa.
Aku melihat dia. /- Zaman sekarang, mereka bahkan
bercerai dalam 6 bulan. /- Tentu saja.
Mereka seperti itu. /- Astaga.
Mereka tidak sanggup. /- Ya.
Mereka bahkan bercerai saat bulan madu.
Kita yang pertama di antara negara-negara OECD.
Kamera ini membuatku lebih cantik. /- Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa. /- Itu alasannya.
Itu lucu sekali. /- Dia luar biasa.
"Kim Soo Mi luar biasa"
"Pekan lalu"
Halo. /- Apa dia pergi ke Jepang?
"Sang Min mendatangi rumah orang tua Sayuri"
Menantuku memang yang terbaik. /- Dia ibu Sayuri.
Benarkah? Aku tahu.
Kenapa orang tua Sayuri memperlakukan Sang Min
seperti menantu mereka? /- Ya.
Mereka sangat menyukai Sang Min.
Orang tuanya menyukai dia. /- Benarkah?
Mereka sangat menyukainya. /- Ya.
Sang Min, cuacanya bagus sekali.
Cuacanya sangat bagus.
Lihatlah langitnya. /- Ya.
Ini musim panas.
"Mereka berempat keluar dengan riang"
Sang Min. /- Kurasa aku harus menyetir.
Aku tahu persis tempat itu.
Apa? Di mana?
Di mana?
Mereka pasti mau pergi. /- Pasti tempat yang mewah.
Aku sudah sering ke sana.
Kudengar ibu Sayuri belum pernah ke sana.
"Sang Min mencoba menunjukkan sekeliling Jepang pada orang Jepang"
"Kami hanya memercayaimu"
Bisakah kamu menyetir?
Tidak masalah.
Kalian bisa memercayaiku.
Di Jepang, arahnya berlawanan. /- Setirnya berlawanan.
Tapi Sang Min tetap menyetir dengan baik.
Benarkah? Itu membingungkan. /- Ya.
Hanya akan butuh sekitar 40-50 menit karena macet. Biar aku menyetir.
Bu, ayo duduk di belakang. /- Baiklah.
"Setirnya ada di sebelah kiri"
Itu sama seperti Korea. Setirnya ada di sebelah kiri.
Itu mobil Korea.
Mereka bilang itu mobil Italia.
Ayo berangkat.
Ibunya bersemangat.
"Mereka benar-benar memercayai Sang Min"
Sang Min, jalanlah sekarang. /- Tidak apa-apa.
Baiklah.
"Dia memakai penerjemah lagi untuk mengobrol hari ini"
Dia suka memakai penerjemah.
Menyetirlah dengan hati-hati.
"Penerjemah, 'Menyetirlah dengan hati-hati'"
Ayo berangkat. /- Ayo berangkat.
"Mereka memulai perjalanan dengan Sang Min"
Ayo berangkat. /- Ayo berangkat.
Aku baik-baik saja. /- Ayo.
Ayo.
"Ke mana mereka pergi?"
Kita mau ke mana?
Kita akan pergi ke pasar ikan Tsukiji.
"Pasar Tsukiji adalah pasar ikan"
Ayah, kita akan pergi ke pasar ikan.
Pasar ikan itu adalah
pasar /- Pasar ikan Tsukiji.
yang sangat terkenal. /- Itu sangat terkenal.
No comments yet. Be the first to leave one.