The first 200 lines.
Mama!
Alih bahasa : Nerd Ian
SEAS THE DAY
Kau janji mau turun.
Dua menit lagi.
Kau dan Hazel mau pindah?
Apa? / Ke Amerika.
Kudengar kau pulang ke rumah.
Ini rumahku.
Kabarnya kau mau pindah.
Kau jelas tidak tinggal di sini.
Tidak setelah yang terjadi di rumah ini.
Cobalah hotel.
Yang di luar Dublin.
Bisa jadi awal yang baru bagi kalian.
Itu bisa membantuku.
Aku tanya Hazel dulu.
Dia mungkin akan menurut pada paman.
Ini dia, si Prince.
Bagaimana kabarmu? Anjing pintar.
Ini si anjing pintar.
Akan ada halangan bagi yang dari Dublin dan
yang menuju barat Galway, lalu lintas lancar.
Halangannya di antaranya seperti hujan lebat
dari Atlantik dan wisatawan telah diminta pelan-pelan.
Terutama di N6 tempat perbaikan jalan.
Nanti akan lebih cerah di jalan--
Di sinilah kita.
Ayo.
Masuklah.
Hei.
Ada banyak buku di kotak itu.
Ya.
Suamiku penulis.
Jangan di sana. Turunlah kebawah.
Kau penulis? Terkenal?
Ben Slater? Tidak.
Karenanya aku pindah mengajar sekarang.
Bagian dunia yang indah.
Tentu saja.
Membalap di pagi hari.
Bajingan itu berbahaya.
Salah satunya hampir menabrakku musim panas lalu.
Jika aku tidak pandai--
Hei.
Di mana kau temukan itu?
Di antara barang lama ayahku.
Kupikir sudah hilang.
Lihat ini.
Pengasuhku.
Bibi-bibiku, Kate dan Rita.
Mereka ingin aku menikahi penduduk lokal baik.
Ini Dave Pearce.
Aku tergila-gila padanya.
Cinta anak muda.
Aku berharap bisa kembali ke perasaan itu.
Seperti aku dan Daisy Vaugh?
Kau tidak pernah cerita tentang dia.
Ciuman pertamaku, kelas 7 di belakang aula musik.
Andai kehidupan kedua seperti gigi kedua.
Ingat hari itu?
Ya.
Kita membangun istana pasir di pantai.
Kita juga bertengkar hebat.
Kau tahu kita berhasil melaluinya.
Ayo.
Serena. Tak ada kabar darinya sejak pemakaman.
Mari makan.
Prince!
Ayo, Ayah. / Ayo, Ayah.
Jangan hanya berbaring di sana seperti gundukan.
Bantu Ibu membuat, apa namanya lagi?
Parit. / Parit.
Perahu? / Parit, bodoh.
Dia bodoh.
Benarkah? Kau melihat si bodoh ini menggali.
Molly, ambil ember dan air.
"Molly ambil ember, Molly ambil airnya."
Ibu bisa apa jika aku tidak ada di sini?
Lari.
Maaf. Kami membangunkanmu? / Apa?
Hentikan omong kosong penulismu itu.
Kau kompleks, aku mengerti.
Ya ampun.
Bendera, Mama.
Apa-apaan ini?
Menteri sedang menghadapi mosi tidak percaya
setelah oposisi mengklaim--
"Lautan Hari Ini."
Ini kunci perpustakaan, ruang drama dan komputerku.
Bisa untuk beli bensin?
Kau akan menikmati Sacred Heart.
Kami semua tak sabar memiliki guru penulis.
Terima kasih.
Angkat.
Kita di sini meminta berkah Tuhan di tahun ajaran baru.
Tolong tundukkan kepala.
Janji-Nya tidak terlambat. Yang mengerti keterlambatan...
...bisa bersabar terhadapmu.
Tidak seorang pun ingin orang lain binasa.
Mau masuk neraka? / Semua datang bertobat.
Demi rencana-Nya, dia manfaatkan pendosa untuk tujuan-Nya.
Memberimu surga dan bumi untuk keinginanmu.
Mintalah dan kau akan menerima.
Boleh minta mobil baru?
Ada pembunuhan, Hantu Erotis, lelucon jorok, banyak.
Penggemar Elizabeth suka lelucon jorok.
Aku punya lelucon jorok.
Mau kuskorsing?
Kau terkenal?
Google saja aku, jika belum.
Tapi Google "Macbeth" juga. Kita mulai babak 1 besok.
"Besok!" merangkak di masa lalu dari hari ke hari
ke suku kata terakhir dari waktu yang terekam
dan hari kemarin kita terangi jalan menuju kematian berdebu."
Itu "Brief Candle."
Bagus, Bapa. Ada aktor di balik kerah itu.
Masaku sudah habis.
Sean Brady. / Ben Slater.
Salam kenal, Ben.
Aku mengapresiasi drama.
Siapa si jenius penulisnya?
Siapa yang buat?
Selamat datang di tempat ramah ini, Ben Slater.
Selamat datang ke Irlandia.
Aku sebenarnya sudah tinggal di sini sejak--
Sekolah ini kebanyakan berisi mayat hidup
tapi mayoritas masih punya denyut nadi.
Dan malam ini adalah malam kuis.
Kau harus datang.
Pub besar, sebagian besar staf akan hadir.
Kau sudah menikah? / Ya.
Bawa istri. Kami mau lihat dia.
Ya. / Hei.
Hei. / Hei, Sayang.
Bagaimana sekolah? / Bagus.
Aku pergi misa. / Benarkah?
Bukan hanya aku, satu sekolah.
Aku bertemu pendeta. Dia lumayan lucu.
Dia mengundang kita ke kuis malam.
Seluruh staf akan datang. Malam ini.
Kita buka hotel kurang dari tiga minggu, Ben.
Banyak yang harus aku rampungkan.
Hazel, aku tidak kemari bersembunyi. Kita pergi.
Pertanyaan terakhir untuk sepuluh Pint.
"Apa kata karakter anak-anak
"kau bisa memiliki segalanya jika kau korbankan segalanya?"
Ucapan siapa itu? Aku tidak tahu.
Berpikirlah, Donald Trump. / Trump apanya?
Aku tahu, dia bodoh. / Itu kata Ivana.
"Dan mimpi terwujud, jika kita sangat berharap."
Peter Pan.
Tulis.
Kita mungkin bisa memenangkan ini.
Hazel, aku ragu jika kau masih ingat, tapi--
Dave. / Ya.
Apa kabar?
Ini suamiku, Ben.
Salam kenal. / Apa kabar?
Kudengar kau pindah kota dan membuka hotel lagi?
Astaga, sudah lama.
Sangat lama. Kau masih--
Lajang? Ya. / Tidak, aku--
Maksudku, kau masih tinggal di--
Masih tinggal di sini. Terkutuklah aku.
Bagus.
Aku harus--
Senang bisa bertemu.
Pemenangnya, dengan satu pint, Five Furious.
Donald Trump!
Apa yang membuat kalian masuk ke bisnis hotel?
Kesemarakannya.
Di tempat ini? Aku meragukan itu.
Kau bukan orang sini.
Orang tuaku Irlandia.
Aku kuliah di Dublin.
Tiap musim panas aku kemari. Karena Ayahku berhasrat
membeli hotel kecil di pantai barat yang sekarang pamanku kelola.
Yang akan dijual andai kami tidak ambil alih.
Jadi, disinilah kami.
Ada pengalaman di bisnis perhotelan?
Tidak juga, pengalamanku di periklanan. Itu dulu.
Begitulah cara kami bertemu. Aku sering menulis salinan untuknya.
Penuh talenta. / Dan bukan ahli apa-apa.
Bagaimana perbandingan iklan dengan ruang kelas?
Lebih banyak anak di bisnis periklanan.
Jadi kau berhenti? / Ya.
Kami jual semuanya dan membeli rumah di Dublin.
Kami berkeliling dunia.
Kalian bisa melakukan itu jika tidak punya anak.
Apa yang membuatmu berpikir kami tak punya anak?
Tidak ada. Aku hanya menebak.
Kalian punya anak?
Tidak.
Punya anak di masa kini seperti membeli mobil.
Pilihan gaya hidup kata orang.
Di zamanku, kami tidak punya pilihan gaya hidup.
Jika kau menikah dan tidak hamil dalam setahun, orang akan berkata--
Anak kami meninggal.
Dia jatuh dari tangga dan kepalanya terhantam.
No comments yet. Be the first to leave one.