The Morning Show

The Morning Show

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

The Morning Show - S01E05 - ATVP WEB-DL - METCON / ION10 / ELiMiNATE
A Commentary by bontoutou
Official Subtitle - Works with all WEBRip and WEB-DL from Apple TV - METCON / ION10 / ELiMiNATE

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2019-11-15
Downloads: 37
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sekian acara hari ini.

Kami senang kau melewati pagi bersama kami.

Dan selamat untuk minggu pertamamu.

- Selamat. Bagus. - Selamat hari Jumat.

Terima kasih. Perjalanan yang menyenangkan.

Selamat berakhir pekan, Amerika.

Dan jangan beranjak untuk The Twist.

Seperti kata mereka, seperti kata Kelly... Kau paham?

Aku suka lagu ini.

Dan kita selesai.

Jangan pernah kau pertanyakan integritasku di rumahku ini lagi.

Baiklah.

Biar kujelaskan kepadamu dengan cepat.

Bisnis dari acara ini adalah dunia yang rumit.

Ada peraturan yang harus diikuti.

Kau mungkin berpikir tak berlaku untukmu, tetapi kau salah.

Acara ini akan menggerogotimu,

akan hanya menyisakan tulang belulang

dan menghancurkan semangatmu.

Kecuali memang itu tujuanmu, yang artinya,

aku tak tahu harus katakan apa.

- Chip, apa intinya? - Kau bisa berhasil di sini.

Jangan hancurkan dirimu

hanya demi menentang yang tak perlu ditentang.

Berhati-hatilah.

Kenapa? Jika jaringan temukan kesalahan, kau kambing hitamnya?

Kariermu bisa mati?

Sayangnya, kurasa kini nasi sudah menjadi bubur.

Dengar, tak semuanya orang egois berengsek.

Aku bicara kepadamu tentang dirimu.

- Chip. - Jangan, Rena. Aku perlu rehat...

Mitch di sini.

Lihat dirimu, Mort. Jenggot yang keren. Aku suka.

Hei, Greg.

Lindsey. Bagaimana anak anjingnya?

- Dia baik, Mitch. - Ingat, latihan pengandangan.

Biasakan kandangkan dia.

Selamat pagi.

Apa... Matilah aku.

Mitch?

Hai, Kapten. Bagaimana Titanic-nya?

Kenapa kau di sini?

Aku bekerja di sini 15 tahun.

Aku mau bicara kepada orang di sini.

- Kurasa itu bukan ide bagus. - Kurasa itu ide hebat.

- Panggil keamanan. - Sudah.

Aku ikut denganmu. Aku mau lihat pertunjukannya.

Semoga pertunjukannya tak melibatkan senapan sebar di balik jaketnya.

Ya Tuhan.

Halo, Semuanya.

Hai.

Kau tahu,

aku menyadari saat berjalan masuk, tak ada lagi fotoku.

Ada apa dengan itu?

Siapa yang lakukan itu?

Aku bercanda.

Yah...

ini canggung, bukan?

Aku tahu kalian takut bicara, jadi aku yang akan bicara.

Ini sangat aneh.

Pertama, aku prihatin.

Dan saat kukatakan itu, aku tak bermaksud mengaku salah.

Aku prihatin seperti saat melihat seseorang tertabrak bus,

walaupun bukan aku yang menyetir.

Jadi, aku prihatin acara ini tertabrak bus.

Kita semua tertabrak.

Yang kedua,

aku...

aku amat merindukan kalian.

Aku rindu tempat ini. Aku rindu berada di sini.

Aku merindukan mitraku.

Hei, Alex.

Kudengar kalian mewawancarai salah satu terduga korbanku

dan ada artikel New York Times yang akan segera terbit.

Dan kita tahu akan seperti apa hasilnya.

Aku yakin mereka tak akan menuliskan hal bagus tentang diriku.

Jadi itu alasan lainnya aku di sini.

Aku meminta kalian bicara membelaku.

Hubungi Times, buat pernyataan terwarta, beri mereka kutipan.

Kalian lebih mengenalku dari siapa pun, jadi,

di luar sana,

mereka akan membesar-besarkan ini.

Kita pernah bekerja bersama.

Kita sudah bekerja berdampingan selama bertahun-tahun.

Kita sudah berbagi rasa kekeluargaan.

Kita adalah kolega. Kita adalah teman.

Aku meminta kepada kalian semua, sebagai teman,

untuk bicara membelaku.

Mitch, ini tidak baik. Kau harus pergi.

Aku tahu sebagian dari kalian ingin melakukannya.

Aku tahu sebagian dari kalian ada yang mau bicara.

Tidak, tidak.

Ini menakutkan. Aku paham.

Melawan arus,

mengatakan hal yang tak populer pada saat ini

tentang orang yang tak populer saat ini.

Tetapi ini adalah hidupku!

Siapa mau membelaku?

Siapa di sini yang mau membelaku?

Kalian adalah orang-orang yang kusayangi di dunia ini!

Siapa saja?

Tidak?

Wow.

Baiklah.

Alex?

Baik. Dengar, aku paham.

Aku mengerti.

Tetapi dari lubuk hatiku, aku hanya ingin kalian tahu...

betapa pentingnya kalian bagiku.

Tetapi... Aku... Tak bermaksud menimbulkan rasa bersalah.

Aku memang sayang dengan kalian.

Dan merupakan kehormatan bisa bekerja dengan kalian. Terima kasih.

Mitch Kessler!

Rupanya Bradley Jackson.

Siapa lagi yang tahu kejadiannya?

Menurutmu siapa?

Selamat atas posisimu.

Tetaplah waspada.

Bill! Bill?

Hei.

Hei.

Kami baru saja membicarakanmu.

Benarkah?

Menurut kami kau hebat.

Sungguh? Aku merasa semua orang di sana ingin memancungku.

Tidak, tidak. Banyak dari kami yang merasa kau amat inspiratif.

Terima kasih atas ucapanmu. Aku amat menghargainya.

Mau ikut kami dan beberapa orang dari kantor besok malam?

Besok ulang tahun Claire, dan kami akan minum-minum.

Besok ulang tahunmu.

Aku yakin kau punya acara lebih penting.

Tidak. Sebenarnya aku tak punya acara. Aku...

Aku tak kenal siapa pun di sini. Jadi aku senang ikut.

Aku hanya harus pindah ke hotel baruku. Tetapi pukul berapa?

Sekitar 21.00?

- Ya. - Di Tom O'Donnell's.

- Bagus. - Birdly!

Kurasa itu aku. Aku Birdly, kurasa. Baik, sampai jumpa besok.

- Dah, Birdly. - Dah.

- Terima kasih. - Selamat menikmati.

Astaga.

Dan dia berbuat itu kepadaku.

Dia memberiku cap.

Dia mencuri kepercayaan diriku, harga diriku.

Lalu aku tenggelam,

dan tak ada yang menyelamatkanku.

KAU DIUNDANG

HADIRILAH MALAM BROADWAY DAN MUSIK UNTUK MENGGALANG DANA

UNTUK NEW YORK THEATRE DEVELOPMENT FUND

DISELENGGARAKAN ALEX LEVY DAN JASON CRAIG

Ya Tuhan.

Halo. Mohon tinggalkan pesan setelah nada berikut.

Hai, ini Chip. Bisa hubungi aku?

Aku amat butuh bantuan.

- Hei, Mia. - Selamat pagi, Bradley.

Maggie Brener dari New York Magazine segera datang.

Kuminta resepsionis meneleponmu.

Ya. Aku hampir siap.

Dengar. Soal wawancara Ashley itu.

- Kita belum sempat bicara. - Aku tahu, Mia.

Aku tak akan berkata seperti pikiranmu.

Kupikir itu wawancara bagus. Aku amat bangga,

apalagi Mitch datang setelahnya.

Itu sebuah pengingat besar bahwa tindakanmu benar.

Kurasa dia rindu punya pemirsa.

Ya. Lihat yang terjadi. Kami hanya diam dan mendengarkan.

Jelas kita akan penasaran.

Tepat. Itu sebabnya Maggie Brener akan penasaran, bukan?

Bencana menakjubkan ini,

dan dengan pengakuan Ashley,

itu bisa menambah banyak pertanyaan untuk The Morning Show.

Dan dia akan berharap kau menjawabnya.

Apa permintaanmu?

Aku hanya minta kau mengingat itu.

Maggie pikir dia lebih pintar dari siapa pun.

Aku tak tahu alasan The Morning Show memilihku.

Aku kadang merasa mereka memilih orang yang salah.

Seperti akan ada yang menelepon dan bilang ini kesalahan besar.

Itu bagian dari pesonamu, bukan?

Tidak adanya kepura-puraan, rendah hati yang tak dibuat-buat.

Bagaimana kau bisa tetap begitu?

Entahlah. Kurasa, jangan dengarkan kabar tentang dirimu sendiri.

Jangan di antara orang yang selalu membenarkanmu.

Intinya aku berpikir nanti semua akan mati,

jadi, percuma mengejar kesuksesan.

Jangan sampai terperangkap omong kosong itu.

Harusnya aku tak katakan itu.

Tak apa. Kita semua kadang berkata kotor.

Jadi, kau mengubah The Morning Show, jangan sampai kau diubah The Morning Show?

Kurasa kami bisa tumbuh bersama.

Benar.

Tetapi... Alex.

Aku cukup lama mengenalnya. Dia legendaris.

Benar.

Menurutmu dia siap untuk...

revolusi feminis Morning Show yang telah kau mulai?

Terutama di kandangnya sendiri.

Kurasa dia siap.

Tetapi apa kau menyadari pergeseran budaya di balik layar

setelah Mitch pergi?

More Indonesian subtitles for The Morning Show

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left