The first 200 lines.
Jeong Jun-ho
Jeong Ung-in
Jeong Un-taeck
Park Jun-gyu
Oh Seung-eun
Song Seen-mi
Penampilan khusus: Kim Sang-Jung and Im Chang-jeong
Ayo! Bangun, bangsat!
Bos..
Guru..
Dan ayah..
..adalah satu.
Naskah dan Sutradara: Yun Je-gyun
Dusabu-ilche My Boss My Hero
Myeogdong adalah pangkalan gangnam!
Walaupun Du-shik mengambil alih Myeogdong.
Daerah itu terlalu berharga untuknya..
- ..untuk perubahan ke depan! - Setuju, bos!
Hari ini, saudara termuda..
..baru saja lulus dari sekolah..
..dan banyak dari mereka yang kuliah.
Du-shik bahkan belum menyelesaikan sekolahnya!
Tolong pertimbangkan kembali, bos!
- Kerja yang baik di Myeongdong kemarin. - Aku berutang segalanya padamu, kak.
Kau tahu bagaimana caranya berlaku sopan. Kau sudah dewasa.
Byeong-Hun, anak sialan itu. Bodohnya.
Cuma bawahan tapi dia berani mengkhianati geng? Sialan...
- Tambah lagi minumnya. - Terima kasih, kak.
Hei, Du-shik! Kau punya e-mail ?
Sialan, kau menanyakanku untuk hal yang tolol?
Apa alamat e-mail mu?
110-211 Seoul, Jung-go, Myeongdong, 844 Eco Villa..
..Apt. 303.
Kau ngapain?
Merancang cafe di internet.
Cafe?
Cafe katamu? Kau tidak bisa untung dengan cara itu!
Kakak memberitahu kita..
..untuk tidak melakukan apapun yang tidak menghasilkan uang, dongo!
- Hei, Head! - Apa? Aku cuma mengatakan yang sebenarnya!
Kau tahu apa itu internet?
- Kau kira aku bodoh? - Kalau e-mail ?
Aku memakainya tiap hari!
Aku bisa memakai e-mail ini 12 kali sehari! 12 kali, sialan!
Terserahlah.
Itu yang terjadi?
Bukankah bos dari keluarga Jongro masuk sekolah?
Sepertinya setiap yang kuliah, seolah-olah diri mereka lebih baik dari yang lain!
- Aku tak pernah bilang seperti gitu. - Bohong!
Kau mengatakan internet begini, e-mail begini..
..cafe begini dan begitu, kau pembohong!
Kak, kau tahu apa itu cafe internet?
Itu ada di wilayah kita?
Kau betul-betul tidak tahu, kak!
Dia bilang, "Apa itu di daerah kita?"
Kenapa si Head selalu begitu?
Model yang kayak gitu tidak pernah terbayangkan di Las Vegas.
- Pernah ke Las Vegas? - Belum.
Kau itu tak tahu apa-apa, dongo!
Kau harus banyak belajar, kurang ajar!
Tulis namamu.
Serius, kak?
Dalam tulisan Cina.
Aku akan biarkan Myeondong buka sampai akhir tahun, raih ijazah SMA-mu.
Jika ada yang punya masalah dengan hal tersebut, aku akan mengatasinya.
Kau paham?
Iya, kak.
Polisi ada dimana-mana pasca insiden Myeongdong.
Head, kau harus jalankan bisnisnya dan jaga geng kita..
..selama bos tidak ada.
Kau mau kemana, kak?
Kakak akan pergi untuk sementara.
Kak! Kau tidak boleh ke penjara!
Aku akan pergi menggantikanmu!
- Kita harus pergi. - Aku akan menggantikan.
Betul, kak.
Makasih ya.
- Kakak.. - Tentang rencana sekolah..
..bagaimana kalo sekolah swasta?
- Sekolah swasta? - Sepupuku mengambilnya..
..di Noryangjin. Di sana sekolah swasta-nya bagus.
Guru-gurunya bagus dan bonafit!
Betulkah? Tapi... Apa tempat itu bisa mengeluarkan ijazah?
- Kalo kau memberi mereka uang. - Oh!
Dunia ini tiba-tiba jadi tempat yang indah!
Mari tepuk tangan dengan kemajuan pendidikan kita!
Ayo, ayo, ayo!
Jadi, pertama harus fokus di Bahasa Korea, Matematika dan Bahasa Inggris..
..dan kedua secara keseluruhan kurikulum umum untuk percepatan akhir!
Itu dia! Percepatan! Itu penting! Tapi, kurikulumnya agak aneh.
Usiamu diturunkan. Lahir 1981, jadi umurmu 20 tahun.
20 tahun?
Banyak orang bilang kau kelihatan seperti usia 20-an.
Memang aku tampak muda untuk orang seumuranku.
Sangat sulit untuk masuk sekolah negeri, jadi aku masukkan ke sekolah swasta.
Aku menemukan sekolah swasta..
..dengan reputasi yang bagus dan guru-guru yang kompeten.
- Benarkah? - SMA Sangchun di Gangnam.
Sangchun?
Kau diizinkan masuk asal memberikan sumbangan.
Sumbangan macam apa?
Kau beri, dan nantinya kau ambil.
Hal yang penting lainnya, adalah co-ed.
Kak!
Aku telah mencari tempat yang bagus.
Sekolah dengan rating yang tinggi...
- SMA Noryangjin! - Yang terbaik, kak!
Bonafit, gurunya bagus..
- Kurikulumnya standar! - Mereka mengeluarkan ijazah!
Dan..
Bagaimana penampilanku?
Ada yang salah?
Anak sekolah sekarang sisirannya tak ada yang klimis.
Gye Du-shik masuk sekolah.
Selamat, kak!
Apa-apaan ini?
Kak! Aku bangga padamu.
Tanya kalo kau tak tahu, bego. Kau itu tak tahu apa-apa.
- Ulangi perkataanku, "Aku tak tahu apa-apa." - Aku tak tahu apa-apa.
Sialan, kau betul-betul bego dan asal bertindak!
Siapa yang beli tas ini?
Apa?
Aku, kak!
Aku harus membelikanmu sesuatu untuk keperluan sekolah dan segala sesuatunya.
Kak, tas itu buatan Amerika.
Dan celananya?
Mesti berapa kali aku kasi tahu, dongo?
Sini bibirmu!
Aku sudah kasi tahu untuk selalu bertanya padaku kalo mau bertindak!
Tanya dulu!
Kak, akan kubelikan kau tas sekolah besok.
Bagaimana bisa aku mempercayainya menjalankan sesuatu?
Hentikan mobilnya.
Sekolah masih jauh...
Pinggirin! Kalo aku bilang ke pinggir, ke pinggir!
Belum dinyalain.
Baru ketahuan, bodohnya...
Hei, kamu!
Tahan pintunya!
Kurang ajar, dia pikir siapa dirinya membuat kakak berlutut seperti itu.
Sialan betul lagaknya!
Petantang-petenteng di hadapan siswa.
- Halo. - Selamat pagi, murid-murid!
Ayo, banyak yang harus kita kerjakan hari ini.
Betulkan, Dong-pal?
Ya kan, Gyeong-sil? Ya kan? Jawab dong!
Siapa kau?
Saya murid pindahan baru.
Kenapa tidak bilang dari tadi?
Tak apa-apa, ayo berdiri. Berdirilah, tak apa.
Aku bilang berdiri, bangsat!
Kau sudah gila? Kau tak punya sopan santun?
Terlambat di hari pertama! Tak punya pendirian!
- Si sialan itu! Sini! - Diamlah.
Aku akan bertanggung jawab! Panggil seluruh keluarganya!
Kau menakutiku, sialan!
Bagaimana bisa seorang wanita punya banyak bulu kaki.
Kenapa terus-terusan main ke toilet cewek?
Ke toilet laki-laki dong, bencong!
Kau gila?
Jika aku dandan di sana, mereka akan melempariku kotoran!
Aneh, kau kira akan selesai begitu saja dengan meluruskan rambutmu?
- Dasar gila.. - Kau yang banyak omong.
Jangan khawatir dengan rambutku. Pikirkan saja rambutmu.
- Kyeong-sil. Kau punya pembalut? - Hei, Yun-ju.
Kalian itu perempuan, tapi berantakan sekali.
- Makasih, nanti aku ganti. - Yang merk "White" ya!
Apa? Jangan melihatku seperti itu.
Si aneh dan si kutu buku.
Cewek perokok sialan.
Semoga kalian terkena kanker paru-paru dan membusuk. Mengganggu sekali.
- Kau bilang apa? - Tidak apa-apa.
Kau mau mati? Mau mati, sialan?
Apa?
- Tolol! - Kenapa pukul dia?
Aku kasihan dengan orang tua kalian yang merasa senang dengan keberadaan kalian.
Hei, Ji-hye. Itu sedikit kasar!
Jangan tersinggung.
Hei, setelah aku perhatikan, wajahmu sangat menyedihkan.
Ada apa ini!
Kalian boleh pergi.
Kenapa kalian berkelahi dengan mereka?
Kalian ini berandal? Gangster?
Sudah tidak belajar, saling memaki pula.
Dasar berandal!
Kau sudah gila?
- Guru Jo! - Ya.
- Tolong kemari. - Ya.
Apa mereka berbuat onar?
- Apa yang telah kalian lakukan? - Jangan khawatir..
..mereka hanya berkelahi dengan murid lain. Aku cuma memberi peringatan.
Guru Jo, ini murid baru. Dia akan ditempatkan di kelasmu.
- Ini wali kelasmu. - Apa ini?
"White"?!
Apa yang kau lihat, berandal?
Kalian sudah makan?
Namaku Gye Du-shik. Senang bertemu dengan kalian.
Tenang semua. Apa ada bangku kosong?
Di sini, Pak Jo. Di sini kosong!
Du-shik, duduk sebelah sana.
No comments yet. Be the first to leave one.