The first 200 lines.
Ali memberitahuku mengenai suatu tempat
dekat dengan di mana kita tumbuh.
Di suatu gurun yang jauh,
sebuah danau muncul begitu saja. Dalam semalam.
Air sebening kristal mengalir keluar dari batu dan pasir.
Sangat sempurna.
Dua petani tua menemukannya suatu pagi.
Orang-orang datang dari jauh untuk berenang di sana. Untuk melihatnya.
Tidak ada yang tahu bagaimana danau itu muncul.
Tidak ada yang bertanya.
Ini adalah suatu keajaiban.
Masyarakat yang tinggal di sana percaya dengan sihir dan hal semacamnya.
Beberapa bulan kemudian, seseorang mengungkap kebenarannya.
Ternyata, itu adalah lubang yang terisi dengan buangan
dari tambang fosfat.
Namun, tidak ada yang peduli.
Orang-orang tetap datang ke sana. Mereka tetap berenang.
Lalu, airnya mulai berubah.
Aku rasa karena racun.
Airnya menjadi hitam.
Lalu, tidak ada lagi yang berenang.
Ali!
Aku mau menunjukkan sesuatu.
Keluarlah!
-Ada apa? -Keluar saja!
Apa itu?
Aku akan menjualnya. Aku menemukan pembeli.
Itu hanya kendi.
Kawan, ini adalah kendi dari zaman Romawi kuno! Ini bernilai tinggi.
-Biarkan aku melihatnya. -Pelan-pelan!
Lihatlah ukirannya.
Ini bukan barang murahan dari pasar.
-Dari mana kau mendapatkannya? -Pamanku. Dia memberiku setengah.
Aku akan memberikanmu bagian karena kau adalah kawanku.
Bagaimana menurutmu? Kau mau?
Aku akan pergi kerja.
Aku membutuhkannya sore ini!
Cepat!
Lakukan saja! Kau akan baik-baik saja.
Berikan aku dua lagi.
Kau harus membayarnya nanti, mengerti?
Ambil jalan lain dan aku akan menghubungimu lagi.
Kau punya rokok?
Dan pemantik?
Hei, Bos!
Kau tidak boleh merokok di depan gedung gubernur!
Apakah ini menyala?
Bagaimana rasanya di sana?
-Dingin. -Ayolah.
Aku sangat berkeringat di sini.
-Apakah kau memiliki pacar? -Tentu saja. Tina.
Itu bukan nama Jerman.
Banyak wanita Jerman yang bernama Tina.
Hei, belikan aku bir. Yang ini hangat.
Pelayanannya sangat buruk di sini.
Kawan, ini adalah Jerman. Dalam dua tahun, aku memiliki segalanya.
Uang, pelacur, rumah, mobil...
Kau tidak akan mendapatkan penghasilan di sini.
Berapa banyak yang kau hasilkan di Jerman?
Aku dapat membelimu! Aku dapat membelikan semua orang minuman!
-Jadi, apa yang kau tunggu? -Aku tidak mau mentraktir pecundang.
Siapa yang kau maksud?
Cari tahu sendiri.
Keparat! Aku akan membunuhmu!
Keluar!
-Jangan sampai aku melihatmu lagi! -Siapa yang membiarkan mereka masuk?
Alyssa?
Buka pintunya.
Aku tidak memiliki kuncinya.
Mengapa kau berdarah?
Apa yang kau lakukan di sini?
Apa yang kau lakukan di sini?
Ini mengenai ayah...
Dengan angka pengangguran yang tinggi,
protes terus berlanjut di negara ini.
Angka migrasi ilegal juga terus meningkat
beberapa tahun ini.
Banyak masyarakat Tunisia yang pergi ke Eropa
melalui pasar gelap.
450 warga Tunisia tewas tahun ini
saat menyeberangi Laut Tengah menggunakan kapal.
Aku turut berduka.
Alyssa memberitahuku.
Dia sakit selama dua tahun.
-Apa penyakitnya? -Kanker.
Aku senang kau datang.
Apakah kau akan pulang bersamaku?
Para gadis merindukanmu.
Lalu?
Kita lihat nanti.
Lihat saja nanti.
Seekor kucing menyeberangi jalan.
Dengan kecepatan tinggi
dan dia menabrak kucing itu. Mati.
Seekor kucing kecil, berjalan-jalan di cuaca panas.
Dia membunuhnya tanpa rasa bersalah.
Aku bertanya kepadanya, "Ridha, apa-apaan?"
Dia bilang bahwa dia sudah mencoba, tapi dia tidak dapat menghindarinya.
"Bunuh manusia! Jangan membunuh kucing!"
Kau baik-baik saja?
Kau tidak mengatakan apa pun sepanjang malam.
Aku akan pergi dari negara ini.
-Secara ilegal? -Ya, secara ilegal.
Apa yang kau bicarakan?
Kau pikir itu mudah? Kau akan mendapatkan dokumen,
dan pulang membawa mobil dan uang secara cuma-cuma?
-Mereka akan menyambutmu dengan musik... -Diam. Aku tidak mau hidup di sini.
Aku tidak mau mati di sini seperti ayahku.
Baiklah, anggap saja kau berhasil pergi. Apa yang akan kau lakukan?
Kau akan berkelana selama satu atau dua tahun hingga kau mendapatkan dokumen.
Orang yang tinggal di sana sama-sama menderita.
Kawan, Tunisia adalah negaramu.
Semua orang sepertimu.
Semua orang tidak suka hidup di sini.
Kau harus menerimanya.
Ali pergi dari rumah kita tiga tahun yang lalu.
Dia bilang bahwa dia akan pergi selamanya.
Dia sudah muak di sini.
Dia bilang negara ini dipenuhi orang jahat.
Mereka hanya memikirkan diri sendiri.
Orang-orang mengambil jati dirinya sedikit demi sedikit setiap harinya.
Sedikit demi sedikit.
Dan jika dia tetap tinggal di sini,
mereka akan mengambil semuanya sampai dia hilang.
Dia menyimpan semua uangnya.
Dia akan mati terbakar. Menyeberangi laut menggunakan kapal.
Aku dapat membayangkan dia tenggelam di laut.
Dan kita tidak akan pernah tahu. Dia hanya akan menghilang.
Dia benar-benar akan hilang.
Ya Tuhan, kau sudah dewasa.
-Bagaimana kabarmu? -Kami baik-baik saja, bagaimana denganmu?
-Apa ini? -Barang-barang milik ayah.
Aku akan menjualnya ke pasar di perjalanan kerja.
-Kau bekerja? -Ya.
Apa pekerjaanmu?
Aku membersihkan rumah bersama ibu dari temanku.
-Bagaimana dengan sekolah? -Aku keluar.
Kami membutuhkan uang.
Kita melarat.
Di mana istrimu?
Dia mengunjungi keluarganya di Hammamet.
Ayo bicara di luar.
Apa yang terjadi?
Aku mendapatkan pekerjaan.
Kau beruntung. Pekerjaan apa?
Mencuci piring dan melayani.
Di mana?
Hammamet. Di lokasi turis di pantai.
Siapa yang akan menjaga mereka?
Kami tidak punya pilihan.
Tidak ada lagi kelaparan! Tidak ada lagi kemiskinan!
Jangan menjatuhkan kita! Ucapkan bersamaku!
Tidak ada lagi ketakutan! Tidak ada teror! Kuasa di tangan rakyat!
Tidak ada lagi ketakutan! Tidak ada teror! Kuasa di tangan rakyat!
Kalian adalah sekumpulan pencuri! Pekerjaan adalah hak semua orang!
Kalian adalah sekumpulan pencuri! Pekerjaan adalah hak semua orang!
Kita berhak mendapatkan kerja!
Skander.
Dengar, aku tidak akan tinggal di sini. Bulan depan, aku akan pergi dari sini.
Semua sudah disiapkan. Aku tidak dapat menjaga mereka.
Setelah aku menghasilkan uang, aku akan mengirimkannya kepada mereka.
Bisnya sudah datang. Aku harus pergi.
Ali.
Aku tidak suka bau rokok.
Baiklah, aku akan keluar.
Apakah kau pernah berpikir untuk menjual makanan ringan dan juga bahan bakar?
Tidak.
Anggap dirimu stasiun bahan bakar. Minuman. Kartu SIM. Makanan ringan.
Dengan begitu, kau akan menghasilkan lebih banyak uang.
Aku harus makan sesuatu.
-Apakah ini mobilmu? -Mengapa kau bertanya?
Aku hanya bertanya.
Apakah ini dijual?
Aku tidak tahu. Ini milik ayahku.
Aku mau membeli mobil.
-Berapa harganya? -Aku tidak tahu. Ini bukan milikku.
-Apakah kau punya SIM? -Mengapa kau bertanya kepadaku?
Aku hanya bertanya. Mengapa kau sangat takut?
Apa yang kau lakukan, Nak?
-Di tanda tertulis mobil ini dijual. -Mengapa kau berbicara dengannya?
-Apa maumu? -Aku mau membeli mobil ini.
Masuk ke dalam mobil.
Berapa harganya?
-Jadi, kau mau membeli mobil? -Ya, aku mau membeli mobil.
Lebih baik membeli keledai. Kau dapat mengobrol dengannya juga mengendarainya.
-Apa masalahmu, Berengsek? -Keparat.
Aku tahu kau orang macam apa!
Gelandangan!
-Lucu sekali kau. -Akan kutunjukkan padamu!
Sampai jumpa nanti malam.
Ali.
Ali.
Mengapa kau tidur di luar?
Sekarang jam berapa?
Aku akan pergi bekerja.
Mengapa kau tidur di luar?
Apakah kau tinggal di tempat yang aku tunjukkan kepadamu?
Ya.
-Tapi, itu lokasi konstruksi! -Ya, benar.
-Apakah itu milikmu? -Pemiliknya berada di luar negeri.
No comments yet. Be the first to leave one.