The first 200 lines.
Kau tahu arahnya?
Mana mungkin aku tahu? Aku baru pertama kali ke sini.
Hei, ada hantu menyeberang jalan.
- Tabrak saja. - Bukan! Itu manusia. Hantu tidak minum.
Yang kita lihat adalah hantu. Tabrak saja.
- Jangan. - Tabrak!
- Dia manusia. - Bagaimana? Tabrak atau tidak?
- Tabrak saja. Itu hantu. - Jangan! Dia manusia.
Aku tak mau.
Dua Hari Yang Lalu
Hei, berhenti!
Ayo pergi! Cepat!
Pergi dari sini.
- Jangan sentuh aku. Aku bukan gay! - Aku tak mau jatuh.
- Hei! - Aku tak mau terjatuh!
Terima kasih banyak. Tendangan bagus untuk kawanku.
Sama-sama. Apa? Dia temanmu?
Bagaimana dengan para pria yang mengejarmu?
Mereka juga temanku. Mereka menuduhku mencuri uang sumbangan.
Kau mencuri uang sumbangan?
Bukan aku. Aku tak seperti itu. Sebaiknya aku pergi.
- Tunggu! - Apa?
- Dompetku. - Yang ini? Ini dompetku.
- Yang itu. - Maaf. Aku takut ini akan terjatuh.
Aku membantu menyimpannya. Sampai jumpa.
Tunggu. Kacamataku.
Ini sudah rusak. Kenapa masih menginginkannya?
Yang mana? Kau punya mata yang tajam.
Tunggu. Ponselku?
Terjatuh dari sakumu. Aku menyimpannya untukmu.
Aku bukan orang jahat, percayalah.
- Aku tak memercayaimu. - Sungguh?
Motorku.
Kali ini aku pergi sungguhan.
Sial! Uangku!
Yee, ayahmu pulang.
Ada apa?
- Apa yang terjadi? - Kenapa kau ke sini?
Ini urusan lelaki, bukan urusanmu. Hei, Yee.
- Film porno? - Permainan.
- Permainan porno? - Kau terlalu sering menonton porno.
Kau selalu membelinya.
Apa ini?
Bicaralah padanya.
Yee, kemarilah. Kemarilah. Kubilang kemari! Cepat!
Apa kau pernah memikirkan perasaanku?
Kau lupa dengan ulang tahunku? Aku maafkan.
Kau menghilangkan kado dariku? Aku tak mengeluh.
Aku hanya memintamu untuk berhenti menggoda wanita lain!
Bisakah kau lakukan itu?
Bukan aku yang memulai. Mereka menggodaku lebih dahulu.
Hei, jaga ucapanmu!
- Yee. Di mana Joy? - Joy?
Joy? Siapa Joy?
- Joystick (Tuas Kendali). - Ini kodenya, 'kan?
- Ini pasti kode yang kau gunakan. - Diamlah.
- Yee, sudah kau sambungkan? - Sudah.
Sudah kau sambungkan padanya? Katakan. Kau bercinta dengannya?
Baiklah. Sepertinya sangat kencang.
Kau dengar? Kau bilang tak ada apa-apa.
Bukan begitu maksudnya. Doh menyambungkan tuas kendali.
- Bedebah! - Orn!
Macbook-ku.
Orn, kau mau ke mana? Tunggu.
Hubungan kita selesai!
- Orn, tunggu. Orn! - Yee.
Apa ini?
- Biar kulihat. - Sangat menyakitkan.
- Tunggu. Biar kubersihkan darahnya. - Sial!
Jangan sampai aku memukulmu dengan Mac-ku.
Ini bersih, percayalah.
- Biar aku bantu bersihkan darahnya. - Lihat ini.
Yee, lihatlah.
Halo.
- Hei, Doh. Lihat itu! - Ada apa?
Lihat itu! Dia kemari.
Astaga! Dia sangat cantik!
Dia kemari. Aku menyukainya.
Aku akan kembali.
- Tunggu di sini. - Baiklah.
- Kenapa? - Dia bersama pacarnya.
Siapa yang tahu? Bisa saja dia transseksual.
Kau pantas dihajar.
- Aku akan kembali. - Tunggu.
- Tunggu. - Ada apa?
Sedikit bantuan untuk temanmu.
- Sedikit bantuan untuk temanku? - Untukku juga.
Akan aku carikan bantuan untukmu. Jangan lupa berterima kasih padaku.
- Hei, Yee. - Ada apa?
- Sebaiknya kau memakai dedoran. - Di mana?
- Di ketiakmu. - Apa?
Ketiak.
- Hei. - Hei!
- Namanya Nona Kelinci. - Untukku?
Untukku?
Kemarilah, Nona Tupai.
- Halo. - Halo.
Senang bertemu denganmu.
Bisa tanyakan dia apakah dia ingin wiski atau tebu?
- Aku tak mau keduanya. - Aku ingin pisang.
Mendengarnya saja membuatku merinding.
Kau akan menyukai temanku. Dia pedagang buah.
- Jadi, tak apa? - Ya, tentu.
- Kau puas, 'kan? - Sangat puas.
- Hubungi aku jika kau membutuhkanku. - Jangan kembali lagi.
Baiklah. Semoga lancar.
- Kau suka menari? - Tentu.
- Aku suka menari. - Silakan.
Lihat aku.
Hei.
Bung.
- Aku kasihan padamu. - Ya, aku tahu.
Lihatlah pacarku. Sayang?
- Pacarmu sangat cantik. - Tentu saja.
Pacarmu tampak gila dibandingkan kekasihku.
- Baiklah. - Mari menggila, Sayang.
Keluarkan. Jangan takut, Sayang. Ayo.
Kini kekasihmu yang tampak gila daripada kekasihku.
Aku akan membawanya ke psikiater besok.
- Kau juga akan membawanya? - Kekasihku sembuh dengan pisang.
Kau tak pernah melihat wanita cantik?
Dadamu asli atau palsu?
Kau penasaran?
Rasakan saja.
Bagaimana?
- Kau baik sekali. - Aku suka melakukan kebaikan.
- Kau mau coba lagi? - Sungguh?
Tentu saja.
- Apa yang kau lakukan? - Memeriksa dadanya.
- Singkirkan tanganmu! - Kenapa? Kau Iri?
Dia kekasihku. Aku serius.
Pantas saja wajahmu mirip dada wanita.
Pulanglah.
Rasakan tonjokanku!
- Apa kau menonjok bosku? - Beri dia pelajaran!
Hei.
Apa yang kau lakukan? Tenanglah. Ayo bicara.
- Ini bukan urusanmu. Pergilah. - Ada apa?
- Dia memegang dada pacarku. - Apa itu benar, Yee?
- Dua kali. Yang satu untukmu. - Sial! Kita dalam masalah.
- Bos! Tangkap dia. - Berhenti.
Bos.
- Kejar mereka. - Jaga bos. Ikut denganku.
Yee, lewat sini.
Berhenti atau kau aku tembak.
Aku akan menembakmu. Bedebah! Berhenti!
Kenapa kemari?
Sekarang kita harus bagaimana?
Maaf, Yee.
Bedebah! Kenapa kau menendangku?
Jalan atau kau kutembak.
- Jalan! - Kau mau minum? Minumlah.
- Berikan aku botolnya. - Hei, berikan padaku!
- Jalan! - Apa ada yang bermain kembang api, ya?
- Berisik sekali. - Ini bukan kembang api. Jalan!
Mereka datang.
- Apa yang kau lakukan? - Menyalakan musik.
Dengarkan berita.
Berhenti minum. Kau akan membunuh kami semua.
Jika kau tak mau mati, kau saja yang menyetir.
Biar aku tebak.
Kurasa dia dicampakkan.
Menyetirlah dengan hati-hati.
Menurutmu gadis cantik pantas dicampakkan?
Aku yang sudah mencampakkan pria.
Benar.
Dia dicampakkan.
Hei, berhenti minum!
Di depan ada patroli.
Apa yang harus kita lakukan?
Jangan berpura-pura pandai.
Berhenti.
Berhenti.
Halo.
Parfum apa yang kau pakai Aku mencium bau alkohol.
Turun, Nona. Kita harus bicara.
Kemarilah.
Kenapa kau menyetir sambil mabuk?
Kenapa kau menyetir sambil mabuk? Ikut denganku.
Pak, Raty tak mabuk. Percayalah.
Baiklah. Bisakah kau berjalan zig-zag melewati kerucut lalu lintas ini?
- Baru aku bisa percaya. - Hanya itu saja?
Kau bahkan tak bisa melewati yang pertama. Astaga.
- Jangan berpikir kau akan berhasil. - Aku pasti berhasil.
- Kau baik-baik saja? - Ya.
Kak, sebaiknya kau tetap di sini. Aku tak bisa membiarkanmu menyetir.
Pak Polisi, tolong biarkan aku pergi. Kumohon.
Tidak bisa.
Kalau begitu, bisakah aku menunjukkan sesuatu padamu?
Cepat sebelum rekanku melihat.
- Tunggu. - Apa yang kau lakukan? Astaga!
Aku akan memainkan musik.
- Apa yang dia lakukan? - Entahlah.
Dia benar-benar ratu dansa.
Cukup. Hentikan. Patroliku berubah menjadi diskotik.
Kau masih menari? Sudah kubilang, berhenti.
Kau tak mau berhenti?
Berhenti! Turun!
- Kau tak suka? - Terlalu ramai..
Aku tak yakin dia berhasil. Ayo pergi dari sini, Yee.
No comments yet. Be the first to leave one.