Release info

Captured in Her Eyes all version
A Commentary by Freakshow
Original subtitle by unknown

Tags

other
Published on: 2011-12-21
Downloads: 116
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Hei, lihat, lihat!

Ada dinosaurus!

Ale?

Dasar...

Dia pergi ke tempat lain lagi...

Ini, kau haus, 'kan?

Terima kasih...

Gawat, tinggal tiga menit lagi!

Tu...Tunggu, Shinichi!

Bagus, kita berhasil.

Apa ini? Cuma plaza biasa...

Sudah, tunggu dan lihat saja.

Sepuluh...

Sembilan...

Delapan...

Tujuh...

Enam..

Lima...

Empat...

Tiga...

Dua...

SATU!

Apa?

Air mancurnya bekerja setiap dua jam.

Kau suka hal semacam ini, 'kan?

Shinichi...

Ya, ini hadiah dariku karena kau telah memenangkan turnamen karate tingkat daerah.

Kau harusnya berterimakasih.

Apa itu? Tidak usah bersikap sok bangga.

Pelangi!

Baiklah, ayo kita bersulang!

Kau terlihat aneh...

DETEKTIF

CONAN

Tertangkap Di Matanya

Namanya Shinichi Kudo

Aku detektif SMU, Shinichi Kudo.

Ketika aku pergi ke taman bermain bersama Ran Mouri, teman masa kecilku...

Aku menyaksikan transaksi mencurigakan antar orang-orang berjubah hitam.

Karena fokus pada transaksi...

Aku tidak menyadari salah satu mereka menyerangku dari belakang!

Aku dipaksa minum racun.

Dan ketika aku bangun...

Tubuhku mengecil!

Jika mereka tahu Shinichi Kudo masih hidup...

Mereka akan mengincarku dan orang-orang di sekitarku akan berada dalam bahaya.

Atas saran Profesor Agasa, aku menyembunyikan identitasku.

Ketika Ran menanyakan namaku, dengan tergesa-gesa, aku bilang 'Conan Edogawa'.

Untuk mendapatkan informasi tentang mereka,

Aku tinggal bersama Ran yang ayahnya seorang detektif swasta.

Detektif Hebat Mouri!

Poin terpenting analisismu kali ini adalah...?

Ah, tidak... Sebenarnya aku tidak ingat apa-apa.

Tentu saja tidak.

Itu karena aku.

Aku menggunakan Jam Tangan Pembius,

untuk menidurkan Paman.

Dan juga Dasi Kupu-Kupu Pengubah Suara...

Jam Tangan Pembius

Tombol

Layar Penargetan

Tempat Keluar Peluru

Dasi Kupu-Kupu Pengubah Suara

Speaker

Tombol Pengaturan Volum

Mikropon

Tombol Pengaturan Suara

Aku menyelesaikan kasus dengan suara Paman.

Alat-alat itu diciptakan oleh Profesor Agasa.

Apa kabar?

Profesor juga menciptakan,

Skateboard Tenaga Surya.

Kacamata Pelacak.

Dan Sepatu Penambah Tenaga, semua ini merupakan penemuan yang unik.

Tentu saja, Ran ataupun Paman tidak tahu identitas asliku.

Yang tahu adalah, Profesor Agasa...

Detektif SMU dari Barat, Heiji Hattori...

Dan teman sekelasku, Ai Haibara.

Dia merupakan salah satu anggota Oragnisasi Hitam.

Tapi untuk kabur dari Organisasi...

Dia meminum obat yang sama denganku...

Dan tubuhnya juga mengecil.

Semua tentang Organisasi Hitam masih misteri.

Dan sekarang, ada dinding besar dan panas yang datang di antara Ran dan aku...

Yang mencoba memisahkan kami!

Walaupun tubuhku mengecil,

Kemampuan otakku masih seperti detektif hebat.

Kebenaran selalu hanya ada satu!

Air mancur?

Ya. Pelanginya sangat indah, bukan?

Ah, iya, benar juga.

Dasar, dia masih ingat hal-hal detail semacam itu...

Hei, ayo kita ke Tropical Land lagi.

Karena kita sudah tidak ke sana sejak hari itu, Shinichi.

Tentu saja, itu 'kan hari dimana tubuhku mengecil.

Hei, kapan kita pergi?

Ah, ya...

Hei, kalian pikir Conan-kun ada disana?

Entahlah, aku kurang yakin.

Sayang sekali kalau dia tidak di sana.

Maaf Ran. Aku masih ada kasus yang perlu di selidiki.

Aku akan menelponmu lagi.

Daah.

Ah, tunggu dulu, Shinichi!

Dasar...

Kasus, kasus, kasus!

Dasar kasus-kasus bodoh!

Aku yakin, Conan-kun pasti tidak tahu yang satu ini.

Aku tidak sabar ingin melihat ekspresi wajahnya!

Wajah Conan-kun saat menyerah...

Aku kalah, kalian yang menang!

Apa yang kalian senyum-senyumkan?

Conan-kun!

Kebetulan sekali!

Kami baru saja mau ke rumah Conan-kun.

Kami punya kuis yang kami buat bertiga untukmu.

Kuis?

Dengar ya,

Ketika Haibara-san ditanya apa Conan-kun orang yang dia percayai...

Dia menjawab, "Dia bukan Musim Panas," sambil melihat bulan.

Yang Haibara-san lakukan adalah, satu, memuji Conan-kun...

Dua, mengkritik Conan-kun.

Jadi, yang mana itu?

Bukan Musim Panas?

Bulan.

Aku tahu!

Jawabannya yang nomor dua!

Kenapa itu?

Bulan Musim Panas adalah enam, tujuh dan delapan.

Jadi dia yang bilang maksudnya 'roku na yatsu janai'.

Bukan orang yang pantas

Hebat! Kau hebat, Conan-kun.

Huh, kau tidak lucu sama sekali.

Jadi, apa yang kalian senyum-senyumkan tadi?

Ya, bagaimana ekspresimu saat kalah?

Hei, ayo pergi.

Hei! Kalian tidak bisa pergi sekarang.

Ketika lampu hijaunya berkedip-kedip, itu tandanya mau merah.

Kalian harus menunggunya kembali hijau lagi nanti.

Baik...

Kita dimarahi.

Ya bagaimanapun paman itu benar.

Sekarang, giliranku memberi pertanyaan.

Apa kira-kira kalian pikir pekerjaan paman itu?

Apa dia guru sekolah?

Dia mungkin seorang pengusaha... Tapi tidak ada kopernya.

Apa dia bukan chef belut?

Jawabannya adalah polisi.

Po...Polisi?

Ketika polisi menggunakan memo padnya,

Dia memposisikannya horizontal untuk mencatat.

Jadi begitu.

Hebat sekali, Conan-kun.

Kau kelihatannya tahu segalanya.

Narasawa Osamu (48)

Opsir Polisi (Asisten Kepala Inspektur)

Ah, sudah hijau, ayo pergi.

Paman itu ditembak!

Itu pelakunya!

Tidak akan kubiarkan kabur!

Conan-kun, itu berbahaya!

Panggil ambulans!

Ba...Baiklah!

Sial! Dia lolos...

Bertahanlah, Paman!

Anda tahu siapa yang menembak?

Apa itu?

Sekitar jam 2 siang, hari ini...

Di persimpangan dekat Taman Beika, Polisi Inspektur Kepolisian Pusat, Narsawa Osamu, ditembak saat bertugas.

Pelakunya masih buron.

Konferensi investigasi diadakan hari ini di Stasiun Polisi Beika, di Kantor Kepolisian Pusat.

Maaf menanyai kalian berulang-ulang... Bisa kalian sebutkan lagi,

Tentang ciri-ciri pelaku?

Dia masih muda.

Dia sebenarnya gadis cantik.

Salah! Dia laki-laki separuh baya.

Kalau begitu, bagaimana dengan payungnya?

Payungnya warna hitam.

Itu hijau, hijau!

Aku rasa itu biru.

Kalian, apa kalian benar-benar melihatnya?

Bagaimana denganmu, Conan-kun?

Jas hujan dan payungnya berwarna abu-abu.

Masalah pria atau wanita, aku tidak tahu.

Tapi, aku yakin dia memegang payung dengan tangan kanan.

Itu artinya tangan kirinya memegang pistol.

Berarti pelakunya kidal.

Tapi, Inspektur...

Bagaimana dengan pesan kematian Inspektur Narasawa yang memegangi saku kiri jasnya?

Kami menduga dia mencoba menyampaikan sesuatu tentang memo padnya.

Sekarang ini, kami masih mencoba mencari petunjuk di catatannya.

Inspektur Megure...

Peluru dari tubuhnya menunjukkan pistol yang digunakan adalah pistol automatic 9mm.

Pistol automatic 9mm...

Wanita pun bisa menggunakannya.

Tapi kalian semua beruntung tidak terluka,

Terutama kau, Conan-kun.

Sial, kalau saja lampunya tidak berubah menjadi merah...

Aku tidak akan membiarkannya kabur!

Shiba Youchirou

Detective Conan: Captured in Her Eyes subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Detective Conan: Captured in Her Eyes

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left