The first 200 lines.
"Episode 10"
Nona Park, kenapa kamu bekerja di tempat seperti ini?
Pak Lee?
Pak Lee, tunggu.
Ada apa denganmu?
Kenapa kamu bekerja di tempat seperti ini?
Apa yang kamu lakukan di sini?
Aku? Ini tempat kerjaku.
Benar sekali. Kenapa kamu bekerja di tempat seperti ini?
Terserah. Ayo pergi.
Ke mana?
Kembalilah bekerja di tempatku.
Tetaplah di sisi anak-anakku.
Tunggu sebentar.
Bisakah setidaknya kamu melepaskan tanganku?
Maafkan aku.
Kurasa aku terbawa suasana.
Nona Park,
kembalilah ke rumahku.
Pak Lee, terima kasih atas tawarannya,
tapi kurasa aku tidak bisa.
Aku terlalu malu dengan perbuatanku, dan aku dipenuhi rasa bersalah.
Se Jong sakit.
dan dia menanyakanmu.
Se Jong sakit? Sakit apa?
Setelah tahu kamu pergi,
dia naik kereta bawah tanah, berharap bisa menemukanmu.
Kami hampir kehilangan dia.
Se Jong naik kereta bawah tanah sendirian? Benarkah?
Dia terkejut saat tahu kamu pergi.
Dia sakit dan demam tinggi,
tapi dia terus menanyakanmu.
Jae Ni dan Se Chan juga menanyakanmu.
Nona Park,
bisakah kamu melupakan hal lainnya
dan kembali bersamaku demi anak-anakku?
Ya, Se Jong.
Ayah, kenapa belum pulang?
Ayah berjanji akan membawa Nona Park pulang.
Ada apa? Apa Nona Park tidak akan kembali?
Se Jong, tunggu sebentar.
Nona Park,
bicaralah dengannya.
Halo?
Nona Park, apa ini benar-benar kamu?
Ya. Se Jong, ini aku.
Nona Park, di mana kamu? Kenapa kamu tidak pulang?
Begini...
Kamu sudah berjanji kepadaku.
Kamu bilang akan bersamaku untuk waktu yang lama.
Jadi, kenapa kamu melanggar janjimu?
Aku akan menunggu sampai kamu pulang.
Aku tidak mau makan
dan akan menunggumu setiap hari.
Se Jong, baiklah.
Aku akan ke sana. Aku akan segera ke sana.
Jadi, jangan menangis dan tunggu aku, ya?
Pak Lee, ayo. Sekarang!
Sekali lagi, maaf karena tidak mengaku lebih awal,
tapi itu benar-benar kebetulan,
bahwa ayahku dan aku bertemu sebagai pegawaimu.
Aku serius saat bilang tidak ada motif tersembunyi.
Percayalah kepadaku.
Aku tahu. Anna...
Maksudku, Nona Kim menceritakan kisahmu.
Dia memberitahuku apa yang membuatmu bekerja untuk keluargaku
dan kenapa kamu merahasiakan kebenaran dariku.
Aku mendengar semuanya.
Masalah dengan Se Ryeon hanya menyebabkan kesalahpahaman besar.
Karena situasi sudah jelas,
tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Terima kasih sudah memercayaiku.
Nona Park.
Ya, Pak Lee.
Kurasa
kita harus merahasiakan fakta tentang kamu dan ayahmu
untuk diri sendiri untuk saat ini.
Orang lain tidak perlu tahu tentang kehidupan pribadimu.
Kita sudah meluruskan kesalahpahaman,
tapi memberi tahu mereka bisa menyebabkan kesalahpahaman lain.
Untuk sekarang,
mari kita pikirkan anak-anak saja.
Ya, Pak. Aku akan melakukan itu.
Terima kasih.
Di sinikah kamu meletakkan kopermu?
Ya. Mari bergegas. Jangan sampai Se Jong menunggu.
Biar kubawakan.
Jangan. Ini bahkan tidak berat. Tidak perlu.
Nona Park!
Se Jong, hati-hati melangkah.
Astaga.
Nona Park.
Kamu pergi ke mana tanpa memberitahuku?
Aku membencimu.
Maafkan aku.
Ini semua salahku.
Se Jong, apa kamu sakit?
Hanya sedikit.
Aku sudah merasa lebih baik karena kamu di sini.
Aku merasa seperti baru.
- Nona Park. - Nona Park!
Jae Ni, Se Chan,
Astaga. Kenapa melodramatis?
Nona Park, ayo naik.
Tentu.
Tunggu, koperku.
Biar kuambilkan.
Ayah, terima kasih.
Sa Ra, apa yang terjadi?
Bukankah kamu bilang bermalam di sana bersama Se Jong?
Apa Se Jong sudah lebih baik?
Sulit dipercaya! Menyebalkan sekali!
Kenapa? Apa terjadi sesuatu?
Nona Park, gadis sial itu, kembali ke rumah!
Kamu bilang dia berhenti. Kenapa dia kembali?
Masalahnya,
Se Jong menangis dan mengamuk
karena dia ingin Nona Park kembali.
Jadi, Pak Lee membawanya kembali.
Dia wanita penggoda atau apa?
Apa hebatnya dia sampai Se Jong bersikap seperti itu?
Dia bahkan belum lama di sana.
Akulah
yang menyayangi Se Jong dan membesarkannya selama ini.
Ada apa dengan Se Jong?
Ibu kandungnya ada di depannya,
tapi kenapa dia meminta orang lain?
Ibu rasa darah tidak lebih kental daripada air.
Sekeras apa pun aku berusaha bersikap baik kepadanya,
dia hanya menganggapku
sebagai Nona Cho, salah satu staf rumah tangga.
Astaga.
Ibu akan memberi tahu Dae Ran
bahwa kamu ingin menikahi Pak Lee.
Kamu tidak boleh membuang waktu lagi dengan jual mahal.
Ini penentuan.
Demi Se Jong,
kamu harus menjadi istri Pak Lee secepat mungkin.
Tidak bisa begini terus.
Di mana dia akan tinggal jika aku tidak menjemputnya?
Aku mengerti dia tidak punya tempat tujuan,
tapi bagaimana bisa gadis muda sepertinya bekerja berat?
Dan Dan, kenapa kamu kembali ke sini?
Akan jauh lebih mudah
bekerja denganku daripada mengurus anak-anak.
Apa? Apa yang kamu lakukan sekarang?
Kamu baru pulang dari rumah sakit.
Aku baik-baik saja sekarang, Ibu.
Tetap saja, jangan bekerja terlalu keras.
Masuklah dan sarapan.
Ibu membuat hidangan favoritmu, sup doenjang dengan daun lobak.
Benarkah? Kedengarannya enak.
- Ayo masuk. - Baiklah.
Ayah, tolong aku! Astaga.
- Hei! Berengsek! - Ibu.
- Berhenti. - Ibu, tolong dengarkan aku.
Ibu. Dengarkan aku sebelum marah.
Ibu tidak perlu mendengar omong kosongmu.
- Astaga, Ibu. - Habislah kamu, Berandal Kecil.
Berhenti. Kita mati bersama saja.
Minggir, Soo Chul. Ibu juga.
Ayah, Nenek. Tolong bantu aku.
Apa yang kamu lakukan, berlarian dengan sendok sup
pagi-pagi sekali?
Itu hanya akan membawa kesialan.
Ada apa, Sayang? Apa yang terjadi?
Berandal sialan itu ingin memulai bisnis lagi.
Sulit kupercaya.
- Bisnis? - Bisnis?
Apa? Truk makanan?
Truk tidak akan jatuh dari langit.
Bagaimana kamu akan membayarnya?
Temanku harus menutup bisnisnya,
jadi, dia menjual truknya dengan harga murah.
Hei, kamu serius ingin memulai bisnis
dengan truk dari seseorang yang bisnisnya bangkrut?
Kamu mau gagal lagi?
Kamu dan Gun. Kalian berdua adalah alasan
kita berakhir seperti ini.
Yeon Sil, kamu putri ibu,
tapi mari kita luruskan.
Uangmu yang hilang dengan berinvestasi di kapal harta karun
adalah kehilangan yang lebih besar daripada mereka berdua.
Lalu kamu ingat lima tahun lalu? Siapa orang
yang mendorong Gun, anak naif ini, untuk memulai bisnis?
Kamu, bukan?
Kamu memberitahunya
bahwa dia harus menjalankan bisnis untuk menghasilkan uang.
Kamu orangnya, bukan?
Sial. Menurutmu Dae Bum mirip siapa?
Ibu!
Ibu, aku pasti akan berhasil kali ini. Percayalah.
Sepertinya dia tidak berinvestasi sebanyak itu kali ini. Jangan cemas.
Apa ruginya?
Dae Bum dan aku
cukup bertekad soal ini.
Ibu, Kak Soo Chul, dan Kak Yeon Sil.
Percayalah kepada kami sekali ini saja.
Sekali ini saja.
Baiklah. Berusahalah sebaik mungkin.
No comments yet. Be the first to leave one.