The first 200 lines.
"MBC Sangam-dong"
"Jae Seok datang untuk bekerja di kantor pusat"
Apa ini siaran langsung lainnya?
"Sudah siap untuk siaran langsung"
Apa ini... Astaga.
Kenapa kamu tidak memberitahuku tentang siaran langsung ini?
Apa maksudnya omong kosong "Mari makan" ini?
"Mari bertemu dan makan setelah COVID-19"
"Akibat pandemi yang berlangsung lama"
"Sulit bertemu orang lain untuk makan"
"Janji yang tidak bisa ditepati terus menumpuk"
"Ringkasan 2020, Mari makan setelah COVID-19"
"Jadi, kami membuat rencana makan malam kejutan dengan pelanggan kami"
Banyak orang ingin makan di luar denganku.
Tapi bukan hanya aku. Banyak orang merasakan hal yang sama.
"Mari makan bersama."
Apa pukul 6 malam hari ini? Pukul 6 malam?
Apa kita harus memasak dan makan?
Kita harus memutuskan mau makan apa?
Pukul 12 siang, sekarang jam makan siang.
Beberapa orang ada di ruang obrolan.
"Dia dengan tenang bersiap untuk siaran langsungnya"
"Mari bertemu dan makan setelah COVID-19"
Halo, Semuanya. Apa kabar? Senang bertemu denganmu.
Ini siaran langsung kejutan lainnya.
Aku baru mengetahuinya tadi,
lewat berita sejak tiba di stasiun TV.
Dan di sinilah aku, tiba-tiba memandu siaran langsung.
Aku tidak akan membuat keributan.
Ini bukan kali pertama ini terjadi.
Aku seharusnya sudah terbiasa sekarang.
Alih-alih membuat keributan, aku akan menjelaskannya,
dan kita bisa membahas apa pun yang harus kita bahas.
Mari kita bahas.
Lebih dari 20.000 orang sudah menonton.
Komentar kalian sangat cepat bergulir naik.
Langsung pada intinya saja.
Alasan kami mengundang kalian ke siaran langsung ini
adalah karena perkataan kita sejak COVID-19 merebak.
"Mau makan di luar suatu hari?" "Mari bertemu untuk makan."
Itu hampir menjadi slogan, banyak orang mengatakannya sekarang,
jadi, kami memutuskan mengatur siaran langsung untuk makan bersama.
Rekomendasikan sesuatu yang kalian inginkan.
Menurut kalian, apa yang harus kita makan?
Sesuatu yang bisa dimakan sendiri tidak masalah.
Ada yang mau melihatku melahap mi.
Ramyeon membuat mulutku berliur tiap kali ada yang memakannya.
Aku tidak tahan dengan itu.
Iga rebus, guobaorou, babat,
jjajangmyeon, semur boga bahari pedas.
Sebenarnya aku bukan pemilih makanan.
Hampir tidak ada yang tidak kumakan.
Kalian bisa merekomendasikan apa pun.
Malatang. Malatang...
Aku bukan penggemar berat malatang.
Intinya, seseorang merekomendasikan itu.
Baik, cokelat min... Cokelat min juga...
Aku tidak terlalu suka cokelat min.
Aku bertanya-tanya apakah kalian akan setuju denganku.
Beberapa dari kalian mengatakan "tidak masalah".
Aku mendapat Anugerah Utama, jadi, harus mengisi energi dengan belut?
Abalone. Kepiting raja?
Bukankah butuh waktu lama untuk memasak kepiting raja?
Entah apa pendapatmu tentang ini,
tapi kurasa kepiting merepotkan untuk dimakan.
Aku sungguh minta maaf,
tapi aku jarang makan kepiting kecuali ada yang mengupasnya.
"Kenapa kamu bilang tidak pemilih, padahal kamu pemilih?"
Bukannya aku tidak bisa memakan semua itu.
Hanya saja... Omong-omong...
"'Catallena' adalah inti dari Yu Jae Seok"
Seseorang bilang...
"Catallena kecil yang menari"
Aku pemilih, ya.
Aku tidak punya alasan. Kamu benar.
Aku pemilih dalam hal tertentu.
Istriku sering mengatakan itu saat aku di rumah.
Aku sering mendengarnya.
Tolong rekomendasikan banyak pilihan makan malam.
"Puncak acara makan mana pun adalah tomahawk."
Ya, steik tomahawk.
"Tomahawk berbentuk seperti kapak"
Terlihat memikat dan menggugah selera.
Visual penting dalam acara makan.
Acara makan steik tomahawk. Baiklah.
"Gomtang periuk buatan nenek"
"Bagaimana dengan gomtang periuk buatan nenek?"
"Mendengus"
Bagaimana caranya aku mendapatkan nenek itu?
Aku butuh seorang nenek untuk itu. Siapa yang bisa kuhubungi?
Haruskah aku memasaknya? Berpakaian sebagai seorang nenek?
Haruskah kita membahas aturan berpakaian sekarang?
Bagaimana? Alih-alih acara makan biasa,
menurut kalian, apa yang harus kita lakukan?
"Makan kesemek lembut, berdandan seperti Jang Geum."
Seseorang menyarankanku makan gomtang dengan kostum beruang.
Makan baguette dengan topi baret.
Kalian menggila sekarang.
Kalian mulai menganggap ini seru. Kecepatan komentar barunya
meningkat drastis.
Jadi, aku mulai menarik kerumunan besar sekarang.
Aku yakin kalian punya banyak ide.
"Makan jjolmyeon dengan setelan spandeks."
"Makan es serut dengan kostum Elsa."
"Bagaimana dengan fondue dengan pakaian gadis Swiss?"
"Pria Swiss ini makan fondue di pergunungan Alpen"
"Kalian luar biasa. Sungguh"
Kalian luar biasa. Sungguh. Ini luar biasa.
Ayo teruskan.
"Kenakan pakaian maskot KFC dan makan hamburger."
"Makan roti krim, berdandan seperti Ha Jung Woo."
Ini bisa dilakukan.
"Makan steik tomahawk dengan kostum dinosaurus."
"Makan daging dengan kostum bandit."
Omong-omong, orang lain sudah melakukan ini.
Babgubnam sering membuat video itu.
Dan orang lain melakukan ini juga, bukan?
Situasi menjadi tidak terkendali di sini.
"Bagaimana dengan corn dog, berpakaian Laksamana Yi Sun Sin?"
"Makan hidangan kerajaan, berpakaian sebagai raja."
"Aturan berpakaiannya melampaui era"
"Makan budae jjigae, berpakaian sebagai Nol Bu."
"Makan budae jjigae, berpakaian sebagai Nol Bu"
"Dia menyukainya"
Itu dia!
Aku akan memakai kostum sejarah.
Aku harus memeriksa lemari pakaian stasiun TV.
Aku akan memakai sesuatu yang bisa kupakai
dan melakukan siaran langsung
untuk makan bersama kalian pukul 6 malam nanti.
Kalau begitu, kalian harus berdandan agar sesuai dengan tema
hidangan yang disiapkan dan kirimkan foto sebagai bukti.
Melalui siaran langsung pukul 6 malam,
ikutlah makan malam denganku.
Kalian bisa makan roti isi atau salad.
Aku agak bersemangat.
Baiklah. Jangan terlambat.
Sampai bertemu nanti.
"Dia mendapat menu makan malam dan aturan berpakaian dari pemirsa"
"Empat jam sebelum siaran langsung makan malam"
Waktuku tinggal empat jam menuju siaran langsung.
"Di tengah pergunungan, jauh di dalam lembah"
"Harimau terlihat di sisi pergunungan yang dalam ini"
"Saat semua orang diam dan menghindari harimau"
"Pria ini berkeliaran dengan percaya diri"
Astaga.
"Pesona jantan"
Baiklah. Biarkan aku makan malam!
"Berderak"
"Ini dia keretanya"
Ini dia.
Baiklah. Coba kulihat. Dia seharusnya sudah datang.
Hei, Buk Gon!
Di sini!
- Selamat datang. - Kemarilah.
Apa? Ada apa dengan pakaianmu?
Bukankah sudah jelas? Aku tinggal di gunung.
Jadi, aku berpakaian seperti ini karena tinggal di sini.
- Kamu Bandit Yu hari ini? - Apa?
Senang bertemu denganmu.
Tunggu. Ada satu lagi.
- Kemarilah. - Kemarilah.
"Bergegas"
Hei, Deok Pal!
Tuan!
"Setelah dipanggil, dia langsung berlari"
- "Tuan"? - Tuan.
Tuan.
Senang bertemu denganmu.
Omong-omong, penampilanmu sudah cukup untuk membuat kami tertawa.
- Dingin sekali, Tuan. - Apa itu?
Omong-omong, berdiri di sini bersama kalian membuatnya terasa
seperti pergi ke masa lalu dengan mesin waktu.
"Dua jam lalu, dia tiba-tiba membuat janji makan malam dengan pemirsa"
"Begitulah dia berakhir di sini"
"Ini penuh dengan makanan dan bahan lezat"
"Kembali ke Dinasti Joseon dengan kru TV"
Alih-alih hanya siaran langsung,
- aku berpikir untuk berdandan. - Benar.
- Aku ingin memakai kostum unik. - Benar.
- Itu bagus. - Aku menyukainya.
Seperti yang kukatakan tadi, aku ingin gukbap, berpakaian
- sebagai nenek bermulut kasar. - Nenek bermulut kasar.
Itu yang ingin kulakukan.
- Tapi tidak bisa kulakukan. - Benar.
Tapi setelah Jong Min berpakaian sebagai pelayan,
dia seperti dirinya sendiri.
- Kamu masih lajang. - Ya.
Kamu di kelas menengah, bukan?
Atau sekitar akhir Dinasti Joseon...
Kamu ingin aku membahas sejarah?
- Sekitar akhirnya... Ya. - Kamu tahu banyak tentang sejarah.
Ada yang membeli bagan genealogi untuk menjadi bangsawan.
Dia seperti orang kaya baru.
- Jadi, aku kaya. - Ya.
- Jadi, dia rakyat jelaga. - "Jelata". Bukan "jelaga".
- "Jelata". - "Rakyat jelata". Itu kejam.
- Itu seperti kata umpatan. - Baiklah.
- Rakyat jelata. - Dia beli untuk tingkatkan status.
Inilah yang penting tentang siaran langsung ini.
No comments yet. Be the first to leave one.