The first 200 lines.
Iya, Bapak.
Bisakah Anda menekan tombol warna merah? Maaf merepotkan.
Sudah? Terima kasih banyak, Bapak.
Jika suatu saat Anda mengalami masalah, silakan menghubungi kami kapan saja.
Saya petugas CS elektronik Home, Na Mi Rae.
Baik.
Mi Rae, orang yang itu lagi. Bagaimana ini?
Ibu Sin Il Dong yang bawel itu?
Bukan. Bapak "Awan Merah" yang bawel.
Biar kuterima.
Terima kasih ya, Mi Rae.
Halo, Bapak.
Kebahagiaan hidup Anda, eletronik HOME--
=Awan Merah.=
=Awan Merah.=
Baiklah.
Apakah yang Anda maksud lagunya Lee Mun Sae? Baiklah.
=Lebih semangat lagi.=
Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Kalau kau duluan yang menutup teleponnya, dia akan mengajukan komplain.
Kerja yang bagus, ya.
=Apa itu? Kenapa?=
=Kurang penghayatan.=
=Kenapa berhenti nyanyinya?=
Sekarang bagian musiknya, Pak.
Apa-apaan ini? Kenapa tidak ada siarannya?
Cuaca cerah dialami semua wilayah negara.
Oleh karena itu sangat cocok melakukan aktivitas luar ruangan.
Akan tetapi suhu pada siang hari akan sedikit tinggi.
Seoul, 26 derajat Celsius. Daegu, 28 derajat Celsius.
Setelah ramalan cuaca, kita akan menutup program berita.
Penyiar Gim, hari ini hari terakhirmu.
Berikan yang terbaik, ya.
Kenapa dia tidak menjawab PD?
"Aku sedang marah". Kira-kira itu maksudnya.
Dia dipecat dari posisi penyiar berita, dan dipaksa melaksanakan program macam ini.
Hei! Programnya bernama Gim Shin Morning Show.
Ini program baru dan menggunakan namanya. Seperti itu dikatakan memaksa?
Apa dia mau melakukannya jika tidak menyukainya?
Tapi dia mumpuni, jadi kurasa dia pasti bisa.
Dia memang penyiar berita yang andal. Tapi kita harus melihat apakah dia bagus di program pagi hari ini.
Pekan depan adalah Hari Kemerdekaan.
Mungkin merupakan awal dari masa liburan,
tetapi kita tidak boleh melupakan bahwa hari tersebut merupakan hari kita meraih kemerdekaan.
Penyiar Gim Shin, bukankah hari ini adalah hari terakhir Anda?
Hari ini... bukan hari terakhirku.
Setiap penyiar berita tidak boleh disamaratakan.
Ada orang yang ingin menjadi host variety show, menjadi penyiar radio.
Ada juga orang yang ingin menikah dengan orang kaya. Semuanya berbeda.
Aku hanya ingin menjadi seorang jurnalis sejati.
Aku hanya ingin menjadi seorang penyiar berita.
Si brengsek ini! Sampai akhir pun masih begitu!
Matikan, matikan, matikan!
Ini siaran langsung!
Penyiar berita ini keren sekali.
Aku pasti akan kembali menempati posisi ini.
Maka pernyataan terakhirku--
Bukan.
Aku akan selamanya menjadi penyiar berita sejati.
Aku akan terus menyatakan seperti itu sampai aku mengalami kepikunan.
Tunggu aku. Aku akan kembali.
=Sedang apa kau? Kenapa tidak menyanyi?=
Terima kasih sudah menunggu. Aku akan menyanyi lagi.
=Menyanyi sekarang juga!=
Maaf, suamiku.
Tapi hanya ini satu-satunya cara.
Situasinya, penumpang ketinggalan taksi.
Maaf, boleh tahu ini program apa?
Program pagi hari, Magazine.
Program pagi hari?
Hei. Kau tidak menghentikan mobil? Apa kita hentikan saja pengambilan gambarnya?
FD-nya mana? Dia pulang, ya?
Dia pergi mengambil asesoris. Ambil saja gambarnya.
Kita tidak bisa mengambil gambar apapun karena lalu-lalang kendaraan.
Brengsek! Bikin kesal saja.
FD-nya mengambil asesoris?
Akan kubantu! Menyingkir!
Akan kubantu! Menyingkir!
Oh, ya. Terima kasih!
Kami sedang ada wawancara sekarang.
Cepat!
Hei, penulis Na. Sini.
Ada apa?
Menurutmu ini sedikit bermasalah, kan?
Ya. Agak sulit dihayati.
Benar. Ada masalah dalam alur penghayatannya.
Aku yang salah. Terima kasih, penulis Na.
Sudah diduga, penulis Na memang menakjubkan!
Kau adalah detak jantung tim kita.
Ok, sudah baik. Tinggal tukar yang kedua menjadi yang pertama.
Gadis ini sedang apa?
Sepertinya dia senyum-senyum terus padaku.
Terima kasih banyak sudah membantu kami.
Sudah selesai, ya?
Ya, berkat bantuanmu.
Tontonlah besok pagi. Gim Shin's Morning Show di YBS.
Itu adalah... Sepertinya kau seorang penulis.
Aku sangat iri padamu.
Kau juga bisa jadi penulis.
Aku juga bisa? Tidak apa-apa kalau umurku sudah 32 tahun?
Oh, itu agak… Apa pekerjaanmu saat ini?
=Sialan, apa yang kau lakukan?=
Maaf, Pak. Akan kuulangi lagi.
=Perempuan gila. Kalau kusuruh nyanyi baru nyanyi.=
Maaf? Bukankah Anda meminta saya menyanyi?
Demi kebahagiaan hidup Anda--
=Hidupmu benar-benar susah.=
=Orangtuamu tahu kalau seperti ini pekerjaanmu?=
=Dia sudah melahirkanmu dan minum sup rumput laut, kan?=
=Dia benar-benar gila karena mau melahirkanmu.=
=Awan Merah.=
Mi Rae, tidak apa-apa.
Ini bukan yang pertama.
Tidak apa-apa.
Oh, Oppa?
Mobilku mana? Sudah di sini?
Iya. Di tempat parkir seberang kantorku.
Jadi, Oppa...
Selamat datang.
Beres semuanya?
Ya, hampir selesai.
Aku kelihatan kampungan, ya?
Tentu saja tidak, sudah kurekam.
Oppa, nanti kuambil sepulang kerja.
Mereka baru saja menelepon.
Katanya diparkir di parkiran kantorku, jadi...
Dasar...
Mobil ini...
Anda siapa?
Setidaknya gantilah seragam kerjamu.
Mau memamerkan pekerjaanmu?
Cuma pegawai kontrak, kan?
Apakah Anda pelanggan dari Shin Gil Dong?
Benar-benar pintar menebak.
Anda ke sini karena perbaikannya terlambat, kan?
Mohon maaf, Pelanggan.
Sebagaimana saya sampaikan sebelumnya, perusahaan saya hanya bisa menghubungi layanan purna jual.
Meskipun Anda menemui saya ke sini…
Kau bicara soal penguntit gila itu, ya?
Aku masih ingat dengan jelas.
Tapi aku tidak tinggal di Shil Gil Dong. Tapi Hwa Go Dong.
Rumahmu.
Maaf, Pelanggan?
Berhenti memanggilku pelanggan.
Aku adalah kau. Aku datang dari masa depan.
Aku adalah kau dari masa depan.
Na Mi Rae. Na Mi Rae.
Orang gila.
Aku paham, Pelanggan.
Walaupun saya mempunyai banyak keterbatasan,
tapi saya akan berusaha datang ke Shin Gil Dong untuk memperbaikinya sendiri.
Aku tahu ini sulit dipercaya.
Tapi hal yang harus kau perbaiki bukanlah benda milik Ahjumma di Shin Gil Dong.
Tapi hidupmu.
Kau tidak bisa mengendarai mobilnya hari ini.
Jadi ikut naik bus saja denganku.
Baiklah, Pelanggan.
Tapi bukankah posisi parkir mobilnya aneh?
Akan kuparkir dengan benar lalu ikut bersama denganmu.
Kalau kau coba-coba kabur…
Mau ke mana kau?
Aku tidak akan melarikan diri.
Jangan! Kau akan mengalami kecelakaan kalau pergi sekarang!
Lebih baik Anda pergi ke rumah sakit sekarang.
Kalau kau pergi, kau harus ingat!
Jembatan Seongsan, hindari jalur ke tiga!
Kututup jendelanya!
Ingat, hindari jalur ke tiga!
Tidak boleh. Mereka tidak boleh bertemu sekarang.
Kenapa suaranya tidak terekam dengan baik?
Salah siapa?
Memangnya waktu yang tepat untuk menanyakannya?
Baiklah, audionya rusak semua.
Jadi datanglah cepat untuk memperbaikinya.
Lalu kenapa tidak dikerjakan besok pagi saja?
Kau benar-benar harus menelepon orang yang tidurnya hanya 3 jam?
Hei Kunyuk, haruskan hal itu yang kau katakan?
Apa? Kunyuk?
Barusan kau memanggilku kunyuk?
Walaupun kita seumuran, tapi kita bukan teman.
Beraninya kau memanggilku Kunyuk? Dasar kau !@#$&^%*
@#$%^&*()
Begini caramu meminta pada orang?
Diputusnya?
Ah *&^%$(#@@
Bukankah Anda seorang penyiar?
Sebentar.
Seorang penyiar adalah tokoh masyarakat juga.
Seharusnya kami mengatakan kata-kata yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Itu benar.
Tapi dalam keadaan sangat marah, tidak bisa selalu begitu.
Karena aku tetap seorang manusia.
Iya, mungkin begitu.
Harus beradab.
=Berputar ke Jembatan Seongsan.=
Jangan! Kau akan mengalami kecelakaan kalau pergi sekarang!
Ingat, hindari jalur ke tiga!
=Jarak ke Jembatang Seongsan 3 km. 3 km.=
Sekarang tinggal 2,7 km.
=Anda cemas, kan? Apa yang harus Anda lakukan?=
=2 km lagi, mulai khawatir sekarang?=
Lupakan saja. Kata-kata ngawur dari wanita gila.
No comments yet. Be the first to leave one.