The first 200 lines.
A VAMPIRE IN THE FAMILY
Sudah mulai? Kami siaran langsung! Halo, Kawan-Kawan!
Selamat datang di siniar yang paling banyak ditonton di Brasil.
Aku Fernandinho Tramontina di acara Bola Ini Milikmu, Fernandinho!
BOLA INI MILIKMU, FERNANDINHO!
Hei, Ameba!
- Pintu garasinya terbuka. - Maaf, Fernandinho.
- Apa-apaan, Ameba? - Perhatikan!
Lanjutkan.
Silakan ajukan pertanyaan Anda. Ada?
Ada satu.
- Pertanyaan dari Batista. - Hei.
"Claudionor, apa kau pernah gagal mencetak gol atau sengaja kalah
seperti Fernandinho?
Aku ingin memperjelas.
Aku tak pernah sengaja kalah seumur hidupku.
Seekor nyamuk terbang ke hidungku saat aku menendang bola.
Ya, itu final, tapi kami kalah. Itu memang terjadi.
Ameba, mainkan rekamannya. Akan kutunjukkan.
- Lagi? - Ini acaraku.
Jika punya acara sendiri, lakukan sesukamu.
Ameba, tolong. Ini saat aku menerima bola.
- Itu namanya keahlian. - Bagus.
Kontrol bola.
Aku sangat cepat.
Aku berlari, mengontrol bola.
Aku menggocek kiper di sini.
Hanya aku dan gawang. Aku akan menendang.
Dia menendang dan…
Lambatkan agar kita bisa melihatnya dengan lebih baik.
Tepat saat nyamuk terbang ke hidungku.
- Meleset. - Tak kelihatan.
Ini bukti nyata bahwa aku tak pernah mengkhianati Vasco. Tidak pernah!
Ayolah, Fernandinho.
Kau bermain untuk Flamengo tahun berikutnya.
Ameba, pertanyaan berikutnya.
- Sampai jumpa di acara berikutnya. - Kalau di sini, panggil aku Pak Fernando.
Maaf, Fernandinho. Pak Fernando.
Sayang, di mana Neymar?
Apa kau percaya Chicão bahkan tak mengundangnya?
Kau berjanji kepada putri kita Neymar akan datang!
Aku tahu.
- Semuanya sudah menunggu, Sayang. - Ya. Aku minta maaf.
Dia kesal karena truffle pisang hijau.
- Dia takkan ingat. - Itu yang dia bicarakan sepanjang pekan.
- Anak-anak lupa. - Neymar tak datang?
Aku ingin membuat video TikTok bersamanya!
Kau bisa melakukannya bersama Ayah. Ayah dulu pemain sepak bola terkenal.
Ayah tak lagi terkenal. Ayah payah.
Cinta seorang putri adalah hal yang indah.
- Panggil putrimu yang satu lagi. - Baik.
Aku akan menggosok gigiku.
Hai, Sayang.
Semua baik-baik saja?
Ya?
Hari hampir gelap.
Mereka menunggumu di bawah.
Kau tak dengar, ya?
Itu jawabanmu untuk apa pun yang Ayah katakan?
Carol, ayolah. Ayah bicara kepadamu.
Turun sebentar saja.
Astaga, tidak mau. Aku tak suka pesta ulang tahun.
- Apalagi ada truffle labu siam. - Menjijikkan.
Terima kasih peringatannya.
Dengar, kapan poster iblis itu akan dilepas?
Sudah kubilang, itu bukan iblis.
Ayah rindu poster Dora sang Penjelajah.
- Pemberian Ayah. - Itu sepuluh tahun lalu.
Ada yang lebih baik dari makhluk bertanduk ini. Ini mencekam.
- Kau bisa langsung merasakannya. - Ayah…
Itu Ravengoroki dari Haru Mokusha. Dia baik.
Sayang, ayolah. Turun lima menit saja.
Baiklah, kupikir-pikir dulu.
"Baiklah…"
Ayah akan turun.
Saking negatifnya sampai di sini hangat. Ayah seperti demam.
Ayah tunggu.
Anak-Anak, jangan dimainkan.
Itu kerja keras, bukan drum!
Menjauh dari piala-pialaku.
- Ini kerja kerasku. - Sayang!
- Ya, Sayang. - Carol belum turun?
Sudah kusuruh.
Kadang aku kehilangan ikatan dengan putriku.
Aku tak tahu apa salahku.
Kami akan nyanyi "Selamat Ulang Tahun".
- Ada tamu. - Buka. Aku mau memotong keik.
Ini bukan waktunya untuk pesta anak-anak.
Di luar gelap. Orang hanya ingin makanan gratis.
Memalukan.
Energi berat.
Ya ampun!
Aneh sekali.
Selamat malam.
Kau tak mengenaliku?
Sejujurnya…
Sejujurnya tidak. Maaf.
Ini aku, adik ipar!
- Gregório! - Ini aku, Bung!
- Lama tak jumpa! - Apa kita akan berciuman?
Semua baik-baik saja, ya.
Aku tak boleh masuk?
Apa? Boleh.
Masuklah, Gregório.
Bagus.
Ciuman itu tak perlu.
Ayo bernyanyi "Selamat Ulang Tahun"!
- Tunggu. - Baiklah, ayo.
Gregório?
Adikku!
Astaga, aku tak percaya kau di sini.
- Aku juga. - Wah!
Keiknya nanti saja.
Semuanya, dengar.
Keiknya harus menunggu. Tamu istimewa telah tiba.
Semuanya, perkenalkan, ini adikku, Gregório.
Tapi dia lebih tinggi daripada aku.
Ini adik iparku, Gregório.
Dia menghilang lima tahun. Kami tak pernah mendengar kabarnya.
Aku yakin dia punya banyak cerita.
Dan kami ingin mendengar semuanya.
- Ceritakan semuanya. - Paman Greg?
- Hai, Paman! - Dik Carol!
- Aku merindukanmu! - Dia sudah besar!
- Kau sudah dewasa. - Masih kecil.
Selamat, Bung. Dia cantik sekali!
- Terima kasih. - Dislokasi bahu.
Fernandinho, lakukan sesuatu.
- Tawari dia minum. - Ranselku.
Ya, bawakan ranselnya.
Greg adalah tamu kita. Benar?
- Ceritakan semuanya. - Akan kuambil.
- Dari mana saja kau? - Sambutan luar biasa. Pesta.
- Akan kuceritakan semuanya. - Kau sangat tampan!
- Astaga! - Ada apa?
Kau membawa mayat? Berat sekali! Tunggu.
Tunggu.
- Fernandinho. - Fernandinho…
- Jangan cengeng. - Astaga.
Kurasa herniaku keluar. Sesuatu keluar!
Ini bukan soal kekuatan.
Astaga.
Aku harus tenang.
- Ibiza luar biasa. - Ya.
Aku disjoki di banyak kelab.
Pekerjaan luar biasa. Banyak prospek.
Keren dan uangnya besar.
Tebak siapa yang kutemui di sana.
David Guetta. Dia sangat ramah.
Mustahil! Aku penggemarnya. Kau berfoto dengannya?
Tidak, tak ada foto. Aku benci difoto.
Kenapa?
Apa polisi mencarimu? Apa kau buronan?
- Fernandinho. - Apa?
Kau bahkan tak berswafoto?
- Tidak. - Seperti ini?
Tidak, bahkan swafoto. Ponselku jadul. Tak berkamera.
Tipikal gembong narkoba.
Fernandinho!
- Ya? - Hentikan. Cukup.
Aku hanya bercanda. Aku bergurau, Adik Ipar!
Cukup, Fernandinho.
Tidak, sungguh. Sudah lima tahun dia menghilang.
Tiba-tiba saja, seperti kentut di angin topan.
Kabarnya tak pernah terdengar.
Dia benci foto dan media sosial. Dia juga punya ponsel kuno.
Bak telepon putar.
Kalian tahu?
- Siapa yang berpikir itu aneh? - Fernandinho.
Ini percakapan menyenangkan.
Kau menjadikan ini canggung. Semua orang mendengarkan.
Tidak apa-apa, Kak. Dia benar.
- Dia benar. - Terima kasih.
Aku minta maaf.
Aku pergi untuk waktu yang lama dan tak pernah mengabari.
Tapi itu yang kuinginkan. Aku ingin menjelajah dunia.
Aku ingin bebas, tanpa ada yang mencariku.
Aku ingin pengalaman itu.
Itu impianku.
Aku juga.
Sejak kapan?
Sayang, biarkan aku bermimpi, boleh?
Apa negara favoritmu?
Rumania, sudah pasti.
- Aneh sekali. - Rumania. Aku ingin ke sana suatu hari.
Bisa kita ke Rumania, Ayah?
Ke Beto Carrero saja.
Tidak begitu jauh dan ada wahana permainannya…
Kereta luncur…
Siapa yang mau ke Rumania?
Apa ada penawaran paket ke Rumania? "Kunjungi Rumania!"
Pernah lihat kaus bertuliskan "Aku Cinta Rumania"? Aku tak pernah.
Itu tempat dengan pemandangan terindah yang pernah kulihat.
Bar terbaik juga.
Biar kuberi tahu sesuatu.
Wanita Rumania hampir secantik wanita Brasil.
Dia jago gombal.
Memang begitu tabiatnya. Aku sudah lama mengenalnya.
Dia memang pemikat wanita.
Sama. Aku juga pemikat wanita.
No comments yet. Be the first to leave one.