The first 200 lines.
Kenapa juga aku mau-mauan bakar baju ini?
Apa benar begini cara melakukannya?
Bong Pal.
Bagaimana penampilanku?
Apa?/ Apa aku terlihat cantik?
Kalau bajunya memang cantik.
Cantiknya.
Ayo./ Ke mana?
Kerja.
Kau berutang baju itu.
Apa?
Tunggu. Apa yang bakal kita lakukan malam-malam begini?
Bagaimana caranya aku membantai setan kalau pakai baju begini?
Ya, Pak.
Akan kukirim nomor rekeningku lewat SMS.
Baiklah.
Ahh.
Aku harus beritahu Cheon Sang dan In Rang juga.
Apaan ini? Kenapa aku tak bisa nembus pintu ini?
Iya.
Sekarang?
Tentu, aku bisa.
Ayo. Kita harus kerja lagi.
Lagi?
Aku kecapekan.
Mereka butuh bantuan kita sekarang.
Bukankah ini sudah berlebihan?
Aku saja sudah capek tak bisa menembus pintu itu.
Aku malah terjedut ke pintu itu.
Kita libur saja hari ini.
Tidak. Kau 'kan sudah setuju.
Sebagai imbalannya, aku akan memberikanmu makanan, tempat tinggal dan membantumu belajar.
Kau lupa?/ Tapi ini sudah kelewatan.
Karena satu baju saja, kau membuatku kerja seharian.
Lagipula kapan kita mulai belajar?
Baiklah. Kita akan belajar setelah kerja ini, ya?
Tidak, aku tidak mau.
Mau kemana kau? Ayo.
Aku capek./ Cepat.
Lihatlah berantakannya tempat ini.
Bakalan lama kita merapikan tempat ini.
Pemilik tempat ini bakal marah kalau melihat tempat ini.
Kau harus bersyukur kau itu masih hidup.
Tentu saja. Aku akan bersyukur selama sisa hidupku...
Sudah waktunya berdoa.
Ijinkan aku mengucapkan terima kasih kepada semua dewa.
Tidak bisa.
Aku harusnya berterima kasih pada Bong Pal.
Dia sok tak peduli pada kita...,
...tapi dia menyelamatkanku saat aku dalam bahaya.
Itulah namanya pria sejati.
Tahu darimana dia kalau aku dalam bahaya?
Itu, Hyung...
Tunggu sebentar.
Ini Bong Pal.
Dia kirim SMS padamu?
Dia menanyakan kondisiku ya?
Dia pasti orang yang baik.
Bukan karena itu dia SMS aku./ Jadi apa? Coba lihat SMS-nya.
Kirimi aku uangnya.
Bicara apa dia?
Katanya biayanya 1 jt won per hantu.
1 juta...
1 juta won?/ Iya.
Tunggu. Biar kupikir dulu...
Jadi...
Jadi dia bukannya datang untuk menyelamatkanku.
Betul./ Jadi dia ...
Dia orang yang suka uang./ Kau punya 1 jt won?
Tidak punya.
Jadi kita harus apa sekarang?
Dia takkan pernah membiarkan kita tak bayar.
Entahlah, tak tahulah...
Abaikan saja dia. Terserahlah.
Abaikan dia?
Tapi...
Apa Ketua Klub Choi Chun Sang di dalam?
Aku pemilik tempat ini.
Aku tahu kau di dalam.
Kau tak bisa mengabaikan panggilan teleponku terus.
Ketua Klub Choi.
Ketua Klub Choi.
Ketua Klub Choi.
Ketua Klub Choi.
Aigoo.
Berapa lama aku tidur?
Aku capek sekali.
Bong Pal.
Bong Pal.
Bong Pal.
Maaf.
Percayalah padaku. Aku tidak lihat apa-apa kok.
Bersikaplah yang normal.
Kau tahu aku ini cuma hantu.
Kau tidak bisa masuk ke kamarku tanpa ketuk pintu dulu.
Baiklah.
Tapi...,
...kau sedikit berbeda hari ini.
Kau kelihatan rapi.
Apa kau juga potong rambut?
Bicara apa kau?
Ah. Kau ada kelas hari ini dengannya.
Ya 'kan?/ Apa maksudmu?
Aku berangkat. Jangan ikuti aku.
Kenapa? Apa karena kau ingin berduaan saja sama dia?
Bukan. Bukankah tadi katamu kau itu capek?
Istirahatlah sana.
Dan jangan masuk ke kamarku...
...atau menyentuh barang-barangku.
Dah.
Jadi, aku harus apa sekarang?
Sampai jumpa.
Bong Pal, ayo kita pergi bareng.
Apa? Tadi kau bilang sampai jumpa padaku.
Apa iya? Tidak ah, aku tidak mengatakannya.
Kau tidak bosan mengikutiku?
Bosan diam di rumah terus.
Juga, aku tidak bisa diam seharian di rumah pakai baju seperti ini.
Terserahlah.
Kami akan segerea menagih biaya perbaikannya.
Mengerti?
Ya.
Hyung. Berhenti.
Tidak, jangan. Tenanglah.
Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?
Aku tidak ada ide.
Apa? Apa itu?
Apa itu? Kau lihat apa?
Kenapa kau senang sekali?
Cuma senang saja.
Bukankah aku kelihatan seperti mahasiswa pakai baju ini?
Tidak juga.
Itu Kyung Ja Unni.
Siapa?
Bong Pal, aku harus temui seseorang dulu ya.
Siapa?
Astaga.
Unni.
Halo, Hyun Ji./ Kenapa ada di sini?
Sayangku yang kubicarakan waktu itu jadi dosen di kampus ini.
Ahh.
Wah bajumu.
Bagaimana penampilanku hari ini?/ Kok bisa?
Kau terlihat cantik.
Kau cantik pakai seragam sekolah...,
...tapi lebih cantik pakai baju ini.
Aku yakin kau itu salah satu hantu yang paling cantik.
Tidak mungkin.
Bakalan tambah bagus kalau kau pakai hak tinggi juga.
Siapa yang bakar bajunya?
Apa si sosis darah itu?
Iya.
Apaan ini? Dia menciummu sebelumnya...
...dan sekarang bakar baju untukmu.
Sepertinya dia menyukaimu.
Omong kosong.
Apanya yang omong kosong?
Aku ini hantu dan menyukai manusia. Manusia juga bisa menyukai hantu!
Bukan begitu.
Aku harus merengek padanya seharian biar bisa dibelikan baju ini.
Dan dia itu menyukai orang lain.
Kau itu tidak tahu tentang pria.
Percayalah padaku. Dia itu menyukaimu.
Tidak mungkin.
Hei. Siapa yang kau temui?
Cuma hantu kenalanku saja kok.
Percayalah padaku. Dia itu menyukaimu.
Kenapa? Kenapa kau tersenyum?
Tak apa.
Bong Pal.
Selamat pagi.
Kau datang lebih cepat hari ini./ Iya.
Ayo kita siapkan ruang kelasnya.
Ya.
Sudah kuduga.
Sepatunya cantik.
Biar aku saja.
Tak perlu.
Tak masalah. Aku saja.
Lihatlah kau itu, Tn. Superman.
Siapa pun bisa tahu kau itu menyukainya.
Tapi kau bahkan tak bisa bicara dengannya.
Oh maaf./ Tak apa.
Jangan malu-malu.
Kalian datang lebih cepat hari ini.
Selamat pagi./ Selamat pagi.
Terima kasih telah membantuku sepagi ini.
Apa itu bahan ajar untuk hari ini?/ Iya.
Kau terluka?
Ada bekas luka di tanganmu.
Ahh, tidak parah kok.
Tapi kelihatannya itu parah./ Aigoo.
Aku lupa bawa beberapa bahan ajarnya.
Mereka bahkan memakan kulit mereka sendiri.
Mereka tadinya dianggap sebagai alat produksi...,
...tapi zaman sekarang ini../ Bong Pal.
Mereka dianggap sebagai sahabat manusia.
Profesor itu sepertinya menghindariku.
Mereka bahkan bisa membantu orang melawan depresi.
Bicara apa kau?
No comments yet. Be the first to leave one.