Kids These Days (요즘 애들)

Kids These Days (요즘 애들)

Download Indonesian Subtitle

Release info

요즘 애들 Kids These Days E07 190120-NEXT-VIU
A Commentary by RuoXi
Ep. 7 [VIU Ver.] "A Special Talent". Special Talent Kids : Lee Sang Won, Rooftop Label, and Moon Esther. Synced for NEXT. Runtime : 01:22:50/51. Enjoy.... ;). Cast : Yoo Jae Suk, Ahn Jung-hwan, Kim Shin-young

Tags

other
Published on: 2019-01-21
Downloads: 5
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kami penasaran dengan anak-anak Korea zaman sekarang.

Bisa kita bertemu mereka?

Senang bertemu. - Senang bertemu.

Kami adalah... - Halo.

Kami adalah... - Di mana...

Di mana kita?

Hingga pekan lalu kita berada di pesawat luar angkasa.

Akhirnya kita mendarat di Bumi. - Kita sudah mendarat di Bumi?

Kini kita di Bumi.

Kita turun dari pesawat dalam tujuh episode?

Kita tidak benar-benar "turun". - Perhentian terakhir?

Kita duduk di depan stan yang sangat familier bagi kalian.

Kita sudah kembali dengan selamat. - Ya, benar.

Bukankah biasanya ada penonton di stan?

Bukan begitu. - Sepertinya sangat kosong.

Sayangnya, keadaan tidak berjalan baik bagi kita.

Lebih buruk dari yang kamu kira.

Tapi kita tidak pernah tahu. - Mungkin.

Pembawa acara kita juga berkurang. - Ya, sayang sekali.

Kini kita akan melanjutkan dengan empat pembawa acara.

Pepatah lama benar. "Tidak ada urutan siapa pergi lebih dahulu".

Benar.

Seul Gi pergi ke luar negeri.

Begitu rupanya. - Dia sedang tur keliling dunia.

Seperti kata Shin Young. - Dia sibuk.

Seul Gi sibuk dengan jadwal di luar negeri.

Setahuku, Hyun Min tidak sesibuk itu.

Hei! - Ayolah!

Tutup mulutmu.

Maaf, tapi kamu harus tutup mulut, Hyun Min marah.

Maaf, tapi aku rasa mereka juga kurangi jumlah kamera.

Ya, kamu benar.

Semua telah dikurangi. - Ini sepi.

Semuanya bisa dikurangi kecuali yang satu ini.

Apa itu? - "Kesenangan" tidak bisa dikurangi.

Benar. - Harus makin besar.

Bagaimana kita melakukannya? - Pembawa acara bisa berkurang,

tapi kesenangan tidak boleh. - Tapi kesenangan tidak boleh.

Jangan terlalu perhatikan pakaianmu hari ini.

Karena mungkin kamu harus pakai celana ketat pekan depan.

Jumlah orang boleh berkurang, tapi kesenangan tidak boleh.

Kini kita menyalakan sistem darurat.

Serta kami telah mengubah cara bertemu anak-anak zaman sekarang.

Benar. Kita sedikit berubah.

Menurut pemirsa, tidak apa-apa jika kita menemui mereka,

tapi terlalu banyak video. - Terlalu banyak video.

Terlalu lama bagi kami menonton sepuluh video.

Jadi, kini kita hanya akan menyaksikan tiga video.

Tiga tim! - Tiga tim!

Tiga tim. - Kami hanya akan pilih satu tim

di antara ketiga tim itu.

Hingga pekan lalu, kita menemui peserta pekan setelahnya, bukan?

Tapi hari ini,

kita langsung menemui mereka. - Ayo kita ke sana.

Kami pilih dan telepon mereka. - Langsung?

Jika mereka bersedia, kita langsung menemui mereka.

Kita akan langsung pergi? - Benar.

Ada satu hal lagi.

Kita tidak bisa lagi mendapatkan rekan anak-anak dan orang dewasa.

Itu mustahil.

Kenapa tidak? - Kita akan kunjungi mereka bersama.

Sungguh? - Hanya aku anak kecil di sini.

Kita berempat akan mengunjungi mereka.

Kita semua akan pergi. - Benar.

Kita akan pergi bersama? - Ya.

Maaf, tapi tidak bisakah kamu tetap di studio?

Tidak, kita semua harus pergi bersama.

Hingga kini, acara TV sudah terlalu banyak mengundang Jung Hwan.

Kamu benar. - Apa?

Dia perlu dilatih dengan keras.

"Dengan keras"! - Benar.

Dia telah diperlakukan seperti Tuan Muda. Itu harus berakhir.

Kamu harus diperlakukan kasar. - Kamu hanya bekerja di studio.

Benar. - Silakan.

Baiklah. - Baiklah.

"Kids These Days" mencari perubahan untuk lebih baik.

Mari kita lihat video pertama.

Silakan perkenalkan

video pertama, Haon. - Baiklah.

Haruskah kita temui mereka?

Kamu juga dalam bahaya.

Aku merasa tidak akan melihatmu pekan depan.

Tolong beri satu lagi kesempatan. - Haon! Lakukan dengan tulus.

Tolong beri satu lagi kesempatan. - Haon!

Belum lama sejak dia beranjak dewasa.

Benar. - Dia sudah meminta

kesempatan lagi.

Ayo kita temui mereka. - Baiklah, ayo!

Ayo kita temui. - Ayo kita temui.

"Lee Sang Won"

"Lee Sang Won". - "Lee Sang Won".

"Semua tergantung pikiran"? - "Semua tergantung pikiran".

Apa artinya?

Apa itu? - Apa?

"Dia memotong rambut"

Itu berlebihan. - Apa ini?

Kenapa dia memotong rambutnya?

"Rambutnya makin pendek"

"Memotong"

Apa dia membuat film aksi? - Film?

Mungkin itu parodi dari sebuah film.

"Memotong"

Siapa itu? Apa dia ibunya? - Apa dia mencukur kepalanya?

Kurasa begitu.

Itu ibunya? - Apa dia ikut militer?

"Menurut kalian apa yang terjadi padaku?"

Itu rambut aslinya, bukan? - Ya.

Mungkin dia mencukur rambutnya untuk bergabung dengan militer.

Sepertinya terlalu pendek. - Itu terlalu pendek.

Potongan itu terlalu pendek. - Mungkin dia akan ke kuil.

Halo.

Aku junior di Universitas Dongguk dan mengambil jurusan agama Buddha.

Namaku Su Jin.

"Lee Sang Won, 24 tahun, nama Buddha-nya Su Jin"

"Dia seorang biksu Orde Jogye Buddha Korea"

Dia seorang biksu Buddha.

Dia seorang biksu Buddha. - Ya, benar.

Alasan aku kirim video ke Kids These Days di JTBC adalah

untuk menunjukkan bahwa ada anak zaman kini yang ambil jalan lain.

Luar biasa.

Ada berbagai jalan dalam hidup.

Di antara jalan-jalan itu, - Haon menyukai ini.

jalan ini mungkin sedikit tidak familier.

Aku ingin perkenalkan jalan yang aku pilih.

Haon sangat tertarik dengan ini. - Benar.

Aku selalu ingin merasakan acara tinggal di kuil.

Tanggal 27 Februari 2015.

Ibunya yang membuat narasi? - Itu ibunya?

Dia telah mendaftarkan diri sebagai biksu di Tongdosa.

"Narasi oleh Lee Yeon Soo, ibunya"

Dan dia habiskan setengah tahun pertama tidak lebih baik dibanding

hidup seekor serangga.

Tapi dia bertahan dari

masa sulit dan sepi itu.

Besok... - Jadi, seperti itu.

Ibunya sendiri yang mencukurnya.

Itu...

Dia selesaikan pelatihannya selama enam bulan.

Ibunya yang mencukur rambutnya. - Sebagai seorang biksu,

dia menerima perintah pertamanya.

Dia lepaskan hidupnya sebagai "Lee Sang Won".

Dia mendapatkan sebuah nama Buddha yang baru, "Su Jin".

Begitu rupanya. - "Su Jin".

Kehidupannya sebelum usia 20 tahun hanya seperti mimpi.

Ini sangat menyentuh.

Narasi ibunya membuat kisah ini makin menyentuh.

Kini dia akan meninggalkan keluarga yang penyayang itu.

Dan dia akan menjalani hidupnya sendiri.

Kakaknya mirip seperti ayahnya.

Mereka bertiga terlihat mirip.

Orang bertanya kenapa aku harus jadi seorang biksu.

Sejak kecil,

ada banyak biksu bertanya padaku,

"Kenapa kamu tidak menjadi biksu?"

Jadi, mengambil keputusan ini tidaklah terlalu sulit.

Aku mulai merasa penasaran.

Itu semua sangat alami bagiku.

Aku penasaran dengan biksu Su Jin. - Aku setuju.

Jika kalian datang mengunjungiku,

selain kehidupanku berdoa dan melakukan pertapaan,

aku juga ingin membagikan kehidupan sehari-hariku.

Apa dia boleh lakukan itu? - Seorang biksu bermain senjata.

Apa dia boleh lakukan itu? - Ini menarik.

Bukankah itu tripod?

Ya, benar.

Apa dia baru saja memainkannya seolah senapan mesin?

Dia biksu Rambo. - Apa maksudmu Rambo?

Dia biksu Rambo. - Seorang biksu Rambo.

Dia biksu zaman sekarang.

Jalan pertapaan tidak sesulit kelihatannya.

Aku ingin berbagi jalanku pada kalian.

"Aku ingin bagikan pengalamanku dengan lebih banyak orang"

Astaga. - Keren.

Lee Sang Won. Dia biksu Su Jin.

Dia Biksu Su Jin. - Ya.

Dia luar biasa.

Aku juga penasaran kenapa dia memilih menjadi seorang biksu.

Benar. - Aku ingin tahu alasannya.

Apa kamu pernah ingin lari dari dunia ini?

Setiap hari.

"Itu jelas baginya"

Aku ingin pergi dari tempat ini.

Tempat ini? - Bukan, dunia ini.

Benar. - Tidak bisa tinggalkan acara ini.

Ini juga bagian dunia. - Ini juga dunia.

Ini tempat duniawi yang populer. - Ini tempat paling duniawi.

Ini tempat yang populer. - Banyak orang

dan banyak hal ada di sini. Ini tempat ketamakan.

Ada keserakahan dan ambisi. - Benar.

Begitu rupanya. - Ya.

Ada sesuatu yang membuatku penasaran.

Kamu sudah di sini 30 tahun. - Ya, benar.

Apa kamu pernah ingin pergi?

Sejujurnya...

Aku berkata apa adanya.

Aku suka tempat duniawi ini.

Sungguh. - Kamu sudah tercemar.

Aku juga suka. - Aku sungguh-sungguh.

Kamu seorang pecandu. - Tidak sekali pun?

Sama sekali tidak. Aku suka tempat ini.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left