The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Aku Uhtred, putra Uhtred.
Pada malam kematiannya,
aku akhirnya berdamai dengan Raja Alfred yang agung.
Kau dengan ini diampuni.
Dia tiada.
Wessex kacau balau.
Aldhelm, kirim pembawa pesan ke Mercia, aku ingin memanggil pengawal lagi.
Visinya atas Inggris yang bersatu belum selesai.
Dewan bertujuan memilih raja.
Jangan biarkan Uhtred bersekutu dengan Edward.
Ini momen yang telah lama dinantikan oleh kaum Dane.
Tapi Brida mencari kebenaran.
Kata orang, dia membunuh Ragnar.
- Aethelwold? - Apa itu ulahnya?
- Dia takut kepada Ragnar. - Maka dia harus kubunuh.
Hanya dengan darah Thyra, kami bisa mengirim Ragnar ke Valhalla.
Beri tahu temanmu Uhtred, pengampunannya dibatalkan.
Dia harus meninggalkan Winchester atau dia akan ditahan.
Ratu Aelswith mengkhianati keinginan suaminya dan aku dipenjara.
Pada saat saudariku hanya dipandang sebagai kaum Dane.
Dia bukan kaum Dane?
Musuh.
Di lubang tempatmu pantas berada.
Takdir adalah segalanya.
BERDASARKAN NOVEL KARYA BERNARD CORNWELL
Beocca!
Beocca!
Beocca!
Beocca, sayangku.
Beocca!
Dia bersama Tuhan.
Semoga arwahnya beristirahat dalam damai selamanya. Amin.
Kebakaran!
Bunyikan lonceng! Kebakaran!
Ambil tong air!
Kita harus bertemu, Tuan. Melanjutkan percakapan kita.
Untuk apa?
Kaum Dane akan mendengar kematian Alfred dan menyerang Mercia.
- Mercia akan siap. - Untuk mati atau bangkit?
Cari aku.
Menurutku dia lebih rendah daripada perut ular.
Bukan berarti dia salah.
Cegah apinya menyebar!
Ambil air lagi! Astaga, ambil air lagi!
Astaga!
Ya, Tuhan.
Panggil Pendeta Beocca! Sekarang!
- Air lagi! - Sihtric! Thyra di dalam?
Kukira dia ada di istana?
- Tidak, dia pergi! Dia keluar! - Ambil air lagi!
Pendeta Beocca?
Kami ingin momen terakhir dengan Raja.
Tanpamu.
Tentu saja.
Ratu Aelswith, maafkan aku.
Kau menentang keinginan Raja.
Pendeta Beocca, kau mungkin dibutuhkan.
- Padamkan api di pintunya! - Mundur! Rumahnya runtuh!
- Tidak! Ini tak mungkin! Thyra! - Pendeta, jangan!
Aku di sini!
Thyra!
Thyra!
Beocca.
Pendeta, kini dia bersama Tuhan, kau tahu itu.
Dia pasti menyambutnya.
Keluarganya meninggal seperti ini juga, dalam kebakaran.
Apa itu menenangkan? Atau makin membuatnya takut?
Pendeta, kita tahu dia dalam damai sekarang.
Dia berdamai.
Kau harus pergi sekarang.
Mungkin minum bir?
Setelah panasnya mereda, aku akan membawanya
dan membungkusnya untuk dimakamkan.
- Tidak, akan kucari dia. Dia istriku. - Benar.
Kami akan bantu.
Kebakaran ini tak terjadi begitu saja.
Ini hari-hari kelam dan genting bagi Wessex dan Mercia.
Setelah kaum Dane tahu kematian Alfred...
Katamu, mereka akan menyerang dan kami setuju.
- Kita akan bertempur. - Kenapa?
- Kenapa bertempur untuk kalah? - Kata siapa kita kalah?
Agar berpeluang menang, Mercia butuh Wessex
dan Wessex dipimpin oleh anak anjing. Kau akan kalah.
Dengan kaum Dane, tak ada pilihan
- selain bertempur. - Bernegosiasi.
Biarkan mereka membantai Edward dan sedikit orang bodoh yang mengikutinya.
"Sedikit"?
Edward tak didukung seluruh Wessex. Beberapa mengikuti, tapi tak semua.
Wessex tak punya banyak pasukan.
Tuan Sigebriht akan kembali ke Cent dan menyiapkan pasukannya.
Untuk apa? Bergabung dengan kaum Dane?
Edward bukan Alfred dan takkan bisa...
- Jangan. Tak perlu pedang! - Aku hanya mengenalkan diri.
- Lepaskan aku! - Tidak sampai kau tenang!
Ada kegilaan.
- Pendeta, kau menderita. - Aku tak ingin mendengar suaramu!
Kau yang membunuhnya, bukan bara api di tumpukan jerami.
Aku tak bersalah atas kemalanganmu.
Kau pelakunya, jika tak langsung, itu karena hasutanmu,
kebohonganmu, kotoran yang kau muntahkan!
Kita harus mencari meja lain.
Di mata beberapa orang, wanita lembut menjadi musuh, tidak lebih.
Jangan dengarkan pria ini.
Pendeta Beocca, kumaafkan kericuhan ini sekali saja.
Jika bicara lagi, terima akibatnya.
Apa kubilang? Wessex terpecah.
Takkan kubiarkan lagi.
HUNSTANTON KERAJAAN ANGLIA TIMUR
- Ya! - Ya!
- Haesten, ada apa ini? - Ini permulaan, Kawan.
Alfred, raja kaum Saxon pemakan kotoran, telah mengembuskan napas terakhirnya!
Raja sudah mati!
Haesten, kau yakin kali ini?
- Dagfinn? - Itu benar, Tuan.
Kami mendengarnya berkali-kali dari pendeta, pejuang, dan rakyat jelata.
Mereka menangis di jalan-jalan Winchester.
Maka ini dimulai.
Ini dimulai.
Asah pedang kalian! Ini dimulai!
Apa ada pengadilan atau hanya hukuman mati?
Uhtred, ibuku ingin menyayat tenggorokanmu,
tapi dia sudah dibujuk untuk memberikan pengusiran.
Tinggalkan Winchester serta Wessex dan jangan kembali lagi.
Bagaimana dengan Edward?
Bagaimana surat Raja? Grasinya? Itu tak berarti?
Uhtred, kau harus pergi atau dia akan membunuhmu.
Temukan Beocca.
Kami harus berbicara. Panggil dia.
Tidak bisa.
Cobaannya sudah banyak.
Cobaan apa?
Aku di sini.
Aku mendengar perkataan Putri.
Aku datang untuk memohonmu tinggal.
Dia tak bisa tinggal.
- Akan ada sidang. - Mungkin.
Kita akan didengarkan. Kita harus didengar.
- Apa yang terjadi? - Terima sidangnya.
Jika tidak, iblis akan menang.
- Beocca? - Jangan tinggalkan yang kau bantu bangun.
Kau berubah.
Thyra bersama Tuhan...
bahkan para dewa.
Bagaimana bisa?
Kebakaran.
Disulut oleh para orang Kristen baik, tak diragukan lagi.
Siapa?
Kini dia bersama Gisela.
Dia bersama ibunya.
Jangan biarkan diri kita tenggelam dalam kematiannya.
Semua yang dibangun Alfred hancur.
Kau, Uhtred, tak boleh terseret ke dalam bayangan.
Kau harus menjadi cahaya.
Putri Aethelflaed.
Beri tahu saudaramu dan ibumu...
bahwa Mercia punya raja dengan pikiran sendiri.
Takkan kulakukan.
Alfred telah tiada.
Kesepakatan dengan Alfred tak berlaku lagi.
Mercia tetap bersekutu dengan Wessex.
Dua negara ini akan bekerja sama atau akan gagal.
Dua negara setara.
Masing-masing bebas memilih siapa kawan dan lawannya.
"Siapa lawannya"?
Tuan Aldhelm...
ingatkan suamiku apa artinya menjadi bangsa Mercia.
Tuan Raja...
harus kuakui aku tak menentangnya.
Aku butuh jaminan
kau tak akan menyatukan Mercia dengan Aethelwold atau kaum Dane.
- Itu pengkhianatan. - Kau butuh jaminan?
- Kita bangsa Mercia. - Kau mempertanyakanku?
Aku cemas.
Kau meragukanku?
Aku hanya ingin memahami pemikiranmu.
Lima puluh pengawalku...
apa kau memanggilnya?
Mereka dibutuhkan di rumah.
Apa kau memanggil 50 pengawalku?
Tidak.
Jika kau hidup, Aldhelm, jangan pernah menentangku lagi.
Jangan pernah.
Lukamu akibat perkelahian di bar.
Aku sudah memikirkan pembelotanku kepada kaum Dane.
Akan kutunggu sampai momen terakhir.
Artinya?
Edward akan maju dan aku akan berjanji ikut,
tapi aku akan tiba terlambat.
Saat kaum Dane menyerang dari depan, kuserang dari belakang.
Pasukanku melawan pasukan rakyat jelata.
Itu akan menjadi pembantaian dan pasukanku akan bertahan.
Aku hampir mendengar jeritan paniknya.
Putri, maafkan aku, aku tak tahu harus ke mana lagi.
Dia yakin bisa bernegosiasi...
atau setidaknya memikirkan kemungkinan itu.
Kuharap pendarahannya berhenti.
Luka perut adalah kematian lambat.
Ini bisa sembuh.
Ini akan sembuh.
No comments yet. Be the first to leave one.