The first 200 lines.
Apa-apaan ini?
Mereka tidak mengajari kita sama sekali.
Mereka hanya menghukum kita.
Kita tidak melakukan kesalahan.
Mulai hari ini sampai kelulusan kalian,
aku menunjuk Maki sebagai Ketua Kelas GEN6 di Home School.
Kenapa aku?
Itu tugasmu sebagai Ketua Kelas GEN4.
Kamu harus tahu, Run, aku berharap banyak padamu.
Tapi perintahmu ini tidak benar.
Kadang kita harus melakukan hal yang tidak benar untuk mengubah sesuatu.
Tapi kamu memintaku untuk membunuh seseorang.
Kamu harus mengerti, Run,
semua ini kulakukan demi masa depan semua orang di Home School.
"Disutradarai oleh Kanittha Kwunyoo"
Aku mengundangmu hari ini karena ingin bicara denganmu
tentang tugasmu sebagai ketua kelas.
Mulai sekarang, kamu harus membantu semua master
mengawasi teman-temanmu dan pastikan mereka mengikuti peraturan.
Selain itu,
kamu harus menertibkan Home School bersama Master Phoban.
Ada pertanyaan, Maki?
Kenapa memilihku menjadi ketua kelas?
Karena kamu mengingatkanku kepada seseorang di masa lalu.
Siapa?
Dia seniormu di GEN4.
Namanya Run.
Orang yang kamu tanyakan baru-baru ini.
Dia ketua kelas, sama seperti kamu.
Omong-omong, kamu dan Run punya banyak kesamaan.
Di mana dia sekarang?
Dia bekerja atau belajar?
Aku ingin bertemu dengannya.
Suatu hari, kamu pasti akan bertemu dengannya
dan kurasa dia juga ingin mengenalmu.
Perhatian.
Semua murid GEN6 diharap melapor ke ruang pertemuan Home School.
Semua murid GEN6 diharap melapor ke ruang pertemuan Home School.
Aku tahu kalian kesulitan dalam beberapa hari terakhir
menyesuaikan diri dengan kehidupan di Home School.
Banyak dari kalian merindukan rumah.
Banyak dari kalian merindukan keluarga.
Itu membuatku sadar, aku tidak boleh membuat kalian menderita.
Jadi, aku ingin memberi kalian kesempatan khusus
untuk pulang akhir pekan ini.
Astaga.
Kita akan pulang. - Kita bisa pulang?
Hore!
Kita akan pulang.
Tapi...
Tapi hanya satu dari kalian yang akan mendapat kesempatan itu.
Siapa yang akan diizinkan pulang?
Itu tergantung pada keputusan semua orang.
Suara kalian akan menentukan hasilnya.
Murid yang mendapat suara terbanyak akan pulang
dan bersantai pada akhir pekan ini.
Semua murid GEN6,
hari ini Home School meminta kalian menulis surat ke rumah.
Sekolah akan mengirimkannya kepada keluarga kalian besok.
Tapi jika ada yang tidak mau menghubungi keluarga,
kalian tidak perlu menulis surat.
Benarkah, Master?
Pada zaman sekarang,
kenapa kamu masih menyuruh kami menulis surat?
Kenapa tidak pakai burung hantu untuk mengantarkannya?
Kenapa kita tidak menelepon, mengobrol,
mengirim surel, atau mengirim pesan langsung?
Kalian lahir pada zaman di mana komunikasi sangat mudah
hingga terkadang kalian menyepelekannya.
Menulis surat akan membuat kalian menghargai apa yang kalian tulis
dan berfokus menyampaikan perasaan kalian
kepada orang yang kalian rindukan.
Itu juga akan membantu kalian menyadari
pentingnya menunggu.
"Ibu tersayang"
"Aku ingin pulang. Tempat ini gila. Aku ingin pulang"
"Ayah tersayang"
Ayah menghasilkan uang agar kamu bisa bersekolah
dan ini caramu membalas ayah?
Apa?
Ayah mengirimmu untuk belajar, bukan berkelahi dengan orang lain.
Kamu mempermalukan ayah di mata para guru.
Apa peduli Ayah?
Ayah pernah bertemu mereka?
Jangan membantah ayah.
Aku hanya menyatakan fakta.
Kamu pandai membantah.
Kenapa kamu tidak fokus belajar?
Cobalah bersikap seperti adikmu,
bukan membuat ayah pusing dan mempermalukan ayah.
Memiliki seorang putri sama seperti memiliki toilet di depan rumah.
Makanya ayah tidak mau memiliki seorang putri.
Ayah menyalahkan wanita atas segalanya.
Apa menjadi wanita itu salah?
Beraninya kamu bicara seperti itu kepada ayah!
Pria seperti Ayah seharusnya merasa bersalah
karena berselingkuh, punya banyak selingkuhan,
dan menyakiti Ibu setiap hari.
Berhenti!
"Ayah tersayang"
Siapa yang mau pulang?
Karena kita semua ingin pulang,
bagaimana kita harus memilih, Maki?
Kita harus memilih orang yang punya alasan terbaik untuk pulang dahulu.
Mereka yang tidak mendapat kesempatan kali ini
bisa menunggu lain kali.
Aku ingin pulang menemui ayahku.
Dia tinggal sendirian
dan aku tidak pernah tinggal jauh darinya selama ini.
Kumohon.
Aku juga bisa mengatakan itu.
Ayahku juga tinggal sendirian.
Aku ingin pulang menemui ibuku.
Aku tidak begitu sehat.
Kalian semua melihatnya.
Jika bisa bertemu ibuku, kurasa aku akan membaik.
Dengar.
Jika tidak bisa memilih, kita bersaing.
Yang lemah kalah.
Begitu saja.
Sesederhana itu.
Kurasa itu tidak adil.
Kenapa tidak adil?
Itu cara yang paling adil.
Pria dan wanita tidak terlahir setara.
Tidak ada kompetisi yang adil.
Semua orang pandai dalam hal berbeda.
Kamu tidak bisa membuat gadis kecil melawan pria besar
atau yang tidak pandai berhitung bersaing dengan genius matematika.
Ini tidak adil.
Teman-teman.
Dengar.
Siapa yang akan kalian pilih?
Aku tidak akan pernah memilihmu, Mek.
Aku juga tidak.
Aku tidak akan memilihmu.
Dasar bodoh.
Aku juga tidak akan memilih kalian berdua.
Pennhung.
Maukah kamu memilihku?
Kamu tidak berperasaan.
Hei, Jean.
Bagaimana denganmu?
Siapa yang akan kamu pilih?
Dengar.
Jika ada yang memilihku,
aku akan memberi mereka masing-masing satu juta baht.
Itu curang.
Bagaimana itu bisa disebut curang?
Itu disebut keuntungan bersama.
Aku mendapat suara.
Mereka mendapat uang.
Sama-sama menguntungkan.
Itu tidak curang.
Tapi jika ini pemilu,
itu akan dianggap membeli suara, Jean.
Akan ada hukuman untuk itu.
Pennhung,
ini bukan pemilu,
jadi, aku tidak melakukan kesalahan.
Baiklah.
Silakan berbuat curang jika kamu mau.
Tapi katakan.
Apa yang bisa kamu lakukan dengan satu juta di Home School?
Kamu harus menunggu tiga tahun sebelum bisa memakai uang itu.
Tawaranmu sangat tidak berharga.
Dewasalah.
Kali pertama kita berlari, aku hampir mati.
Aku juga.
Aku hampir mati di titik pertama.
Hei, Para Gadis.
Kalian lelah?
Minumlah.
Berikan kepada yang lain.
Ayo. Berikan kepada yang lain.
Kamu mau lagi, Biw?
Hei.
Apa yang kamu lakukan, Mek?
Apa maumu?
Bukan apa-apa.
Aku melihat kalian lelah, jadi, aku mau membawakan air dingin.
Minum air bersih bagus untuk tubuhmu.
Kamu membawakan kami air karena menginginkan sesuatu.
Kalau begitu, aku akan langsung ke intinya.
Aku punya tawaran untuk kalian.
Jika kalian memilihku untuk pulang,
aku akan menjadi budak kalian selama satu semester.
Ide bagus?
Aku akan membawakanmu air setelah berolahraga setiap hari.
Bagaimana?
Aku bisa mengambil minumanku sendiri.
Mek, kamu pecundang.
Kamu tidak punya satu juta untuk diberikan seperti Jean,
jadi, kamu menawarkan diri menjadi budak mereka?
Memalukan sekali.
Kamu seharusnya tidak terlahir sebagai kembaranku.
Astaga, Mork.
Kamu pernah berpikir untuk bertanya apa aku mau menjadi kembaranmu?
Hei. Cukup.
Berhentilah bertengkar seperti anak-anak.
No comments yet. Be the first to leave one.