The first 200 lines.
Clara!/ Diam.
Apa itu cara kita bertegur sapa sekarang?
Diam, diam, diam. Ada yang mau kubicarakan.
Aku akan tiba di sana sebentar lagi, jadi...
Tidak, tidak selagi kau dalam kamarku./ Oh, bodohnya aku. Ide yang menggoda!
Diam!/ Oke./ Tetap diam.
Oke.
Hal yang mau kubicarakan. Tidak semuanya bagus.
Oh, bukankah lebih baik jika aku ada di sana?
Danny, semua hal bisa jadi lebih baik kalau kau di sini, tapi mungkin...
Mungkin bukan hal ini.
Oke..
Oke, sebelum itu...
Sebelum mengakui semua kesalahanku...
Aku mencintaimu./ Aku mencintaimu.
Tidak, bukan begitu. Bukan otomatis begitu.
Bukan seperti saat mengakhiri panggilan telepon,
salam perpisahan atau tepukan di punggung./ Clara...
Danny, aku tidak akan pernah mengatakan kata-kata itu kepada orang lain.
Kata-kata itu, dariku, untukmu.
Jadi...
Satu hal selesai.
Oke, Danny?
Ada lagi,
ini hal utamanya.
Oke, Danny, tolong bicaralah. Ini membuatku tegang.
Danny, aku mencintaimu.
Dan kau adalah orang terakhir yang akan mendengarku mengatakannya.
Halo?
Halo, ada orang di sana?
Halo? Ya, siapa ini?
Aku baru memungut ponsel ini. Maafkan aku. Aku memungutnya.
Oh. Oke.
Bisa kau kembalikan ponselnya pada Danny?
Aku tadi sedang bicara dengan Danny.
Maafkan aku. Aku sangat menyesal.
Oke, untuk apa kau minta maaf?
Bisa kau kembalikan ponselnya pada...?
Dia sedang menyebrangi jalan.
Aku memungut ponselnya yang terlempar ke sini...
Mobil itu datang tiba-tiba.
Aku sangat menyesal.
Saat ini, aku yakin kalian sudah mendengar beritanya
dan dengan sedih aku harus menyatakan bahwa itu benar.
Aku mengumpulkan kalian di sini hari ini untuk mengatakan bahwa Mr. Pink,
bahwa Danny Pink telah meninggal.
Mari kita bersama-sama menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga dan teman-temannya.
Mr. Pink adalah inspirasi bagi teman-temannya.
Seorang tentara, guru, dan teman.
Bukan rahasia lagi bahwa dia punya hubungan dekat dengan Ms. Oswald.
Dan rasa simpati dan doa kita menyertai dia.
Halo, sayang. Kau baik-baik saja?
Tentu saja tidak.
Maaf. Tentu kau tidak baik-baik saja.
Kau tahu apa yang harus kau lakukan?
Kau harus menangis. Lepaskanlah.
Menangisi apa?
Itu hal yang buruk. Hal yang sangat buruk.
Itu tidak buruk.
Clara?
Itu membosankan.
Membosankan?
Biasa saja.
Orang-orang terus berjalan membawa ipod dan tas belanja mereka.
Dia hidup, lalu dia mati dan setelah itu tidak ada apa-apa.
Seperti turun dari bis.
Dia pantas mendapat yang lebih baik Begitu juga dirimu.
Aku tidak pantas mendapat apa-apa. Tidak ada yang pantas.
Tapi aku dihutangi.
Lebih baik lagi.
Aku dihutangi.
Siapa yang berhutang padamu?
Clara!
Clara?
Hei!
Maaf, aku sibuk. Ada apa?
Oh, tidak ada apa-apa. Kau tahulah, seperti biasa.
Well, kau hanya manusia.
Jadi, ada yang bisa kubantu, Clara?
Doctor Who Series 8 Episode 11 Dark Water
Original English Subtitle by Stubbie Translated by gdftydfgk For F44@IDWS
Clara?
Nyalakan TARDIS!/ Kita mau kemana?/ Pergi.
Dari?/ Pergi saja.
Biasanya kau membicarakan pekerjaan, murid atau makanan atau kebosanan.
Jadi apa yang terjadi?
Gunung berapi./ Maaf?
Aku belum pernah lihat gunung berapi aktif, kau pernah?
Apa hebatnya melihat gunung berapi?
Hanya semacam gunung yang bocor./ Aku belum pernah lihat lava.
Lava itu payah.
Buktikan.
Ada di lehermu.
Kau masih punya plester tidur itu?
Kau tidak boleh memintanya./ Aku kesulitan tidur.
Tetap tidak boleh./ Boleh aku minta satu?
Tidak, tidak boleh.
Jadi, gunung berapi.
Apa hebatnya lava?
Kau pernah bilang lava dapat menghancurkan kunci TARDIS.
Itulah hebatnya lava.
Ketujuh-tujuhnya. Dari semua tempat persembunyian.
Clara, apa yang kau lakukan?
Jangan. Berhati-hatilah dengan itu. Itu sangat, sangat...
Apa aku mendapat perhatianmu?
Ya./ Bagus.
Tidak. Tidak bagus, Clara.
Danny Pink.
Ya?
Sudah mati.
Dan?
Serius?/ Dan?
Dan perbaiki.
Ubahlah.
Ubah hal itu, selamatkan dia.
Hidupkan dia kembali.
Tidak.
Tersisa 5.
Setiap kali kau menolak, aku akan membuang satu kunci.
Apa kau memahamiku?
Well, aku memahami dirimu, jangan emosi.
Waktu bisa ditulis ulang.
Dengan ketepatan.
Dengan kepedulian besar.
Dan tidak hari ini.
Tapi tentu kau tahu, kalau tidak kau tidak akan mengancamku.
Apa kau bilang tidak?
Jika aku...
mengubah kejadian yang menyebabkanmu ke sini,
kau tidak akan pernah kemari dan memintaku mengubah kejadian itu.
Lingkaran Paradoks.
Garis waktu hancur. Garis waktumu. Dan ya!
Ya?/ Ya.
Aku menolak.
Silakan buang kuncinya.
Aku pernah melihatmu mengubah waktu, melanggar peraturan semaumu.
Aku tahu kapan aku bisa dan tidak bisa. Buang kuncinya.
Aku tahu kau sedang apa. Kau mencoba menguasai keadaan.
Aku memang menguasai keadaan. Buang kuncinya, turuti perintahku./ Tidak!
Turuti perintahku atau berhenti mengancamku.
Tak ada pilihan ke tiga.
Kau tahu, Doctor?
Kau tidak terlalu ahli dalam menguasai keadaan.
Kesempatan terakhir.
Dan aku tidak peduli terhadap peraturan.
Aku tidak peduli terhadap paradoks.
Selamatkan Danny, hidupkan dia kembali atau aku bersumpah...
.. kau tidak akan pernah melangkah ke dalam TARDIS lagi.
Tidak./ Turuti perintahku.
Tidak. Katakan lagi kalau berani./ Tidak!
Aku tidak bercanda, Doctor.../ Aku juga./ Akan kulakukan.
Clara, Clara-ku, kurasa kau tidak akan melakukannya!
Aku mau meminta maaf, tapi aku pasti akan melakukan kesalahan lagi.
Aku akan melakukannya lagi.
Apa yang kau lakukan? Kenapa hanya berdiri di sana?
Apa kau mengerti apa yang telah kulakukan?
Lihat tanganmu./ Tidak ada apa-apa di tanganku.
Clara, lihat tanganmu./ Kuncinya sudah di bawah sana semua.
Clara, lihat tanganmu./ Tak ada apapun di tanganku.
Ya, ya, ya, ada, lihatlah.
Kau sungguh mengira itu bisa bekerja padaku?
Ini bukan plester tidur.
Plester ini membuat orang bermimpi.
Membuatmu mudah tersugesti.
Aku membiarkanmu bermimpi sedang melakukan rencanamu.
Aku penasaran akan seberapa jauh tindakanmu.
Sekarang kau tahu./ Ya,
sekarang aku tahu.
Aku mencintainya.
Ya, emosimu benar-benar kacau, ya?
Jadi, apa sekarang?
Apa yang akan kita lakukan sekarang? Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Doctor?
Go to hell.
Cukup adil.
Sangat adil sekali.
Clara?
Kau bertanya apa yang akan kita lakukan. Aku menjawabmu.
Kita akan ke Neraka.
Atau kemanapun tujuan orang mati. Kalau memang ada.
Dimanapun itu, kita akan ke sana dan mencari Danny.
Dan jika mungkin, kita bawa dia pulang.
Hampir setiap budaya di jagat raya punya konsep tentang akhirat.
Aku selalu bermaksud mencari tahu kebenarannya.
Kau akan menolongku?/ Kenapa tidak?
Karena perbuatanku baru saja. Aku../ Kau mengkhianatiku.
Mengkhianati kepercayaanku, mengkhianati persahabatan kita,
kau mengkhianati keyakinanku. Kau mengecewakanku!
Lalu kenapa kau menolongku?
Kenapa?
Apa kau kira mengkhianatiku akan membuatku berhenti mempedulikanmu?
Hentikan mata itu. Jangan lakukan itu dengan matamu.
Bagaimana kau melakukannya? Matamu seperti mengembang.
Hentikan rengekanmu.
Kita punya pekerjaan. Ini saatnya Clara.
Saat apa?/ Hari tergelap.
Waktu terhitam.
Semangatlah. Tunjukkan ketangguhan kita.
Kau dan aku.
Mematikan pengaman, mematikan navigasi.
No comments yet. Be the first to leave one.