The Legendary Tycoon (传奇大亨)

The Legendary Tycoon (传奇大亨)

Download Indonesian Subtitle

Release info

传奇大亨 The Legendary Tycoon E 15
A Commentary by SULTAN_KHILAF
[Viki Version] Perfectly Synced for all version. Selamat menonton:) Follow IG: @sultan_khilaf_sub

Tags

other
Published on: 2017-11-18
Downloads: 4
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sang Konglomerat Legendaris

Episode 15 -

Maaf sekali. Aku datang terlambat.

Tidak masalah.

Kau bangun kesiangan?

Oh, ya.

Ada apa?

Ini untukmu.

Untukku?

Ini namanya penjerat mimpi.

Ini jimat pelindung yang dibuat oleh orang Indian.

Jimat ini bisa menjerat semua mimpi burukmu pada jaringnya.

Mulai sekarang, kau tidak akan mimpi buruk lagi.

Bukankah kau bilang akhir-akhir ini kau sering bermimpi buruk?

Letakkan saja di samping bantalmu dan kita lihat apakah jimatnya ampuh.

Nama ini cocok sekali denganmu.

Bukankah kau orang yang selalu ingin meraih mimpimu?

Tapi.. aku benar-benar ingin menjenguk Xiaoyu.

Aku sudah bilang. Dia sakit dan sekarang sedang istirahat di kamar kami.

Kalau dia benar-benar sakit parah aku bisa panggilkan dokter.

Sebetulnya....tidak terlalu parah.

Hanya saja....

Dia menderita penyakit perempuan.

Mungkin setelah kita turun kapal nanti, beberapa hari kemudian dia sudah sehat.

Kau kan bukan dokter.

Kenapa kau yakin sekali?

Lupakan saja. Lebih baik aku menjenguknya.

Jangan!

Aku benar-benar merasa tidak enak badan.

Bantu aku dulu.

Berhentilah berpura-pura sakit. Nanti aku akan kesini lagi menemanimu.

Tidak... kepalaku....

nyeri sekali.

Hei, kau kenapa?

Kenapa badanmu panas?

- Biar aku bantuk kau kembali ke kamar. - Ok.

Kalau kau kelelahan,

kau di kamar saja istirahat.

Kau tidak usah ke atas untuk menemaniku.

Sudah tidak banyak waktu lagi. Kapal akan segera merapat ke pelabuhan.

Apakah kita masih akan bisa bertemu setelah mendarat nanti?

Apa kau takut bila aku berangkat ke Hong Kong nanti,

aku tidak akan datang ke Singapura lagi untuk mengunjungimu?

Aku berjanji padamu

bahwa aku pasti akan kembali ke Singapura untuk menemuimu.

Aku juga tidak akan melakukan hal itu lagi,

pergi tanpa pesan.

Bukankah kau membawa kamera film-mu?

Mari kita rekam kehidupan kita di atas kapal ini

sebagai kenang-kenangan.

Baiklah. Bagaimana kalau begini?

Kita rekam apapun yang terjadi di atas kapal ini. Begitu tiba di Singapura,

kita akan menontonnya bersama-sama di bioskop.

Aku tunggu. Pasti akan bagus hasilnya.

Kenapa? Kau tidak enak badan?

Tadi Linjie memaksaku kembali kesini.

Dia bilang dia ingin sekaligus menjengukmu. Kau tahu tidak berapa banyak energi yang kuhabiskan untuk menghalanginya?

Apa dia tahu aku tidak ada di dalam kamar?

Tapi besok aku sudah tidak punya tenaga untuk membantumu mengalihkannya.

Kalau kau masih ingin bertemu Yanmei besok, kau harus cari jalan lain.

Kenapa? Kau tidak mau bertemu dia lagi?

Saat ini, aku tidak tahu bagaimana caranya menghadapi Yanmei.

Yang kurasa hari ini, sepertinya dia sedikit menyukaiku.

Aku takut kalau ini berlanjut,

aku akan jatuh cinta padanya.

Aku sempat terpikir untuk mengungkapkan perasaanku pada Yanmei.

Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya menghadapi orang tuaku.

Tapi aku masih ingin bersamanya beberapa hari lagi.

Coba katakan, aku harus bagaimana?

Ayah mertua, mari.

Hangatkan kakimu.

Kau mau bunuh aku dengan air panas ini?!

Maaf. Biar aku ganti.

Tidak usah. Aku tidak mau mencuci kakiku lagi.

Ayah, aku sudah selesai membuatnya.

Buat apa kau membuat itu? Memangnya akan ada perayaan di keluarga kita?

Jangan marahi A'Bao lagi. Kata 'xi' itu sisa dari pernikahan kami dulu.

A'Bao menyimpannya sebagai mainan. Bukan salahnya.

Kau berani menyinggung soal pernikahan itu?

Sudah berapa lama aku menghabiskan uang untuk membelimu?

Dimana cucuku?

Aku mau tahu.

Kapan kau berniat untuk berhubungan intim dengan A'Bao?

Aku...

Aku...

Maaf.

Aku tidak mau dengar kata maaf!

Dengan maaf saja...

Keluarga Sun kami tidak punya keturunan, kau tahu tidak?!

Apa kau mau makan dan tidur dengan gratis disini?!

Tidak, bukan begitu.

Tidak?

Kurasa kau ini hanya penipu!

Jangan pukul. Jangan pukul, Xiaomeng.

Minggir.

Minggir.

Kubilang minggir!

Xiaomeng tidak bersalah.

Keburukan apa yang sudah kubuat di masa lalu?

Kenapa aku bisa punya anak tolol sepertimu?

Ayah!

- A'Bao... aku tidak tolol. Kau bilang tidak ada yang boleh menyebutku tolol. - A'Bao...

Kau yang tolol!

Kau berani memakiku?!

A'Bao...

Kau ini menantu....

Kau mengajarinya melawan, memakiku, apalagi yang kau ajarkan padanya?

Aku harus menghajarmu sampai mati hari ini!

Dasar kau brengsek...

- Berhenti memukulnya! - Pengacau!

- Berhenti memukulnya! - Kuhajar kau sampai mati!

- Berhenti memukulnya! - Kuhajar kau sampai mati!

- Berhenti memukulnya! - Mau terus menghinaku!

Mau terus menghinaku!

A'Bao!

- Ibu... - A'Bao! A'Bao!

A'Bao!

Ibu!

A'Bao!

A'Bao! - A'Bao!

A'Bao! - A'Bao!

A'Bao!

A'Bao!

A'Bao!

- Dimana kau, A'BAo?! - A'Bao!

A'Bao!

A'Bao!

- A'Bao! - Keluarlah, A'Bao!

- A'Bao! - Kau dimana?

A'Bao!

A'Bao!

A'Bao!

A'Bao!

Berhenti!

- Tuan Kubo. - Nona Qiu Meng.

A'Bao menghilang. Apa kau melihat A'Bao?

A'Bao hilang?

Aku turut prihatin. Apa kau butuh bantuanku?

Tidak perlu.

Nona Qiu Meng.

- Aku tidak apa-apa. Tidak apa-apa. - Kau baik-baik saja?

Aku baik-baik saja.

Kau lihat apa lagi? Ayo!

Jalan.

A'Bao!

A'Bao...

A'Bao...

A'Bao!

A'Bao! A'Bao! A'Bao!

A'Bao....

A'Bao. A'Bao!

A'Bao...

A'Bao...

Putraku....

Putraku....

A'Bao...

Pergi!

Semua salahmu. Kau membunuh putraku!

A'Bao...

Putraku, kenapa kau tinggalkan ayahmu sendirian?

- Saudara Sun, ayo kita kembali. - A'Bao...

Ayo.

Nak...

Anakku!

A'Bao...

A'Bao...

Terima kasih kalian semua sudah begitu menyukaiku.

Tapi separuh hidupku dihabiskan di panggung teater.

Aku sama sekali belum pernah menyentuh dunia film.

Tn. You, aku ingin kau membuat naskah pertamamu,

"Awan Putih", untuk diadaptasi ke film.

Dengan begitu, kita bisa memberikan pengalaman baru pada para penonton.

Lao'si sudah kembali.

Dia membawa pulang peralatan editing suara dari Amerika yang konon paling canggih untuk saat ini.

Begitu kita membuat filmnya, aku jamin cita dan rasa lagu-lagu operamu akan tetap dipertahankan seperti aslinya.

Ada satu hal lagi yang ingin kubicarakan denganmu.

Aku ingin agar kau menjadi sutradara film ini.

Kenapa bukan kau yang menyutradarainya?

Coba pikir. Tn. You, kaulah yang menulis naskahnya.

Lagu-lagunya juga kau yang menyanyikan.

Siapa lagi yang paling pas untuk menjadi sutradaranya selain dirimu?

Untuk film ini, aku hanya akan jadi produser eksekutif saja.

Apapun yang kau butuhkan di lokasi nanti, aku akan selalu siap.

Tn. You, anggap saja ini untuk memenuhi permintaan penggemar beratmu.

Aku memang sangat tertarik.

Tapi yang kau katakan tadi justru membuatku khawatir.

Aku takut bila film ini dibuat, peminat pertunjukanku akan berkurang.

Aku belum ingin berhenti melakukan pertunjukan opera.

Aku juga sudah memikirkan soal ini.

Istriku ada usul.

Bagaimana kalau kau dengar dulu?

Ini adalah film dengan suara pertama yang kami buat setelah tiba di Hong Kong.

Yang menarik dari Hong Kong adala meleburnya kebudayaan lama dan baru; orang Cina dan Barat hidup berdampingan dengan akur.

Karena itu, kami ingin membuat versi filmnya dengan pemain yang mengenakan kostum modern bukan jaman dulu. Apa boleh?

Tn. You, dengan demikian para penonton film yang melihat film itu akan mendapatkan pengalaman baru.

Kau juga tidak akan kehilangan penonton yang menyukaimu tampil dengan kostum jaman dulu.

Bagaimana pendapatmu tentang ide ini?

Kurasa idenya sangat menarik.

Jadi Yingfan, kau setuju?

Aku tidak bisa memikirkan alasan lagi untuk menolak pekerjaan yang menyenangkan ini.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left