Meteor Garden

Meteor Garden (流星花园)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

電影倉庫〜〜Meteor Garden E08
A Commentary by gudangfilmserial
ORIGINAL VIU

Tags

other
Published on: 2019-10-15
Downloads: 58
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Shen Yue sebagai Dong Shan-cai

Dylan Wang sebagai Dao Ming-si

Darren Chen sebagai Hua Ze-lei

Liang Jing-kang sebagai Feng Mei-zuo

Wu Xi-ze sebagai Xi-men Yan

Sangat keterlaluan, tidak disangka dia seperti itu.

Sia-sia aku terus menganggapnya sebagai teman./ Benar.

Kalian seperti ini juga termasuk teman?

Begitu membalikkan badan langsung mengkhianatimu./ Benar.

Juga hampir membuat kami difitnah. Mengapa dia seperti itu?

Sudah… Semua jangan bicara lagi. Kuliah dimulai.

Aku mau mengingatkan semuanya akhir bulan ini jangan lupa…

…menyerahkan laporan penelitian tim. Semua harus mengembangkan semangat tim.

Orang yang 1 tim akan mendapatkan nilai yang sama.

Dosen, kami berharap bisa memilih ulang teman 1 tim./ Ada apa? Mengapa?

Kami tidak mau 1 tim dengan teman yang bisa memfitnah teman…

…dan mendapatkan nilai yang sama dengannya./ Benar./ Benar.

Siapa yang mau 1 tim dengannya?

Apakah berhubungan dengan gosip di Weibo?/ Ya, Dosen.

Li Zhen yang membuat gosip di Weibo itu.

Jika tidak percaya, bapak bisa bertanya kepada Shan-cai.

Shan-cai, kamu jelaskan kepada semuanya.

Dosen, masalah itu memang Li Zhen yang melakukannya…

…dan menyebabkan masalah besar untukku.

Hari itu kami beberapa teman keluar bermain bersama.

Kami terlalu senang jadi minum sampai mabuk.

Sebelum pulang, Li Zhen mencari seorang teman asing…

…untuk mengantarku ke hotel.

Demi membuat dia tenang, teman asingnya memotret 1 fotoku di hotel kepada dia.

Li Zhen tidak hati-hati mengunggah foto itu ke media sosial.

Tidak disangka netizen-netizen jahat itu membuat topik buruk.

Li Zhen tahu dia membuat masalah.

Untuk sesaat dia tidak tahu harus bilang apa sehingga menyebabkan salah paham besar.

Li Zhen, benarkah seperti itu?

Sungguh seperti itu.

Saat itu kampus sangat heboh, kenapa Li Zhen tidak bilang?

Li Zhen./ Benar.

Karena…

Karena dia marah padaku.

Aku menghadiri pesta Kakak Kelas Jing dan tidak mengangkat telepon dia...

…sehingga membuat dia diguyur hujan semalaman dan tidak masuk.

Karena aku yang mengajak dia, maka seharusnya menunggu dia di luar.

Besoknya dia flu, wajahnya pucat dan tidak peduli padaku.

Aku pulang dulu./ Aku ceroboh dan tidak sadar, masih memamerkan padanya…

…bahwa pestanya sangat menyenangkan. Ini aku yang salah.

Tapi sekarang aku sudah tahu, orang yang penting bagi kita…

…harus diperlakukan dengan sepenuh hati.

Dosen, lain kali kami berdua tidak akan saling kesal lagi,

…juga mohon teman-teman sekalian jangan marah kepada Li Zhen lagi.

Kelak kami berdua akan belajar baik-baik.

Baik, kamu duduk dulu.

Antar teman bisa bergaul dengan baik dan saling toleran.

Lain kali jangan terjadi hal seperti ini lagi. Lanjutkan pelajaran.

Shan-cai takkan mengingkari ketulusan hatinya.

Shan-cai, mengapa setelah aku berbuat seperti itu padamu, kamu masih bersedia membelaku?

Karena aku memahamimu.

Kita tidak mau menjadi orang yang diremehkan orang lain.

Apakah kamu masih ingat?

Saat masuk kampus, kamu bilang padaku.

Shan-cai, untung ada kalian.

Jika tidak, aku sendirian pasti akan sangat kesepian.

Kelak kita bertiga harus berinteraksi dengan baik…

…dan melewati 4 tahun ini bersama.

Sebenarnya bagiku juga sama.

Untung ada kamu.

Shan-cai, maaf. Tolong maafkan aku.

Sudah, sudah tidak apa-apa.

Shan-cai, ada yang mencarimu.

Kalau begitu aku pergi dulu, sampai jumpa.

Berikan ponselmu padaku./ Mau apa?/ Pokoknya berikan padaku.

Ambil.

Ini bukan ponselku. / Bodoh, aku memberikan ponsel ini untukmu.

Bukankah aku sudah bilang mau mengganti rugi ponselmu?

Kamu yang bodoh. Aku sudah bilang kau tidak usah ganti rugi.

Kembalikan ponselnya padaku.

Kembalikan. Berikan padaku.

Lihat apa? Kembalikan ponselku.

Jangan cerewet.

Jika kamu tidak terima, aku akan banting ponsel ibumu./ Kamu…

Lihat bagaimana kamu bertanggung jawab.

Bagaimana kamu bisa tahu aku menggunakan ponsel ibuku?

Semalam aku ke rumahmu meminta nomor ponselmu kepada ibumu.

Ibumu yang bilang kepadaku.

Kamu menanyakan nomor ponselku kepada ibuku?

Ibumu meminta nomor ponselku dan memasukkan Wechat-ku…

…dan suruh aku menjagamu baik-baik./ Sungguh tidak tahan padanya.

Pokoknya tidak peduli apa yang terjadi kelak,

…kamu harus membuatku bisa menemukanmu setiap saat. Mengerti?

Kamu tidak waras? Aku bukan anak anjing, mengapa harus menurutimu?

Tentu saja kamu bukan anjing, anjing lebih patuh daripadamu.

Dao Ming-si.

Pasangan muda sedang saling menggoda lagi?/ Siapa yang saling menggoda dengannya?

Lei.

Aku sudah pulang./ Pesawat pagi ini. Sudah sampai baru beritahu kami.

A Si, bagaimana kalau kita berkumpul bersama malam ini?/ Baik.

Shan-cai, lama tidak berjumpa./ Selamat datang kembali.

Sekarang Shan-cai adalah pacarku.

Tidak, jangan bicara sembarangan.

Benarkah? Kalau begitu sangat disayangkan.

Orang kaya sepertiku melepas masa lajang begitu saja memang sangat disayangkan.

Yang disayangkan adalah kelak kita tidak bisa hidup tenang./ Benar.

Pertengkaran mereka dalam sehari sudah melebihi pertengkaran kita setahun.

Jangan cerewet. Ayo masuk kelas.

Lihat dari jauh adalah kipas angin. Lihat dari dekat adalah kipas angin.

Kipas angin adalah kipas angin, mengapa ia tidak berputar?

Karena ia belum dicolok./ Ini pun kamu bisa jawab?

Orang bodoh pun bisa menjawabnya./ Tidak asyik.

Shan-cai, kamu sudah pulang?/ Apa yang terjadi?

Mengapa ada banyak barang elektronik baru? Kalian mana ada uang untuk beli?

Kami mana ada uang untuk beli? Dao Ming-si yang memberikannya kepada kita.

Dao Ming-si sangat baik./ Benar./ Dao Ming-si.

Atas dasar apa dia memberikan ini? Apakah sudah mendapat persetujuanku?

Shan-cai, jangan pergi. Masih banyak yang belum dibuka.

Suka? Semuanya aku yang pilih sendiri./ Suka kepalamu.

Untuk apa bicara begitu lantang? Hati-hati rumahnya roboh.

Rumahku sudah roboh, tahu? Kamu memberikan banyak barang elektronik.

Sekarang rumahku bahkan tidak punya tempat untuk berdiri.

Apa barang elektronik sebesar itu? Aku kira cukup untuk menaruh semua itu.

Atau kamu tidur di atas barang elektronik saja.

Aku sungguh tidak bisa berkomunikasi dengan orang sepertimu.

Jika tidak bisa berkomunikasi, ketemu saja.

10 menit lagi aku suruh sopir menjemputmu.

Apa?

Tidak bisa berkomunikasi maka bertemu? Pemikiran seperti apa ini?

Gadis memang suka mendengar kata-kata manis.

Jadi A Si, sebelum belajar bicara lebih baik tutup mulut dulu./ Benar.

Di mana Lei? Mengapa dari tadi tidak melihatnya?

Katanya mau cari angin di luar, seharusnya sebentar lagi akan kembali.

Tapi menurutku, Lei pulang kali ini sedikit berbeda dengan yang dulu.

Apanya yang berbeda?

Kamu juga tidak tahu?/ Ya.

Di sini./ Siapa?

Kamu kura-kura? Mengapa lamban sekali?

Kamu masih berani bilang lamban padaku? Kamu tidak salah?

Aku bukan anak buahmu. Atas dasar apa kamu panggil, aku harus langsung datang?

Karena aku mau bertemu denganmu.

Kamu… Kamu mengira kamu siapa?/ Shan-cai, kamu juga datang?

Namanya Qi-qi./ Apa kabar semuanya?

Akhirnya bertemu langsung dengan F4. Kapan bisa bermain Bridge bersama kalian?

Jika kamu mau bermain, bisa suruh Lei bawa kamu ke sini kapan pun.

Kapan saja kami ada waktu./ Sungguh? Bagus kalau begitu.

Ayo, duduk di sana.

Untuk apa diam saja di sana? Jadi pot bunga? Duduk.

Untukmu.

Kamu bodoh? Ini.

Lap.

Apa yang terjadi pada Lei di Paris? Mengapa perubahannya begitu besar?

Menurut aku dia sudah harus dewasa,

…tapi tidak tahu kondisi ini akan berlangsung berapa lama.

Pasti terjadi sesuatu padanya dan Jing.

Aku sudah mau pulang./ Pulang? Kamu baru datang.

Aku datang mau beritahu kamu cepat antar aku pulang…

…dan bawa kembali semua barang-barang itu atau aku akan membuangnya.

Sampai jumpa./ Tunggu sebentar, aku antar kamu.

Tidak perlu, aku bisa jalan sendiri.

Hua Ze-lei berubah menjadi seperti orang lain.

Apa yang terjadi antara dia dan Kakak Kelas Jing?

Ada apa ini?

Lihat dia duduk di sana seolah tetap seperti dulu, tidak berubah sama sekali.

Apa yang kamu lihat?/ Tadi ada 1 pesawat lewat.

Kamu dan Kakak Kelas Jing…/ Kamu dan A Si berpacaran?

Tidak, aku belum mengiyakannya. Anak itu yang terlalu percaya diri.

Kalau begitu bagus. Shan-cai, jadilah pacarku.

Apakah aku tidak bisa dibandingkan dengan A Si?/ Kamu…

Kamu sungguh adalah Hua Ze-lei?

Aku bercanda denganmu, kamu anggap serius? Kamu benar-benar lucu.

Bercanda./ Aku mana mungkin merampas pacar A Si? Dia temanku.

Apakah kamu sedikit kecewa? Atau kita berpacaran diam-diam…

…dan sembunyikan dari A Si? Apakah rasanya sangat menarik?

Kamu tidak anggap serius lagi bukan?

Kuliah sudah mau dimulai. Aku pergi dulu.

Shan-cai, kamu lebih cantik dibandingkan dulu.

Terima kasih.

Kamu mau apa?/ Ikut aku saja./ Aku tidak ada waktu.

Aku masih harus bekerja, siapa yang santai sepertimu?

Jangan cerewet, aku sudah mengajukan cuti untukmu. / Apa?

Menanti-menanti seperti seorang anak kecil

Apakah kamu mengerti denyut jantungku saat ini berantakan

Tunggu sebentar, kamu mau bawa aku ke mana?/ Kita pergi berlibur.

Berlibur? Siapa bilang padamu aku mau pergi berlibur denganmu?

Selain itu aku belum beritahu Ayah dan Ibuku…/ Ayah dan ibumu sudah setuju.

Aku juga sudah mengajukan cuti untukmu ke kedai teh susu.

Selain itu besok ada akhir pekan, tidak perlu ke kampus.

Aku sudah menyiapkan barang kebutuhan sehari-hari, pakaian, dan paspor untukmu.

Apakah masih ada masalah?

Jika tidak ada masalah, ayo pergi.

Jangan membuat semuanya tunggu terlalu lama./ Semua?

Melepaskan semua hal demi kamu Hanya mendambakan cintamu

Demi kamu

Aku peringatkan kamu.

Nanti begitu sampai di pulau jangan lari sembarangan.

Di pulau sangat berbahaya?/ Benar.

Kamu ini bom yang sangat mudah meledak, aku takut melukai yang lain./ Dao Ming-si.

Penumpang sekalian, kita akan melewati turbulensi.

Demi keamanan para penumpang, mohon semuanya duduk di kursi…

…dan memakai sabuk pengaman dengan baik. Terima kasih.

Aku suka berprasangka dan emosional

Tapi demi kamu, aku rela mengubah semua kebiasaan buruk

Gadis yang paling istimewa Meski bertengkar juga tidak pergi

Seolah sudah ditakdirkan kita harus bersama

More Indonesian subtitles for Meteor Garden

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left