O Apóstolo (The Apostle)

O Apóstolo (The Apostle) (O Apóstolo)

Download Indonesian Subtitle

Release info

O Apostolo 2012 720p BluRay x264 700MB-Pahe in
A Commentary by Sam_Alfian_YH
Terjemahan manual ditambah penjelasan istilah-istilah. Sudah disesuaikan agar enak dibaca. Warna teks kuning. Kalau suka beri rate bagus.

Tags

BluRay
x264
720p
720
Published on: 2021-06-22
Downloads: 34
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SAM ALFIAN YH

Patroli akan lewat sebentar lagi, mari kita tunggu.

Baiklah.

Apa yang akan kau lakukan dengan permata bagianmu... eh?

Dengan bagianku? Oh, ya, ya... bagianku...

Yah, entahlah... Mengadakan pesta, kurasa.

Kalau aku...

Aku hanya ingin bebas, pergi ke luar negeri mencari tempat yang damai.

Jalani hidup sederhana dengan sapi-sapi, babi-babi, dan kucingku.

Hidupku telah kuhabiskan keluar-masuk penjara, kawan.

Aku tak bisa… aku tak tahan lagi.

Permata ini adalah tiket untuk merubah kehidupanku.

Ramon..

Kita yang terlahir sebagai pencuri, akan mati seperti pencuri.

Itu yang ayahku katakan dulu. Dia seorang pencuri.

Kau benar-benar yakin tak ada yang melihatmu menyembunyikannya?

Apa? Oh, permatanya! Tidak, tak ada.

Hanya ada orang-orang tua di desa itu, benar-benar orang dusun.

Tapi mereka sangat baik.

Sedikit terlalu baik.

Terlalu baik?

Ya, mereka benar-benar ngotot aku tinggal di rumah wanita tua ini... Bu Luisa.

Mereka benar-benar bersikeras tentang hal itu. Rasanya ada yang salah.

Aku khawatir sepertinya mereka mencurigai sesuatu.

Diam!

Saat itu, polisi sedang mengejarku.

Jadi setelah makan malam di rumah itu,

aku buka jendela dan pergi dari sana.

Dan permatanya?

Aku menyembunyikannya di kamar..

Ayo pergi. Kupikir patroli sudah lewat.

Apa nama desa itu?

Xanaz... Sepertinya itu.

Ayo, kita kehabisan waktu.

Kau pergilah duluan, kau pantas mendapatkannya.

OK.

Kita harus kembali lompati pagar. Itu satu-satunya pilihan!

Apa yang kau bicarakan, kawan? Ayo pergi ke arah sana, itu jalannya!

Kau salah, kita kurang jauh keluarnya. Pilihan kita hanya melompat!

Jangan, Xavier, kenapa ambil risiko? Kita sudah bebas kawan, mari pergi...

Aku akan melompat. Kau bisa mengikutiku kalau mau.

Jika mereka tanya kemana aku akan pergi, jangan bilang-bilang!

Apa yang kamu lakukan? Xavi! Xavi!

SANG RASUL

Oh! Selamat datang. Apa kau akan menuju Santiago?

Benar. Aku… Aku seorang peziarah.

Nah, ikuti aku. Kami menyambut para peziarah di desa kecil kami.

Sebentar lagi hari akan gelap.

Kau bisa makan dan istirahat malam ini.

Aku hargai tawaranmu, hanya saja aku sedang mencari suatu tempat.

Mungkin kau bisa membantuku? Aku mencari desa bernama... Xanaz.

Xanaz?

Mengapa kau ingin pergi ke Xanaz?

Katanya semua orang di sana sangat menyenangkan.

Siapa yang memberitahumu itu?

Kau datang ke tempat yang tepat.

Desa kami disebut… Xanaz. Ayo, ikuti aku!

Kau jalan saja duluan...

aku mau mengambil tanaman herbal lalu segera menyusulmu!.

Lanjut saja!

Ayo ikuti aku, jalannya masih jauh! Kita harus cepat-cepat!

Ya, ya, ya, aku datang. Hei, sepertinya..

kalian benar-benar suka berburu di sini?

Oh...oh... ya, tapi... akhir-akhir ini hasilnya tak bagus.

Kita harus cepat! Ayo...ayo!

Aku kan sudah jalan!

Kita sudah sampai!

Selamat datang.

Izinkanku memperkenalkan diri, aku Don Cesareo. Pendeta yang rendah di desa ini.

Darimana asalmu?

Aku? Umm... dari jalan, kau tahu, aku seorang peziarah.

Ah, sangat bagus, sangat bagus. Aku suka mendengarnya. Orang beriman!

Ini dia... makan dan nikmatilah.

Tamu kita telah mendengar kabar tentang desa ini.

Benar, kan?

Ya, ya. Seorang…temanku pernah bermalam di rumah Bu Luisa.

Omong-omong, dia kirim salam. Tapi aku belum bertemu Bu Luisa.

Apa dia ada di sekitar sini atau...?

Tidak, tidak, tidak, tak ada disini. Dia di rumahnya…di ujung desa.

Aku akan mengajakmu menemuinya besok. Besok, pagi-pagi sekali...

Silahkan makan. Makanlah...

Halo selamat sore..sore! Bagaimana semuanya di sini?

Baik. Semuanya benar-benar enak, terima kasih.

- Bagus, bagus. - Kalian semua sangat baik.

Sangat senang mendengarnya. Dengar, kita ada sedikit masalah disini.

Di kota kami ini semua sangat tradisional dan kami berpikir akan lebih baik

jika kalian tidur di rumah terpisah malam ini.

Apa? Maaf..aku tak mengerti.

Kami adalah suami istri. Malah sebenarnya baru saja menikah!

Kami tak melihat ada yang salah.

Aku tahu, aku tahu... Tapi kalian harus menghormati kebiasaan kami.

Jika kalian tak menerima aturan kami maka kalian harus pergi dari desa ini.

Tapi Don Cesareo, ini sudah larut. Kita tak bisa melakukannya tanpa mereka.

Kami pergi!

Desa ini benar-benar gila! Sungguh keterlaluan!

Ketika aku sampai di Santiago aku akan melaporkanmu!

Tenang dulu sayang! Jangan marah!

Hal ini tak terlalu buruk!

Hari sudah hampir gelap. Ke mana kita bisa pergi?

Kami tinggal.

Kami akan tinggal.

Baiklah, Tuan. Masalah sudah terselesaikan.

Oh, dan untuk diketahui

aku mengadakan misa harian seperti biasa pada jam 9 malam.

Kuharap kalian bisa hadir semua disana.

Termasuk anda.

Anda tidak ikut misa, Tuan...?

Ramón..Ramón Fortes.

Aku akan ikut misa... Hanya saja, aku ingin mengunjungi Bu Luisa sebelum misa.

Oh ya, Bu Luisa. Dia tinggal di ujung jalan sana.

Tapi sudah kuberitahu bahwa aku akan mengajakmu menemuinya besok.

Dia seorang wanita yang sudah tua.

Kau tak ingin mengganggunya kan?

Tidak, tentu saja tidak.

Baik sekali. Baiklah, ikuti aku kalau begitu.

Aku akan terlambat pelayanan!

Jadi..! Kulihat kau berminat pada barang antik.

Ya, ya...benar. Batu-batu ini sangat menarik.

Ya, ya... Memang menarik, bukan?

Kita harus pergi dan beristirahat.

Kupikir kau akan tinggal di rumah Bu Dorinda malam ini.

Dia adalah wanita yang menawan. Wanita yang benar-benar cantik.

Kau akan dilayani seperti raja.

Kau sangat baik Bu, tapi sungguh...

tak perlu membuatkan apa-apa untukku.

Tidak merepotkan kok...

Sedikit susu hangat bisa membantumu tidur nyenyak.

Baiklah, jika kau bersikeras.. Tapi aku tak biasa...

Umm..bukannya mau usil, tapi asalmu bukan dari sekitar sini, kan?

Bukan, aku…aku datang dari tempat lain.

Suatu hari aku hanya lewat sini dan aku terpikat

oleh desa ini.

Tentu saja. Disini sangat bagus, kenapa pergi lagi?

Omong-omong, seorang temanku menitipkan salam untuk Bu Luisa.

Bu Luisa?

Oh tentu saja, Bu Luisa! Dia tinggal di rumah merah, di sebelah hutan.

Tapi dia sudah meninggal. Aku mohon maaf.

Kuyakin kau tahu... manusia tak bisa lari dari takdir.

Ini...minumlah susunya.

Minum.. Minumlah...

Beritahu temanmu... aku turut berdukacita.

Jika kau tak keberatan aku ingin pergi ke rumahnya untuk melihat,

mungkin ada sesuatu yang bisa kubawa agar temanku bisa mengenang beliau.

Yah jika kau mau, aku bisa membawamu ke rumahnya besok.

Tapi sekarang, minumlah susumu dulu.

Sudah larut malam, dan kau pasti ingin bangun lebih awal besok.

Hmm, susu yang enak!

Minggir..!

Dimana kau akan tidur?

Jangan khawatirkan aku.

Aku punya tempat tidur kecil di loteng. Itu sudah cukup buatku.

Lihat... Sepreinya baru!

Anak malang, kau terlihat sangat lelah.

Istirahat, istirahatlah...

Selamat malam!

Tunggu sebentar... Kemudian cari permata itu.

Kotor sekali!

Aaah...! Kucing sialan!

Kucing sialan!

Masuk sana! Bikin kaget saja!

Hah!!

Apa ini?!

Waah..! Kelelawar tua itu pasti pencuri!

Haaaa...!

Masih ada isinya!

Ayo, cepat! Ayo, sudah terlambat.

Ayolah!

Kemana mereka pergi jam segini?

Cepat, mereka datang.

Dimana mereka?

Patung apa ini?

Aduh..sakit!

Aku beruntung!

Malam yang luar biasa!

Halo...?

Kosong...

Astaga!

Mereka pasti komplotan pencuri.

Ini..pasti barang yang berharga.

Terasa berat!

Apa yang terjadi padaku?

Wanita tua itu! Susunya!

Pada hari yang penting ini, hari terpenting dalam hidupku.

Dimana kalian semua mewariskanku dengan medali Rasul Suci,

yang layak kuterima tentu saja,

kalian menghormatiku, dan diri kalian sendiri.

Kuberharap dengan bantuan roh kudus, ibu suci, dan gereja,

aku bisa melayani dengan baik

para jiwa beragam yang menjadi tanggung jawabku.

Selain itu aku ingin menjadi cermin kebajikan

sebagai teladan dalam memperoleh kedamaian spiritual

dan jalan menuju kekekalan. Amin.

Bukan itu intinya.

- Sebaiknya kuulangi lagi. - Maaf mengganggu Pak.

Apa? Jangan bilang mereka belum datang?

Sudah tiga hari tanda-tanda mereka menghilang.

Aku sudah seminggu penuh tidak tidur, menyusun pidato yang paling indah

untuk para peziarah terkutuk medali Rasul itu.

Kau tahu apa arti penting medali itu?

Itu hanya diberikan kepada calon kardinal.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left