Release info

차달래 부인의 사랑 Madam Cha Dal Rae's Love E09 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-09-14
Downloads: 6
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"

"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"

Bedebah itu.

Dasar bodoh!

Maafkan aku, Ibu.

Maafkan aku.

Ibu harus bagaimana kalau kamu pergi seperti ini?

Bagaimana ibu bisa hidup tanpamu?

Bagaimana kamu akan menjalani hidupmu?

- Maafkan aku. - Haruskah kamu pergi?

Haruskah kamu melakukan ini?

Ibu.

Aku mau hidup.

Saat ini, aku harus pergi

kalau mau bisa bernapas.

Kapan kamu akan kembali? Apa kamu akan segera pulang?

Entahlah.

Aku akan bepergian saja untuk saat ini.

Akan kulihat apa yang kumau

dan kalau bertemu orang-orang yang baik,

aku akan tinggal bersama mereka.

Itu saja untuk saat ini.

Bagaimana ibu bisa membuatmu tetap di sini?

Apa yang bisa ibu lakukan untukmu? Ibu akan melakukan semua kemauanmu.

Ibu.

Aku harus pergi.

Dasar anak nakal.

Bagaimana kamu bisa melakukan ini kepada ibu?

Apa perbuatan ibu kepadamu yang sangat salah?

Ibu hanya mau kamu lebih baik daripada orang lain.

Tidak. Kamu tidak boleh pergi.

Lebih baik daripada orang lain?

Apakah itu?

Aku hanya mau menjadi diriku.

Aku akan memutuskan sendiri.

Aku akan hidup sebagai diriku.

Nanti saja. Kamu bisa melakukan itu nanti.

Kalau kamu pergi, ibu akan mati.

Kamu mau melihat ibu mati?

Tidak. Tidak ibu biarkan kamu pergi. Kamu tidak boleh pergi!

"Rumah Sakit Jeil"

"Episode 9"

Pintunya akan menutup.

Kerja bagus.

Ibu.

Ibu sempat berbicara dengannya?

Waktunya tidak banyak. Ibu hanya melihat wajahnya.

Sudahlah. Tidak ada yang bisa Ibu lakukan sekarang.

Ayahmu. Dialah yang ibu khawatirkan.

Dia pasti akan mengetahuinya.

Kalau begitu, ibu juga akan pergi dari rumah.

Kita sudah lama tidak bepergian.

Kita makan makanan yang enak saja dan minum teh?

Bagaimana menurut Ibu? Setuju?

Bagaimana rasanya hidup bersama Ayah?

Apa maksudmu?

Ayah jauh lebih tua daripada Ibu.

Seperti apa rasanya?

Entahlah.

Bukan soal umur, tapi orangnyalah yang penting.

Mi Rae dan Joon Ho seumuran, tapi mereka akan bercerai.

Mereka akan bercerai?

Mereka sepakat begitu.

Tidak mungkin. Kenapa?

Entahlah. Banyak hal yang terjadi.

Mi Rae tidak bisa memendam perasaan seperti Ibu.

Dia seperti itu.

Mereka pasti sering bertengkar, bukan?

Apa menurutmu ibu memendam perasaan ibu?

Apa Ibu tahu kapan Ibu berubah?

Aku di tahun kedua atau ketiga SMP.

Sejak saat itu, ibu lebih sedikit bicara, lebih banyak membaca,

mengikuti berbagai kelas, dan mendapatkan sertifikat barista.

Apa yang terjadi saat itu?

Hei, Ibu menghela napas.

Pasti terjadi sesuatu.

Tidak terjadi apa-apa.

Ibu hanya berpikir bahwa ibu menyedihkan.

Ibu juga benci ibu kurang pendidikan.

Itukah kenapa Ibu memendamnya?

Apa kamu tahu kenapa gunung api meletus?

Karena tidak bisa lagi menahan semuanya?

Itulah kenapa orang seperti ibu lebih berbahaya daripada Mi Rae.

Ibu.

Apa Ibu mencintai Ayah?

Aku tanya seperti apa rasanya hidup bersama pria yang jauh lebih tua.

Tidak ada komentar.

Apa itu termasuk soal perbedaan umurnya?

Tidak ada komentar.

Kalau begitu,

anggap saja aku sangat mencintai seorang pria yang lebih tua.

Bagaimana menurut Ibu?

Tidak. Jangan berani-berani.

"Kim Bok Nam"

Dari ayahmu.

Hai, ini aku.

Kenapa kamu bepergian, bukannya memasak untuk suamimu

yang bekerja seharian?

Kenapa kamu ke rumah sakit?

Pulanglah.

Aku bekerja keras seharian,

tapi tidak ada istri ataupun makan malam.

Rumah tangga ini kacau.

Kamu meminum birku sekarang?

Belilah dalam perjalanan pulang.

Kenapa mematikannya? Aku sedang belajar.

Sayang.

Ada apa? Bersikaplah seperti dirimu.

- Rumah yang kamu inginkan tersedia. - Benarkah?

Saat ini kosong.

Kamu bisa pindah besok.

Bagaimana mungkin?

Seorang profesor tadinya tinggal di sana,

tapi kurasa dia tiba-tiba dikirim ke luar negeri.

Itu sangat bagus.

Apa kamu sesenang itu berpisah denganku?

Aku tidak senang,

tapi kita merasa tidak nyaman di dekat satu sama lain.

Sayang.

Jangan memanggilku dengan sangat manis.

Tidak bisakah kita

tinggal bersama saja seperti ini?

Kamu memarahiku untuk pindah,

jadi, ada apa sekarang?

Kita sama-sama membuat kesalahan.

Jadi, anggap saja impas?

Tidak bisa. Apa kamu tahu kenapa?

Karena kenangan.

Kita terlalu banyak melihat sisi buruk satu sama lain.

Apa kamu pikir kita bisa hidup

dengan mengabaikan semua kenangan di dalam pikiran kita?

- Aku tidak masalah dengan itu. - Aku tidak begitu.

Ayo tetap bersama, demi Dong Hyun.

Hatiku sakit saat memikirkan dia.

Namun, kita bisa apa?

Dong Hyun memiliki hidupnya, kita juga memiliki hidup kita.

Dia tidak nakal atau berulah, karenanya akan baik-baik saja.

Dia masih SMP dan bisa menjadi salah satunya.

Saat dia masuk universitas, barulah...

Aku tidak berpikir

ini akan menjadi malam terakhirku di sini.

Ayo minum-minum dalam suasana senang, ya?

Joon Ho.

Mari jangan menjadi seperti musuh.

Mari menjadi lebih seperti teman dan saling membantu.

Itu yang terbaik bagi Dong Hyun.

Aku bekerja keras seharian.

Karenanya kamu seharusnya sudah siapkan makan malam untukku.

Kenapa kamu pergi?

Aku tidak selalu melakukan ini. Ini sangat jarang.

Kenapa kamu ke rumah sakit menemui So Young

padahal dia akan segera pulang?

Aku ada keperluan, lalu bertemu dia dan makan malam.

Haruskah kamu mengomeliku karena itu?

Aku tidak mengeluh karena makan malamnya tidak siap.

Lalu soal apa?

Kamu tidak ada kegiatan seharian.

Kenapa harus pergi saat suamimu akan pulang?

Dan di mana sepatu lamaku?

Aku sengaja tidak mengambilkannya.

Kenapa memakai sepatu lama padahal punya yang baru?

Apa kamu membuang semua hanya karena sudah tua?

Apa kamu akan membuangku juga?

Kamu bahkan tidak membesarkan anak kita dengan benar.

Aku memasukkannya ke sekolah kedokteran,

tapi kamu biarkan dia membujukmu melakukan yang diinginkannya.

Ibu macam apa yang melakukan itu?

Apa kamu layak menjadi ibu?

Kamu pikir bisa berkata sesukamu?

Apa aku salah?

Aku bekerja keras untuk menafkahi kalian semua.

Aku memberikan kalian makan dan pakaian.

Kalian seharusnya punya hati nurani.

Semua ini karena kamu tidak berpikir atau membuat rencana.

Hentikan!

Berani-beraninya kamu...

Hentikan! Hentikan, dasar bodoh!

Jangan masuk.

Apa kalian bertengkar?

Ya.

Ayah bilang apa sehingga membuatnya kesal?

Dia memang sudah kesal.

- Mengenai apa? - Ada suatu hal.

Kamu juga meremehkan ayah?

Astaga. Kenapa aku mau meremehkan Ayah?

Itu hanyalah masalah wanita.

Ayah tidak perlu tahu.

Ambilkan makan malam ayah.

Bersikap baiklah kepada Ibu.

Ayah sudah cukup baik.

Ayah memandangnya rendah.

Jangan meremehkannya karena dia tidak bereaksi.

Itu bukan karena dia takut terhadap Ayah.

Lalu kenapa dia tidak bereaksi?

Dia menahan diri.

Apa Ayah tahu kenapa gunung api meletus?

Itu meletus karena tidak bisa lagi menahan semuanya.

Sepertinya dia baru saja meletus.

- Kemarilah dan duduk. - Baiklah.

Maaf soal sebelumnya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left