The first 200 lines.
Episode 9
Kenapa hari ini sangat panas?
Lagi pula, ini jalan menuju ke sana.
Jika aku berpikir tentang lingkungan dan perekonomian negara,
pasti, naik mobil bersama yang paling...
Detektif Cha Geon Woo belum datang?
Dia sudah datang, tapi dia pergi keluar.
Baiklah.
Apa?
Tadi Detektif Cha juga menanyakan hal yang sama.
Apakah barang-barang ini tiba hari ini?
Ya.
Apakah kamu sudah menyortirnya?
Saya seharusnya mulai sekarang.
Hei, ini bukan barang hilang, tapi
ini hampir terlihat seperti sampah.
Hei.
Apa?
Ini semuanya, kan? Aku akan pergi, bekerja keraslah!
Aku akan pergi.
Dia masih belum boleh membawanya sekarang.
Apakah aku melakukan suatu kesalahan?
Bukankah itu sedikit tiba-tiba?
Kenapa tiba-tiba?
Kenapa memancing?!!
Haruskah aku memberikanmu ciuman?
Hah?
Sampai kapan kamu akan menghindar?
Siapa yang menghindar?
Detektif Cha Geon Woo?
Ya? Apa?
Kenapa?
Apa terjadi sesuatu kemarin?
Jangan memikirkan hal-hal yang tidak penting dan bekerjalah!
Oh, benar!
Seong Chan bilang dia belum selesai menyortir barang-barang ini.
Aku akan pergi.
Ini adalah yang sudah kita selesaikan sebelumnya.
Ya.
Bersihkan.
Ya, Senior?
Saya mengerti.
Ya.
Selesaikan menyortir barang-barang itu.
Ya.
Ah, kita menyelesaikan semuanya lebih awal.. - Kenapa dia membawanya tadi?
Dari nomor 13.. - Baiklah
Ya?
Apakah anda datang kesini untuk menemukan barang yang hilang?
Ya, saya kesini untuk mencari sebuah telepon genggam.
Yang ini. Yang ini milikku! Yang ini.
Yang ini? - Ya, ya.
Tolong tunjukkan pada saya kartu identitas anda.
Ini milikku!
Kami hanya bisa memberikan ini pada anda jika anda membawa kartu identitas,
Saya tidak punya paspor saya sekarang.
Saya butuh telepon untuk mendapatkan paspor saya!
Anda harus membawa kartu identitas anda...
Maka saya bisa memberikan ponsel anda. Apa anda tidak mengerti bahasa Korea?
Ah, yang benar saja!
Anda tidak bisa melakukan itu, disini.
Maafkan saya.
Pulanglah dengan selamat.
Xiè Xiè. ( "Terimakasih" dalam Bahasa Cina )
Kita bisa memberikan ini padanya hanya jika dia membawa passportnya, tadi
dia bisa menemukan passportnya
hanya jika dia memiliki ponsel ini...
Apa maksudnya ini?
Apa yang kamu katakan!
Maksudku,
bukankah seharusnya orang yang ingin bertemu membelikan ini?
Orang yang memanggilmu keluar itu aku, tapi
bagaimanapun itu urusanmu.
Apa yang sedang kamu bicarakan?
Ada hal penting yang harus aku katakan padamu, jadi ayo kita pergi minum nanti.
Ajak juga Ketua Tim Yang bersamamu. Aku pergi.
Kita selesai.
Setelah aku meletakkan ini di ruang penyimpanan, kita selesai.
Karena hari ini kita lelah, jadi ayo kita melakukannya besok.
Aku bisa pergi sendiri.
Ayo lakukan besok saja.
Ini akan cepat.
Ay!
Apa kamu menentangku?
Tugas hari ini hentikan disini.
Ayo kerjakan sisanya besok.
Baiklah.
Kesampingkan.
Tinggalkan di mejaku.
Hei. Ini juga.
Geon Woo.
Ya?
Bersiaplah untuk kembali ke posisimu.
Apa?
Kenapa kamu sangat terkejut?
Aku bilang bersiap-siaplah untuk kembali ke Regu Penyelidikan Khusus.
Akan ada pengumuman resmi dari penunjukanmu segera.
Aku tidak, belum,
selesai dengan hukuman disiplin.
Aku pergi menemui Kepala dan meminta bantuannya.
Bahwa dia sudah membuang seorang pria muda dengan masa depan cerah seperti dirimu di Pusat Kehilangan dan Penemuan.
Senior, aku selalu bisa mengandalkanmu.
Apa? Kamu tidak menyukainya?
Kamu sangat ingin kembali...
Tidak, aku menyukainya.
Aku menyukainya. Bagaimana bisa aku tidak suka?
Ma- Mari kita minum.
Kenapa Ketua Tim Yang butuh waktu lama untuk datang? Aku harus pergi.
Ah, itu, dia sedikit terlambat karena pertemuan para ketua tim. Dia mengirim sms sekarang bahwa dia dalam perjalanan.
Aku harus pergi.
Selesaikan minumnya.
Apa kamu pergi?
Maaf.
Dimana Ketua Tim Choi?
Dia sudah pergi.
Kenapa kamu begitu terlambat?
Pertemuan itu memakan waktu yang lebih lama dari yang kuduga.
Kamu bilang Ketua Tim Choi punya sesuatu yang penting untuk disampaikan.
Apa itu?
Untuk kembali ke Regu Penyelidikan Khusus.
Baguslah kalau begitu.
Bukankah itu yang kamu inginkan?
Itu benar..
Aku harus mengucapkan selamat padamu.
Bersulang.
Bersulang.
Tapi..
Walaupun aku pergi..
menurutmu, kamu bisa melakukannya dengan baik?
Jangan mengkhawatikan aku,
dan berusahalah yang terbaik disana.
Ayo pergi.
Apakah hujan?
Tidak.
Apa?
Apa kamu baik-baik saja?
Di sana ada sesuatu.
Apa itu?
Apakah ada orang mati?
Tidak.
Apakah itu?
Ini belum lama sejak dia meninggal.
Dia masih terasa hangat.
Ah.
Ah.
Ya, ini Yang Si On.
Apa?
Apa yang kamu bicarakan?
Apa yang terjadi?
Semua ponsel kemarin menghilang?
Satu keranjang..
Kenapa kamu tidak menaruhnya di ruang penyimpanan?
Maafkan saya.
Menyortir, mendaftar, dan menaruh dalam ruang penyimpanan,
Aku bilang itu adalah tugas kalian.
Bagaimana dengan CCTV?
Ada keributan apa ini?
Aku dengar ada kejadian yang terjadi di Pusat Kehilangan dan Penemuan.
Ketua Tim, bagaimana anda mengurus ruang penyimpanan sehingga anda bisa membiarkan hal ini terjadi?
Maafkan saya, saya sedang mencarinya sekarang.
Bagaimana bisa sebuah tempat yang menyimpan barang-barang hilang malah kehilangan barang?
Saya akan melaporkan hal ini ke bagian detektif dan meminta sebuah penyelidikan resmi.
Uh.
Uh... Semuanya pergilah kecuali Ketua Tim Yang.
Dengar baik-baik apa yang akan aku katakan padamu.
Jangan laporkan kasus ini.
Apa?
Apa yang akan terjadi jika
Orang-orang akan mengetahui bahwa ada pencuri dalam kepolisian, terutama dalam Pusat Kehilangan dan Penemuan?
Tapi tetap saja, Pak Kepala...
Cari barang yang hilang secepat mungkin,
dan setenang mungkin,
Dengan diam-diam...
urus hal ini.
Oh, itu dia!
"Ironic Man" (laki-laki ironis)
Sebelumnya dia datang untuk mencari smartphone-nya.
Smart phone?
Yang benar-benar sudah hancur.
Periksa dari mana asal smartphone hancur tersebut datang.
Detektif Cha, ambil foto wajah orang ini dan
kirim kepada Ketua Tim Choi.
Aku mengerti.
Apakah kamu mengingat sesuatu yang khusus tentang dirinya?
Dia mempunyai logat
orang Cina Korea.
Apakah laki-laki ini?
Ya.
Bisakah kamu mencarinya secara diam-diam untukku, Senior?
Beraninya dia bisa masuk ke departemen kepolisian?
Aku tahu, eh?
Ah, Aku harus pergi.
Aku mengandalkanmu.
Bekerja keraslah.
Halo?
Saya akan menanganinya sendiri.
Ya, saya mengerti.
Cinta tidak bisa didapatkan hanya dengan hati.
Kamu harus mengungkapkan perasaanmu untuk mendapatkannya.
Karena aku menolaknya sekali,
No comments yet. Be the first to leave one.