The first 200 lines.
Terjemahan ^_^ LeeLeeAndo ^_^
Kalau kamu mencoba menyederhanakan dan lebih..
menyederhanakan lagi hidup ini, akan ada 2 hasilnya.
Berita bagus dan berita buruk.
Kamu mau dengar berita yang mana dulu?
Berita bagus.
Benar. Aku adalah pacarnya Yeon Seo.
- Kenapa? - Aku tidak tahu.
Lalu, apa kabar buruknya?
Aku tahu penculiknya Kang Joon Hyeok.
Kenapa? Kenapa?
Aku harus bagaimana? Harus bagaimana?
Aku pergi.
Kamu tidak boleh pergi! Kamu diam disini. Aku yang pergi.
Apa kamu gila? Aku tidak tahu apapun tentang ini.
Ini sebabnya orang bilang,
hidup itu adalah pergulatan dengan diri sendiri.
I Picked Up a Celebrity On the Street
Ibu!
Aku sangat lapar.
Aku mau makan masakan Ibu!
Benar, kamu harus makan.
Tapi, apa ini?
Apa?
Kenapa ada dalaman pria disini?
Ini.. Ibu dapat dari mana?
Bilang sekarang juga!
Ibu! Jangan salah paham.
Ini milikku. Karena sangat nyaman.
Lihat! Super nyaman.
Lihat! Nyaman kan.
Kamu mau nipu siapa, hah? Tetanggamu itu suka mampir kemari kan?
Apa kalian tinggal bersama?
Tidak, tidak! Aku kan belum gila!
Bilang sejujurnya!
Aduh, sakit!
Berapa kali aku harus bicara? Kamu harus berhati-hati dalam bergaul.
Kalau mau cari pria, cari yang benar!
Ibu begini lagi. Jangan pukul aku terus!
Aku tidak akan menyetujui kalau kamu dengan pria malas itu.
Aku tidak akan setuju sampai mati!
Bukan dia kok!
Tidak bisakah kamu belajar dari hidup ibumu ini?
Sejak bertemu Ayahmu yang tidak berguna,
seumur hidup aku mengkhawatirkan uang.
Dia Ayah yang baik kok!
Apa kamu membela dia karena kamu mengambil marganya?
Sampai ajal pun, dia selalu membuatku menderita!
Baiklah, hentikan! Aku sudah paham!
Kalau seperti itu calon jodohmu, lebih baik kamu jadi perawan tua saja!
Baiklah! Aku akan mencari pria sukses dan mengubah hidupku.
Tapi Ibu, aku tidak tahu apa pria seperti itu akan mau menerima aku.
Apa?
Aku tinggal di rumah atap dan keluarga kita miskin jadi aku tidak punya latar belakang yang mendukung.
Kata orang jodoh itu harus yang setara.
Aku tidak tahu apakah aku akan bisa menikah.
Kamu..
Ibu akan pulang besok.
Kamu jaga makan.
Aku melihat ini saat nya kamu menstrerilkan semua peralatan makan mu.
Meskipun sibuk, kamu harus melakukannya.
Aku bisa mengurus diriku sendiri.
Mengurus apanya?
Waktu sekolah kerjamu hanya latihan, apa kamu benar tahu caranya untuk hidup?
Waktu Ibu merawat Ayah yang sakit, aku yang melakukan semua pekerjaan rumah tangga.
Ibu tidak ingat?
Apa kamu begitu?
Yah, seharusnya aku mendukungmu melanjutkan gulat.
Gak penting, aku juga tidak akan berhasil sampai ke olimpiade.
Aku tidak pernah memenangkan medali. Masuk akal kalau aku berhenti.
Tapi kamu suka olah raga itu.
Kalau saja bukan karena tagihan pengobatan ayahmu..
Siapa bilang aku suka gulat?
Yeon Seo.
Apa kamu tidak paham juga kenapa aku selalu..
memintamu memilih pria yang tepat?
Ibu tidak ingin kamu hidup seperti Ibu.
Yeon Seo, Ibu ingin kamu hidup lebih baik dari pada Ibu.
Aku ingin kamu bahagia.
Menurutku,
kamu sangat cantik dan baik hati.
Aku tidak akan pernah malu akan dirimu.
Meskipun dunia mengucilkan mu,
Ibu akan selalu siap memelukmu.
Jadi sebagai balasannya,
tolong jangan pernah berbohong.
Kamu paham?
Maafkan aku, Ibu. Aku seorang penculik.
Mau diapakan ini?
Aku ingin kamu makan.
Aku tidak pernah makan beginian.
Apa Bonjour tidak memberitahumu menu makan ku?
Itu kan dia, di rumahku, kita makan ini.
Kalau tidak mau makan, tahan lapar saja.
Kamu mau bertaruh denganku?
Bertaruh?
Kalau kalah, kamu harus menyediakan menu ku.
Bagaimana kalau aku menang?
Kamu mau menyelentik dahiku?
Boleh.
Hey. Sekali lagi.
Aku tidak perlu makanan. Kalau menang, aku akan menyelentik dahimu.
Tentu, ayo.
Ayolah, Ayo!
Ah!!
Ahh!!
Ahhhh!
Kemarilah.
Aku menaruh sup daging di freezer, tinggal kamu panaskan.
Jangan lupa dimakan.
Aku juga sudah mengirisi daun bawang, jadi nanti tambahkan ke sup nya.
Iya, aku tahu. Ibu sudah bilang berkali-kali.
Juga, kamu benar-benar tidak boleh pacaran dengan tetanggmu itu.
Tapi Bu, tetangga pengangguran itu,
rasanya dia bukan pengangguran biasa.
Pengangguran tetap saja pengangguran. Apa maksudmu dia bukan pengangguran biasa?
Terakhir kali kulihat, dia menaiki mobil mahal.
Mungkin dia kerja jadi supir pengganti.
Tidak, orang lain yang menyetir.
Sebelum ini ada juga rumor kalau dia keturunan konglomerat.
Beberapa hari lalu aku bertanya apa kerja Ayahnya.
Apa katanya?
Dia bilang Ayahnya di bidang entertaimen.
Benarkah?
Iya, kalau dilihat secara fisik, potongannya memang cocok jadi konglomerat.
Tapi kenapa dia hidup seperti itu?
Mungkin seperti ini..
- Nak, kamu harus meneruskan bisnis keluarga.. - Tidak, aku tidak mau.
- Aku ingin hidup bebas. - Keluar!
seperti itu?
Itu mungkin juga!
- Kenapa? Ibu mau ngapain? - Mau bikin dadar kimchi untuk dia.
Ibu, ayolah. Kalau mau bikin dadar kimchi, aku yang akan buat.
Percaya saja padaku. Aku bisa membuatnya.
Pastikan bikin dadar kimchi nya yang lezat.
Pasti enak.
Datanglah, datang, datang.
Datanglah, datang, datang, datang!
1, 2, 3, 4, 5, 6!
Mati kamu.
Tunggu!
Lekas kemarikan dahimu. Kalau menunggu nanti-nanti, akan semakin sakit.
SMS dari Tetangga, dia bilang Ibunya pulang hari ini.
Apa?
Tidak, tidak! Dia tidak boleh pergi begitu saja!
Tidak, tidak, tidak!
Woah. Kenapa kamu begini lagi?
Lepaskan, atau kupukul. Lepaskan aku.
Tetangga sangat mengkhawatirkanmu, dia tidak ingin kamu masuk RSJ.
Hey!! Itu semua bohong!
Aku ini benar-benar Kang Joon Hyeok.
Dia menipumu sebab dia takut Ibunya akan mengenali aku!
Kasihan Tetangga.
Tolong, lekaslah sadar.
Apa?
Hey. Sepertinya kamu benar-benar suka dengan Bonjour ya.
Memangnya tidak boleh?
Maaf ya Bu, seharusnya aku mengantar Ibu sampai ke terminal.
Kamu pergi kerja saja. Ibu bisa pulang sendiri.
Ibu, ini tidak banyak, tolong diterima ya.
Yeon Seo.
Aku tahu kenapa Ibu datang.
Paman menelponku, katanya Bibi masuk RS lagi.
Lain kali aku akan beri Ibu lebih.
Kamu ambillah ini.
Apa ini?
Kamu sendiri sedang kesusahan.
Pinjaman Pelajarmu jatuh tempo kan.
Ibu.
Pinjaman Pelajar anda jatuh tempo. Harap lakukan..
Aku benar-benar kemari untuk menengokmu.
Gunakan ini untuk membayar bunganya dan belilah baju.
Tidak usah, aku punya uang kok.
Aku akan ketinggalan bus, Ibu harus pergi sekarang.
Ibu! Ibu!
Pergi kerja sana.
Beliau tidak sadar putri yang sudah dibesarkannya menjadi penculik.
Apa kamu tidak merasa bersalah kepada Ibumu?
Hah?
Hey! kamu menangis?
Kenapa kamu menangis? Aku yang seharusnya menangis.
Aku berbohong pada Ibuku.
Aku berbohong kepadanya karena kamu.
Ka.. Karena aku?
Apa maksudmu aku diculik itu karena kesalahanku?
Seharusnya aku tidak membawamu pulang!
Kalau bukan karena kamu, pengeluaran harianku tidak akan besar.
Aku juga tidak akan mengambil uang Ibuku, padahal keadaan Ibuku sendiri sedang susah.
"Ibu ambil saja uangnya. Aku mampu membayar cicilannya sendiri"
Satu kata itu saja, aku tidak bisa mengatakannya. Aku tidak bisa mengatakan kepadanya!
Ahhh! Kamu membuatku gila!
Jangan menangis. Menangis di pagi hari itu bikin sial.
Ibu!
Jangan menangis.
Sudahlah. Jangan menangis.
Ibu.
Tidak mengapa. Jangan menangis ya?
Jangan menangis, kataku.
Jangan menangis.
Yeon Seo!
No comments yet. Be the first to leave one.