The first 200 lines.
"Tiga sekawan pergi ke Hokkaido sebagai bagian dari Tur Gu Ra"
"Namun, mereka mulai bertengkar setibanya di lokasi"
"Tidak ada yang berubah"
"Hal pertama yang ingin dilakukan adalah makan domba panggang"
"Lezat"
"Setelah makan"
"Mereka bertengkar lagi"
Apa katamu?
"Hal berikutnya dalam daftar mereka"
"Mencicipi es krim Sapporo terkenal"
"Beri aku es krim, aku tidak sabar lagi"
"Malam pun tiba di kota salju ini"
"Hari-hari di kota ini sepadat di kota lain"
"Kota yang memukau ini memiliki ketenangan yang khas"
"Malam makin larut selagi ketiganya menikmati Sapporo"
"Dalam perjalanan menuju toko es krim terkenal"
- Ini toko es krimnya. - Baiklah.
- Aku suka es krim. - Kamu tahu tempat ini?
- Tempat ini indah. - Sudah berapa kali kamu kemari?
- Bukan lewat sini. - Pintu masuknya di sini.
Ini kali pertamaku kemari. Tempatnya indah.
Aku suka makan sesuatu yang dingin saat musim dingin.
Ya, es krim.
Es krimnya di sini.
- Halo. - Ada rasa teh hijau.
- Ada teh hijau. - Benar.
"Toko ini bukan cuma menjual es krim yang Gu Ra rekomendasikan"
"Tapi juga menjual pencuci mulut menarik"
"Yang terkenal di Jepang"
"Selamat datang"
- Pesanlah rasa teh hijau. - Aku pesan rasa lain.
- Akan kucicipi ini dahulu. - Cobalah rasa orisinalnya.
- Kita pesan tiga? - Ya.
Harganya tiga dolar, bukan?
- Ya. - Ya.
Aku minta setruknya.
Terima kasih. Simpanlah selalu setrukmu.
Benar.
"Sementara itu, es krimnya disiapkan"
- Terlihat lezat sekali. - Kelihatannya lezat.
Terima kasih banyak.
Terima kasih. Lezat, bukan?
"Hyeon Gyeong dan Sang Ryeol bergegas memakannya"
- Enak. - Sudah kubilang rasanya enak.
- Aku menyukai ini. - Sudah kubilang.
- Rasanya klasik. - Ya.
- Benar. - Rasanya klasik.
"Biar kucicipi juga"
Aku menyukainya, tapi gigiku kedinginan.
Itu sebabnya kita memakannya.
- Anak-anak bisa memakan ini. - Gigiku sakit.
Sebaiknya kita memakai sendok. Kamu juga.
Rasanya enak sekali.
Aku juga bisa merasakan darahku.
"Aku juga bisa merasakan darahku"
Yang benar saja.
- Aku enggan bergaul denganmu. - Aku terpaksa.
- Apa maksudnya terpaksa? - Kalian baik-baik saja?
"Nona Oh, jangan terlalu kejam"
Ini kelihatan enak.
- Yang ini. - Benar, bukan?
Masing-masing memilih satu kue.
Pilih satu kue yang ingin kalian makan di sini.
Ayo kita pesan mont blanc.
- Aku ingin kue di ujung. - Kamu ingin kue sus?
Nona Oh, duduklah di tengah.
- Toko ini indah. - Benar.
Rasa es krimnya tidak terlalu manis. Enak.
Aku sangat menyukai es krim ini.
"Tiga sekawan ini menghabiskan es krim mereka lebih dahulu"
"Bergumam"
Apa biasanya kamu sangat berisik saat makan?
- Ya. - Benarkah?
Kamu mau mengatur suaraku juga?
Kenapa kamu tertawa, Nona Oh?
Kamu menggemaskan sekali. Selalu saja marah.
- Jangan ekstrem ketika sudah tua. - Dia sangat naif.
"Setelah menghabiskan es krim, dia mulai memakan kuenya"
Rasanya enak sekali.
- Cobalah yang ini. - Akan kucoba kueku dahulu.
Wanita akan menyukai pencuci mulut ini.
Enak sekali.
"Wanita di sebelahnya langsung mencicipinya"
"Dia benar"
Kue yang itu juga enak.
Aku sangat suka kedua kue ini.
Aku jadi bahagia memakannya.
- Lezat, bukan? - Kita makan banyak.
- Sang Ryeol. - Apa?
Tidakkah ini mengingatkanmu akan masa lalu?
Disjoki.
Pemutar piringan hitam.
Ya, benar.
- Perangkat ini. - Ya.
"Sang Ryeol memamerkan kemampuan disjoki yang menakjubkan di Songdo"
"Kamu dipukuli oleh seorang gangster"
"Dia mengungkap masa lalunya yang luar biasa"
"DJ Sang Ryeol"
- Ini sungguh seperti alat itu. - Ya.
- Ini. - Ya.
Yang ini.
Kamu tidak mengatakan sesuatu?
Memang kamu pelatihku?
- Dia mencoba membantumu. - Ya, aku memberinya bahan lelucon.
Dia memberimu kiat agar kamu bisa melucu.
Baiklah. Akan kulakukan.
Baiklah. Akan kulakukan.
Terima kasih banyak, hadirin sekalian.
Selamat datang di Sapporo. Ayo! Ya.
"Sangat puas"
"Semuanya, menari"
"Suasana makin seru ketika permainan disjokinya dimulai"
- Seperti kelab saja. - "Ambilkan batu, Dokter Base"
"Kita tidak dapat merekam nyanyiannya"
"Di mikrofon"
"Lompat"
Ayo berpesta.
"Ayo berpesta"
- Aku menyukainya. - Ya, bagus sekali.
Itu bagus sekali.
- Aku menyukainya. - Ya, itu bagus.
Itu bagus sekali.
Toko ini luar biasa. Semuanya enak sekali.
"Makan malam pertama mereka berhasil berkat rekomendasi Gu Ra"
Tidak, coba lihatlah.
Udaranya segar sekali.
- Udaranya segar sekali. - Tempat ini
- suhunya sekitar dua derajat. - Segar sekali udaranya.
Dua derajat?
Lihat ke sana. Tertulis suhunya minus satu derajat.
- Di situ tercantum rupanya. - Tertulis minus satu derajat.
Jadi, gedungnya mengukur suhunya
- lalu menampilkannya? - Bukan begitu.
- Bukan begitu? - Suhunya diukur di tempat lain.
- Sudah kuduga. - Tidak ada yang membuatnya begitu.
Kenapa kamu mempersulitnya?
Apa aku berbuat salah?
Hei, Teman. Jika aku penasaran...
Kamu...
Kamu yang ahli tempat ini.
Mereka mengukur suhunya, lalu memajang suhunya.
Mana ada yang membuat termometer sebesar itu?
Aku suka tempat ini.
- Udaranya segar sekali. - Benar.
Aku suka kebersihannya.
Aku suka suara langkahku di salju.
Aku menyukainya.
- Aku suka karena tidak ramai. - Ya.
Kamu mengetahui banyak tempat.
Bukankah tempat ini mengingatkanmu akan Bae Yong Joon?
Alih-alih Bae Yong Joon, ini lebih seperti Putri Salju.
Di mana Bae Yong Joon?
Di mana Yong Joon?
"Di tengah kota"
"Ada menara jam yang tampak sudah tua"
"Nona Oh menanti kekasihnya yang telah pergi"
"Ada seorang pria dengan perasaan serupa"
"Sang Ryeol yang memakai kacamata yang mirip kacamata Yong Jun"
"Menara Jam Sapporo sepertinya akan mewujudkan semua cinta"
Apa yang ada di dalam menaranya?
Itu menara jam. Coba kulihat bagian dalamnya.
Ada jam tutupnya juga.
"Menara jam itu sudah tutup"
- Kamu benar. - Ya.
Ini seperti museum.
- Kurasa ini... - Apa ini museum sejarah?
Bukan, maksudku stasiun.
Stasiun rupanya.
- Ada biaya masuknya. - Ini stasiun.
Ini stasiun tua.
- Ini stasiun tua. - Pasti ada rel keretanya.
"Ini bukan stasiun kereta, melainkan aula kuno"
"Gedung ini dibangun pada tahun 1878 dan menjadi aset budaya penting"
"Kini dipakai sebagai museum yang memajang sejarah Sapporo"
"Jamnya berfungsi dengan baik walau tidak pernah diperbaiki"
- Ini stasiun tua. - Ya, sudah kubilang.
- Stasiun, bukan? - Ya.
Orang-orang melestarikan tempat ini dengan baik.
Ayo naik kereta bawah tanah.
"Gu Ra memamerkan pengetahuannya tentang segala hal"
Kita harus keluar dari sini.
- Itu JR! - Benar.
"Dia berlagak seakan dia tidak salah bicara"
- Gedungnya sudah tua. - Ini dibangun pada tahun 1886.
- Tidak diperbaiki sekali pun? - Hingga kini?
Usia jamnya sekitar 150 tahun.
Ada beberapa orang yang merawat jam ini.
- Ayo kita berfoto. - Ya, dari sudut mana?
Pasti ada alasan
kenapa ada lokasi khusus di situ.
- Lokasinya tampak indah di foto. - Benar.
- Bae Yong Joon tidak datang? - Biasanya...
- Biasanya... - Yang benar saja.
- Aku sedih. - Kenapa?
Yong Joon tidak pernah ikut.
Di mana Yong Joon yang terkenal?
"Di sinilah kami, Nona Oh"
- Ayo kita naik ke sini. - Ya.
"Tiga sekawan ini pindah ke area berfoto"
- Duduklah di sini. - Ya, akan kuperiksa sudutnya.
No comments yet. Be the first to leave one.