Season 1

Release info

86 EIGHTY-SIX - S01E06
A Commentary by LinKy
86 EIGHTY-SIX

Tags

other
Published on: 2026-08-21
Downloads: 1
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 187 lines.

KALENDER BINTANG, 17 DESEMBER 2144

Kakak…

KALENDER BINTANG, 27 JULI 2148

Panas…

Panas sekali!

Jangan mengeluh! Panasnya menular!

Nyatanya memang panas.

Musim panas memang sesuai namanya.

- Mau buka baju! - Jangan!

Kalau menjernihkan pikiran, panas tak akan terasa Haruto.

Jangan bicara seperti Kaie.

Menjernihkan pikiran?

Hei, ternyata memang di sini.

Aku menjadi teringat saat kita menyaksikan mekarnya bunga.

Saat baru ditugaskan, kita langsung melihatnya, ya.

Apa kau akan menari lagi, Anju?

Medan tempur di depan mata Daiya.

Baiklah…

Aku dari Luscinia.

KALENDER BINTANG, 5 APRIL 2148

Sebelumnya aku juga sudah bersama Shin.

Taruh di sana.

Ya.

Dari eskadron mana?

Dari Scale. Bagaimana denganmu?

Luscinia.

Begitu? Pak Daiya dari mana?

Panggil Daiya saja.

Aku dari Claymore.

Jadi, sudah bertugas berapa tahun?

Empat tahun.

Begitu? Sama denganku.

Lagi pula, kebanyakan dari kita memang sudah tahun keempat, 'kan?

Cuma itu kesamaan kita, ya.

Hei, apa ada perempuan yang kau suka?

Tiba-tiba bertanya itu.

Jangan-jangan perempuan itu, ya? Aku sedang pendekatan dengan dia.

Bukan! Tak akan kuberi tahu!

Apa? kenapa?

Kenapa tertutup begitu?

Di sini tak ada yang namanya rahasia.

Benar itu.

Seperti Daiya yang memandangi Anju setiap jam, akhirnya ketahuan juga.

Diam!

Sepertinya obrolan kalian seru.

Daiya, kau memalukan.

Berisik! Bantu aku!

Hei! Daiya ingin bicara sesuatu dengan Anju!

Hei, Theo!

Kasihani temanmu ini!

Kau memanggilku, Daiya?

Tidak, aku tak bermaksud begitu.

Lalu, maksudnya apa?

Tidak, maksudku, di sini agak sesak karena terlalu ramai.

Hei, yang biasanya selalu pria, belakangan ada kejadian langka.

Apa itu?

Katanya, ada gadis yang menjadi Handler!

Apa? Aku penasaran! Seperti apa orangnya?

Sudah jelas, 'kan? Dia pasti tuan putri babi yang cantik.

Dan dia bersuara "uik," bukan?

Namanya juga babi.

Babi putih. Wajar saja.

Seperti ini?

Dia seperti sedang membawa mawar merah jambu.

Sepertinya dia

kalau bicara bernada angkuh dan merujuk dirinya sebagai "daku."

Pasti menyapa dengan "Salam sejahtera!"

dan sering bilang, "Atas izin daku!"

Astaga, aku pasti akan kesal saat pertama melihatnya. Aku yakin sekali.

Tidak, belum tentu.

Bisa saja dia anak sakit-sakitan yang tak pernah kerja berat.

"Terpaan angin dan hujan begitu kuat. Kalau terkena, aku bisa mati!"

Begitu?

Apa begitu bisa jadi tentara?

Kalau dia pengecut dan bicara pelan tanpa rasa percaya diri,

memang akan menyebalkan.

Kalian semua, tenanglah!

Dia mungkin orang jelek yang berantakan di sana-sini.

Bicara apa kau ini? Jelas-jelas dia ini dewi!

Dia dewi yang turun ke dunia yang tercemar ini,

demi menyelamatkan kita para Eighty-Six.

Ya, entah dia dewi atau putri yang baik hati, tetapi…

kalau memang ada orang seperti itu, aku ingin sekali bertemu dengannya.

Mustahil ada yang seperti itu.

Pada akhirnya, dia cuma tuan putrinya para babi putih.

- Benar sekali! - Benar sekali!

Kapten, mereka sedang mabuk, ya?

Entahlah.

Gelasnya berisi air, 'kan?

Memang air.

Ya, kelihatannya mereka sedang bersenang-senang. Biarkan saja.

Intinya kau masa bodoh saja, 'kan?

Tampangmu terlihat begitu.

Sepertinya begitu.

Pada awalnya, orang-orang yang mengarungi medan tempur membenci bunga sakura.

Karena masa mekarnya yang begitu singkat.

Bunganya mekar dan berguguran sekaligus dalam rentang waktu yang singkat.

Meninggalkan rantingnya dengan begitu mudah,

seakan-akan tak memiliki penyesalan.

Namun, aku suka keanggunan bunganya.

Lihat itu.

Aku menjadikannya markahku sendiri.

Bagaimana dengan markahmu?

Pasti ada makna di baliknya, 'kan?

Kurasa begitu.

Kau rasa?

Karena pemilik awalnya bukan aku.

Hei! Yang sedang berduaan di sana!

Di saat seperti ini, kita harus bersenang-senang sepuasnya!

Karena kita akan kalah kalau tak bisa lagi tertawa!

- Benar! - Benar!

Kalian benar.

Namun, aku sempat khawatir Legion akan menyerang di saat seperti ini.

Untunglah tidak terjadi apa-apa.

Aku sudah bilang, 'kan? Dia pasti tahu.

Dewa Kematian Tak Berkepala dari Front Timur, ya.

Aku pernah dengar rumornya, tetapi ternyata benar ada.

Namun, kudengar kau sedang mencari kepalamu yang hilang.

Jangan-jangan kalau syal itu dilepas…

Kepalamu jadi lepas, ya?

Astaga! Pantas saja markah kerangkanya tak berkepala.

- Begitu rupanya! - Begitu rupanya!

Kalau begitu, mohon kerja samanya untuk setengah tahun ke depan, ya.

Dewa Kematian.

- Mohon kerja samanya. - Mohon kerja samanya.

- Mohon kerja samanya. - Mohon kerja samanya.

Mohon kerja samanya.

Mohon kerja samanya.

Aku juga ingin bilang lagi. Mohon kerja samanya, ya, Shin.

Dewa Kematian.

Aku pun sama.

Kau memang populer, ya.

Aku mengandalkanmu.

Mau turun hujan, ya? Tak biasanya kau begini.

Hei! Ada bintang jatuh!

Masa?

Bintang jatuh? Mana? Di mana?

- Mana? - Hei, jangan dikejar!

Memangnya kalian anak-anak?

Aku ikut!

Sudah empat bulan sejak saat itu.

Jumlah anggota kita juga berkurang drastis.

Hanya angka di papan tulis Kujo yang tak akan berkurang.

Tak bisakah waktu berhenti sejenak?

Ide bagus.

Sayang sekali, dua bulan ke depan kita masih tetap bertarung.

Mohon maaf atas keterlambatanku.

Aku siap beraksi.

Permisi, Kapten, hari ini…

Hei, kau ketakutan, ya, Mayor?

Kalau takut, mundur saja.

Mayor, kalau memang berat,

- lebih baik… - Aku tak apa-apa!

Akan kulakukan semua yang kubisa hingga akhir!

Dimengerti.

Itu Skorpion.

Mereka menyerang!

Astaga, sungguh mengganggu!

Bahkan Skorpion dari peleton sebelah pun ikut menembak!

Jumlah mereka terlalu banyak!

Sepertinya mereka belajar, ya.

Mereka sudah tahu kalau kita membaca gerakan dan siap menyergap.

Pertama, kita harus mencari tempat sembunyi untuk mulai menembak.

Lalu, saat Löwe muncul, baru kita menyerang.

Kurang lebih begitu.

Untuk kotak aluminium seperti kita, mereka bagai jamuan besar, ya.

Benar-benar membuatku senang, aku sampai terharu!

Coba saja kita juga bisa menggunakan mortir…

Burnt Tayl!

Peleton Enam, ada yang bisa ke sana?

Sulit untuk langsung ke sana di tengah tembakan ini.

Terlebih di medan seperti ini…

Daiya, tunggu!

Tenang saja!

Black Dog!

Menjauhlah dari sana!

Black Dog!

Anju…

Sekarang aku bisa ke sana, Burnt Tayl!

Aku bisa menembak mereka dari atas!

Justru kau yang akan diincar, Gunslinger.

Laughing Fox, bisakah kau berbelok dari hilir?

- March Hare mungkin bisa. - Siapa yang sudi menjadi remahan besi?

Masih sempat!

Kuserahkan padamu.

Dewa Kematian.

Burnt Tayl!

86 EIGHTY-SIX subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for 86 EIGHTY-SIX

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left