The first 200 lines.
Legenda Fei
Episode 19
Kenapa kau selalu mengeluarkan pedang?
Apa begini caramu memperlakukan gadis?
Sebagai Pendekar Pedang Selatan,…
…kau bunuh Qiu Tianjin dan penggal Ketua Qinglong.
Terkenal di dunia silat.
Aku Yang Jin, sengaja datang untuk menantangmu.
Qiu Tianjin dan Ketua Qinglong apa?
Apa kaitannya mereka denganku?
Ini…
Kau sendiri tak tahu orang yang kau penggal?
Aku yang penggal?
Setelah Pendekar Pedang Selatan turun gunung,…
…pertama, dia lenyapkan Penjahat Di Sha,…
…lalu, Ketua Qinglong Gunung Sixiang.
Seluruh orang dunia silat sudah tahu cerita ini.
Mana mungkin kau tak tahu?
Ternyata maksudmu adalah cerita Di Sha dan Gunung Sixiang.
Tadi aku mendengarnya di kedai teh.
Kau juga percaya omong kosong Tuan Pendongeng itu?
Kau tak sungguhan dungu, 'kan?
Apa maksudmu?
Semua orang tahu kematian Luquan dan Ketua Qinglong.
Jangan menipuku.
Aku bersumpah, aku tak melakukannya.
Apa kau salah orang?
Apa masih ada wanita lain penerus Pedang Selatan?
Penerus wanita?
Apa mungkin A-Fei?
Apa yang kau tertawakan?
Menertawakanmu.
Kau orang dungu, ya?
Keturunan Kakekku tak hanya ada aku seorang.
Mohon Nona menjelaskan.
Aku mana tahu dia pernah mengajari siapa.
Terserah dia mau mengajari siapa.
Seluruh orang di Klan-48 juga mungkin.
Orang Klan-48 kami sangat banyak.
Kau cari saja pelan-pelan.
Aku tak meladenimu lagi.
Jangan menipuku!
Kenapa orang dungu ini tiba-tiba jadi pintar?
Apa kau meremehkanku, jadi, tak mau bertarung denganku?
Maaf kalau begitu.
Hari ini, aku harus tentukan siapa yang hebat di antara kita.
Kulihat kau ini kenapa masih belum paham juga?
Sudah kubilang aku bukan penerus Pedang Selatan.
Kenapa kau tak percaya?
Lihat, apa aku ini terlihat seperti bisa menggunakan pedang?
Lihat dirimu.
Tadi kau memukulku hingga pingsan.
Sekarang ingin melakukan apa lagi?
Jika kau tak biarkan aku pulang, kulaporkan ke petugas.
Kubilang kau menculik wanita di siang hari!
Siapa yang menculik wanita?
Kita atasi sendiri urusan di antara kita.
Untuk apa lapor ke petugas?
Ada urusan apa di antara kita?
Aku tak peduli, pokoknya hari ini,…
…harus tentukan 13 Pedang Duanyan atau Pedang Selatan yang lebih hebat.
Tuan Muda Yang!
Tuan Muda Yang.
Kau sungguh sudah salah orang.
Dia bukanlah penerus Pedang Selatan.
Lihatlah.
Kau sudah bayar mahal menyewa kami membantumu mencari orang.
Pasti akan kami temukan untukmu.
Jadi, kapan baru bisa ketemu?
Kami sudah menemukannya.
Katanya Nona ini bernama Zhou Fei.
A-Fei? Kalian sudah menemukannya?
A-Fei?
Apa nama A-Fei bisa kau sebut sesukamu?
Lihatlah.
Nona Zhou Fei sudah muncul.
A-Fei ada di mana? Cepat bawa aku menemuinya.
Aku sangat merindukannya!
Nona tak perlu repot-repot pergi ke sana.
Aku akan mengundang Nona Zhou Fei kemari.
Namun, aku masih harus meminta satu barang dari Nona.
Bagaimanapun, Nona Li itu cucu kandung Li Zheng Pedang Selatan.
Dia terus ribut seperti ini juga bukan solusi.
Kita tahan saja dia.
Jika sekarang kita lepaskan, bukankah usaha kita akan sia-sia?
Kita beri dia makan dan minum enak.
Jangan biarkan dia keluar rumah.
Bagaimana menurutmu?
Hanya bisa seperti itu.
Kenapa kau ke mana pun tetap merasa seperti di rumah sendiri?
Kenapa ucapanmu terdengar seperti sangat membenciku?
Ini jelas-jelas adalah kemampuanku, tahu?
Yang benar tak tahu malu, 'kan?
Jangan remehkan kemampuan alamiku.
Aku ini mahir melakukannya demi mencari makan.
Kau? Demi apa?
Demi makanan.
Saat aku kecil, Tuan merasa aku terlalu lemah,…
…tak mau mengajariku bela diri.
Tanpa diberi uang, aku disuruh hidup di luar selama tiga tahun.
Juga janji padaku, bila aku tak mati kelaparan dalam tiga tahun ini,…
…dia akan ajarkan bela diri untuk melindungi diri sendiri.
Kau memang agak lemah, Tuanmu memang benar.
Jangan menyela.
Aku sedang bandingkan hidupku yang dulu dan kini.
Sedang mengenang masa lalu.
Kenanglah.
Saat aku kecil, pernah masuk ke Geng Pengemis.
Meski hasilnya biasa saja.
Meski Geng Pengemis ini menyebut diri mereka jujur,…
…tapi ada banyak orang tak tahu malu di kelompok pengemis ini.
Pengemis besar menindas pengemis kecil.
Itu adalah hal yang umum, sangat tak bersahabat.
Aku tak tahan melihatnya.
Jadi, aku bernyanyi di sepanjang jalan.
Cari makan dengan bernyanyi jauh lebih santai dari sebelumnya.
Apalagi aku juga sangat tampan dan murah hati.
Hebat sekali.
Apa Gurumu tak dihukum mati sembilan keturunan?
Bukankah kau sendiri yang mau tanya?
Sudah kuceritakan, kau malah tak percaya.
Dasar wanita.
Wanita?
Ada apa dengan wanita?
Nyonya, kau sudah bangun.
Sepertinya kau sudah pulih.
Baguslah.
Terima kasih Nyonya telah menolongku.
Cepat turunkan tanganmu.
Namun, Qian Suiyou, kenapa aku merasa…
…kau akan berterima kasih dengan sesuatu yang lebih baik?
Nyonya sungguh sangat pintar.
Aku ingin memberikan sedikit hadiah.
Semoga Nyonya mau menerimanya.
Baiklah.
Kalian berdua ikut aku masuk.
Aku mau lihat dengan teliti hadiah apa yang kau siapkan untukku.
Sebelumnya tak kulihat dengan teliti.
Hari ini aku baru sadar…
…sepertinya Nyonya agak berbeda dengan orang yang pernah kukenal.
Saat berjalan, dia seperti sedang mengapung.
Sungguh indah.
Jika ingin melihat yang indah, bisa lihat aku saja, 'kan?
Sudah puas.
Kediaman Qiaoyun
Suara Gagak di Musim Dingin
Kenapa melihat Nyonya seperti itu?
A-Fei.
Kulihat dia pulih dengan baik.
Hatiku senang.
Penilaianmu terlalu dangkal.
Lihatlah gaya jalannya tadi.
Kelihatannya sangat tenang dan damai.
Sebenarnya langkahnya agak terapung.
Tubuh Nyonya memang sehat,…
…makanya bisa sehat kembali dalam beberapa hari.
Namun, tenaga dalamnya memang berkurang 70-80 persen.
Tak boleh terluka parah lagi.
Nyonya.
Ada apa?
Kau yakin mau memberiku buku ini?
Aku selalu merasa…
…kau membalas utang budimu dengan jerih payah orang lain.
Apa salahnya dengan jerih payah?
Ini tak lebih mulia dari pertolongan Nyonya.
Lagi pula, darah dan air mata… *jerih payah
…bila dinikmati sendiri juga menjijikkan.
Kurang pantas jika didengar orang lain.
Sekarang setelah tiba di Klub Yuyi, akhirnya benda ini berguna juga.
Mulutmu sangat manis.
Baiklah, kuterima.
Dilihat bagaimanapun, kau juga gadis kecil yang manis dan cantik.
Tubuhmu ini sangat kurus.
Kukira Kak Li akan memilih seorang pria.
Setidaknya penerus yang terlihat lebih kuat.
Jika semuanya mengandalkan bakat alamiah,…
…maka manusia mungkin hanya akan belajar bicara dan berjalan saja.
Tak bisa disebut penerus.
Aku masih dalam tahap pelatihan keras.
Aku juga tak mahir dalam Pedang Pemecah Salju.
Hanya… Hanya tahu sedikit saja.
Kau…
Cara bicaramu sungguh sama persis dengannya.
Saat melihat cara bicaramu tadi,…
…aku jadi teringat saat aku mengenal Kak Li dulu,…
…seluruh geng kami berjalan bersama.
Lalu, aku bertanya padanya, "Kau berguru di mana?"
Dia juga hanya cerita sedikit.
Lalu, bilang padaku, "Aku tak berguru."
"Hanya punya teknik pedang warisan leluhur."
"Belum cukup mahir."
Hatiku langsung berpikir, dia ini orang desa dari mana?
Teknik pedang keluarga sendiri belum dikuasai,…
…tapi sudah keluar menjelajah dunia.
Lalu, kalian tebak apa yang terjadi?
Saat pertama kali dia menyerang, kami semua kaget hingga terdiam.
Bukankah kalian sama-sama rendah hati?
Kakekku sangat hangat dan rendah hati.
Dia bilang "belum mahir", pasti karena dia rendah hati.
Namun, aku berbeda.
No comments yet. Be the first to leave one.