Deadman Inferno

Deadman Inferno (Z アイランド)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Deadman Inferno 2015 720p BluRay x264-WiKi
A Commentary by Rahpooyan

Tags

BluRay
x264
720p
720
Published on: 2020-01-19
Downloads: 25
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Hei.

Di mana mobilnya?

Maaf.

Dia tidak menjawab.

Maaf, Bos. Aku akan memeriksanya.

Apa itu?

Itu bukan pekerjaanmu, Kak.

Aku juga ingin membeli sesuatu dari toserba.

Membeli es krim untuk Hinata lagi?

Maaf.

Pergilah.

Bagaimanapun, kau memang hebat, Bos.

Sudah cukup.

Ada apa?

Itu bukan urusanmu.

- Ayolah. - Lupakan.

Apa kau melihat ada Yakuza kasar dengan aksen Kansai belakangan ini?

Mereka datang ke klub kami.

Mereka yang terburuk.

Bos menyerang kantor mereka.

Dia berkata, "Persetan, aku akan membunuh kalian!"

Apa itu tak masalah?

"Apa itu tak masalah?" Dasar kau bodoh.

Itu klasik.

Itu sungguh pemandangan yang bagus untuk dilihat.

Ada apa dengan mobil itu?

Itu terlalu silau, Berengsek. Matikan lampumu!

Selamat malam.

Siapa di sana?

Kau berada di luar...

...setelah melakukan tugasmu dengan geng Takeshita?

Siapa kalian?

Kami menjalankan banyak hal.

Menjalankan apa?

Menjalankan hal seperti ini?

Pengecut.

Ada kalimat terkenal, "Kau sudah mati."

Bos!

Bos!

Seseorang!

Seseorang!

Panggil ambulans!

Pelaku penembakan tadi malam...

...telah ditangkap di kantor geng saingannya.

Aku akan keluar dalam waktu singkat.

Matilah!

Tahan!

Lepaskan aku!

Lepaskan!

Sorimachi!

Selamat pagi.

Kau terlambat.

Apa ini?

Maaf, ada kemacetan lalu lintas.

Lalu, apa?

Kalau begitu, berangkatlah lebih awal.

Maaf.

Selamat pagi.

Selamat pagi? Kau juga terlambat.

Dasar kau kera besar.

Aku minta maaf.

Permintaan maaf tak mengembalikan waktu yang hilang.

Maafkan aku.

Berhenti meminta maaf. Kau tetap terlambat.

Kalian berdua sudah cukup tua untuk tepat waktu?

Jika permintaan maaf tak berguna, lalu sebaiknya apa?

Benar. Apa yang sebaiknya aku sarankan?

Bagaimana jika memakan kotoran?

Di atas semangkuk nasi.

Kotoran?

Berengsek!

Shinya, jangan.

Itu hanya lelucon.

Inilah sebabnya aku membenci orang Kanto.

Maaf.

Berikan itu kepadaku.

Kalian tak memberitahuku bahwa ini adalah pembersih telinga?

Dasar kalian pemalas.

Pergilah.

Aku sungguh minta maaf.

Terserah.

Dia pikir kau siapa?

Mendengar aksen Kansai saja...

...mengingatkanku akan geng Takeshita, dan itu membuatku sangat marah.

- Aku akan menghajarnya. - Hentikan.

- Kita sudah hidup jujur sekarang. - Namun...

Cepatlah atau kita akan terlambat menjemput Takeshi.

- Ayo pergi. - Baik.

Halo?

Hinata, ada apa?

Apa? Tunggu, Hinata!

Berhentilah batuk.

Maaf.

Bagaimana?

Ini enak. Menurutku ini sangat enak.

Benar? Menyegarkan, ya?

Bukankah itu ilegal?

Jika polisi mengetahuinya, lalu bagaimana?

Kau peduli tentang itu?

Seorang pria yang tampak tangguh sepertimu peduli tentang hukum?

Tidak.

Kau takut?

Aku tak masalah dengan itu.

Kenapa kau memberikannya secara gratis?

Tanda persahabatan dengan kalian para penduduk pulau.

Kau akan menarik bayaran sekarang?

Bayarlah jika kau suka. Harganya 10.000 yen per bungkus.

Apa? Kau tahu berapa banyak cumi yang bisa didapatkan dengan itu?

Sebanyak 90.

Sebanyak itu? Banyak sekali.

Kalau begitu, mari kita membatalkannya. Ya?

Carilah kesenangan kalian di tempat lain.

Persetan dengan ini. Aku tak membutuhkannya.

Aku akan membeli dua bungkus!

Terima kasih.

Aku hanya punya 500 yen. Tambahkan 9.500 untukku.

Bos.

Hei!

Kau datang menjemputku?

Tentu saja.

Terima kasih.

Kakimu...

Sarafnya terputus saat penembakan itu.

Aku minta maaf.

Kau tak perlu meminta maaf.

Kau bahkan merawat Hinata.

Jangan terlalu formal.

Ini.

Tidak.

Benar juga. Kau sudah berhenti, ya?

Kakak!

Shinya!

Truk apa ini?

Dengan inilah kami mencari nafkah sekarang.

Apa?

Saat kau bilang pulau, aku membayangkan sanggraloka.

Di sini baunya seperti ikan.

Kalau begitu, pulanglah saja.

Namun, aku sudah kabur dari rumah.

- Apa? - Aku mengenal semua anak yang kabur.

Kenapa?

Mereka adalah teman-temanku.

Itu tak masuk akal.

Apa kau yakin? Ayahmu akan dibebaskan dari penjara hari ini.

Alasan apa yang lebih baik bagi seorang remaja untuk kabur?

- Lucu. - Jangan jahat.

Apa alasanmu, Seira?

Karena rumahku ada di sana!

Jangan mengatakannya seperti kutipan.

Itu berlebihan!

Sangat gila hingga menjadi keren.

Keren apa? Itu tak keren.

- Keren. - Gila.

- Keren. - Gila.

- Tidak, itu benar-benar keren. - Itu gila.

Itu seperti gunung dan angin.

Komedian Yasushi Kiyoshi!

Apa itu? Kau benar-benar memahamiku!

Aku menang!

Hei, Orang-Orang Aneh!

- Seira! - Gadis-gadis SMA!

- Apa? - Jangan.

Ayo. Aku takkan melakukan apa pun, aku berjanji.

Kembalilah jika kondisinya memburuk.

Ya, terima kasih banyak.

Baik.

Tolong jaga dirimu.

Ya.

Siap untuk pasien lain?

Aku butuh istirahat.

Kita belum istirahat sejak pagi.

Mereka semua menderita batuk dan demam yang sama.

Apa itu flu?

Seperti fesyen, flu datang dari Tokyo.

Tidak selalu.

Aku akan bertanya saat aku pergi ke pulau utama akhir pekan depan.

Aku tak peduli.

Naomi.

Aku berpikir.

Ikutlah bersamaku.

Tidak mungkin.

Bisakah kita mulai lagi dari awal?

Tidak mungkin.

Setidaknya, sekali ini saja, datanglah ke rumahku?

- Kau terangsang. - Bukan hanya terangsang.

Aku bersumpah bukan hanya itu.

Bersumpah untuk apa?

Penisku.

- Kuhajar kau. - Silakan.

Maksudku bukan itu.

Isap aku.

Bagaimana jika aku memotongnya?

Tidak bisa. Tidak boleh.

Jika kau memotong penisku, aku akan menghabisimu!

Kau yakin penismu belum dipotong?

- Berapa banyak? - Sekali lagi.

- Berapa banyak? - Selanjutnya!

Aku ingin dia membiarkanku selesai bicara.

Astaga, aku menyukai wanita sadis.

Pasien selanjutnya, silakan.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left